Benarkah?
Posted by louis7zen on September 27, 2007
“Mau’kah kau menjadi isteri’ku?” – itu perkataan yang banyak diucapkan seorang pria kepada pasangannya, yang tentunya adalah seorang wanita, bukan Pria!
Namun, dalam sebuah penelitian kecil-kecilan, makna dari kalimat tersebut, mengartikan “Siap’kah kau menerima keburukan’ku?” – Benarkah?
Tentu, pertanyaan seperti ini, akan mendapat tanggapan atau respon yang berbeda-beda. Untuk sebuah kepastian, tentu kita harus menanyakan hal ini ke pasangan kita sendiri.
Namun, apakah kita siap menerima sebuah perkataan atau kalimat ‘kejujuran’?
Dan, apa pasangan kita, akan berkata atau mengatakan yang ‘sebenarnya’?
Ini sebuah ilustrasi kecil saja: Penjara yang berkapasitas 1000 orang saja, di ‘jubelin’ sampai 3000 orang. Padahal 2000 orang itu sudah berusaha ‘setengah mati’, untuk menjadi ‘tidak jujur’! Namun, tetap saja, Penjara tersebut ‘melebihi kapasitas’. Lalu, bagaimana ceritanya, kalau orang-orang tersebut ‘Jujur’, yach?
Untuk abad ini, untuk mengakui diri untuk jujur yang sebenar-benarnya, itu adalah suatu harga yang sangat-sangat mahal.
Kita mengetahui semua itu bukan? Jadi, alangkah kita ‘sadar diri’, dan bersiap diri, untuk menghadapi ‘hal buruk’ untuk hal semacam itu.
Banyak sekali, yang melakukannya, kita ‘menyatakan diri kita’ dengan ‘kemasan’ yang begitu sangat-sangat ‘menarik’, namun ternyata ‘isi’nya tidak ‘SeIndah Sampulnya’.
Kalau orang banyak, bilang, ‘membeli kucing dalam karung’.
Jika diperhatikan, hal ‘diatas’, tidak hanya dilakukan oleh Pria saja. Saat ini, banyak sekali, wanita yang melakukan hal yang sama, seperti yang di ‘atas’, hanya tinggal di rubah saja, ‘kalimat tersebut’, Benarkah?