Lucky

Kembalinya Dosa Sodom dan Gomora

Posted by louis7zen on March 14, 2008

Homoseksualitas mengacu pada interaksi seksual
antara pribadi yang berjenis sama, baik sebagai gay maupun lesbian. Istilah gay
digunakan atau mengacu pada orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai
pria yang homoseks, dan lesbian adalah istilah yang digunakan untuk merujuk
kepada wanita yang homoseks.

 

Di luar negeri, kaum homoseks kerapkali
berparade atau membuat karnaval untuk mendapatkan pengakuan atas keberadaan
mereka. Seperti di Berlin, kota yang memiliki komunitas gay terbesar di Eropa
ini mengadakan perayaan Christopher
Street Day
atau Hari Kaum Gay. Di Amsterdam, Belanda, yang dijuluki Gay Capital of The World (Ibukota Dunia
Kaum Gay), terdapat Gay Pride Amsterdam. Harian
Kompas 16 Oktober 2007, memberitakan bahwa ada lebih dari 200 ribu manusia yang
memadati Pantai Atlantik di Rio de Jeneiro, Brazil. Mereka berpawai sambil
membentangkan bendera pelangi raksasa yang menjadi ‘simbol kaum gay, lesbian,
dan transeksual (banci)’. Dalam kesempatan itu mereka meminta kesetaraan dan
penghargaan. Mereka juga meminta agar pihak-pihak yang melecehkan mereka diberi
hukuman.

 

Di negeri kita, geliat kehidupan kaum homoseks
tidak lagi dilakukan secara tersembunyi, beberapa diskotik di kota-kota besar
di Indonesia pun membuat acara khusus untuk kaum gay dan lesbian setiap
minggunya. Seperti di Moon Light
Discotheque,
Jakarta: Q Bar dan Kudos Bar, Bali; atau Studio East, Surabaya (Majalah Tempo,
15/18/04).

 

Dalam sejarahnya, aktivitas homoseksual suda
hada sejak zaman prasejarah, tepatnya di kota Sodom dan Gomora. Jadi maraknya
aktivitas kaum homoseks saat ini merupakan pertanda kembalinya kenajisan dosa
Sodom dan Gomora di muka bumi ini. Persamaan antara homoseks saat ini dengan
zaman Lot, adalah: mereka secara terang-terangan berkata mau melakukan hubungan
seks dengan sesama jenis.

 

Ada banyak orang yang kompromi dengan dosa dan
berpendapat bahwa hubungan yang dijalin para homoseks hanya merupakan budaya,
bukan dosa. Karena itu tanpa merasa malu mereka melakukan dosa yang keji ini di
mata Tuhan.

 

Alkitab memberi aturan yang tegas tentang
masalah homoseks. Di Perjanjian Lama, jika seseorang kedapatan melakukan
hubungan seks dengan sesama jenis, maka dia akan dijatuhi hukuman mati. Di
dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa di dalam Kerajaan Sorga tidak ada tempat
bagi mereka yang cabul, homoseks (pemburit), pezinah, dan sebagainya. Artinya,
pelaku homoseks yang tidak kunjung bertobat akan menjalani masa kekekalan di
Neraka yang panas dan mengerikan.

 

Jika kita terlibat di dalam dosa ini, ambillah
keputusan terbijak, yaitu bertobat. Jika ada anggota keluarga kita yang terikat
pada dosa ini, jangan benci tapi kasihi dan upayakan supaya ia memberi diri
untuk berbalik dari jalan yang jahat dan dilepaskan oleh Tuhan Yesus.

 

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>