Allah yang menjadi Manusia
Posted by louis7zen on April 21, 2008
Sulit untuk memberikan pengertian kepada
sebagian orang tentang Allah yang menjadi manusia. Kisah berikut ini terjadi
pada dua orang anak yang masih mempunyai hubungan keluarga. Yang seorang
bernama Beni dan yang seorang lagi bernama Kaleb. Mereka berbicara panjang
lebar tentang Allah. Lalu Kaleb berkata kepada Beni, “Aku percaya bahwa Allah datang ke dunia sebagai manusia,” Mendengar
apa yang dikatakan Kaleb, Beni bak kebakaran jenggot berkata, “Mana mungkin Allah melakukan perbuatan yang
tidak masuk akal itu, Ia adalah Allah, mengapa harus merendahkan diriNya
menjadi manusia? Apakah tidak ada cara lain yang bisa Ia lakukan untuk
menyatakan diriNya kepada manusia? Itu cerita bodoh dan tidak masuk akal,” kata
Beni kesal.
Tiga bulan kemudian, musim hujan tiba. Hujan
deras mengguyur desa tempat tinggal Beni dan Kaleb. Hujan yang disertai petir
dan angin kencang membuat penduduk dan ternak merasa takut. Setelah hujan turun
tiga hari berturut-turut, sungai-sungai pun meluap dan terjadilah banjir.
Banjir semakin besar dan kini tinggal tersisa sedikit tanah yang bebas dari
banjir. Di tanah sempit inilah domba-domba yang berada dalam kepanikan itu
berdiam. Beni melihat domba-domba yang malang itu dan pergi menyelamatkan
mereka. Ia mencoba menggiring mereka melalui tanah sempit yang masih kering.
Tapi karena domba-domba itu tidak mengenal Beni, mereka tidak mau mengikutinya.
Beni memutar otak bagaimana caranya agar domba-domba itu mau mengikutinya. “Ah, seandainya aku ini domba, mereka pasti
mau mengikutiku,” pikir Beni. Maka ia pun teringat bahwa di rumah ia
memiliki seekor domba. Beni segera pulang ke rumah dan membawa satu-satunya
domba yang ia punyai. Domba itu sangat berarti bagi Beni dan keluarganya karena
ia menghasilkan susu bagi mereka. Ketika domba-domba itu melihat domba Beni,
mereka segera mengikutinya melalui tanah kering yang sudah hampir digenangi
banjir.
Dalam keadaan basah dan kedinginan, Beni
kembali ke rumah dan mulai merenungkan mengenai apa yang pernah dikatakan oleh
Kaleb tentang Allah yang rela menjadi manusia. Kejadian yang baru saja
dialaminya membuatnya berpikir lagi mengenai tindakan Allah yang menjadi
manusia yang selama ini dianggapnya suatu hal yang bodoh. Beni kini tahu bahwa
dengan menjadi manusia, orang akan lebih mudah mengenal Allah.
Tindakan Allah yang menjadi manusia ini
menjelaskan kepada kita betapa besar kasih dan pengorbananNya demi manusia
ciptaanNya. Sudahkah kita menanggapi kasih dan pengorbanan Allah dengan taat
pada kehendakNya?
Yohanes 1 : 14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di
antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan
kebenaran.
Filipi 2 : 7 – 8
Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,
dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam
keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati,
bahkan sampai mati di kayu salib.