Mengenal System Restore
Posted by louis7zen on September 30, 2007
Mengenal System Restore
Berbeda dengan back-up system restore hanya mempengaruhi sistem komputer Anda saja, selebihnya tidak. System restore sangat dapat menjadi jalan alternatif ketika sistem pada komputer bermasalah.
System Restore bukan fitur baru dalam Windows XP. Bukan juga fitur yang sangat lama. System Restore sudah mulai diperkenalkan sejak Windows ME diluncurkan.
System Restore memungkinkan seorang adiministrator untuk mengembalikan system pada kondisi sebelumnya tanpa kehilangan data personal. Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang diberikan/terjadi pada sistem membuat sistem menjadi tidak stabil atau menjadi tidak sebagaimana mestinya.
System restore memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada system. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Sehingga Anda dapat mengetahui kapan saja perubahan pada sistem Anda terjadi. Selain mencatat perubahan sistem, system restore juga melakukan pencatatan sendiri yang dinamakan restore checkpoint.
Restore checkpoint adalah titik di mana pemeriksaan dilakukan oleh komputer. Atau dapat juga dikatakan titik waktu di mana komputer melakukan capture terhadap system.
Anda dapat mengembalikan kondisi system pada kondisi-kondisi sebelumnya di mana komputer memiliki catatannya. Catatan dilakukan sampai tingkat ketelitian detik. Restore point juga dapat Anda lakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri.
System restore tidak hanya melakukan restorasi terhadap partisi harddisk yang digunakan yang digunakan untuk operating system saja, melainkan semua partisi harddisk. Sebab bisa saja Anda menginstal sebuah program pada partisi yang berbeda dengan letak operating system Anda.
Pembahasan selanjutnya mengenai System Restore hanya akan terbatas pada Windows XP saja.
Aktivasi System Restore
Bagaimana mengaktifkan system restore?
Sebenarnya secara standar, system restore akan aktif dengan otomatis, segera setelah Windows berhasil diinstal. Aktifknya system restore membutuhkan minimal 200 MB pada setiap partisi. Jika ruang yang ada tidak mencukupi, maka secara otomatis pula system restore akan dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi.
Bagaimana bila ingin mengontrol (mengaktifkan atau mematikan) system restore?
Proses kontrol ini dapat dilakukan secara manual, bila Anda inginkan. Caranya ikuti langkah berikut:
1. Klik kanan pada My Computer, lalu pilih Properties.
2. Pada jendela Properties, pilih halaman System Restore.
3. Pada halaman ini, Anda dapat mematikan semua system restore pada partisi dengan memberikan tanda centang pada opsi Turn off system restore on all drives (di bagian paling atas). Atau secara manual mematikan system restore satu per satu pada masing-masing partisi. Caranya:
a. Pilih partisi yang ada di kolom Available drives. Lalu tekan tombol Settings di sebelah kanan.
b. Kemudian berikan tanda centang pada opsi turn off System Restore on this drive.
c. Sebagai catatan: pada partisi di mana Windows diinstal hal ini tidak dapat dilakukan. Satu-satunya cara mematikan partisi ini adalah dengan mengikuti langkah ketiga di mana system restore pada semua partisi ikut dimatikan.
Dapatkah kapasitas system restore dikecilkan?
Dikecilkan tidak mungkin. Namun bisa diperbesar tergantung pada besar harddisk yang digunakan. Maksimal sampai 12% kapasitas harddisk. Jika catatan yang dimiliki oleh system restore terus bertambah, maka secara otomatis system restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada catatan terbaru akan masuk.
Bila ingin mengatur ruang untuk system restore Anda dapat melakukannya pada System Restore setting yang ada dalam Properties My Computer (perhatikan pertanyaan kedua). Berikut langkah detailnya:
1. Pilih partisi (dalam kolom Available drives) yang akan Anda tentukan kapasitas system restore-nya.
2. Kemudian tekan tombol Setting. Setelah itu tentukan persentase kapasitas yang diinginkan.
Apakah kinerja system restore dapat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri?
Tidak. System restore tidak bekerja non-stop secara terus menerus. Ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk dapat melakukan pencatatan (system snapshot). Dan pencatatan ini juga dilakukan hanya pada saat komputer dalam keadaan menyala, namun tidak sedang digunakan (idle).
Siapa saja yang dapat menggunakan system restore?
Hanya user yang memiliki hak administrator saja yang dapat melakukan restorasi sistem. Juga untuk melakukan pengaturan sistem restore (pertanyaan kedua dan ketiga).
Meskipun demikian pencatatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer akan tetap berjalan, dengan menggunakan hak login siapa saja.
Hanya Sistem Saja
Apa saja yang direstorasi oleh system restore?
Yang direstorasi oleh system restore hanya sistem dan file sistem saja. selebihnya tidak. Berbeda dengan fitur back-up yang menyimpan data personal.
Meskipun demikian, bukan berarti sistem Anda kembali menjadi nol atau ter-reset. Misalnya saja password pada Windows tidak akan ikut terrestorasi. Begitu pula password yang ada pada cache memory Internet Explorer Anda.
Namun, lain halnya dengan password yang ada pada program-program. Misalnya password untuk login ke Yahoo!. Umumnya Anda yang mengaktifkan fitur remember user name and password atau automatically login, tidak akan dapat melihat password Anda masih tertulis di sana, kolom password ini akan kosong.
Jangan panik. Karena password pada aplikasi semacam ini umumnya disimpan pada sever di luar komputer Anda. Sehingga Anda tidak perlu khawatir. Cukup masukkan login dan password yang sama, Anda pun dapat mengakses kembali Yahoo! Messenger Anda.
Apa lagi yang direstorasi dan yang tidak direstorasi oleh system restore?
Berikut adalah datal ian yang direstorasi oleh system restore:
· Perubahan yang ada dalam registry
· Profil lokal
· COM + DB
· WFP.dll cache
· WMI.DB
· IIS Metabase
Dan berikut adalah data lain yang tidak direstorasi dengan system restore:
· Setting pada DRM
· Setting pada WPA
· Data pada folder redirect program
Bagaimana dengan aplikasi? Apakah system restore akan melakukan uninstall pada aplikasi tersebut?
Aplikasi yang sudah diinstal tidak akan di uninstall oleh system restore. Apalagi jika aplikasi tersebut memang tidak dimonitor oleh system restore. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda meng-uninstall terlebih dahulu aplikasi yang akan dihilangkan, kemudian lakukan system restore.
Pada aplikasi, system restore hanya akan menghilangkan perubahan-perubahan baik yang terjadi apda sistem karena aplikasi tersebut maupun pada registry. Serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut.
Ingatlah bahwa system restore berbeda dengan back-up
Untuk data personal baik yang tersimpan dalam My document setiap profil atau data pada partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan apapun. Karena memang system restore tidak mengamati file-file seperti itu (.doc, .jpeg, dan seterusnya).
Restore Point
Pada saat kapan saja restore point dilakukan?
Tidak ada waktu pasti kapan restore point dilakukan. Yang pasti pembuatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer hanya dilakukan bila komputer idle. Dan untuk proses ini komputer akan selalu standby. Sehingga kapan saja (setiap hari sekalipun) komputer idle, system restore baru membuat restore point.
Untuk restore point yang dilakukan dengan cara manual, Anda dapat melakukannya kapan saja diinginkan.
Bagaimana membuat restore point?
Cara membuat restore point secara manual adalah sebagai berikut:
1. Tekan menu Start.
2. Pilih All Programs, Accessories, System Tools, System Restore.
3. Setelah System Restore Wizard terbuka, berikan tanda centang pada Create a restore point, dan tekan tombol Next.
4. Berikan nama pada restore point yang Anda buat, tekan Next.
5. Kemudian tekan tombol create. Restore point yang Anda buat akan dicatat sebagai restore point pada jam dan waktu pembuatan dilakukan.
Bagaimana menghapus restore point?
Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus untuk semua restore point kecuali restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali Anda menonaktifkan system restore – penonaktifan akan membuat restore point hilang semuanya. Klik kanan partisi di mana restore point ingin dihapus, lalu pilih Properties. Kemudian tekan tombol Disk Cleanup dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian System Restore tekan tombol Clean Up….
Bagaimana menjalankan system restore?
System restore dapat digunakan dalam modul normal atau Safe Mode. Untuk mengakses system restore dari modul normal:
1. Pilih menu Start, All Programs, Accessories, System Tools, System Restore.
2. Setelah itu pada opsi di kanan atas pilih Restore my computer to an earlier time. Tekan Next.
3. Tentukan waktu di mana system ingin dikembalikan.
4. Jika sudah yakin tekan terus Next, sampai kemudian system restore akan berjalan.
5. Setelah selesai menjalankan restorasi akan muncul layar memberikan laporan.
Untuk menjalankan system restore pada halaman safe mode, Anda dapat langsung menekan opsi tersebut pada saat akan masuk dalam Safe Mode. System restore dalam safe mode sangat berguna bila ternyata kerusakan yang ada membuat Anda tidak dapat melakukan booting sebagaimana normalnya. Sehingga dapat kembali dengan mudah ke keadaan sebelum booting gagal.
Bagaimana? Sekarang Anda sudah mengetahui apa manfaat system restore. Tidak ada salahnya lagi menggunakan system restore ini dari pada harus berkali-kali menggunakan opsi repair atau perbaikan yang ada pada Windows. Proses system restore hanya makan waktu sebentar. Setelah system restore di jalankan, komputer akan me-restart dan login dalam modul biasa. Bila sudah seperti ini, maka komputer sudah dapat digunakan kembali.
Sedangkan proses selanjutnya adalah sama. Untuk lebih lanjut mengenai Safe Mode, baca saja artikel khusus tentang safe mode yang akan di ketik setelah artikel ini.
Catatan:
Setiap kali selesai menyingkirkan sebuah virus, sebaiknya Anda mereset system restore Anda. Agar pada saat system restore dijalankan, virus tidak tersimpan atau terinstal kembali. Cara me-reset system restore adalah dengan cara menonaktifkan sementara lalu mengaktifkannya kembali dengan segera.
Hal ini dikarenakan untuk virus-virus tertentu, mereka akan kembali terrestorasi begitu system restore dijalankan. Oleh sebab itu, harus benar-benar diperhatikan ketika Anda terfikir untuk menjalankan system restore.