Lucky

Megabrothel

Posted by louis7zen on April 17, 2008

Las Vegas, seperti diketahui adalah kota yang
menyediakan hampir semua bentuk kesenanngan bagi para pengunjungnya. Tak heran
bila kemudian, Las Vegas menjadi kota tujuan wisata terbesar di Amerika
Serikat. Fenomena inilah yang ditangkap oleh para investor luar dan salah
satunya adalah pelaku bisnis asal Australia yang pada akhir 2005 lalu membangun
rumah bordil terbesar seharga lebih dari tujuh triliun rupiah.

 

Sebagai kota judi yang selalu hiruk pikuk, Las
Vegas tampaknya tak akan pernah berhenti berdenyut. Berbagai sektor pendukung,
termasuk di antaranya rumah bordil terus bertumbuh bak jamur pada musim hujan.
Salah satunya adalah megabrothel yang akhir 2005 lalu dimulai pembangunannya.
Hadirnya megabrothel ini semakin membuat
marak bisnis ‘rent a vagina’ di jagat pariwisata Las Vegas.

 

Meski di Las Vegas sudah tersedia banyak rumah
bordil, kenyataannya para pebisnis khusus bidang ini masih terlihat
bersemangat. Seperti diberitakan Daily Planet, Aussie Firm telah merampungkan
lebih dari 90 persen pembangunan megabrothel yang berlokasi diPuhrump, Las
Vegas, Amerika Serikat.

 

Menurut Andrew Harris, Chief Executive Officer
Daily Planet, megabrothel tersebut akan menjadi sebuah resort, bukan hanya
sekadar rumah bordil biasa. Mengingat di sana tersedia hotel, night club, neked
club, swimming pool, bar, dan berbagai fasilitas hiburan lain. Meski sebelum
pembangunan sempat menuai pro dan kontra dari masyarakat Nevada dan pengusaha
brothel lain, toh megabrothel ini hampir selesai dibangun.

 

Untuk membuat pembangunan megabrothel tersebut,
pihak Aussie Firm bekerjasama dengan beberapa pengusaha rumah bordil lain
termasuk seorang mucikari ternama, Heidi Fleis. “Sejak awal pembangunan
megabrothel ini kami sudah menjalin kerjasama dengan beberapa pengusaha rumah
bordil lain serta Heidi yang sudah tidak diragukan lagi reputasinya. Dan sampai
saat ini kerjasama yang mereka tunjukkan sangat positif,” papar pihak Aussie
Firm yang enggan disebutkan namanya.

 

Perlu diketahui, Heidi Fleis merupakan
satu-satunya mucikari yang mendapat izin mengoperasikan rumah bordil di Nevada.
Oleh sebab itu, bersama Heidi, Aussie Firm merancang konsep serta program
pengelolaan rumah bordil berskala Internasional. Hasilnya, megabrothel tersebut
kini sudah mulai beroperasi di beberapa lini. Kamar-kamar bermutu, rumah
bordil, dan pekerja seks komersial kelas atas dan pengalaman sudah pula
beroperasi.

 

Sebenarnya, di seluruh negara bagian di Amerika
Serikat, pelacuran tidak pernah dilegalkan. Akan tetapi, di Nevada, seks
menjadi persoalan yang sangat kompleks di tengah wisata judi yang memang sejak
lama sudah diizinkan. Akibatnya, secara otomatis, keberadaan para pramusyahwat
pun menjadi kebutuhan yang sulit dielakkan seiring kian banyaknya wisatawan,
khususnya para penjudi.

 

Di beberapa negara bagian pernah dilakukan
operasi besar-besaran terhadap rumah bordil yang tidak mendapat izin. Ratusan
wanita pekerja seks komersil ditangkap, termasuk pria hidung belang yang sedang
menyalurkan aspirasi bawah perutnya. Heidi Fleis yang pernah diwawancarai sebuah
talk show di sebuah stasiun televisi lokal mengatakan, fenomena tersebut
harusnya sudan diantisipasi sebelumnya. “Oleh sebab itu, meski namanya rumah
bordil, ada baiknya bukan hanya menyediakan wanita, melainkan harus
dikombinasikan dengan sarana hiburan lain,” papar Heidi.

 

Menurut beberapa kalangan, pembangunan rumah
bordil tersebut sangat tepat, karena akan menjadi salah satu pendukung
pariwisata Las Vegas mengingat wisatawan yang berkunjung ke sana mencapai 35
juta dan yang melakukan aktivitas seks mencapai 350 ribu orang setiap tahun.
Sementara, dari begitu banyak rumah bordil yang beroperasi di Las Vegas, hingga
saat ini hanya 28 rumah bordil saja yang mendapat izin resmi.

 

Geoff Arnold, Ketua Asosiasi Rumah Bordil
Nevada mengatakan, sejauh ini pihaknya selalu membuka diri terhadap investor
asing. Menurut Arnold, apa yang sudah dilakukan oleh Aussie Firm sudah tepat
dengan membangun rumah bordil secara profesional. “Bagaimana pun, ribuan
pengunjung yang membutuhkan seks harus dilayani dengan baik. Karena itu, rumah
bordil harus benar-benar menyenangkan. Pelayanannya pun harus dari pekerja seks
profesional,” ujar Arnold.

 

Saran Arnold tentang pekerja seks komersial
kelas atas merupakan salah satu pelayanan yang paling diutamakan dan bila
memungkinkan harus dari Amerika. “Karena mereka sudah berpengalaman melayani
pelanggan dari negara mana pun. Dengan tubuh ramping yang mereka miliki menjadi
modal paling penting untuk melayani konsumen. Oleh sebab itu mereka harus
diberi fasilitas kerja layaknya seorang ratu, karena mereka juga harus bersikap
sebagai ratu yang melayani raja di atas ranjang,” papar Arnold.

 

Pernyataan tersebut mematahkan pendapat banyak
orang tentang penjualan gadis-gadis asal Taiwan dan Vietnam yang selama ini
dilakukan para mucikari dan pengusaha rumah bordil di Las Vegas. Mereka
berharap, pemilik dan pengelola megabrothel akan konsisten dengan janjinya
untuk mempekerjakan gadis-gadis yang hanya berasal dari wilayah setempat dan
dari seluruh negara bagian di Amerika Serikat.

 

Selain dipekerjakan sebagai pemuas birahi para
hidung belang yang juga banyak berdatangan dari hampir seluruh negara di Asia,
wanita-wanita profesional in iada juga yang akan dipekerjakan sebagai penari
striptease atau pertunjukkan lain yang membangkitkan adrenalin kaum pria. Di
samping itu, di megabrothel ini juga tersedia cafe, bar, club, dan restoran
yang membutuhkan banyak wanita cantik sebagai waitress. Dan yang diutamakan,
mereka adalah gadis-gadis pirang.

 

Alasan utama megabrothel ini menyediakan
gadis-gadis berambut pirang ini adalah karena pengunjung rumah-rumah judi di
Las Vegas hampir 60 persen datang dari Asia. “Sejauh pengalaman saya menjadi
mucikari, konsumen di Las Vegas adalah pria-pria Asia yang menginginkan
pelayanan gadis lokal. Itu artinya, mereka lebih cenderung menginginkan wanita
berambut pirang,” ujar Heidi Fleis yang sudah sebegitu piawai membawa keinginan
para konsumennya.

 

Singkatnya, megabrothel yang sudah beroperasi
sejak dua tahun lalu bukan sekedar rumah bordil yang memberi pelayanan ranjang
saja, melainkan juga menjadi tempat hiburan lengkap dan menyenangkan yang
memungkinkan para pengunjung betah berlama-lama. Dan tentu saja, hal tersebut
akan menjadi selling point tersendiri bagi pengusaha secara khusus dan
pariwisata Las Vegas secara umum.

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>