Lucky

Sex. Job. Friendship

Posted by louis7zen on December 31, 2007

Melakukan
hubungan sex, dikatakan untuk kesehatan tubuh manusia. Sebagian orang
mengatakan, sex itu suatu kebutuhan. Ada juga yang mengatakan, sex itu
keinginan tubuh (setahu gue sih, keinginan dari otak). Dikatakan, jika kita merasakan
suatu keinginan untuk melakukan hubungan sex dengan pasangan kita, yach lakukan
saja, sekalipun saat itu masing-masing belum terikat dalam suatu ikatan
pernikahan. Dan apa sebenarnya dari arti sebuah Pernikahan??? Dan yang namanya
tidak ada keterikatan, berarti tidak ada sesuatu hal untuk saling menuntut. Dan
ketika pasangan tersebut ‘retak’, yach berarti berpisah, lalu dengan kalimat
bijaksana, tetaplah harus melanjutkan hidup, meninggalkan yang lama, menyambut
sesuatu hal yang baru, dan kita akan melakukan sex lagi dengan orang baru atau
pasangan baru kita lagi. (menjijikkan sekali)

 

Kok gue jadi
ngerasa begitu aneh dengan cara-cara seperti itu, walau terselip juga suatu
pembenaran dan rasa nyaman untuk menjalani hal seperti itu. Karena sebagian orang
juga masih saja memperdebatkan soal virginitas. Dan sebagaian orang ada pula
yang menyepelekan keperawanan, dengan asumsi mereka, engga jaminan lagi, kalau
perawan itu lebih baik daripada yang sudah tidak perawan. Namun tetap saja,
yang virgin, itu lebih baik dibanding yang sudah tidak virgin, apalagi di
obral-obral tubuhnya kepada orang yang disukainya. (perawan = perjaka)

 

Yang gue aneh,
kok bisa gitu, ada seseorang melakukan sex dengan satu orang ke satu orang lain
lagi. Karena ada yang sebagian orang lagi yang mengatakan hubungan sex itu
sesuatu yang sakral, yang pantas dan sah, untuk dilakukan oleh pasangan suami
istri. Namun anehnya, baik si wanita dan si pria, sebelum-sebelumnya, sudah
sekali atau dua kali atau lebih dan lebih banyak lagi telah melakukan hubungan
sex dengan pasangan-pasangan mereka yang lalu.

 

Itu satu hal
sebab, mengapa gue merasa aneh, seorang suami atau istri, kala mereka masih
bersama, saling memuja, saling sayang, hingga ngentot en punya anak, lalu kala
mereka cerai karena sesuatu hal, lalu mereka bertemu orang baru, dan kemudian
menikah lagi, en ngentot lagi, saling muja lagi dan hal-hal selanjutnya gitu
dah. Kok bisa kayak gitu yach? Itu yang tidak bisa diterima akal pikiran gue.

 

Sepertinya yang
lama itu, yah di anggap sudah berlalu saja, seperti angin yang berhembus dan
pergi entah kemana. Mungkin ini kali yang disebut manusia metropolitan. Harus
enerjik, tidak perlu basa-basi, usang itu yang namanya power of love, hubungan
antar dua insan manusia yang mengaku saling mencinta dan menyanyangi seperti
dagelan ketoprak di atas panggung saja. Putus satu, cari lagi, hilang satu,
beli lagi. Sungguh aneh. Dan yang lebih aneh lagi, ampe nangis-nangis, kok pake
acara nuntut kesetiaan. Ah, shit semuanya.

 

Apa
mereka-mereka yang melakukan itu, tidak pernah sama sekali merasa jijik dengan
tubuh mereka sendiri? Tahun ini bersama si A, karena sesuatu perihal, bubar,
tahun selanjutnya bersama si B.

Kok bisa saja
gitu, berpindah-pindah dari pelukan pasangan satu ke pelukan pasangan lain, dan
mereka yang melakukan hal ini sama sekali, tidak merasa itu salah, risih dengan
mengatasnamakan cinta. Dan harus terus menjalani kehidupan, jadi buat apa mikir
yang sudah berlalu tersebut atau bekas/mantan dari pasangan tersebut.

 

Benar-benar
sungguh ajaib, dengan pasangan pertama, selalu bilang aku sayang kamu, aku
tidak bisa hidup tanpa kamu, dan bla-bla-bla lainnya, lalu 2 tahun menjalin
cerita cinta kasih, ternyata bubar. Lalu nyari lagi orang baru untuk menjadi
pasangan baru, karena saking kebeletnya atau tidak tahan, tidak perlu waktu
lama, sudah ada yang baru lagi di samping kita, lalu kepada pasangan baru ini,
kita katakan lagi, aku sayang kamu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, namun
ternyata 1 tahun kemudian, kita tidak cocok, kemudian yah pisah lagi.
Selanjutnya karena tidak tahan dengan kesendirian atau kata-kata rendahnya
hatinya, yach kalau cinta datang, siapa yang bisa melawan? Lanjut lagi nih ama
yang baru, keluar lagi tuh kata, aku sayang kamu, aku tidak bisa hidup tanpa
kamu, kamu sempurana lha atau kata-kata pujaan atau tepatnya rayuan empret,
hanya untuk sekedar meramaikan, menghangatkan suasana di antara kita saja.

 

Sebagian orang
mengatakan, rugi atuh, ngentot sebelum nikah, rugi atuh, ngentot ama pasangan
yang baru, yang baru jalan sebulan. Namun ada pula yang mengatakan, entotin tuh
pasangan elu, biar keiket. Jika bagi pria, berpikir, cewe itu bakal tidak
neko-neko lagi, karena sudah dientot (tidak cari cowo lain yang lebih baik dari
si cowo ini), jika bagi cewe, berpikir, gue serahin tubuh gue, dia kagak bakal
kabur, moga aja bunting sebelum menikah, jadi mau tidak mau harus tanggung
jawab, lalu married, en gue bisa hidup enak deh.

 

Padahal semua
itu belum tentu benar-benar saling mencintai, kata-kata pujaan yang keluar dari
mulut, hanya sebagai kamuflase kalimat untuk pemanis dalam suatu hubungan. Dan
ini aneh sekali bagi gue, tapi gue sudah ketemu manusia-manusia macam ini.

 

Ada sebagian
orang, menajiskan sex bebas. Ada pula sebagian orang, nge-pro ke hal sex bebas.
Semua saling bertentangan. Aneh banget, ada cowo yang mau nikah, tapi
sebelum-sebelumnya sudah ngentot ama (mantan) pacar-pacarnya yang dulu atau
ngentot ama wanita yang ber-profesi sebagai pelacur (bukan wanita yang ber-Jiwa
pelacur lho, itu beda, menurut gue), namun menuntut calon istri-nya harus
perawan! (asli gila dah)

 

Ada juga
wanita-wanita yang terus saja menjalani suatu hubungan dikarenakan bukan cinta,
tapi hal-hal lain. Mungkin karena duit, mungkin karena takut tidak laku, dan
parahnya, mungkin di hati si wanita timbul sebersit pengharapan, semoga
pasangannya berubah menjadi baik dalam memperlakukan dirinya, atau berbagai hal
macam lainnya.

 

Hebatnya lagi,
suami istri, pas proses perceraian, saling menghujat. Keluar dah kata-kata yang
tidak pernah disangka-sangka sama sekali. Contoh, suaminya dikatakan Homo. Ada
juga dikatakan, Istri-nya kemungkian adalah wanita lesbian. Ampe agama atau
tepatnya Tuhan, di bawa-bawa ke arena perang urat leher en putaran otak yang
melebihi kecepatan putaran suatu hard disk (10.000 rpm) untuk saling
menjatuhkan orang yang pernah bersama-samanya (dulu), baik itu jalan bersama,
tidur bersama, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kebersamaan.

 

Kalau menurut
gue pribadi, sex alias ngentot, yach tetap aja ngentot. Dan ngentot itu pake
nafsu, bukan pake cinta. Cinta itu hanya ada di awal dan di akhir (kalau puas
lho) – jadi sex dan cinta itu lain kelas tepatnya, walau tipis jeda pemisahnya.
Cinta katanya harus diwujudkan dengan melakukan hubungan sex. Dan sex itu
katanya dilakukan atas nama cinta, tapi menurut gue, itu semua omong kosong,
pepesan racun yang keluar dari mulut manusia anjrit!

 

Sex juga
berkaitan dengan Job atau pekerjaan kita yang menghasilkan uang, untuk biaya
kelanjutan hidup. Tidak ada uang, tentu tidak ada sex. Sex tidak akan OK, jika
otak mikir duit melulu, besok beli beras, kagak ada duitnya. So berlaku tuh
kalimat, ada uang, abang di sayang, tidak ada uang, abang di tendang.

 

Namun, bagi
pelacur-pelacur, sex itu hanya sebuah pelayanan semata saja, suatu jalan untuk
mendapatkan keturunan. Jika pelacur mengatakan sex itu suatu yang menyenangkan,
itu bohong!

 

Hubungan sex
yang dilakukan oleh seorang yang single atau sendiri, itu juga katanya tidak
diharamkan, asal ada kesepatakan elu my girl friend, elu my boy friend

 

Semua seperti
benang kusut saja. Memiliki keinginan untuk berpikir baik-baik dan melakukan sesuatu
yang baik, juga belum tentu hasilnya belum tentu baik atau bagus pula. Karena
semua itu tergantung, dimana kita berhadapan dengan orang macam apa gitu lho.

 

Sex yang dalam
status menikah pun, jika berakhir dengan perpisahan, malah membuat tambah dosa,
tapi dengan alasan sudah menikah secara resmi dengan pasangan selanjutnya, kita
sah-sah aja untuk ngentot lagi dengan pasangan resmi selanjutnya tersebut. Lalu
buat apa janji yang sudah kita ucapakan secara sadar di hadapan tuhan? Sehidup
semata, elu mati, gue kawin lagi. (abis enak sih, en mana tahan
sendirian,…Najis!!!) seperti itu kah yang katanya sex adalah sesuatu yang
sakral??? Mending kumpul kebo saja lha sekalian, tapi mana mau rugi, entar
kalau pisah tidak dapat apa-apa donk? Jadi apa arti sex untuk suami istri???
Kalau otaknya berpikir, sex itu adalah suatu bisnis pula pada kenyataannya!

 

Seseorang
mengatakan gue otaknya hanya ngentot ama ngewe atau tepatnya selangkangan, dan
mereka tidak memiliki pikiran seperti yang gue miliki. Tapi kemudian, mereka
yang mengatakan hal tersebut, melakukan acara ngentot, bunting, konsultasi ke
dokter dan selalu saja muaranya persoalannya adalah selangkangan pula, yang namanya
Memek atau bahasa inggris-nya Vagina!

 

Juga ngentot di
antara pertemanan, itu sesuatu yang tidak benar pula juga kah? Tergantung, kita
mengambil jalan yang mana? Kalau terlalu munafik atau agamais, yach pasti
jawab, tidak benar lha!!! Pelacur yang
selalu mengatasnamakan agama, sudah dipastikan akan selalu munafik. Padahal
saat melakukan hal tersebut atau menjalani perbuatan tersebut sekian lama, juga
menikmatinya! Sex itu tabu lha, sex itu private seseorang. Sekarang, sapa yang
mau ngentot ama seorang pelacur? Gue sih kagak mau, tapi tetap pasti ada lha
orang yang mau ngentot ama pelacur yaitu, orang yang juga sama-sama pelacur
lha!

 

Ngentot selagi
masa pacaran, sah-sah saja. Di banding, udah punya pacar, tapi ngentot ama
pelacur bayaran.

 

Sex juga berkaitan
dengan pekerjaan. Sex juga berkaitan dengan uang/materi. Sex juga berkaitan
hubungan pertemanan. Itu semua suatu kebenaran dari suatu kenyataan yang
berlaku, Bitch!!

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>