Lucky

FriendFeed

Posted by louis7zen on April 11, 2008

Salah satu trend yang dilahirkan web versi 2.0
adalah munculnya situs web untuk bersosialisasi. Nama-nama seperti Flickr,
Digg, Twitter, Facebook, Del.icio.us bisa disebut. Itu belum termasuk berbagai
jenis blog.

Sama sepeti di dunia nyata, tingkat “kegaulan”
ditentukan oleh seberapa banyak tempat “nongkrong”. Artinya, orang yang mengaku
tidak ketinggalan zaman pasti sudah bergabung dengan satu atau beberapa situs
web layanan sosialisasi online. Friendster adalah salah satu contoh layanan
yang populer di Indonesia.

Masalah mulai muncul ketika orang sudah terlalu
gaul. Layanan yang diikuti sudah sedemikian banyak. Ia butuh waktu yang banyak
juga untuk mengikuti perkembangan semua layanan yang diikutinya.

 

Aplikasi web yang bernama FriendFeed ini dibangun
berdasarkan masalah yang barusan didiskusikan. Aplikasi ini baru saja membuka
pintunya untuk umum setelah sebelumnya berjalan dalam masa uji coba untuk
orang-orang yang diundang saja.

Pada prinsipnya, FriendFeed mempermudah kita
memantau perkembangan di situs web sosialisasi yang diikuti dengan memantau
aktivitas pada satu tempat. Kita, sebagai si pemilik akun, bisa mengambil umpan
(feed) RSS FriendFeed dan memasukkannya pada aplikasi NewsReader yang kita
gunakan. Semua itu nantinya berjalan secara otomatis.

 

Kita juga bisa melangkah lebih jauh dengan
memberikan umpan RSS dari FriendFeed kepada orang lain sehingga mereka juga
bisa dengan mudah mengikuti perkembangan kehidupan sosial kita. Hal ini
sebaliknya juga berlaku. Teman kita bisa dengan mudah memberikan umpan RSS
FriendFeed milik mereka sehingga kita bisa dengan mudah mengikuti kehidupan
sosial mereka.

 

Layanan FriendFeed tidak berhenti disitu.
Pengguna juga bisa mencari teman mereka langsung dari situs web-nya. Setiap
kali kita menambah seorang teman (istilah yang digunakan oleh FriendFeed adalah
“subscribe”), nama teman tersebut akan muncul pada tab Friend. Isinya adalah
aliran aktivitas dari teman-teman kita.

 

Proses pembuatan umpan RSS personal milik kita
sendiri sangatlah mudah. Yang harus dilakukan untuk menarik semua aktivitas
dari sebuah situs web adalah memberikan user name dari akun kita di situs web
itu. Jika cara ini tidak berhasil, misalnya karena situs aplikasi web yang kita
maksudkan tidak mendukung, FriendFeed juga menyediakan cara untuk memasukkan segala informasi lain yang
dibutuhkan. Sebagai contoh, jika Anda ingin menambahkan aplikasi Google Reader
ke FriendFeed, Anda harus memberikan URL dari Private Shared Items Anda.

 

Berbagai layanan (sampai saat ini sudah ada 28
dan masih terus bertambah) yang didukung oleh FriendFeed meliputi bookmark,
status, musik, wish list, dan sepertinya semua hal yang bisa dibayangkan. Yang
penting pengguna harus menambahkan semua layanan tersebut satu demi satu.
Setelah selesai, semua kerepotan yang sebelumnya Anda hadapi akan teratasi dari
satu tempat.

 

Bentuk alamat URL dari FriendFeed juga
sangatlah sederhana. Misalnya, jika ada orang yang bernama Thurana mendaftarkan
diri, maka kemungkinan URL yang didapatkannya akan berbentuk
http://friendfeed.com/thurana. Mereka cukup berkunjung ke halaman itu untuk
mengetahui kegiatan Anda di dunia maya.

 

Cara ini juga bisa dimanfaatkan oleh para
selebritis atau band-band indie misalnya, untuk memudahkan groupies mereka untuk
tetap up-to-date dengan segala macam kegiatan artis/group tersebut. Apalagi
dengan adanya fitur RSS feed.

 

Meskipun kehidupan online Anda akan jauh lebih
mudah dengan adanya FriendFeed, intisari dari layanan ini bukanlah sekadar
pemantauan kehidupan pribadi, tetapi juga kehidupan sosial. Karena itulah ada
fitur “berlangganan” dalam antarmuka halaman FriendFeed. Dengan berbekal alamat
RSS milik teman, Anda bisa memantau kehidupan teman Anda di dunia maya, mulai
dari bookmark, tulisan di blog, status (online atau offline), hingga upload
foto dan video terbaru. Pokoknya semuanya.

 

Untuk menambahkan rasa gurih pada layanan
mereka, para pengguna juga bisa saling berbagi komentar. Misalnya jika ada
seseorang yang baru saja membuat sebuah tulisan di blog, maka teman-temannya
bisa langsung mengomentari, memuji, atau bertanya mengenai tulisan tersebut.

 

Anda bahkan bisa berlangganan email digest
(banyak e-mail yang dijadikan satu) yang dikirimkan secara harian yang berisi
semuanya itu.

 

Selain fitur-fitur yang sudah disebutkan, ada
lagi fitur yang bisa memberitahukan bagaimana Anda membagi waktu untuk semua
kegiatan online. Orang juga bisa menilai seberapa aktifkan Anda dibandingkan
dengan mereka. Selain itu, ada juga fitur untuk membuat teman khayalan bagi
mereka-mereka yang kuper.

 

Karena digawangi oleh orang-orang yang
sebelumnya bekerja di Google, kita bisa yakin atas mutu layanan ini.
Desas-desus mengenai FriendFeed juga sudah beredar dan berkembang jauh sebelum
mereka membuka pintu-nya untuk masyarakat umum.

 

Tetapi masalahnya, dengan latar belakang budaya
timur seperti masyarakat Indonesia, apakah kita sudah siap membuka kehidupan
pribadi kita kepada orang lain? Atau cukup sebatas penggunaan pribadi (dan
keluarga)? Itu adalah pertanyaan yang jawabannya harus Anda cari sendiri.
Y.J.Thurana.

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>