Lucky

Vista Service Pack 1

Posted by louis7zen on April 25, 2008

Performa : Vista lebih cepat dengan Service
Pack 1 (SP 1)

Untuk menggunakan Windows Vista, Microsoft
mensyaratkan sebuah PC dengan minimal prosesor 800 MHz, RAM 512 MB, dan sebuah
graphics card yang mendukung DirectX9. Namun dalam praktiknya, Vista hanya
layak pakai bila menggunakan prosesor Dual Core dan RAM paling tidak sebesar 1
GB. Bahkan dengan sebuah komputer yang cepat sekalipun, masih muncul masalah
dengan kinerjanya. Saat pengguna mendengar musik pada notebook, Vista akan
cukup banyak menyedot listrik dari baterai notebook tersebut. Selain itu,
proses booting Vista sangat lambat. Hemat resource, stabil, dan cepat memang
masih menjadi miliki Windows XP. Namun dengan SP 1, Microsoft menjanjikan Vista
yang lebih baik lagi.

 

Proses copy lebih
cepat:
 Umumnya, sebuah hard disk dapat
mentransfer data sebesar 25 MB per detik. Namun, kecepatan ini diperoleh bila
tidak ada “pembatasan” dari Vista. Lantaran kurang optimalnya perancangan
Vista, kinerja penyalinan data ini jarang diperoleh. Sekarang, Microsoft sudah
mengatasi masalah tersebut. Inilah salah satu kelebihan dari Vista SP1.
Microsoft mengklaim, data dapat di-copy 25 persen lebih cepat di komputer lokal
dan 50 persen lebih cepat untuk penyalinan antar komputer di jaringan. Namun
pada saat pengujian, tidak menunjukkan angka yang sama dengan apa yang diklaim
oleh Microsoft. Proses copy data pada PC lokal hanya 18 persen lebih cepat dan
33 persen untuk copy data antar jaringan.

 

Selain itu, informasi pada saat copy data juga
telah diperbaiki. Sebelumnya, keterangan waktu yang diberikan tidak akurat.
Dengan SP1, waktu penyalinan data cukup akurat meski masih terdapat beda
beberapa detik dibanding dengan waktu yang sebenarnya. Untuk penyalinan data
yang berisi banyak file dalam jumlah kecil, keakuratannya masih belum sesuai.

 

Menikmati musik
dengan tenang:
 Saat ini sudah
lazim sebuah komputer dapat melakukan tugas-tugas secara pararel. Christoper
Strachey merupakan ahli informatika yang berjasa dalam hal ini. Pada tahun
1959, ia mengembangkan sebuah konsep yang disebut Multitasking. Namun, sampai
sekarang teknologi ini belum benar-benar optimal. Contohnya di Vista, bila
terdapat beberapa aplikasi yang rakus resource dan memory, pengolahan file
audio bisa terganggu. Mengapa ini bisa terjadi? Media Player sebagai tools
audio player mendapat jatah CPU Time yang terlalu kecil untuk men-decode MP3.
Hasilnya, alunan nada yang dimainkan menjadi tersendat-sendat walaupun
dijalankan pada lingkungan sistem yang kencang.

 

Saat dicoba pada sebuah PC dengan prosesor Dual
Core 2,4 GHz dengan Windows Vista original, lagu-lagu Manhattan Transfer tidak
dapat dinikmati bila pada saat yang bersamaan PC tersebut menjalankan program
iTunes, Photoshop, dan Microsoft Word. Dengan SP1, Microsoft dapat mengatasi
masalah ini dan mencadangkan CPU Time untuk reproduksi audio dan video. Jangan
khawatir aplikasi lainnya menjadi lebih lambat. Windows membagi CPU Time dengan
adil untuk semua aplikasi yang berjalan.

 

Notebook hidup
lebih lama:

Pengguna notebook boleh bergembira dengan kabar ini. Dengan SP1, daya tahan
baterai notebook ber-Vista akan lebih baik. Dalam sebuah pengujian dengan
sebuah notebook dari Lenovo, SP1 dapat memperpanjang sekitar 7 persen durasi
baterainya.

 

Untuk memperoleh hasil ini, Vista SP1
mengoptimalkan kinerja komponen yang paling rakus, yaitu display. Di sini, CPU
akan diaktifkan dalam Sleep Mode apabila tampilan layar tak berubah dalam waktu
tertentu. Sebelumnya, layar dan CPU senantiasa bekerja. SP1 juga mengatasi
sebuah bug yang terjadi pada chipset
video tertentu. Bila sebuah program secara terus menerus mengakses VSync –
Interrupt, sistem tidak dapat masuk ke Sleep Mode walaupun akses tersebut tidak
diperlukan sama sekali. Vista SP1 akan memantau interrupt ini dan memastikan
aplikasi tersebut aktif kala benar-benar dibutuhkan.

 

Hard disk menjadi komponen kedua yang banyak
menghabiskan daya. Tampaknya, Microsoft telah melakukan perbaikkan di sektor
ini meski hasilnya belum maksimal. Dalam beberapa kasus sebelumnya, hard disk
masih tetap bekerja walaupun sudah diaktifkan dalam Standby Mode.

 

Dengan SP1, Microsoft juga telah menyempurnakan
masalah kompatibilitas dengan hard disk Hybrid SSD (Solid State Disk). Hard disk model in imemiliki cache berukuran
besar yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara. Sebelumnya,
komponen ini bermasalah bila berada dalam Standby Mode. Namun saat diuji, hard
disk hybrid ini ternyata tetap tidak mau bekerja sama dengan Vista SP1.
Malahan, dari Standby Mode, hard disk dari produsen Samsung dan Seagate
membutuhkan waktu sekitar 20 detik untuk proses loading. Selama proses ini, Windows
tidak dapat diutak-atik. Icon atau program lain tidak dapat diklik.

 

Keamanan: Perlindungan lebih baik terhadap
virus, hacker, dan sejenisnya

Vista memang relatif aman dibanding XP.
Meski demikian, SP1 tetap melakukan sedikit perbaikkan dalam aspek keamanan.

 

Mengenkripsi semua
data:
Bila
ingin menggunakan program enkripsi Windows BitLocker, pengguna harus memiliki
Vista versi Ultimate atau Enterprise. Versi ini memang lebih mahal dibanding
versi Home Premium. Bila tidak memiliki dua versi di atas tetapi ingin
memperoleh feature enkripsi pada Vista, Anda dapat menggunakan program lain.
Untuk tujuan itu, direkomendasikan DriveCrypt Plus Pack dari SecureStar (
www.secustar.com). Selama ini, BitLocker memiliki
masalah keterbatasan dengan volume / partisi sistem. Dengan SP1, pengguna kini
dapat melindungi partisi tambahan agar tidak diakses oleh orang lain.

 

Update lebih baik: Bila Windows diibaratkan sebuah
mobil dengan sistem rem yang rusak, Microsoft pasti menyarankan pengguna untuk
melakukan pengereman secara perlahan daripada mengganti kampas remnya. Demikian
juga dengan Security Update. Bila Microsoft menemukan sebuah lubang keamanan,
maka lubang ini hanya ditambal. Sementara itu, penyebabnya tidak diinformasikan.
Dengan Vista, anggapan ini sudah berubah karena Vista merupakan sistem operasi
pertama dari Microsoft yang dikembangkan dengan konsep SDL (Secure Development Lifecycle). SDL
merupakan strategi keamanan baru dari Microsoft. Sejak pengembangan sistem baru
ini, para enginer Microsoft membuat analisis jenis-jenis ancaman yang aktual
maupun berpotensi yang terjadi di masa depan. Programer-nya mempersenjatai
sistem operasi keluaran Microsoft sehingga kebal terhadap ancaman bahaya.
Berkat SDL, sekitar 50 persen update tidak lagi diperlukan. Dengan SP1, Vista
juga mendapat SDL Update yang membuat beberapa komponen menjadi lebih aman.

 

Informasi lebih
akurat:
Untuk
mengetahui apakah antivirus atau firewall sudah diaktifkan atau di-update,
Vista tidak lagi menginformasikannya melalui Security Center. Teknik baru ini
mulai diberlakukan di SP1. Alasannya, dalam kasus tertentu, software yang suspicious dapat memodifikasi status
dalam aplikasi dalam Security Center. Jadi, Windows menampilkan indikator hijau
tetapi kenyataannya firewall ternyata belum diaktifkan. Security tools ini
melaporkan statusnya ke Windows Monitor melalui interface yang lebih aman.
Dengan SP1, pengguna dapat lebih tenang apabila Windows melaporkan semuanya
dalam status OK.

 

Kestabilan: Mulai SP1, Vista akan lebih
stabil

Vista juga tidak terlepas dari masalah
bluescreen. Sebenarnya, masalah crash sudah jarang terjadi. Namun, Vista yang
dikatakan telah stabil ternyata tidak sepenuhnya benar. Service Pack ini telah
mengoreksi beragam masalah yang dilaporkan ke Microsoft melalui Windows Error
Reporting Tool.

 

Tidak adal lagi
masalah hilang data:
Sebelum menarik USB flashdisk, prosedur untuk mencabut perangkat USB ini
harus dilakukan melalui sebuah tools. Sering kali, prosedur ini akan membuat
Vista menampilkan bluescreen. Bila USB flash disk langsung dicabut, data di
dalamnya berisiko hilang. Dengan SP1, Microsoft telah mengoreksi manajemen
cache Vista, terutama pada media NTFS. Namun demikian, USB flashdisk masih
tidak boleh dicabut begitu saja. Bila tetap melakukannya, memang data belum
tentu hilang.

 

Driver lebih baik: Masalah driver dan software dari
pengembang lain merupakan sumber utama munculnya crash. Dengan SP1, masalah
kompatibilitas semakin diperbaiki. Microsoft bahkan telah mengaktualkan driver
untuk perangkat wireless network sehingga lebih mendukung WLAN Connect. Pada
jaringan wireless, jangkauan tergantung lokasi dan daya pancar router. Namun
dengan SP1, jangkauan sebuah router diharapkan bisa lebih baik.

 

Dukungan terhadap
hardware baru:

Selain menawarkan beragam bugfix, SP1 juga menambah dukungan untuk berbagai
hardware baru. Vista SP1 sekarang dapat membaca media yang menggunakan sistem
file baru exFAT. Jadi, Windows dapat diigunakan untuk media storage dengan
kapasitas lebih besar, terutama untuk flash memory card dan USB flashdisk.
Bahkan Vista dapat membaca SD Card dengan teknologi SD ADMA (Advanced DMA) dan menawarkan kecepatan
transfer yang lebih besar dengan beban prosesor yang lebih kecil. Sistem PC
baru dengan EFI-BIOS sekarang juga dapat menggunakan Windows Vista.

 

Cara mendapatkan Vista SP1

Ada beberapa cara untuk mendapatkan SP1 Windows
Vista. Saat ini, Microsoft hanya menyediakan SP1 melalui Windows Update dan
download langsung ke website Microsoft. Cara yang paling disarankan Microsoft
adalah menggunakan jalur Windows Update. Dengan cara ini mensyaratkan koneksi
Internet yang cukup memadai. Besarnya file update yang harus di-download
tidaklah terlalu besar, sekitar 65 MB apabila Anda rajin melakukan update. Bagi
yang melakukan instalasi baru Vista, jarang melakukan update atau tidak
memiliki koneksi Internet yang cukup kencang sebaiknya mengambil cara lain
yaitu dengan mendownload file-nya dari website Microsoft,
http://go.microsoft.com/fwlink/?Linkld=107075. Besar file
kurang lebih 450 MB.

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>