Lucky

01. Merencanakan Tujuan untuk Tahun Mendatang

Posted by louis7zen on October 28, 2007

Sekali setahun . . .

 

Merencanakan
Tujuan untuk Tahun Mendatang

 

Cinta tidak terdiri atas saling memandang, tapi atas
bersama-sama melihat arah yang sama
Antoine Desaint-Exupery

 

Anda sedang mengemudikan mobil menuju sebuah tempat yang belum
Anda kenal. Tiba-tiba, istri Anda ingin tahu apakah Anda menuju arah yang
benar.

“Apakah
menurutmu arah kita sudah benar?” tanyanya.

“Aku tidak
yakin,” jawab Anda, “tapi mari kita sedikit mengarah ke jalan sana.”

“Mengapa kita
tidak bertanya saja?” tanyanya.

Inilah saatnya
Anda menyadari bahwa Anda telah tiba pada satu dari bentuk pernikahan yang
menentukan semua pasangan. Saat itulah Anda akan mengemudi lebih cepat lagi,
benar? “Aku tahu ke mana aku pergi”, Anda berkata seolah-olah Anda tiba-tiba
masuk ke dalam sistem navigasi internal yang hanya dapat Anda baca sendiri.

Anda berdua
melihat dengan jelas pengalaman itu. Kita semua pernah mengalaminya. Mungkin
juga kita akan mengulanginya berkali-kali. Tapi, ketika tiba saatnya menentukan
arah perjalanan metafora pernikahan setiap tahun, kita tidak boleh berkeliling
tanpa arah dan tujuan yang jelas. Jadi, kami mempersembahkan bab terakhir ini –
kebiasaan sehat terakhir – untuk menolong menemukan cara merencanakan tujuan
Anda di tahun mendatang.

Apa artinya
merencanakan tujuan? Itu berarti menjadi proaktif terhadap tujuan yang hendak
Anda capai dalam dua belas bulan mendatang. Daripada melangkah sepanjang hidup
hanya dengan bereaksi terhadap kekuatan dari luar, lebih baik memegang tanggung
jawab dan duduk di kursi pengemudi. Banyak pasangan seperti penumpang bisa yang
tergoncang. Mereka sekilas melihat pemandangan dari jendela, sementara
kehidupan terus berjalan.

Kita harus
jujur. Menentukan tujuan Anda untuk tahun mendatang tidak mudah karena
membutuhkan kerja keras dan inisiatif. Apakah Anda bersedia bertanggung jawab
atas kondisi pernikahan Anda? Hal itu menuntut pengorbanan diri Anda untuk
membuat mimpi menjadi kenyataan. Dengan kata lain, jenis pernikahan yang Anda
ingini akan ditentukan oleh usaha Anda. Jangan membuat kesalahan, Anda Anda
tidak akan pernah mencapai pernikahan ideal dengan hanya menjadi penumpang.
Anda berdua harus meletakan tangan di kemudi. Dalam dramanya, Don Juan in Hell, George Bernard Shaw
secara tepat menyimpulkan: “Mencapai neraka lebih mudah, tapi mencapai surga
diperlukan usaha keras”. Bab ini akan menunjukkan bagaimana mengemudikan
pernikahan Anda ke jurusan surga di bumi.

 

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>