Lucky

Archive for the 'Computer' Category


Software Freeware Terakhir

Posted by louis7zen on 25th April 2008

AIMP 2.11

Berbagai audio player dapat Anda pilih saat
ini. Tidak salah untuk mencobanya, manakala software baru menambahkan sesuatu
yang berbeda dibandingkan dengan audio player yang telah Anda gunakan. Salah
satu audio player yang dapat Anda pilih adalah AIMP.

 

AIMP merupakan sebuah audio player yang powerful, memampukan Anda untuk
mendengarkan musik favorit dengan kualitas suara yang bagus. Dilihat dari
tampilannya, AIMP terlihat menyerupai audio player klasik lainnya, yaitu Winamp
sehingga Anda dapat dengan cepat mempelajari penggunaannya. AIMP juga dapat
disesuaikan skin-nya.

 

Aplikasi ini menyertakan 18-band equalizer, sebuah jendela
visualisasi untuk menampilkan efek visual ritmik, dan sebuah editor playlist untuk mengorganisasikan
file audio. Selain memainkan musik, AIMP juga memiliki 3 fitur ekstra yang
memampukan Anda untuk merekam suara pada komputer, konversi file audio dari
satu format ke dalam format lain, dan menampilkan ataupun mengedit tags. AIMP berbasiskan pada audio engine BASS yang menjadikannya
mudah untuk dikoneksikan dengan plug-in baru,
dan ekspansi fungsionalitas players.

 

Pada versi 2.11, AIMP menambahkan perbaikan
bug, antara lain CUE-Parser, playlist selection, quick file info, memainkan
audio multi channel, posisi jendela playlist dalam mode dualview, dan crossfade
di antara track pada mode active mute
ataupun mode PreAMP.

Ukuran file: 2.8 MB

Nama file: aimp_2.11 rar

Nama pembuat: AIMP

Download: http://download.softyes.ru/aimp_2.11.rar

 

iPodifier 1.5

Anda melewatkan tayangan TV semalam? Tayangan
tersebut akan berada di dalam iPod Anda sehingga dapat dilihat kembali. Jika
Anda memiliki Tivo, Windows Media Center, sagetv atau beberapa device yang
dapat meng-capture isi TV, iPodifier
akan secara otomatis mendapatkan isi dari sumber tersebut, dan meletakkannya
pada iPod Anda, terorganisir dalam playlist
video.

 

Pada dasarnya, iPodifier merupakan aplikasi
yang melakukan otomatisasi proses pengambilan video ke dalam iPod Anda. Tidak
seperti software transcoding lainnya
yang secara sederhana melakukan reencodes
video ke dalam format iPod yang kompatibel, iPodifier memerlukan beberapa step lebih. iPodifier melakukan
otomatisasi keseluruhan proses pengambilan video yang berasal dari resource
ataupun ke dalam iPod Anda. iPodifier akan secara otomatis melakukan pengecekan
video terbaru, transcode video baru
ke dalam format kompatibel iPod, penambahan transcoded video ke iTunes,
mengorganisasikan video dalam playlist, dan sinkronisasi iPod.

 

Selain fitur dasar, iPodifier juga dapat
menerima video yang berasal dari sumber lain (1 Tivo, bittorent, segetv,
Windows Media Center), melakukan monitoring beberapa sumber direktori video
untuk memperoleh video terbaru, me-manage
kuota tv show dan video preview Windows,
yang memampukan Anda untuk menampilkan file video transcoded iPod.

Ukuran file: 7.81 MB

Download: http://ipodifier.com/released/iPodifier1_00_0_8.exe

 

BD Sizer 2.6.0

Bagi Anda yang gemar mengambil foto ataupun
gambar, pasti sering menemui ukuran file gambar yang cukup besar. Berbagai cara
dapat dilakukan untuk mengurangi ukuran file gambar tersebut, antara lain
dengan melakukan konversi ataupun menggunakan sofware tertentu untuk menekan
ukuran file sekecil mungkin, dengan kualitas gambar yang masih dapat ditolerir
tentunya. Risiko terhadap pengurangan ukuran file gambar adalah berkurangnya
kualitas gambar sehingga terlihat pecah, karena kehilangan salah satu warna
ataupun pixel.

 

Salah satu software utilitas yang dapat Anda
gunakan untuk menekan ukuran file gambar adalah BD Sizer. Ukuran maksimum file
dapat dapat ditentukan sendiri oleh Anda. Anda pun dapat menambahkan caption title dan frame.

 

Di dalam BD Sizer juga terdapat XMP Editor yang
berfungsi untuk menampilkan ataupun melakukan perubahan informasi XMP.
Informasi exif pada file gambar pun tetap dapat dipertahankan.

Ukuran file: 3.12 MB

Download: www.idimager.nl/FreeWare/BDSizer.exe

 

 

 

Posted in Computer | No Comments »

Windows 7

Posted by louis7zen on 25th April 2008

Sebenarnya, Microsoft sudah harus menghentikan
pengembangan Windows Vista. Service Pack 1 yang baru untuk sistem operasi ini
yang baru untuk sistem operasi ini malah memblokir program keamanan seperti
ZoneAlarm, Trend Micro, dan BitDefender. Walaupun menghadapi kesulitan
tersebut, Microsoft malah mengembangkan penerus Vista. Codename: Windows 7. Sistem operasi baru ini akan diluncurkan
paling cepat pada tahun 2009 nanti. Saat ini, Anda sudah dapat memperoleh
informasinya, termasuk seputar feature-feature pada Windows 7. Dlaam fase
pengembangan awal ini, perancangnya masih berorientasi pada Windows Vista.
Meskipun baru mencapai tahap “Milestone 1”, perbedaannya dengan Windows Vista
sudah dapat dikenali. Antara lain, kemampuan jaringan rumah “Home Group” akan disempurnakan.
Setelah instalasi, pengguna akan mendapatkan wizard baru yang akan mengaktifkan
sharing gambar, video, musik, dan printer dengan beberapa klik saja.

 

Pengembangnya pun melakukan penyempurnaan
tampilan Desktop. System Tray di samping indikator waktu tidak lagi menampilkan
icon yang sedang terbuka pada Task Bar, melainkan pada sebuah window pop-up di
atasnya. Selain itu, kini tampilan Start Menu akan lebih dinamis dan tampak
lebih rapi. Menu program yang ada di Start Menu akan dapat dikunci dengan
sebuah pin.

 

Selain itu, tersedia Quick Launch untuk Media
Center dan Media Player yang sudah disempurnakan. Bahkan, terdapat feature
tambahan untuk fungsi. Dengan feature “Wipe and Reload”, pengguna dapat
mengembalikan status backup data, misalnya setelah instalasi gagal dilakukan.

 

Windows masa depan ini juga dirancang untuk
perangkat keras baru seperti TabletPC. Untuk itu, Microsoft menawarkan sebuah writing and voice recognition pada
penerus Windows Vista ini, jelas pendiri Microsoft, Bill Gates dalam sebuah
wawancara.

 

Versi awal Windows & ini memang masih
menawarkan Internet Explorer (IE) 7. Namun, para pengembangnya seang
mengembangkan sebuah varian browser baru. Tujuan terpenting, IE akan lebih
kompatibel dengan berbagai standar web. Memang versi beta IE 8 sudah lulus test
Acid2. Namun, pada tahap ini browser pesaing seperti Firefox dan Opera sudah
lama memenuhi standar ini.

 

Selain itu, Microsoft akan membuka kode browser
mereka bagi para programmer. Cara ini memungkinkan programmer membuat extension
untuk Internet Explorer, sama seperti pada proyek open source Firefox.
Microsoft pun masih meniru dua fungsi lain dari browser pesaingnya. Tab yang
tertutup secara tidak sengaja dapat dibuka kembali berikut dengan Surf Session.
Menurut programmernya, tampilan RSS Feed IE 8 akan lebih baik lagi. Penjelasan
lebih lanjutnya masih belum dapat dibeberkan oleh Chris Wilson, Platform
Architect untuk Internet Explorer.

Posted in Computer | No Comments »

Vista Service Pack 1

Posted by louis7zen on 25th April 2008

Performa : Vista lebih cepat dengan Service
Pack 1 (SP 1)

Untuk menggunakan Windows Vista, Microsoft
mensyaratkan sebuah PC dengan minimal prosesor 800 MHz, RAM 512 MB, dan sebuah
graphics card yang mendukung DirectX9. Namun dalam praktiknya, Vista hanya
layak pakai bila menggunakan prosesor Dual Core dan RAM paling tidak sebesar 1
GB. Bahkan dengan sebuah komputer yang cepat sekalipun, masih muncul masalah
dengan kinerjanya. Saat pengguna mendengar musik pada notebook, Vista akan
cukup banyak menyedot listrik dari baterai notebook tersebut. Selain itu,
proses booting Vista sangat lambat. Hemat resource, stabil, dan cepat memang
masih menjadi miliki Windows XP. Namun dengan SP 1, Microsoft menjanjikan Vista
yang lebih baik lagi.

 

Proses copy lebih
cepat:
 Umumnya, sebuah hard disk dapat
mentransfer data sebesar 25 MB per detik. Namun, kecepatan ini diperoleh bila
tidak ada “pembatasan” dari Vista. Lantaran kurang optimalnya perancangan
Vista, kinerja penyalinan data ini jarang diperoleh. Sekarang, Microsoft sudah
mengatasi masalah tersebut. Inilah salah satu kelebihan dari Vista SP1.
Microsoft mengklaim, data dapat di-copy 25 persen lebih cepat di komputer lokal
dan 50 persen lebih cepat untuk penyalinan antar komputer di jaringan. Namun
pada saat pengujian, tidak menunjukkan angka yang sama dengan apa yang diklaim
oleh Microsoft. Proses copy data pada PC lokal hanya 18 persen lebih cepat dan
33 persen untuk copy data antar jaringan.

 

Selain itu, informasi pada saat copy data juga
telah diperbaiki. Sebelumnya, keterangan waktu yang diberikan tidak akurat.
Dengan SP1, waktu penyalinan data cukup akurat meski masih terdapat beda
beberapa detik dibanding dengan waktu yang sebenarnya. Untuk penyalinan data
yang berisi banyak file dalam jumlah kecil, keakuratannya masih belum sesuai.

 

Menikmati musik
dengan tenang:
 Saat ini sudah
lazim sebuah komputer dapat melakukan tugas-tugas secara pararel. Christoper
Strachey merupakan ahli informatika yang berjasa dalam hal ini. Pada tahun
1959, ia mengembangkan sebuah konsep yang disebut Multitasking. Namun, sampai
sekarang teknologi ini belum benar-benar optimal. Contohnya di Vista, bila
terdapat beberapa aplikasi yang rakus resource dan memory, pengolahan file
audio bisa terganggu. Mengapa ini bisa terjadi? Media Player sebagai tools
audio player mendapat jatah CPU Time yang terlalu kecil untuk men-decode MP3.
Hasilnya, alunan nada yang dimainkan menjadi tersendat-sendat walaupun
dijalankan pada lingkungan sistem yang kencang.

 

Saat dicoba pada sebuah PC dengan prosesor Dual
Core 2,4 GHz dengan Windows Vista original, lagu-lagu Manhattan Transfer tidak
dapat dinikmati bila pada saat yang bersamaan PC tersebut menjalankan program
iTunes, Photoshop, dan Microsoft Word. Dengan SP1, Microsoft dapat mengatasi
masalah ini dan mencadangkan CPU Time untuk reproduksi audio dan video. Jangan
khawatir aplikasi lainnya menjadi lebih lambat. Windows membagi CPU Time dengan
adil untuk semua aplikasi yang berjalan.

 

Notebook hidup
lebih lama:

Pengguna notebook boleh bergembira dengan kabar ini. Dengan SP1, daya tahan
baterai notebook ber-Vista akan lebih baik. Dalam sebuah pengujian dengan
sebuah notebook dari Lenovo, SP1 dapat memperpanjang sekitar 7 persen durasi
baterainya.

 

Untuk memperoleh hasil ini, Vista SP1
mengoptimalkan kinerja komponen yang paling rakus, yaitu display. Di sini, CPU
akan diaktifkan dalam Sleep Mode apabila tampilan layar tak berubah dalam waktu
tertentu. Sebelumnya, layar dan CPU senantiasa bekerja. SP1 juga mengatasi
sebuah bug yang terjadi pada chipset
video tertentu. Bila sebuah program secara terus menerus mengakses VSync –
Interrupt, sistem tidak dapat masuk ke Sleep Mode walaupun akses tersebut tidak
diperlukan sama sekali. Vista SP1 akan memantau interrupt ini dan memastikan
aplikasi tersebut aktif kala benar-benar dibutuhkan.

 

Hard disk menjadi komponen kedua yang banyak
menghabiskan daya. Tampaknya, Microsoft telah melakukan perbaikkan di sektor
ini meski hasilnya belum maksimal. Dalam beberapa kasus sebelumnya, hard disk
masih tetap bekerja walaupun sudah diaktifkan dalam Standby Mode.

 

Dengan SP1, Microsoft juga telah menyempurnakan
masalah kompatibilitas dengan hard disk Hybrid SSD (Solid State Disk). Hard disk model in imemiliki cache berukuran
besar yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara. Sebelumnya,
komponen ini bermasalah bila berada dalam Standby Mode. Namun saat diuji, hard
disk hybrid ini ternyata tetap tidak mau bekerja sama dengan Vista SP1.
Malahan, dari Standby Mode, hard disk dari produsen Samsung dan Seagate
membutuhkan waktu sekitar 20 detik untuk proses loading. Selama proses ini, Windows
tidak dapat diutak-atik. Icon atau program lain tidak dapat diklik.

 

Keamanan: Perlindungan lebih baik terhadap
virus, hacker, dan sejenisnya

Vista memang relatif aman dibanding XP.
Meski demikian, SP1 tetap melakukan sedikit perbaikkan dalam aspek keamanan.

 

Mengenkripsi semua
data:
Bila
ingin menggunakan program enkripsi Windows BitLocker, pengguna harus memiliki
Vista versi Ultimate atau Enterprise. Versi ini memang lebih mahal dibanding
versi Home Premium. Bila tidak memiliki dua versi di atas tetapi ingin
memperoleh feature enkripsi pada Vista, Anda dapat menggunakan program lain.
Untuk tujuan itu, direkomendasikan DriveCrypt Plus Pack dari SecureStar (
www.secustar.com). Selama ini, BitLocker memiliki
masalah keterbatasan dengan volume / partisi sistem. Dengan SP1, pengguna kini
dapat melindungi partisi tambahan agar tidak diakses oleh orang lain.

 

Update lebih baik: Bila Windows diibaratkan sebuah
mobil dengan sistem rem yang rusak, Microsoft pasti menyarankan pengguna untuk
melakukan pengereman secara perlahan daripada mengganti kampas remnya. Demikian
juga dengan Security Update. Bila Microsoft menemukan sebuah lubang keamanan,
maka lubang ini hanya ditambal. Sementara itu, penyebabnya tidak diinformasikan.
Dengan Vista, anggapan ini sudah berubah karena Vista merupakan sistem operasi
pertama dari Microsoft yang dikembangkan dengan konsep SDL (Secure Development Lifecycle). SDL
merupakan strategi keamanan baru dari Microsoft. Sejak pengembangan sistem baru
ini, para enginer Microsoft membuat analisis jenis-jenis ancaman yang aktual
maupun berpotensi yang terjadi di masa depan. Programer-nya mempersenjatai
sistem operasi keluaran Microsoft sehingga kebal terhadap ancaman bahaya.
Berkat SDL, sekitar 50 persen update tidak lagi diperlukan. Dengan SP1, Vista
juga mendapat SDL Update yang membuat beberapa komponen menjadi lebih aman.

 

Informasi lebih
akurat:
Untuk
mengetahui apakah antivirus atau firewall sudah diaktifkan atau di-update,
Vista tidak lagi menginformasikannya melalui Security Center. Teknik baru ini
mulai diberlakukan di SP1. Alasannya, dalam kasus tertentu, software yang suspicious dapat memodifikasi status
dalam aplikasi dalam Security Center. Jadi, Windows menampilkan indikator hijau
tetapi kenyataannya firewall ternyata belum diaktifkan. Security tools ini
melaporkan statusnya ke Windows Monitor melalui interface yang lebih aman.
Dengan SP1, pengguna dapat lebih tenang apabila Windows melaporkan semuanya
dalam status OK.

 

Kestabilan: Mulai SP1, Vista akan lebih
stabil

Vista juga tidak terlepas dari masalah
bluescreen. Sebenarnya, masalah crash sudah jarang terjadi. Namun, Vista yang
dikatakan telah stabil ternyata tidak sepenuhnya benar. Service Pack ini telah
mengoreksi beragam masalah yang dilaporkan ke Microsoft melalui Windows Error
Reporting Tool.

 

Tidak adal lagi
masalah hilang data:
Sebelum menarik USB flashdisk, prosedur untuk mencabut perangkat USB ini
harus dilakukan melalui sebuah tools. Sering kali, prosedur ini akan membuat
Vista menampilkan bluescreen. Bila USB flash disk langsung dicabut, data di
dalamnya berisiko hilang. Dengan SP1, Microsoft telah mengoreksi manajemen
cache Vista, terutama pada media NTFS. Namun demikian, USB flashdisk masih
tidak boleh dicabut begitu saja. Bila tetap melakukannya, memang data belum
tentu hilang.

 

Driver lebih baik: Masalah driver dan software dari
pengembang lain merupakan sumber utama munculnya crash. Dengan SP1, masalah
kompatibilitas semakin diperbaiki. Microsoft bahkan telah mengaktualkan driver
untuk perangkat wireless network sehingga lebih mendukung WLAN Connect. Pada
jaringan wireless, jangkauan tergantung lokasi dan daya pancar router. Namun
dengan SP1, jangkauan sebuah router diharapkan bisa lebih baik.

 

Dukungan terhadap
hardware baru:

Selain menawarkan beragam bugfix, SP1 juga menambah dukungan untuk berbagai
hardware baru. Vista SP1 sekarang dapat membaca media yang menggunakan sistem
file baru exFAT. Jadi, Windows dapat diigunakan untuk media storage dengan
kapasitas lebih besar, terutama untuk flash memory card dan USB flashdisk.
Bahkan Vista dapat membaca SD Card dengan teknologi SD ADMA (Advanced DMA) dan menawarkan kecepatan
transfer yang lebih besar dengan beban prosesor yang lebih kecil. Sistem PC
baru dengan EFI-BIOS sekarang juga dapat menggunakan Windows Vista.

 

Cara mendapatkan Vista SP1

Ada beberapa cara untuk mendapatkan SP1 Windows
Vista. Saat ini, Microsoft hanya menyediakan SP1 melalui Windows Update dan
download langsung ke website Microsoft. Cara yang paling disarankan Microsoft
adalah menggunakan jalur Windows Update. Dengan cara ini mensyaratkan koneksi
Internet yang cukup memadai. Besarnya file update yang harus di-download
tidaklah terlalu besar, sekitar 65 MB apabila Anda rajin melakukan update. Bagi
yang melakukan instalasi baru Vista, jarang melakukan update atau tidak
memiliki koneksi Internet yang cukup kencang sebaiknya mengambil cara lain
yaitu dengan mendownload file-nya dari website Microsoft,
http://go.microsoft.com/fwlink/?Linkld=107075. Besar file
kurang lebih 450 MB.

Posted in Computer | No Comments »

Software Downloader Video Gratis

Posted by louis7zen on 23rd April 2008

Umumnya layanan video sharing menggunakan
format video FLV (Flash Video) yang tak serta merta dapat di download. Tapi ada
cara khusus jika Anda ingin melakukannya yakni dengan memanfaatkan software
bantuan atau memanfaatkan situs khusus pengunduh video seperti
www.keepvid.com, www.javimoya.com/blog/youtube_en.php, www.downloadandsaveyoutubevideos.info, www.zamzar.com, www.youtubia.com, www.vidgrab.com, dan www.vixy.net.

Software pengunduh video juga banyak sekali.
Sebut saja YouTube Downloader 2.1.6, Youtube Grabber 3.1, Youtube EXE 1, dan
YouTube Grabber 4.2.7. Untuk dibahas di sini, sengaja kami pilih yang
terkomplet yakni Free FLV Converter V. Versi terakhirnya, 4.2.0, telah
diperkenalkan sejak akhir Maret 2008 lalu. Tak hanya mampu mengonversi format
video, aplikasi ini juga dapat sekaligus mengunduhnya. Mari kita coba.

Trick Mencicipi Free FLV Converter V:

Pertama: Unduh installer file program
gratisnya di
www.koyotesoft.com atau www.download.com. Ukuran file-nya sekitar 4,89 MB.
Setelah ter-instal, jalankan program dan pastikan PC telah terkoneksi ke
jaringan Internet.

Kedua: Tunggu hingga jendela aplikasi
terbuka, lalu klik tab [Search Video]. Masukkan tema video yang hendak Anda
cari, misalnya video tutorial photoshop. Ketikan saja dalam bahasa Inggris
yaitu “photoshop tutorial” pada kotak isi-an “Search”. Pilih layanan video
tempat Anda mencari video di menu “Site:” Misalnya: [YouTube].

Ketiga: Mulailah pencarian dengan mengklik
tombol [Search]. Seketika, video bertema yang dikehendaki akan muncul di
jendela sisi kanan – lengkap dengan judul dan durasi. Klik salah satunya hingga
tampilannya muncul di jendela preview di sisi kiri. Lalu klik [Play] untuk
memutarnya.

Keempat: Jika cocok, langsung sama comot
dengan mengklik [Download]. Proses download akan terlihat di jendela tab [Tube
downloader]. Di sana akan terlihat ukuran file dan bar proses download. Video
secara default akan disimpan dalam folder My Documents dalam format AVI. Ini
berarti file FLV dari layanan berbagi video langsung secara otomatis akan
diubah ke format umum.

Kelima: Selain AVI, Anda juga bisa menggunakan
format video lain seperti 3GP, WMV, PSP, atau FLV sendiri. Format bisa diatur
di Menu drop-down “Format” dalam panel “Output configuration” yang ada di sisi
kiri jendela. Di sini, Anda juga bisa mengatur resolusi, codec untuk audio,
hingga kecepatan putar video (frame rate).

Keenam: Jika Anda tak sempat mengubah format,
Anda bisa mengubahnya lewat program ini juga. Klik tab [Conversion from FLV]
untuk mengubah format video flash ke format video lain. Caranya, tentukan video
file yang hendak diubah melalui boks yang muncul, lalu klik [Open].
Selanjutnya, pada boks dialog baru, tentukan folder simpan dan format video
yang dikehendaki. Klik [Convert] untuk mengubah video. Sebaliknya, jika Anda
ingin mengubah format video umum ke FLV, klik tab [Conversion to FLV]. Caranya
pun sama.

Beberapa software freeware Downloader Video:

Ashampoo ClipFinder 1.37 (www.ashampoo.com)

Ares Tube 3 (http://ares.mp3.es)

Desktop YouTube 1 (www.abhisoft.net)

Free Video Downloader 1.2 (http://dhost.info/jack1024/index_en.php)

Tube Grab 2 (www.tubeprogs.com)

Video Download 1 (www.viloader.net)

YouTube Downloader 2.1.6 (http://youtubedownload.altervista.org)

 

Posted in Computer | 1 Comment »

Nero Vison - Membuat DVD

Posted by louis7zen on 17th April 2008

Film yang dikemas dalam format DVD memiliki keunggulan yang jauh dibanding dengan film yang dikemas dalam format VCD. Ada menu, ada chapter, ada audio setting dan sebagainya.

Cara mengemas film ke dalam format VCD pun sudah banyak orang yang tahu caranya. Tinggal pilih video-nya, jalankan Nero, pilih format VCD, dan selanjutnya Nero sendiri yang akan mengaturnya. Tapi bagaimana cara mengemas film dalam format DVD? Caranya tidak semudah mengemas film dalam VCD, karena di dalam format DVD ada berbagai pengaturan chapter dan menu. Selain itu, penyajian film dalam bentuk DVD juga lebih interaktif daripada VCD.

Dalam pengkajian kali ini kita akan menggunakan aplikasi Nero Vison 4, yang merupakan bagian dari paket Nero 7. Nero-nya sendiri bukanlah sebuah freeware, tapi paketnya biasanya disertakan saat Anda membeli DVD writer, meskipun isi paketnya tidak komplit. Nero Vision yang terbaru adalah Nero Vision 5, yang ada di dalam paket Nero 8. Tapi bagi yang ingin mempraktikkan langkah-langkah Nero Vision 4 di Nero Vision 5 tampilannya tidak jauh beda, kok.

Nero Vision adalah sebuah aplikasi CD/DVD authoring. Meski ditujukan untuk para pemula (sama seperti Windows Movie maker), di dalam Nero Vision berbagai fitur dan opsi untuk membuat sebuah filmberformat DVD yang apik. Di dalamnya juga ada fasilitas video editor sederhana.

Yang akan disajikan kali ini adalah bagaimana cara mengemas film dan dibuat ke dalam format DVD, lengkap dengan menu, chapter, dan sebagainya. Agar bisa membantu pemahaman, diharapkan Anda sudah mengetahui sedikit dasar tentang konversi video, dan struktur DVD.

Memulai Proyek

Bila paket Nero yang Anda peroleh dari pembelian DVD Writer ternyata isinya tidak komplit, maka Anda bisa men-download trial-nya di www.nero.com/enu/downloads.html.

1.    Jalankan Nero Vison dari menu Start.
2.    Dalam Nero Vision, lalu pilih Make DVD, DVD-Video.
3.    Setelah masuk ke layar Content, pilih dulu tipe DVD yang dipakai. Di sini, kami akan menggunakan DVD standar, yaitu yang 4,7 GB. Jika Anda ingin menggunakan DVD dual layer 9,4 GB, maka pilih opsi DVD-9. Size bar yang ada di samping menunjukkan kapasitas yang akan dipakai nanti.
4.    Selanjutnya, klik tombol More, dan klik Video Options.
5.    Pada tab General, pilih Video mode PAL, karena sistem video yang dipakai di Indonesia adalah PAL. Kemudian di Nero SmartEncoding, pilih Enabled. Opsi ini dipakai apabila file video yang Anda pakai formatnya tidak sama. Nanti SmartEncoding secara otomatis menentukan encoding video, dan audio yang akan dipakai.
6.    Pindah ke tab DVD-Video, pada Quality setting pilih Automatic (fit to disc). Opsi ini akan memberikan kualitas video yang ukurannya akan disesuaikan dengan kapasitas DVD Anda. Sebenarnya, Anda juga bisa mengubah opsi ini ke High Quality, yang akan menghasilkan kualitas video terbaik. Namun bila kualitas video semakin baik, maka kapasitasnya akan semakin besar, dan nanti tidak muat dlaam DVD standar.
7.    Kemudian di opsi Encoding mode, pilih opsi High Quality (2-Pass VBR). Dengan memilih opsi ini, waktu yang digunakan saat encoding akan dua kali lebih lama daripada opsi Fast Encoding. Tapi hasilnya akan lebih bagus.
8.    Untuk opsi Sample Format, Aspect ratio dan Audio, format semuanya ubah menjadi Automatic. Klik OK.
9.    Apabila muncul sebuah peringatan yang menanyakan apakah setting ini akan dijadikan default, maka pilih No.
10.    Berikutnya, beri centang pada Create chapters automatically. Opsi ini secara otomatis akan membuat chapter pada film Anda secara regular. Tapi jika Anda ingin membuat chapter secara manual, jangan centang opsi ini.
11.    Langkah terakhir dalam persiapan proyek ini adalah menyimpannya. Klik Save, beri nama sesuka Anda. Ingatlah agar sering-sering menyimpan proyek Anda.

Memasukkan File, Edit, dan Membuat Chapter

Masukkan File
Dalam proses pembuatan DVD ini, banyak yang harus dilakukan. Oleh karena itu, kami akan membagi-baginya ke dalam beberapa bagian.

1.    Masih di layar Content, klik Add Video Files, atau pilih video-video yang akan dimasukkan. Meskipun Nero Vision mendukung banyak format video, akan lebih baik apabila format video yang dipakai adalah format-format yang sudah umum, misalnya AVI, MPG, atau DivX.
2.    Tiap file video akan dianalisis, dan akan ditampilkan per-video. Jika ada urutan yang ingin diubah, klik video-nya, kemudian klik tombol panah yang ada di sebelah kiri. Begitu juga bila namanya ingin diubah untuk memudahkan Anda. Klik Video-nya dan klik tombol warna biru yang ada di sebelah kiri pula. Beri nama baru, lalu OK.

Edit Video
Video sudah dimasukkan, tapi Anda merasa di salah satu video yang ada perlu di-edit. Mungkin video itu ingin diberi tambahan teks, diberi efek, diberikan narasi, dan sebagainya. Proses edit video di Nero Vision tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan di Windows Movie Maker. Beginilah cara mengeditnya:

1.    Pilih video yang ingin di-edit, lalu klik Edit Movie.
2.    Pilih tab Timeline agar tampilannya terlihat lebih jelas.
3.    Misalnya Anda ingin memberikan efek video di video Anda, maka klik tab Video effect, dan pilih Filters. Kemudian pilih salah satu filter yang ingin dicoba ke video Anda, dengan meng-klik tanda plus. Filter tersebut akan langsung masuk ke dalam timeline. Durasi efek tersebut juga bisa disesuaikan tergantung kebutuhan, dan bisa juga diselingi dengan efek lain yang ada di video effect. Untuk menghapus salah satu efek, di timeline pilih efek-nya, klik kanan, lalu pilih Delete.
4.    Begitu pula dengan penambahan efek teks. Klik tab Text effect, dan pilih salah satu efek yang diinginkan. Efek tersebut akan masuk ke dalam timeline. Untuk memberikan teks-nya, klik dua kali nama efek yang ada di timeline, dan akan muncul jendela Properties. Di situ Anda bisa mengganti teks, font, dan posisinya. Efek pada teks ini juga bisa disesuaikan durasinya, serta pemunculannya.
5.    Selain efek pada teks dan video, juga terdapat efek transisi. Cuma sayangnya efek transisi yang disediakan hanya dua buah. Untuk menggunakannya, klik tab Transitions, dan pilih efek yang diinginkan. Efek transisi akan masuk ke dalam baris Video Track di dalam timeline. Efek transisi juga bisa di sesuaikan durasinya, tapi pemunculannya hanya bisa diletakkan di awal atau akhir video.
6.    Untuk melihat preview dari efek-efek yang sudah di-aplikasikan ke video, klik tombol Play.
7.    Bila semua sudah beres, klik Save, lalu Next. Anda akan dibawa kembali ke layar Content.

Membuat Chapter
Langkah berikutnya adalah pembuatan chapter. Di dalam DVD-Video, chapter adalah bagian dari title yang secara teknis disebut dengan PTT (Part of Title). Chapter bisa juga berarti sebuah metode untuk mengatur adegan dalam film untuk kemudahan navigasi dan akses. Konsep chapter sama seperti track pada CD audio.

1.    Pilih salah satu video yang mana saja, lalu klik Create Chapters.
2.    Atur posisi slider-nya sesuai kehendak Anda, lalu klik tombol Add Chapter. Hasil penandaan chapter akan muncul di bagian sebelahnya.
3.    Jika ada chapter yang ingin dihapus, klik kanan chapter-nya, dan pilih Delete.
4.    Atau mungkin Anda malas menandai chapter-nya? Nero Vision bisa menandainya untuk Anda dengan menggunakan fitur Auto Detect Chapters. Fitur ini akan secara otomatis menandai chapter berdasarkan perubahan dalam adegan di video. Tapi fitur ini tentu tidak terlalu akurat, apabila dibanding secara manual. Untuk mencobanya, klik tombol Auto Detect Chapters. Video akan dianlisis, dan bila sudah selesai, klik Generate.
5.    Untuk memudahkan navigasi, chapter-chapter tersebut juga bisa diberi nama. Pilih chapter-nya, klik kanan, dan pilih Rename. Beri nama, lalu OK. Jika tidak diberi nama, Nero akan menggunakan nama-nama default Chapter 1, Chapter 2 , dst.
6.    Jika proses pembuatan chapter sudah selesai, klik Save dan Next. Harap diingat, bahwa setiap chapter harus berjarak setidaknya 1 detik dari chapter berikutnya.

Pembuatan Menu

Saat DVD akan dimainkan, selalu ditampilkan daftar menu yang menyajikan title atau judul konten DVD tersebut.

1.    Dari layar Content, klik Next untuk melanjutkan ke layar Select Menu.
2.    Akan muncul sebuah tawaran untuk men-download template tambahan Nero Vision. Jika Anda memiliki koneksi Internet dan ingin menambah template Nero Vison, silakan download.
3.    Dalam opsi Menus to use, pilih jenis menu yang ingin digunakan. Title menu adalah index utama dari DVD Anda, dan muncul saat Anda menekan tombol Title atau Menu di remote DVD player. Chapter menu adalah menu yang berisi chapter-chapter yang tadi sudah Anda buat. Tapi jika tadi di pembuatan chapter Anda menggunakan opsi Create chapters automatically, chapter-chapter tersebut tidak akan dimunculkan di chapter menu di sini. Kami menggunakan opsi Title and chapter menus.
4.    Langkah berikutnya adalah mengedit tampilan menu utama atau Main Menu. Dalam opsi Select a menu, pilih Main Menu. Jika sebelumnya Anda membuat chapter, maka video akan memiliki chapter juga akan ditampilkan.
5.    Klik tombol Edit Menu, dan disini Anda bisa melakukan pengeditan layout menu, teks, tombol dan lain sebagainya.
6.    Selanjutnya kita ingin mengubah layout-nya. Dalam contoh kami menggunakan 6 buah video, dan kami ingin keenam video tersebut langsung muncul di menu utama. Klik menu Layout, dan pilih layout yang diinginkan.
7.    Kemudian untuk mengubah background menu utama, klik Background, dan pilih opsi Background Picture yang ada di tengah. Klik icon Browse for Picture, dan pilih gambar yang diinginkan sebagai background. Agar lebih menarik, kita akan menambahkan background audio. Di bagian audio file, klik Browse for Audio, dan pilih file audio yang ingin dipakai. Anda pun bisa memberikan background berupa video. Tinggal pilih opsi Background Video dan salah satu video yang ada bisa digunakan sebagai background, atau Anda bisa menggunakan video lain.
8.    Berikutnya, kita akan mengganti judul menu utamanya. Klik Header/Footer Text, dan di header masukkan teks yang Anda inginkan. Lalu untuk mengganti font dan warnanya, klik Font, pilih font dan warna yang diinginkan.
9.    Selanjutnya biar lebih keren lagi, tiap kotak layout akan kita ubah frame-nya. Klik Buttons, dan pilih button frame yang diinginkan.
10.    Silakan berkreasi sendiri dengan menggunakan opsi-opsi yang ada, dan Anda akan menghasilkan sebuah menu utama yang apik dan menarik. Klik Save, lalu Next.

Tahap Akhir

Sebelum video Anda di-burn  ke keping DVD, sangat dianjurkan agar mem-preview terlebih dahulu pekerjaan yang baru saja dibuat.

1.    Dari layar Select Menu, klik Next agar berpindah ke layar Preview. Dalam layar ini, Anda diizinkan untuk mem-preview hasil kreasi seperti dalam kondisi nyata, atau saat sedang dimainkan di DVD player.
2.    Di situ juga ada remote virtual yang bisa dipakai untuk mencoba navigasi menu. Coba mainkan tiap video, dan coba semua menu-nya. Jika ada sebuah bagian yang Anda rasa belum pas, misalnya font-nya kurang besar, Anda masih bisa kembali ke layar-layar sebelumnya, dan mengkoreksi bagian yang dirasa kurang pas.
3.    Jika sudah mantap, klik Next untuk lanjut ke layar Burn Options.
4.    Di layar Burn Options, akan disajikan info detail tentang kreasi Anda.
5.    Selanjutnya adalah melakukan proses render, dan pembakaran. Anda bisa langsung membakar hasil kreasi Anda ke dalam keping DVD. Tapi kami lebih memilih menyimpannya dulu ke dalam harddisk. Alasannya adalah selain prosesnya lebih cepat, seandainya nanti Anda kurang puas akan hasilnya, setidaknya tidak ada keping DVD yang terbuang percuma. Klik Write to Hard Disk Folder, dan tentukan tempat dimana Anda akan menyimpannya. Nanti di lokasi tersebut akan dibuat folder VIDEO_TS.
6.    Klik Write untuk memulai prosesnya. Duduk dengan tenang, karena proses ini akan berlangsung cukup lama, tergantung dari hardware yang Anda miliki dan banyaknya video.
7.    Lihat ke lokasi penyimpannya, akan hadir sebuah folder bernama VIDEO_TS yang berisi file-file DVD yang baru dibuat tadi. Folder ini bisa di tes dengan menggunakan software seperti PowerDVD. Nantinya, folder ini jugalah yang akan dipakai apabila Anda ingin mem-burn-nya ke DVD.

Burn ke DVD
Kami akan menyajikan dua metode burn, yaitu yang langsung dari Nero Vision atau lewat Nero Burning ROM. Yang pertama adalah lewat Nero Vision:

1.    Di layar Burn Options, klik Burn To, dan pilih drive DVD writer Anda.
2.    Masukkan keping DVD kosong. Kemudian klik Burn. Layar berikutnya akan sama seperti menjalankan opsi Write to Hard Disk Folder. Tunggu hingga prosesnya selesai, dan DVD akan dikeluarkan secara otomatis bila prosesnya sudah selesai.

Cara yang kedua adalah menggunakan Nero Burning ROM. Nero Burning ROM ini juga termasuk ke dalam paket Nero.

1.    Jalankan Nero Burning ROM, dan di jendela New Compilation ubah menjadi DVD, pilih opsi DVD-Video. Pindah ke tab Burn, ganti Write speed-nya menjadi yang terendah. Tujuannya adalah agar hasil burn-nya semakin bagus. Kemudian klik New.
2.    Di jendela sebelah kanan atau File Browser, bukan folder VIDEO_TS yang tadi sudah kita buat. Blok semua file yang ada di folder tersebut, klik kanan, pilih Copy to Compilation.
3.    Masukkan keping DVD kosong dan klik Burn, dan klik Burn lagi.
4.    Proses burning akan dimulai.

Posted in Computer | 1 Comment »

300 Software Freeware

Posted by louis7zen on 13th April 2008

TOP 300 Freeware software!

TOP 300 Freeware software!
Nich linknya :

http://www.resep.web.id/komputer-internet/top-300-freeware-software.htm

pilih sendiri aja mana yang cocok…… ada tiga ratus…. cape bikin linknya di postingan………..

Posted in Computer | No Comments »

Manfaat lain iTunes

Posted by louis7zen on 12th April 2008

Manfaatkan iTunes untuk Konversi ke MP3

iTunes yang merupakan aplikasi pemutar file musik buatan Apple ini sebenarnya mempunyai fasilias untuk mengkonverter beberapa file audio ke MP3, seperti MP3, WAV, AAC, atau AIFF.
Bahkan iTunes juga mampu mengkonversi file CDA yang merupakan format audio yang paling bagus.

Anda bisa mendownloadnya secara gratis di situsnya Apple (www.apple.com).

Langkah-langkah proses konversi:
1.    Masukkan CD audio ke drive CD/DVD-R.
2.    Perhatikan posisi file audio tersebut pada Windows Explorer.
3.    Jalankan aplikasi iTunes, perhatikan pada bagian Audio CD, disitu juga ditampilkan semua isi file audio yang terdapat pada CD.
4.    Selanjutnya, Anda harus meng-setting posisi konverter serta tempat untuk hasil konversi nantinya. Untuk men-setting format konversi, klik Edit, pilih Preference.
5.    Pada jendela Preference, pilih tab Advance, di situ akan terdapat tiga tab, General, Importing, dan Burning.
6.    Dalam General tab, Anda bisa menentukan lokasi penyimpanan setelah file dikonversi, bila Anda tidak menentukan lokasi penyimpanannya, secara otomatis iTunes akan meletakkannya pada folder defaultnya (C:\Documents and Setting\Administrator\My Documents\My Music\ iTunes\ iTunes Music). Klik tombol Change untuk merubah lokasi penyimpanan, tentukan lokasi sesuai keinginan.
7.    Selanjutnya masih dalam tab Advanced tab, pilih Importing tab. Pada tab ini Anda juga bisa menentukan hasil konversinya. Untuk mengkonversikan ke dalam file MP3, pada menu pop-up “Import Using” pilih MP3 encoder.
8.    Untuk setting kualitas MP3, klik tombol Setting, pilih “Higher Quality (192 kbps)”. Klik OK untuk mengakhiri proses setting.
9.    Untuk proses selanjutnya, klik “Track 1”.
10.    Pilih menu Advanced, pilih “Convert Selection to MP3”.
11.    Tunggu beberapa saat hingga proses selesai.
12.    Lakukan track berikutnya seperti pada langkah 9 dan 10.
13.    Cek pada direktori dimana Anda menyimpan hasil konversi tadi pada Windows Explorer.

Setelah proses diatas selesai, maka Anda sudah punya file audio tadi dalam format MP3.

Posted in Computer | No Comments »

FriendFeed

Posted by louis7zen on 11th April 2008

Salah satu trend yang dilahirkan web versi 2.0
adalah munculnya situs web untuk bersosialisasi. Nama-nama seperti Flickr,
Digg, Twitter, Facebook, Del.icio.us bisa disebut. Itu belum termasuk berbagai
jenis blog.

Sama sepeti di dunia nyata, tingkat “kegaulan”
ditentukan oleh seberapa banyak tempat “nongkrong”. Artinya, orang yang mengaku
tidak ketinggalan zaman pasti sudah bergabung dengan satu atau beberapa situs
web layanan sosialisasi online. Friendster adalah salah satu contoh layanan
yang populer di Indonesia.

Masalah mulai muncul ketika orang sudah terlalu
gaul. Layanan yang diikuti sudah sedemikian banyak. Ia butuh waktu yang banyak
juga untuk mengikuti perkembangan semua layanan yang diikutinya.

 

Aplikasi web yang bernama FriendFeed ini dibangun
berdasarkan masalah yang barusan didiskusikan. Aplikasi ini baru saja membuka
pintunya untuk umum setelah sebelumnya berjalan dalam masa uji coba untuk
orang-orang yang diundang saja.

Pada prinsipnya, FriendFeed mempermudah kita
memantau perkembangan di situs web sosialisasi yang diikuti dengan memantau
aktivitas pada satu tempat. Kita, sebagai si pemilik akun, bisa mengambil umpan
(feed) RSS FriendFeed dan memasukkannya pada aplikasi NewsReader yang kita
gunakan. Semua itu nantinya berjalan secara otomatis.

 

Kita juga bisa melangkah lebih jauh dengan
memberikan umpan RSS dari FriendFeed kepada orang lain sehingga mereka juga
bisa dengan mudah mengikuti perkembangan kehidupan sosial kita. Hal ini
sebaliknya juga berlaku. Teman kita bisa dengan mudah memberikan umpan RSS
FriendFeed milik mereka sehingga kita bisa dengan mudah mengikuti kehidupan
sosial mereka.

 

Layanan FriendFeed tidak berhenti disitu.
Pengguna juga bisa mencari teman mereka langsung dari situs web-nya. Setiap
kali kita menambah seorang teman (istilah yang digunakan oleh FriendFeed adalah
“subscribe”), nama teman tersebut akan muncul pada tab Friend. Isinya adalah
aliran aktivitas dari teman-teman kita.

 

Proses pembuatan umpan RSS personal milik kita
sendiri sangatlah mudah. Yang harus dilakukan untuk menarik semua aktivitas
dari sebuah situs web adalah memberikan user name dari akun kita di situs web
itu. Jika cara ini tidak berhasil, misalnya karena situs aplikasi web yang kita
maksudkan tidak mendukung, FriendFeed juga menyediakan cara untuk memasukkan segala informasi lain yang
dibutuhkan. Sebagai contoh, jika Anda ingin menambahkan aplikasi Google Reader
ke FriendFeed, Anda harus memberikan URL dari Private Shared Items Anda.

 

Berbagai layanan (sampai saat ini sudah ada 28
dan masih terus bertambah) yang didukung oleh FriendFeed meliputi bookmark,
status, musik, wish list, dan sepertinya semua hal yang bisa dibayangkan. Yang
penting pengguna harus menambahkan semua layanan tersebut satu demi satu.
Setelah selesai, semua kerepotan yang sebelumnya Anda hadapi akan teratasi dari
satu tempat.

 

Bentuk alamat URL dari FriendFeed juga
sangatlah sederhana. Misalnya, jika ada orang yang bernama Thurana mendaftarkan
diri, maka kemungkinan URL yang didapatkannya akan berbentuk
http://friendfeed.com/thurana. Mereka cukup berkunjung ke halaman itu untuk
mengetahui kegiatan Anda di dunia maya.

 

Cara ini juga bisa dimanfaatkan oleh para
selebritis atau band-band indie misalnya, untuk memudahkan groupies mereka untuk
tetap up-to-date dengan segala macam kegiatan artis/group tersebut. Apalagi
dengan adanya fitur RSS feed.

 

Meskipun kehidupan online Anda akan jauh lebih
mudah dengan adanya FriendFeed, intisari dari layanan ini bukanlah sekadar
pemantauan kehidupan pribadi, tetapi juga kehidupan sosial. Karena itulah ada
fitur “berlangganan” dalam antarmuka halaman FriendFeed. Dengan berbekal alamat
RSS milik teman, Anda bisa memantau kehidupan teman Anda di dunia maya, mulai
dari bookmark, tulisan di blog, status (online atau offline), hingga upload
foto dan video terbaru. Pokoknya semuanya.

 

Untuk menambahkan rasa gurih pada layanan
mereka, para pengguna juga bisa saling berbagi komentar. Misalnya jika ada
seseorang yang baru saja membuat sebuah tulisan di blog, maka teman-temannya
bisa langsung mengomentari, memuji, atau bertanya mengenai tulisan tersebut.

 

Anda bahkan bisa berlangganan email digest
(banyak e-mail yang dijadikan satu) yang dikirimkan secara harian yang berisi
semuanya itu.

 

Selain fitur-fitur yang sudah disebutkan, ada
lagi fitur yang bisa memberitahukan bagaimana Anda membagi waktu untuk semua
kegiatan online. Orang juga bisa menilai seberapa aktifkan Anda dibandingkan
dengan mereka. Selain itu, ada juga fitur untuk membuat teman khayalan bagi
mereka-mereka yang kuper.

 

Karena digawangi oleh orang-orang yang
sebelumnya bekerja di Google, kita bisa yakin atas mutu layanan ini.
Desas-desus mengenai FriendFeed juga sudah beredar dan berkembang jauh sebelum
mereka membuka pintu-nya untuk masyarakat umum.

 

Tetapi masalahnya, dengan latar belakang budaya
timur seperti masyarakat Indonesia, apakah kita sudah siap membuka kehidupan
pribadi kita kepada orang lain? Atau cukup sebatas penggunaan pribadi (dan
keluarga)? Itu adalah pertanyaan yang jawabannya harus Anda cari sendiri.
Y.J.Thurana.

Posted in Computer | No Comments »

Software 10042008

Posted by louis7zen on 10th April 2008

iTag 230

Berbagai momen indah Anda dapat diabadikan
dalam foto. Untuk menghasilkan foto, Anda dapat menggunakan kamera digital yang
saat ini telah banyak diminati, karena pengambilan foto ataupun hasil foto
dapat disesuaikan, dan diedit sehingga foto terlihat lebih baik. Namun hal
tersebut juga tergantung dari file original
dan pixel foto-nya.

Tiap momen dalam foto digital tersebut dapat
Anda tambahkan tag komentar, judul,
deskripsi, dan keyword (pencarian).
Data yang telah Anda masukkan tersebut tersimpan dalam file foto itu sendiri,
dengan menggunakan open standard IPTC.
Kebanyakan aplikasi dapat membaca ataupun menulis data IPTC, tetapi iTag memang
sangat powerful, khususnya editing sekumpulan
foto di saat bersamaan.

Untuk dapat menggunakan iTag, pastikan sistem operasi
Anda telah terinstal Microsoft .Net Framework 2.0. Kelompok foto tersebut dapat
diseleksi, dan ditampilkan dalam Google Earth melalui drag and drop placemark Google Earth, yang dapat terdeteksi oleh
iTag. Foto yang telah di geocoding dengan
WWMX location stamper juga dapat
dikenali, dan ditampilkan dalam Google Earth. Saat proses geocoding, data dapat
disimpan sebagai Tag IPTC (FlickrFly
style
), ke dalam field EXIF,
ataupun keduanya.

Ukuran file: 659 KB

Download: www.itagsoftware.com/iTagInstaller.exe

 

DownThemAll! 1.0

Saat ini, download
akselerator dapat bergabung dalam browser
hanya berupa extension saja,
layaknya add on plugin. Yah, dapat
dikatakan jikalau tersedia dalam satu paket, kenapa harus pilih dua paket?
DownThemAll merupakan salah satu extension browser Mozilla Firefox yang powerful, dan tentunya mudah digunakan.

Dengan adanya penambahan extension pada browser
Mozilla, memungkinkan Anda untuk memiliki kemampuan baru yang tergabung dalam
browser untuk men-download objek yang berasal dari web, layaknya menggunakan
software download accelerator. Fitur yang dimiliki DownThemAll antara lain
memiliki download akselerasi percepatan hingga 400%, yang memampukan Anda untuk
melakukan penundaan ataupun melanjutkan download kapan pun waktunya, dan
terintegrasi ke dalam browser favorit Anda.

Tidak perlu lagi Anda kecewa karena harus
mengulangi kembali download dari awal jika terputus koneksinya, yang
mengakibatkan progress hasil file
download kurang dari 100%, dengan adanya fitur resume yang umumnya hanya dimiliki oleh software download
akselerator.

Ukuran file: 445 KB

Download: http://tinyurl.com/27eb8d

 

 

Posted in Computer | No Comments »

Software Freeware 26032008

Posted by louis7zen on 26th March 2008

eXpert PDF Reader

Sistem Operasi: Windows 98, Me, 2000, XP

Info: www.visagesoft.com

 

PDF – Tool yang Ramping

Adobe PDF Reader kini semakin besar ukuran
programnya. Bahkan bagi sebagian orang, eksekusi programnya juga dirasakan
semakin lambat. Sebagai alternatif, coba gunakan eXpert PDF Reader yang juga
cocok untuk PC lama dan menawarkan lebih banyak fungsi daripada Adobe.
Misalnya, Anda dapat menandai bagian teks dalam dokumen dengan bookmark atau
memilih layout tampilan (skins).

 

Tips 1 : Fungsi search bisa diatur agar
dapat membedakan penulisan dengan huruf besar / kecil. Untuk itu, klik tanda
panah di samping kolom “Search” dan pilih “Case sensitive search”. Pencarian
biasa tanpa membedakan penulisan dapat diatur melalui “Open full document
search”.

 

Tips 2 : Berbeda dengan PDF Reader lainnya, eXpert PDF Reader
dapat mengubah dokumen PDF. Misalnya, menambahkan catatan seperti
“Confidential” atau komentar pada bagian teks yang penting melalui “Stamp
annotation tool”. Pada bookmark, Anda pun dapat bernavigasi lebih cepat dalam
dokumen besar melalui fasilitas komentar.

 

USB PC Lock Pro 1.6

Sistem Operasi: Windows 98, Me, 2000, XP, Vista

Info: www.speedapps.com

 

Mengunci PC dengan UFD

USH Flash Drive dapat Anda fungsikan sebagai
kunci pengaman PC dengan meng-install USB PC Lock Pro. Program ini menyediakan
beberapa jenis plugin, seperti plugin untuk mematikan suara pada PC, memblokir
akses ke MSN, men-start (stop) event logger, dan lain-lain. Menu untuk
mengaktifkan (menonaktifkan) plugin dapat ditampilkan dengan meng-klik kanan
plugin tersebut.

 

Tips : Program ini tidak dijamin kompatibel
dengan setiap jenis UFD. Oleh karena itu, periksa dahulu sebelum
menggunakannya.

 

Gonein60S

Sistem Operasi: Windows 98, Me, 2000, XP, Vista

Info: www.donationcoder.com

 

Ralat Saat Salah Mengklik

Pernahkah Anda mengalaminya? Setelah selesai
mengetik 12 halaman, Anda terlanjur menutup Word tanpa menyimpannya terlebih
dahulu. Hindari pengalaman buruk ini dengan GoneIn60s. Selama 60 detik setelah
menutup sebuah aplikasi, Anda masih memiliki kesempatan untuk mengklik icon
GoneIn60s pada taskbar untuk me-restore dokumen tersebut. GoneIn60s mengklaim
kompatibel dengan semua aplikasi.

 

Tips : Waktu 60 detik terlalu singkat?
Melalui “Settings”, perpanjang jangka waktunya sesuai keinginan Anda.

 

 

Posted in Computer | No Comments »