Sean Paul Lockhart
Posted by louis7zen on April 14, 2008
Hidup yang kini harus dijalani Sean Paul
Lockhart mungkin terlalu ekstrim dari apa yang pernah ia bayangkan. Padahal,
jauh di dalam lubuk hatinya, hanya ketenangan yang dia inginkan. Namun nasib
berkata lain ketika, ia menyadari bahwa dirinya mengidap kelainan seks, penyuka
sesama jenis. Nasib pulalah yang akhirnya membawa pria muda yang juga dikenal
dengan nama Brent Corrigan ini menjalani profesi sebagai gay porn actor.
Pria muda ini terlahir sebagai Sean Paul
Lockhart di Lewiston, Idaho, Amerika Serikat, pada 31 Oktober 1986. Sejak
kecil, Lockhart merasakan, orientasi seksualnya berbeda dengan yang lain. Dia
lebih senang berada di dekat anak sesama jenis, dibanding dengan gadis-gadis
cantik. Menginjak usia 16 tahun, Lockhart semakin yakin, bahwa dirinya adalah
seorang gay, terlebih ketika ada teman prianya memperkenalkan cara bermain
seks. Dan mulailah Lockhart dengan petualangan seksnya.
Lewat teman prianya itu pulalah akhirnya
Lockhart berkenalan dengan industri film porno yang memang setiap saat selalu
mencari ‘mangsa-mangsa’ baru. Tanda tendeng aling, Lockhart pun bergabung. Nama
indah yang diberikan kedua orangtuanya pun berubah ketika dia terjun sebagai
bintang porno menjadi Brent Corrigan. Sekali waktu, bila diperlukan, dia juga
mengubah namanya menjadi Fox Ryder.
Pria berwajah tampan ini memulai karier sebagai
bintang film porno sejak tahun 2004 di Cobra Video milik Bryan Kocis, yang juga
dikenal dengan nama Bryan Phillips dan film pertama yang dibintangi Lockhart
berjudul Every Poolboy’s Dream, tentu saja dengan nama Brent Corrigan. Sebagai
pendatang baru, Lockhart sangat cepat menguasai situasi, terbukti Every
Poolboy’s Dream laris di pasaran yang membuat namanya langsung melambung di
kalangan gay dan pecinta film porno khusus gay.
Ketampanan dan kepandaian Lockhart bercinta
ternyata tak luput dari perhatian sang pemilik Cobra Video, Bryan Kocis. Pria
yang sudah cukup berumur ini pun jatuh cinta pada Lockhart. Gayung bersambung,
Lockhart pun menerima tawaran ‘percintaan’ dari sang boss. Selama menjalin
hubungan dengan Kocis, Lockhart bergelimang kekayaan karena apa pun yang dia
inginkan selalu bisa dicapai dalam waktu singkat. Apa lagi Every Poolboy’s
Dream yang dibintanginya berhasil mengantongi keuntungan hingga 1 juta US
dollar.
Dibesarkan hanya oleh ibunya, Lockhart memang
menyimpan keinginan untuk menjadi sukses. “Keinginan terbesarku adalah serius
menekuni dunia film. Aku ingin menyutradarai dan aku punya bayangan bagus dan
indah untuk mengambil sisi-sisi terbaik. Aku juga ingin kuliah di UCLA untuk
memperdalam beberapa bidang ilmu,” urai Lockhart tentang cita-citanya.
Meski banyak kontroversi yang beredar seputar
usianya yang masih sangat muda, Lockhart terus berjalan di jalur yang sudah dia
pilih. Kontroversi itu pulalah yang membuat film yang dibintanginya laris di
pasaran dan bahkan menjadi best seller bagi Cobra Video. Tentang usianya
tersebut, bahkan pihak pemerintah yang diwakili Association of Sites Advocating
Child Protection (ASACP) ikut campur tangan. Namun, Lockhart tetap bertahan
bahwa dirinya adalah seorang pria dewasa yang sudah boleh bekerja apa pun,
termasuk sebagai bintang porno.
Belum tuntas masalah usia, Lockhart sudah
dihadapkan pada kasus baru. Pada 24 Januari 2007 lalu, Kocis ditemukan tewas di
kediamannya di Luzerne County, Pennsylvania. Pihak berwajib mengatakan, pria
kelahiran 1963 tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa dengan leher hampir
putus ditambah 28 tusukan di beberapa bagian tubuhnya. Jelas bahwa kematian
Kocis adalah akibat pembunuhan. Untuk menutupi kejahatan tersebut, sang
pembunuh kemudian membakar rumah Kocis.
Sebagai orang terdekat, Lockhart langsung
dimintai kesaksiannya oleh pihak penyelidik dan Lockhart mengaku sama sekali
tidak tahu siapa yang membunuh kekasihnya tersebut. Melalui pengacaranya, John
Yates, Lockhart mengatakan bahwa dia tahu siapa orang yang bertemu dengan Kocis
pada hari yang sama.
Pihak berwajib kemudian mencari ciri-ciri orang
yang digambarkan oleh Lockhart dan menemukan dua pria bernama Harlow Cuadra dan
Joseph Kerekes yang ternyata berprofesi sama dengan Kocis, produser film porno
sekaligus pemilik Norfolk Companios.Inc yang membawahi Virginia Beach Escort.
Perlu diketahui, Virginia Beach Escort merupakan sebuah usaha prostitusi kaum
pria yang memang menjamur di Amerika. Harlow dan Cuadra kemudian ditangkap
hampir empat bukan setelah kejadian, tepatnya 14 Mei 2007.
Setelah melalui beberapa kali penyelidikan,
Harlow Cuadra dan Joseph Kerekes, sang owner Virginia Beach Escort ternyata
berkeinginan merekrut Lockhart untuk bekerja di rumah prostitusi milik mereka
yang berada di 1028 Stratem Court, Virginia. Selain menjalankan roda bisnis
prostitusi, di rumah mewah dengan lima kamar mewah tersebut, kedua pria yang
juga gay ini juga memproduksi film-film porno khusus gay.
Berdasarkan kesaksian Lockhart dan juga bukti
file berupa e-mail di komputer yang selamat dari kebakaran, pihak kepolisian
semakin menemukan titik terang. E-mail tersebut merupakan kiriman dari Cuadra
yang meminta bertemu dengan Kocis untuk membicarakan bisnis. Diketahui, sejak
lama kedua pria itu sudah tertarik pada Lockhart untuk diajak bermain di film
yang mereka produski sekaligus di rumah prostitusi milik mereka yang kini
hendak dijual seharga 542,683 US dollar.
Pihak penyelidik percaya bahwa pembunuh Kocis adalah
Harlow dan Cuadra dengan motif hendak merebut Lockhart untuk dipekerjakan di
perusahaan mereka. Sebaliknya, Lockhart yang sudah membintangi film antara lain
Schoolboy Crush, Bareboned Twinks, Casting Couch, Cream Bboys, Naughty Boy’s
Toys, Brent Corrigan: Fuck Me Raw, dan Take It Like A Bitch Boy ini sama sekali
tidak percaya bahwa kekasihnya dibunuh dengan maksud hendak merebut dirinya.
Harlow dan Cuadra mengaku tidak bersalah atas
hilangnya nyawa Kocis dan dengan sikap tanpa dosa membuat blog di Internet
untuk memohon bantuan dana untuk mendapatkan dan membayar lawyer yang andal
untuk memberi pembelaan di pengadilan. Mereka kini masih ditahan di Block M-2
Luzerne County Correctional Facility 99 Water Street Wilkes-Barre, PA.
(satu lagi fakta kebenaran, gue dapatkan dari
“Cerita Nyata” ini, mengapa manusia Pelacur selalu saja tidak pernah merasa bersalah! Dan
tidak pernah mengakui kesalahannya!! WHY???)