Jenna Haze
Posted by louis7zen on 17th April 2008
A Bisexual Porn Star
Melihat wajahnya, tak ada yang pernah menyangka
bila Jenna Haze kini berkecimpung di ‘dunia gelap’ sebagai bintang porno.
Pasalnya, tubuhnya seperti belum tumbuh sempurna ditambah wajahnya yang
terlihat sangat lugu, menghilangkan kesan, sebenarnya dia adalah gadis liar.
Namun tentu saja bukan tanpa alasan gadis kelahiran Fullerton, California, 22
Februari 1982, memilih profesi sebagai bintang begelimang kepalsuan.
Sebelum menginjak usia 14 tahun, sebenarnya
Jenna Haze belum pernah terlibat dengan seorang pria pun, walau sebenarnya
banyak yang sudah dia taksir. Namun siapa yang menyangka, bila hampir tiap
hari, pada usiany ayang masih sangat belia, dia sudah menikmati bagitu banyak
seks. Bukan dengan pria, melainkan dengan teman-teman wanitanya ketika berada
di asrama. Dan ternyata, Jenna-lah yang mengomandoi setiap permainan seks
tersebut.
Jenna bercerita, ketika memasuki usia 15 tahun,
dia pernah diajak menikmati seks oleh seorang pemuda. Seharusnya, seorang gadis
yang baru pertama kali menikmati seks dengna pria akan merasakan kesakitan yang
luar biasa. Tidak demikian halnya dengan Jenna. “Aku tidak tahu, kenapa waktu
itu rasanya biasa-biasa saja. Mungkin karena ‘anunya’ memang kecil atau oleh
sebab lain, tapi aku sama sekali tidak merasa sakit,” urai Jenna sambil
menjelaskan, perasaan sakit seperti sedang diperawani baru dirasakan Jenna
ketika bermain seks untuk kedua kalinya dengan seorang pria.
Seperti produk yang tumbuh dari orangtua yang
bercerai, Jenna tidak ada bedanya dengan gadis lain. Merasa broken home dan
harus berjuang mati-matian untuk mencari penghidupan. Dia pernah menjadi
seorang waitress dan pernah bekerja sebagai penari striptease di sebuah club
malam. Akan tetapi, seperti juga gadis muda lainnya, Jenna tidak pernah
berterus terang kepada ibunya, pekerjaan apa yang selama ini memberinya banyak
uang.
Menurut cerita Jenna, ketika ibunya tahu bahwa
di dompetnya selalu penuh uang, barulah saat itu dia mengaku apa pekerjaannya.
“Aku bekerja sebagai penari di club malam. Ibuku marah besar dan memakiku.
Pertengkaran di antara kami tidak bisa dielakkan. Tapi lama kelamaan dia mau
mengerti. Bahkan dia jug amau menerima ketika aku mengatakan akan menjadi
bintang film porno,” ujar Jenna dengan wajah sedikit sedih.
Tentang keterlibatannya di dunia film jenis
triple x ini adalah ketika dia mendatangi club di Anaheim, California, tempat
di mana dia pernah bekerja sebagai pelayan. Saat itu, katanya, dia berkenalan
dengan seorang pria bernama Craven Moorehead. Pria itulah yang kemudian
membawanya ke bisnis yang di Amerika Serikat merupakan bisnis hitam namun legal
tersebut.
“Sebenarnya aku adalah gadis yang tertutup
dengan pria, tetapi ketika bekerja sebagai bintang porno, aku akhirnya bisa
menikmati. Dan sekarang aku tergila-gila dengan pria, tapi tetap suka bermain
seks dengan wanita,” terang gadis yang hobi ke disko dan bermain game komputer
ini.
Bila ibunya shock saat mengetahui dirinya
terjun ke dunia film biru, namun teman-temannya semasa sekolah dulu, justru
tidak merasa heran. Pasalnya, mereka memang sudah mengetahui Jenna adalah
seorang gadis liar.
“Dulu waktu di SMP, aku memang sering
mengadakan pesta seks. Biasa, party dan biasanya aku yang memulai dan mengajak
teman-teman,” jelas Jenna yang karena pesta-pesta itu membuat teman-temannya
menjulukinya sebagai pengidap biseksual.
Jenna sendiri merasa sebagai pengidap biseksual
ketika dirinya masih berusia enam tahun. Saat itu, katanya dia bisa
tergila-gila saat berdekatan dengan seorang anak laki-laki, tetapi pada saat bersamaan
dia juga sangat senang bergaul dengan anak perempuan. “Dulu aku punya teman,
namanya Lonnie. Kami sering telanjang berdua dan menikmati permainan seks masa
kecil. Tapi waktu usiaku tujuh tahun aku tertarik dengan anak laki-laki dan
sering bermain bersama. Tapi sampai usia empat belas tahun aku belum pernah
mencoba permainan seks yang sebenarnya,” imbuh Jenna sambil menjelaskan masih
ingat ketika dia kehilangan keperawanan, yakni pada tanggal 4 Juli ketika dia
berusia 15 tahun pada sebuah pesta seks yang melibatkan empat orang
teman-temannya.
Di balik cerita masa kecil dan masa remajanya
itu, kini Jenna adalah seorang bintang porno versi amateur yang sangat
dikagumi. Selain karena wajahnya yang memang cantik, keluguannya mampu memukau
penontonnya. Dan untuk pertama kalinya, Jenna terlibat di bisnis film porno
adalah ketika dia bermain di film berjudul Seevice Animal 4 dengan pemain
senior Miles Long. Walau itu adalah film pertamanya, toh Jenna mengaku tidak
terlalu grogi saat syuting. “Sedikit nervous, memang. Tapi setelah bermain
cukup lama, aku jadi menikmatinya,” aku Jenna yang mulai aktif di dunia ini
sejak 19 Juli 2003 lalu tepat 6 bulan setelah ulang tahun kesembilan belas.
Walau terbilang pendatang baru, namun nama
Jenna Haze sudah sangat diperhitungkan di jagat film dewasa ini. Terbukti,
sepanjang kariernya dia sudah berhasil menyabet beberapa penghargaan, di
antaranya Best New Starlet dan Best Solo Sex Scene pada AVN Award tahun 2003.
Walau masih terlihat seperti gadis remaja yang
baru tumbuh, toh Jenna mengaku tidak tertarik untuk memermak tubuhnya agar
terlihat lebih indah dan menggiurkan. “Aku tidak mau mati dengan silikon masih
berada dalam tubuhku. Tapi kalau untuk menindik lidah, aku masih bisa
melakukannya,” tandas Jenna yang terlahir sebagai anak ketiga dari empat
bersaudara yang kini menjadi primadona di Jill Kelly Productions.
Posted in Hati-Hati | No Comments »
