Lucky

Archive for September, 2007

Manfaat Safe Mode

Posted by louis7zen on 30th September 2007

Manfaat Safe Mode

Dengan masuk dalam safe mode, Anda banyak memperbaiki komputer yang terluka, baik karena virus atau karena aplikasi yang tidak benar. Bahkan bila ada kerusakan driver yang membuat Anda tidak dapat booting dengan benar dapat diperbaiki dalam safe mode.

“Lakukan dalam safe mode!” Kata-kata ini kerap muncul pada saat komputer terserang virus-virus kebal yang sulit dibasmi. Seakan-akan dalam safe mode virus akan kehilangan kekebalan. Apa benar demikian?

            Ya. Dalam safe mode operating system akan berjalan secara minimalis dan semua aplikasi akan ditidurkan, sehingga dalam safe mode sangat efektif membasmi virus.

            Lebih dari itu safe mode ternyata memiliki fungsi yang lebih dalam lagi. Tidak hanya berkaitan dengan virus dan kawan-kawannya saja. Dalam safe mode, Anda dapat melakukan banyak perbaikkan yang biasa dilakukan para teknisi komputer.

            Oleh sebab itu dengan mempelajari safe mode lebih jauh, Anda dapat menghemat biaya perbaikan komputer yang biasa dilakukan oleh teknisi-teknisi di Mangga Dua.

            Masuk dalam safe mode bukanlah langkah yang sulit. Pertama-tama nyalakan komputer atau restart komputer, lalu setelah selesai loading RAM, tekan F8. Dalam Windows XP, Anda akan diberikan beberapa pilihan untuk modul safe mode. Yang pertama Safe Mode with Networking, Safe Mode with Command Prompt, dan yang terakhir Safe Mode saja. Bila Anda inign dapat terhubung ke jaringan tempat komputer terhubungan atau ingin menggunakan koneksi Internet ketika berada dalam safe mode, maka pilihlah pilihan yang pertama. Bila akan menggunakan safe mode dalam bentuk command prompt seperti layaknya DOS atau Linux, gunakan Safe Mode with Command Prompt. Namun bila hanya ingin menggunakan Safe mode biasa tanpa terhubung dengan jaringan apapun, pilih saja Safe Mode.

            Jika Anda menggunakan Windows XP Pro, maka dapat memilih login yang akan digunakan asalkan memiliki izin sebagai admin. Sedangkan, para pengguna Windows XP Home hanya ada login administrator yang ditawarkan dengan password yang dikosongkan. Sehingga hanya seorang yang mengetahui password administrator utama saja yang dapat masuk dalam safe mode Windows XP Home.

            Ketika akan masuk dalam safe ode, Anda akan ditanyakan apakah yakin atau tidak. Jika ya, maka lanjutkan. Jika tidak lebih baik mundur. Meskipun sebenarnya tidak akan berbahaya masuk dalam safe mode. masuk dalam safe mode sama saja dengan login sebagai administrator. Tidak ada yang berbeda, selain keminimalisan operating system perangkat keras, dan tidak aktifnya aplikasi (perangkat lunak).

            

Menghilangkan Virus dalam Safe Mode

Pada awal wacana sempat dikatakan bahwa pembasmian virus dan kawan-kawannya sering menjadi agenda utama seseorang masuk dalam safe mode. Mungkin sebagian Anda sudah banyak yang mengetahui bagaimana menghapus virus dalam modul biasa. Bagaimana dalam safe mode? Lebih mudah. Karena dalam safe mode tidak banyak pengaturan yang harus dilakukan. Sebagian besar aplikasi antivirus ternama pada modul safe mode akan otomatis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, melakukan scanning pada safe mode memang cenderung lebih lama.

            Selain virus yang sulit dibasmi, dalam safe mode Anda juga dapat menghapus adware dan spyware. Caranya sama saja. Jalankan program anti spyware dan anti adware, scan seperti halnya men-scan virus dengan antivirus. Maka, spyware dan adware pun dapat hilang seperti layaknya virus.

            Mengapa dengan safe mode bisa, sedangkan dalam tanpa safe mode tidak? Karena ada umumnya aplikasi perusak sekali mendapat izin untuk aktif, maka ia akan terus menginstal dirinya sendiri setiap kali di hapus atau di-uninstall. Bahkan ada beberapa aplikasi adware atau spyware yang pada saat aktif memang tidak dapat dihentikan atau dihapus. Dalam safe mode semua aplikasi ini tertidur, sehingga dapat dimatikan. Dalam modul biasa aplikasi pengganggu umumnya akan aktif pada saat komputer mulai dinyalakan.

            

Mengakses System Restore

System Restore adalah salah satu fitur yang sangat efektif untuk mengembalikan system Anda pada keadaan di mana kerusakan atau konflik sistem belum terjadi. Misalnya pemasangan driver yang salah atau adanya perangkat yang tidak kompatibel dengan Windows XP. Dengan system restore, Anda dapat mudah mengembalikan kondisi komputer ke waktu di mana perangkat tersebut belum diinstal.

            System restore dapat diakses melalui menu System Tools, dalam modul normal. Namun adakalanya di mana kerusakan atau ketidakcocokan alat/driver mengakibatkan user sulit memasuki modul normal atau dapat disebut juga komputer gagal booting. Oleh sebab itu, salah satu jalan keluarnya adalah dengan mengakses system restore dari modul safe mode.

            Bahkan setiap kali akan memasuki modul safe mode, Anda akan selalu ditanya oleh komputer apakah akan bekerja dalam safe mode atau hanya akan menjalan system restore. Jika Anda ingin menjalankan system restore, pada saat awal memasuki safe mode pilih saja, YES.

            Kemudian Anda dapat menjalankan system restore sebagaimana layaknya menjalankan system restore pada modul normal. Semua langkah dalam menggunakan system restore tidak ada yang berbeda, baik dalam safe mode maupun dalam modul normal. Untuk lebih jelas mengenai safe mode, bagaimana menggunakannya dan bagaimana mengaturnya, Anda dapat membaca artikel khusus tentang safe mode pada artikel ini.

Memperbaiki Komputer Rusak

Komputer yang tidak dapat dipergunakan ada banyak sebabnya. Mulai dari aplikasi yang rusak sampai pada kerusakan fisik. Beberapa kerusakan ini sebenarnya dapat dengan mudah diperbaiki dalam safe mode, ketimbang harus dibawa ketempat servis yang tidak jarang membutuhkan waktu, dan biaya yang besar. Beberapa petunjuk di bawah ini nantinya dapat Anda pergunakan untuk memperbaiki beberapa kerusakan komputer dalam safe mode. Namun, terlebih dahulu Anda harus mengenali jenis kerusakan apa yang dialami komputer Anda.

            Cara mengetahuinya adalah dengan mengidentifikasi di mana kegagalan terjadi. Jika komputer gagal menjalani proses booting pada saat sedang loading Windows atau kemudian diam dan layar menjadi biru, maka kekacauan datang dari driver atau hardware yang tidak cocok.

            Sedangkan bila yang terjadi adalah system crash pada saat proses loading selesai dijalankan, atau pada saat Windows sedang melakukan proses start up, maka yang menjadi biang keladinya adalah aplikasi yang aktif pada saat start up. Baik karena proses instalasi yang tidak sempurna, karena konfliknya aplikasi dengan aplikasi lain, atau hardware yang ada. Semuanya bisa saja menjadi penyebab.

Kerusakan Software

Kerusakan yang ditimbulkan oleh aplikasi cukup beragam, di antaranya adalah aplikasi tersebut dapat membuat sistem mengalami crash baik pada saat komputer selesai loading antar muka atau pada saat aplikasi dijalankan. Bahkan ada juga beberapa aplikasi atau service yang membuat system sepenuhnya gagal booting.

            Masalah-masalah yang ditimbulkan oleh aplikasi ini sebenarnya memiliki banyak solusi sebelum akhirnya diselesaikan dengan safe mode.

            Yang pertama adalah dengan meng-uninstall aplikasi melalui control panel, Add/Remove Programs. Lalu install ulang. Yang kedua adalah dengan menjalankan system restore. Jika keduanya berhasil, maka tidak perlu masuk dalam safe mode. Namun jika keduanya tidak dapat dilakukan, atau setiap kali akan melakukan keduanya, komputer menjadi crash, karena konflik yang terjadi antara aplikasi dengan hardware. Maka langkah selanjutnya barulah menggunakan safe mode. Langkah menggunakan safe mode juga akan dengan sendirinya harus Anda lakukan bila kerusakan membuat Anda sulit masuk dalam antarmuka Windows XP yang normal. Umumnya ditimbulka oleh aplikasi yang aktif pada saat start up.

            Langkah awal adalah masuk dalam safe mode. kemudian lakukan proses uninstall dari safe mode. cara ini umumnya sangat efektif. Karena kemungkinan system mengalami konflik sangat minim.

            Jika tidak mengetahui program apa saja yang jalan pada saat start up, maka Anda dapat menggunakan bantuan aplikasi khusus (yang dapat mendeteksi auto run aplikasi) atau dengan menggunakan perintah ‘msconfig’. Caranya tekan Start, Run, lalu pada box Open isi msconfig, kemudian tekan OK.

            Setelah itu buka halaman Startup. Pada halaman ini Anda dapat menandakan mana saja aplikasi yang ingin Anda pilih untuk tetap diaktifkan dan mana yang tidak. Lalu tekan tombol Apply. Lalu jalankan kembali Windows dalam modul biasa.

            Namun jika tidak diketahui aplikasi mana yang mengacau, Anda perlu menjalankan trik sebagai berikut:

·        Jalankan ‘msconfig’ dalam safe mode lalu pilih bagian startup. Dan langsung tekan tombol Disable all. Tekan tombol Apply lalu booting komputer dlaam modul biasa.

·        Kemudian dalam modul biasa, jalankan kembali ‘msconfig’, dan buka kembali bagian startup.

·        Setelah itu, pilihlah satu persatu aplikasi untuk diaktifkan. Setiap kali menaktifkan satu aplikasi, booting kembali komputer.

·        Lakukan terus sampai Anda mengalami crash atau masalah yang biasa muncul. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui sebenarnya aplikasi mana yang jadi gara-gara.

·        Bila sudah diketahui, lakukan proses penonaktifan aplikasi tersebut atau uninstall secara langsung aplikasi dalam safe mode.

Kerusakan Hardware

Jika Anda salah meng-update driver, dengan mudah Anda dapat menjalankan Roll Back Driver. Namun, kadang untuk menjalankan roll back driver tidak sesederhana itu. Sebab bila ternyata terjadi konflik, maka akan ada kemungkinan system crash dan tidak mau booting ke dalam modul normal sehingga proses roll back driver harus dilakukan dalam safe mode.

            Proses roll back driver dapat dilakukan jika memang Anda mengetahui driver mana yang bermasalah. Namun, hal ini tidak berlaku bila Anda tidak mengetahui driver mana yang bermasalah.

            Umumnya permasalahan driver bila tidak karena salah driver-nya, maka kesalahan lain adalah driver yang rusak atau tidak dapat diterima oleh operating system. Dalam Windows XP, Anda boleh mencurigai driver-driver yang tidak memiliki sertifikasi Windows XP. Cara mengetauhi driver mana saja yang tidak memiliki sertifikasi Windows XP adalah dengan menjalankan perintah ‘sigverif’ (pilih Start menu, Run, tuliskan ‘sigverif’ lalu tekan OK.

            Namun, belum tentu semua driver ini bermasalah dengan operating system Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetesnya satu per satu. Sebelum mengetes, sebaiknya Anda jalankan ‘sigverif’ tersebut dalam modul safe mode. Lalu – setelah Anda mengetahui driver mana saja yang bukan bersertifikasi Windows – cut dan paste file tersebut dari c:\windows\system32\drivers\ ke dalam folder yang Anda buat sendiri (misalnya diberikan nama, backup driver).

            Kemudian kembalikan (dengan cut dan paste) satu per satu driver ke dalam folder c:\windows\system32\driver\ satu per satu sambil me-reboot komputer dalam modul biasa – pada setiap satu file dipindahkan – sampai Anda mengalami masalah atau sampai komputer tidak mau reboot atau crash. Dengan begitu, Anda akan mengetahui driver mana yang bermasalah. Cut dan paste deriver tersebut kembali ke folder yang Anda buat sebelumnya. Bil asudah dapat instal kembali driver.

            Namun, jangan lakukan hal ini pada driver VGA. Untuk driver VGA caranya cukup dengan roll back driver atau update driver. Dan mengakses menu driver VGA dalam safe mode adalah sebagai berikut. Setelah jalankan safe mode, klik kanan pada desktop, lalu pilih Properties. Kemudian itu pilih halaman Setting, tekan tombol Advance di bagian bawahnya. Lalu pada halaman adapter tekan tombol Properties. Pada halaman driver Anda dapat melakukan tindakan-tindakan yang disebutkan tadi.

            Bila ada perangkat yang setelah dipasang justru membuat komputer crash atau menolak booting, maka Anda harus men-disable-kan (menonaktifkan) terlebih dahulu perangkat tersebut dalam modul safe mode. Kemudian cari driver yang benar, kemudian instal driver tersebut dalam modul normal. Setelah terinstal dengan benar barulah enable-kan kembali perangkat Anda dalam modul normal juga.

            Tidak jarang juga berkaitan dengan VGA, adalah nilai refresh rate yang tidak sesuai kemampuan monitor, sehingga terkadang monitor tidak mau menampilkan antarmuka operating system-nya dengan baik. Cara memperbaikinya tekan tombol F8 (seperti akan masuk dalam safe mode) namun jangan pilih Safee Mode, melainkan pilih ‘Enable VGA Mode’. Dengan begini komputer akan me-reset pengaturan VGA pada nilai standar, yaitu resolusi 640×480 dengan refresh rate 60 Hz. Untuk mengubahnya tekan menu Start, Control Panel, Display, Setting, Advance. Kemudian dalam halaman Adaptor tekan tombol ‘list all modes’. Cobalah opsi yang Anda inginkan, bila tidak ada keganjilan, berarti cocok, reboot kembali komputer dalam modul normal.

            Banyak bukan yang dapat Anda lakukan dengan Safe Mode? Tidak perlu lagi terburu-buru ke tukang servis. Lain kali cobalah dulu Anda perbaiki sendiri.

Posted in Computer | No Comments »

Mengenal System Restore

Posted by louis7zen on 30th September 2007

Mengenal System Restore

Berbeda dengan back-up system restore hanya mempengaruhi sistem komputer Anda saja, selebihnya tidak. System restore sangat dapat menjadi jalan alternatif ketika sistem pada komputer bermasalah.

System Restore bukan fitur baru dalam Windows XP. Bukan juga fitur yang sangat lama. System Restore sudah mulai diperkenalkan sejak Windows ME diluncurkan.

            System Restore memungkinkan seorang adiministrator untuk mengembalikan system pada kondisi sebelumnya tanpa kehilangan data personal. Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang diberikan/terjadi pada sistem membuat sistem menjadi tidak stabil atau menjadi tidak sebagaimana mestinya.

            System restore memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada system. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Sehingga Anda dapat mengetahui kapan saja perubahan pada sistem Anda terjadi. Selain mencatat perubahan sistem, system restore juga melakukan pencatatan sendiri yang dinamakan restore checkpoint.

            Restore checkpoint adalah titik di mana pemeriksaan dilakukan oleh komputer. Atau dapat juga dikatakan titik waktu di mana komputer melakukan capture terhadap system.

            Anda dapat mengembalikan kondisi system pada kondisi-kondisi sebelumnya di mana komputer memiliki catatannya. Catatan dilakukan sampai tingkat ketelitian detik. Restore point juga dapat Anda lakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri.

            System restore tidak hanya melakukan restorasi terhadap partisi harddisk yang digunakan yang digunakan untuk operating system saja, melainkan semua partisi harddisk. Sebab bisa saja Anda menginstal sebuah program pada partisi yang berbeda dengan letak operating system Anda.

            Pembahasan selanjutnya mengenai System Restore hanya akan terbatas pada Windows XP saja.

Aktivasi System Restore

Bagaimana mengaktifkan system restore?

Sebenarnya secara standar, system restore akan aktif dengan otomatis, segera setelah Windows berhasil diinstal. Aktifknya system restore membutuhkan minimal 200 MB pada setiap partisi. Jika ruang yang ada tidak mencukupi, maka secara otomatis pula system restore akan dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi.

            

Bagaimana bila ingin mengontrol (mengaktifkan atau mematikan) system restore?

Proses kontrol ini dapat dilakukan secara manual, bila Anda inginkan. Caranya ikuti langkah berikut:

1.      Klik kanan pada My Computer, lalu pilih Properties.

2.      Pada jendela Properties, pilih halaman System Restore.

3.      Pada halaman ini, Anda dapat mematikan semua system restore pada partisi dengan memberikan tanda centang pada opsi Turn off system restore on all drives (di bagian paling atas). Atau secara manual mematikan system restore satu per satu pada masing-masing partisi. Caranya:

a.       Pilih partisi yang ada di kolom Available drives. Lalu tekan tombol Settings di sebelah kanan.

b.      Kemudian berikan tanda centang pada opsi turn off System Restore on this drive.

c.       Sebagai catatan: pada partisi di mana Windows diinstal hal ini tidak dapat dilakukan. Satu-satunya cara mematikan partisi ini adalah dengan mengikuti langkah ketiga di mana system restore pada semua partisi ikut dimatikan.

Dapatkah kapasitas system restore dikecilkan?

Dikecilkan tidak mungkin. Namun bisa diperbesar tergantung pada besar harddisk yang digunakan. Maksimal sampai 12% kapasitas harddisk. Jika catatan yang dimiliki oleh system restore terus bertambah, maka secara otomatis system restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada catatan terbaru akan masuk.

            Bila ingin mengatur ruang untuk system restore Anda dapat melakukannya pada System Restore setting yang ada dalam Properties My Computer (perhatikan pertanyaan kedua). Berikut langkah detailnya:

1.      Pilih partisi (dalam kolom Available drives) yang akan Anda tentukan kapasitas system restore-nya.

2.      Kemudian tekan tombol Setting. Setelah itu tentukan persentase kapasitas yang diinginkan.

Apakah kinerja system restore dapat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri?

Tidak. System restore tidak bekerja non-stop secara terus menerus. Ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk dapat melakukan pencatatan (system snapshot). Dan pencatatan ini juga dilakukan hanya pada saat komputer dalam keadaan menyala, namun tidak sedang digunakan (idle).

Siapa saja yang dapat menggunakan system restore?

Hanya user yang memiliki hak administrator saja yang dapat melakukan restorasi sistem. Juga untuk melakukan pengaturan sistem restore (pertanyaan kedua dan ketiga).

            Meskipun demikian pencatatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer akan tetap berjalan, dengan menggunakan hak login siapa saja.

Hanya Sistem Saja

Apa saja yang direstorasi oleh system restore?

Yang direstorasi oleh system restore hanya sistem dan file sistem saja. selebihnya tidak. Berbeda dengan fitur back-up yang menyimpan data personal.

            Meskipun demikian, bukan berarti sistem Anda kembali menjadi nol atau ter-reset. Misalnya saja password pada Windows tidak akan ikut terrestorasi. Begitu pula password yang ada pada cache memory Internet Explorer Anda.

            Namun, lain halnya dengan password yang ada pada program-program. Misalnya password untuk login ke Yahoo!. Umumnya Anda yang mengaktifkan fitur remember user name and password atau automatically login, tidak akan dapat melihat password Anda masih tertulis di sana, kolom password ini akan kosong.

            Jangan panik. Karena password pada aplikasi semacam ini umumnya disimpan pada sever di luar komputer Anda. Sehingga Anda tidak perlu khawatir. Cukup masukkan login dan password yang sama, Anda pun dapat mengakses kembali Yahoo! Messenger Anda.

            

Apa lagi yang direstorasi dan yang tidak direstorasi oleh system restore?

Berikut adalah datal ian yang direstorasi oleh system restore:

·        Perubahan yang ada dalam registry

·        Profil lokal

·        COM + DB

·        WFP.dll cache

·        WMI.DB

·        IIS Metabase

Dan berikut adalah data lain yang tidak direstorasi dengan system restore:

·        Setting pada DRM

·        Setting pada WPA

·        Data pada folder redirect program

Bagaimana dengan aplikasi? Apakah system restore akan melakukan uninstall pada aplikasi tersebut?

Aplikasi yang sudah diinstal tidak akan di uninstall oleh system restore. Apalagi jika aplikasi tersebut memang tidak dimonitor oleh system restore. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda meng-uninstall terlebih dahulu aplikasi yang akan dihilangkan, kemudian lakukan system restore.

            Pada aplikasi, system restore hanya akan menghilangkan perubahan-perubahan baik yang terjadi apda sistem karena aplikasi tersebut maupun pada registry. Serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut.

Ingatlah bahwa system restore berbeda dengan back-up

Untuk data personal baik yang tersimpan dalam My document setiap profil atau data pada partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan apapun. Karena memang system restore tidak mengamati file-file seperti itu (.doc, .jpeg, dan seterusnya).

Restore Point

Pada saat kapan saja restore point dilakukan?

Tidak ada waktu pasti kapan restore point dilakukan. Yang pasti pembuatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer hanya dilakukan bila komputer idle. Dan untuk proses ini komputer akan selalu standby. Sehingga kapan saja (setiap hari sekalipun) komputer idle, system restore baru membuat restore point.

            Untuk restore point yang dilakukan dengan cara manual, Anda dapat melakukannya kapan saja diinginkan.

Bagaimana membuat restore point?

Cara membuat restore point secara manual adalah sebagai berikut:

1.      Tekan menu Start.

2.      Pilih All Programs, Accessories, System Tools, System Restore.

3.      Setelah System Restore Wizard terbuka, berikan tanda centang pada Create a restore point, dan tekan tombol Next.

4.      Berikan nama pada restore point yang Anda buat, tekan Next.

5.      Kemudian tekan tombol create. Restore point yang Anda buat akan dicatat sebagai restore point pada jam dan waktu pembuatan dilakukan.

Bagaimana menghapus restore point?

Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus untuk semua restore point kecuali restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali Anda menonaktifkan system restore – penonaktifan akan membuat restore point hilang semuanya. Klik kanan partisi di mana restore point ingin dihapus, lalu pilih Properties. Kemudian tekan tombol Disk Cleanup dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian System Restore tekan tombol Clean Up….

Bagaimana menjalankan system restore?

System restore dapat digunakan dalam modul normal atau Safe Mode. Untuk mengakses system restore dari modul normal:

1.      Pilih menu Start, All Programs, Accessories, System Tools, System Restore.

2.      Setelah itu pada opsi di kanan atas pilih Restore my computer to an earlier time. Tekan Next.

3.      Tentukan waktu di mana system ingin dikembalikan.

4.      Jika sudah yakin tekan terus Next, sampai kemudian system restore akan berjalan.

5.      Setelah selesai menjalankan restorasi akan muncul layar memberikan laporan.

Untuk menjalankan system restore pada halaman safe mode, Anda dapat langsung menekan opsi tersebut pada saat akan masuk dalam Safe Mode. System restore dalam safe mode sangat berguna bila ternyata kerusakan yang ada membuat Anda tidak dapat melakukan booting sebagaimana normalnya. Sehingga dapat kembali dengan mudah ke keadaan sebelum booting gagal.

            Bagaimana? Sekarang Anda sudah mengetahui apa manfaat system restore. Tidak ada salahnya lagi menggunakan system restore ini dari pada harus berkali-kali menggunakan opsi repair atau perbaikan yang ada pada Windows. Proses system restore hanya makan waktu sebentar. Setelah system restore di jalankan, komputer akan me-restart dan login dalam modul biasa. Bila sudah seperti ini, maka komputer sudah dapat digunakan kembali.

            Sedangkan proses selanjutnya adalah sama. Untuk lebih lanjut mengenai Safe Mode, baca saja artikel khusus tentang safe mode yang akan di ketik setelah artikel ini.

Catatan:

Setiap kali selesai menyingkirkan sebuah virus, sebaiknya Anda mereset system restore Anda. Agar pada saat system restore dijalankan, virus tidak tersimpan atau terinstal kembali. Cara me-reset system restore adalah dengan cara menonaktifkan sementara lalu mengaktifkannya kembali dengan segera.

            Hal ini dikarenakan untuk virus-virus tertentu, mereka akan kembali terrestorasi begitu system restore dijalankan. Oleh sebab itu, harus benar-benar diperhatikan ketika Anda terfikir untuk menjalankan system restore.

Posted in Computer | No Comments »

Mozilla Firefox

Posted by louis7zen on 30th September 2007

Mozilla Firefox

 

Sejak kali pertama diluncurkan beberapa tahun yang lalu Firefox sudah mampu merebut hati para penggunanya. Firefox yang tadinya dianggap sebagai browser alternatif dari IE (Internet Explorer) lama kelamaan mulai berubah menjadi browser utama. Tentu saja hal tersebut disebabkan karena kemampuan Firefox yang jauh lebih bagus dari browser-browser lainnya. Meskipun Anda hanya menginstalasi secara standar saja, kemampuannya sudah memukau. Apalagi jika ditambahkan dengan berbagai tuning pada Firefox tersebut. Tentu akan lebih menarik, bukan?

 

Mengonfigurasi Javascript:

Anda bisa mematikan dan menghidupkan fungsi javascript pada Firefox. Selain itu, Anda juga bisa mengonfigurasi batasan-batasan yang bisa dilakukan javascript pada browser ini. Pilih menu “Tools” kemudian pilih “Option” yang terletak pada baris paling bawah. Setelah itu akan muncul dialog window, lalu pilih “content”.

 Pada dialog window tersebut, Anda bisa memilih apakah ingin mengaktifkan javascript atau tidak. Jika Anda lebih membutuhkan kecepatan dalam browsing daripada tampilan, maka disarankan agar Anda mematikan fungsi dari javascript. Namun jika ingin mendapatkan tampilan yang lebih baik, maka Anda harus mengaktifkan javascript tersebut dengan konsekensi waktu untuk membuka situs tersebut akan sedikit lebih lama.

 

Tabbed Browsing:

Fungsi ini adalah salah satu keunggulan Firefox dibandingkan browser lain. Anda tidak perlu membuka window baru untuk membuka URL yang berbeda. Cukup tekan Ctrl+T untuk membuat Tab baru dalam satu window. Selain itu, Pop Ups yang biasanya muncul dalam bentuk window baru bisa dialihkan ke bentuk Tab. Namun sebelumnya Anda harus mengikuti langkah-langkah berikut.

 Pertama-tama pilih menu “Tools” kemudian pilih “Option”. Akan muncul dialog window, kemudian pilih menu “Tab” selanjutnya beri tanda centang pada semua field kecuali “Select new tabs opened from link” kemudian aktifkan pilihan “a new tab”.

 Setelah itu ketik perintah “about:config” pada address line, kemudian pada field filter ketik “newwindow” kemudian ganti value pada “browser link.open_newwindow.restriction” dengan nilai 0.

 Dengan setting-an seperti itu, maka bila terdapat link dari sebuah situs yang mengharuskan dibuka dengan window baru akan di-disable dan secara default akan dibuka dalam bentuk tab. Lebih mengasyikan dan menghemat resource dari PC Anda.

 

Posted in Computer | No Comments »

Mematikan Service

Posted by louis7zen on 30th September 2007

Mematikan Service

Sebelum mengubah sevice, bersihkan Event Log supaya dapat melihat hasil perubahan dengan cepat. Klik Start, All Programs, Administrative Tools, Event Viewer. Pilih event, dan kemudian dari menu Actions, klik Clear all events. Tindakan pencegahan lainnya yang perlu dilakukan adalah gunakan pulpen dan kertas untuk mencatat perubahan yang dilakukan. Ubah beberapa kali dan tes sitem Anda.

Performance Logs and Alerts

Mengumpulkan data kinerja komputer dan komputer lain dan menulisnya ke log atau menampilkannya ke layar. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah informasi kinerja tidak lagi di-log atau ditampilkan. Service ini sebaiknya dimatikan.

Plug and Play

Memungkinkan administrator untuk memasang hardware baru ke server dan di deteksi serta dikonfigurasi secara otomatis oleh sever. Service ini jangan dimatikan karena sistem tidak akan stabil dan tidak bisa mendeteksi perubahan hardware. Service ini sebaiknya dijalankan.

Portable Media Serial Number

Menerima nomor seri media player portable yang dihubungkan ke komputer. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah content yang diproteksi mungkin saja tidak bisa di download ke perangkat. Service ini sebaiknya dimatikan.

Print Spooler

Mengatur semua antrian cetak lokal dan jaringan dan mengontrol semua tugas pencetakan. Service ini boleh saja dimatikan, tetapi komputer tidak akan bisa mencetak. Service ini sebaiknya dijalankan, tetapi matikan saja jika Anda tidak punya printer.

Protected Storage

Melindungi informasi penting dari pihak yang tidak berkepentingan. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah informasi yang dilindungi tidak akan tersedia. Service ini sebaiknya dijalankan.

QoS RSVP

Menyediakan sinyal jaringan dan lokal kontrol traffic, set-up fungsionalitas untuk program dan applet kontrol QoS (Quality of Service). Service ini boleh dimatikan, tetapi aplikasi QoS tidak akan berfungsi atau tidak bisa berfungsi secara maksimal. Service ini sebaiknya dimatikan, tetapi jalankan jika Anda menggunakan aplikasi QoS.

Remote Access Auto Connection Manager

Mendeteksi koneksi ke jaringan atau komputer remote yang tidak berhasil dan mneyediakan metode alternatif untuk melakukan koneksi. Service ini sebaiknya dimatikan. Dampaknya adalah user harus connect ke sistem lain secara manual. Service ini sebaiknya dijalankan.

Remote Access Connection Manager

Mengatur koneksi diap-up dan virtual private network (VPN) dari komputer ke Internet atau jaringan. Service ini bisa saja dimatikan, hanya saja operating system nanti bisa tidak berfungsi dengan baik. Service ini sebaiknya dijalankan.

Remote Desktop Help Session Manager

Mengatur dan mengontrol Remote Assistance. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah Remote Assistance tidak akan tersedia. Service ini sebaiknya dimatikan.

Remote Procedure Call (RPC)

Memungkinkan proses berkomunikasi dengan yang lain secara internal dan melalui jaringan. Service ini jangan dimatikan karena sistem nanti tidak akan bisa boot. Service ini sebaiknya dijalankan.

Remote Procedure Call (RPC) Locator

Menyediakan layanan penamaan RPC sama seperti DNS untuk IP. Service ini jangan dimatikan karena sistem akan menjalankan utiliti pihak ketiga nanti tidak akan bisa menemukan informasi RPC. Komponen OS tidak akan menggunakan service ini, tetapi program seperti Exchange, ya. Service ini sebaiknya dijalankan.

Remote Registry

Menyediakan mekanisme untuk mengatur registry sistem secara remote. Service ini boleh saja dimatikan, tetapi sistem remote tidak akan bisa terhubung ke registry lokal. Jika dimatikan bisa mempengaruhi kerja utiliti untuk mem-patch. Service ini sebaiknya dimatikan, tetapi beberapa program memerlukannya untuk bekerja.

Removable Storage

Mengatur dan mencatat media removable dan mengoperasikan perangkat media removable. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah program yang bergantung kepada removable storage, seperti Backup dan Remote Storage, akan bekerja lebih lambat. Service ini sebaiknya dijalankan.

Routing and Remote Access

Menjalankan multiprotokol LAN-ke-LAN, LAN-ke-WAN, dan network address translation (NAT) untuk client dan server. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah Routing dan Remote Access tidak akan tersedia. Service ini sebaiknya dimatikan, lebih baik lagi, jangan instalasi.

Secondary Logon

Memungkinkan dijalankannya proses di bawah hak akses lain. Jika service ini dimatikan, akses logon semacam ini tidak akan tersedia. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah user tidak akan bisa menggunakan fitur “Run As” untuk meningkatkan hak akses. Service ini sebaiknya dimatikan.

Security Accounts Manager

Menyimpan informasi account untuk sekuriti account lokal, yang jika dijalankan memungkinkan service lain mengakses SAM. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah service yang bergantung pada request ke database SAM tidak akan berfungsi dengan baik. Group Policy tidak akan berfungsi dengan baik. Service ini sebaiknya dijalankan. Jika Anda tidak menggunakan DHCP, service ini boleh dimatikan.

Server

Memungkinkan sharing resources seperti file dan printer. Service ini bisa dimatikan. Dampaknya adalah resources tidak akan bisa di-share, request RPC akan ditolak. Service ini sebaiknya dimatikan, tetapi service ini harus dijalankan jika komputer berbagi file dan printer.

Shell Hardware Detection

Memberikan notifikasi untuk AutoPlay. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah CD-ROM perangkat lain tidak akan berfungsi secara otomatis. Service ini sebaiknya dijalankan karena akan lebih mudah jika dibiarkan berjalan, dan resiko keamanannya kecil.

Smart Card

Mengatur akses ke smart card yang dibaca oleh komputer. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah komputer tidak akan bisa membaca smart card. Service ini sebaiknya dimatikan, tetapi jika Anda menggunakan smart card, jalankan.

Smart Card Helper

Menyediakan support untuk smart card reader generasi lama. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah komputer tidak akan bisa membaca smart card lama. Service ini sebaiknya dimatikan, tetapi jika Anda menggunakan smart card, jalankan.

SSDP Discovery

Digunakan untuk mencari perangkat UpnP. Bersama dengan Universal Plug and Play Host, service ini mendeteksi dan mengonfigurasi perangkat UPnP. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah komputer Anda tidak akan bisa menemukan perangkat UPnP. Service ini sebaiknya dimatikan.

System Event Notification

Digunakan untuk mencatat entri pada log event; memberitahu subscriber COM+ mengenai logon dan event yang berhubungan dengan power. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah notifikasi tertentu tidak lagi berfungsi. Sebagai contoh, sinkronisasi tidak akan berfungsi karena bergantung pada informasi konektivitas dan notifikasi Network Conncet/Disconnect dan Logon/Logoff. Service ini sebaiknya dimatikan, tetapi biarkan berjalan untuk laptop yang notifikasi power-nya diberikan ke user.

System Restore

Melakukan system restore, termasuk menyimpan checkpoint secara periodik. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah pemulihan sistem tidak bisa dilakukan secara otomatis. Service ini sebaiknya dimatikan. Meskipun service ini menggunakan resource sistem yang lumayan, ini bisa jadi sangat berharga pada komputer stand alone, khususnya pada waktu instalasi software menyebabkan masalah.

Task Scheduler

Memungkinkan user untuk mengonfigurasi dan melakukan penjadwalan task. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah task tidak akan dijalankan pada jadwal yang ditentukan. Service ini sebaiknya dimatikan.

TCP/IP NetBIOS Helper

Dibutuhkan untuk distribusi software pada Group Policy (mungkin digunakan untuk mendistribusi patch) dan menyediakan support untuk NetBIOS over TCP/IP dan pencarian nama NetBIOS. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah client NetBIOS over TPC/IP termasuk Netlogon dan messeger bisa berhenti merespon. Jika dimatikan juga mempengaruhi kemampuan sharing resources. Service ini sebaiknya dimatikan. Untuk jaringan kecil, service ini sangat penting jika Anda berbagi file dengan yang lain. Untuk jaringan besar dengan file server, matikan service pada desktop.

Telephony

Menyediakan dukungan Telephony API (TAPI) untuk client yang menggunakan program yang mengontrol perangkat telepon dan koneksi suara dengan IP. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah fungsi semua program yang bergantung padanya akan terganggu. Service ini sebaiknya dimatikan karena hanya diperlukan untuk menggunakan modem/fax modem.

Telnet

Memungkinkan remote user untuk masuk ke komputer dan menjalankan program; mendukung beragam client Telnet TCP/IP; termasuk komputer UNIX dan Windows. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah remote user tidak bisa mengakses komputer. Service ini sebaiknya dimatikan.

Terminal service

Memungkinkan user untuk terhubung secara interaktif ke remote komputer; Remote Desktop, Fast User Switching, Remote Assistance, dan Terminal Server bergantung pada service ini. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah remote komputer tidak bisa dihubungi secara interaktif. Supaya komputer tidak bisa digunakan secara remote, hilangkan tanda centang pada tab Remote di System Properties. Service ini sebaiknya dimatikan.

Themes

Menyediakan manajemen theme. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah theme tidak bisa digunakan. Service ini sebaiknya dimatikan.

Uninterruptible Power Supply

Mengatur uninterruptible power supply (UPS) yang terhubung ke komputer. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah UPS tidak bisa berkomunikasi dengan komputer. Service ini bolah dimatikan.

Universal Plug and Play Device Host

Bersama dengan SSDP Discovery, ia mendeteksi dan mengonfigurasi dampaknya UPnP. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah komputer tidak akan bisa mencari perangkat UPnP. Service ini sebaiknya dimatikan.

Upload Manager

Mengatur transfer file asinkronus dan sinkronus antara client dan server. Data driver di-upload anonim dan digunakan oleh Microsoft untuk membantu user mencari driver yang dibutuhkan. Driver Feedback Server meminta izin client untuk meng-upload profile hardware komputer dan kemudian mencari di Internet untuk mengetahui cara mendapatkan driver yang sesuai atau mendapatkan support. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah beberapa transfer tertentu tidak bisa dilakukan. Service ini sebaiknya dimatikan.

Volume Shadow Copy

Mengatur dan mengimplementasikan volume shadow copy yang digunakan untuk backup dan keperluan lain. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah shadow copy untuk backup tidak ada dan backup bisa gagal. Service ini sebaiknya dimatikan, tetapi jalankan jika Anda menggunakan Windows Backup.

WebClient

Memungkinkan program basis-Windows untuk membuat, mengakses, dan memodifikasi file yang menggunakan Internet. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah fungsi ini tidak akan tersedia. Service ini sebaiknya dimatikan.

Windows Audio

Mengatur perangkat audio untuk program-program Windows. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah perangkat dan efek audio tidak akan berfungsi dengan baik. Service ini sebaiknya dijalankan sebab meskipun boleh dimatikan, tanap service ini Anda tidak akan mempunyai suara.

Windows Image Acquisition

Menyediakan layanan pengambilan gambar untuk scanner dan kamera. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah program yang membutuhkan gambar, seperti Windows Movie Maker tidak akan berfungsi dengan baik. Service ini sebaiknya dijalankan. Beberapa scanner dan kamera memerlukan service ini. Jika Anda tidak mempunyai scanner atau kamera, Anda bisa mematikannya.

Windows Installer

Memasang, mengubah, dan menghapus aplikasi yang disediakan dalam bentuk Windows Installer (*.msi). Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah user tidak bisa lagi menginstalasi program atau menggunakan Add/Remove Programs. Service ini sebaiknya dijalankan.

Windows Management Instrumentation (WMI)

Menyediakan informasi manajemen sistem; diperlukan untuk mengimplementasikan alert kinerja menggunakan Performance Logs and Alerts. Service ini jangan dimatikan karena nanti informasi manajemen sistem dan kinerja tidak akan tersedia. Service ini sebaiknya dijalankan.

WMI Driver Extensions

Memonitor semua driver dan event yang memberikan informasi Windows Management (WMI) atau event. Service ini boleh dimatikan, dan dampaknya adalah hanya untuk eksension WMI. Service ini sebaiknya dijalankan.

Windows Time

Menggunakan NTP supaya komputer di domanin sinkron. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah sinkronisasi waktu tidak akan dilakukan. Service ini sebaiknya dijalankan.

Wireless Zero Configuration

Mengonfigurasikan kartu jaringan WiFi (802.11) secara otomatis. Service ini boleh saja dimatikan. Dampaknya adalah Anda harus mengonfigurasi wireless secara manual. Service ini sebaiknya dimatikan, tetapi jalankan jika Anda menggunakan wireless.

WMI Performance Adapter

Menyediakan kumpulan informasi kinerja dari Windows Management Instrumentation (WMI) ke client. Service ini boleh saja dimatikan karena hanya berjalan jika Performance Data Helper diaktifkan. Service ini sebaiknya dijalankan.

Workstation

Menyediakan koneksi jaringan dan komunikasi dengan menggunakan layanan Microsoft Network. Service ini boleh dimatikan. Dampaknya adalah komputer tidak akan bisa lagi terhubung ke resource Remote Host dari Lari. Service ini sebaiknya dijalankan.

Posted in Computer | No Comments »

Bentuk Lain Foto Anda

Posted by louis7zen on 30th September 2007

Bentuk Lain Foto Anda

Photoshop

Jika suka mengutak-atik hasil jepretan kamera digital Anda, cobalah efek yang satu ini. Efek ini tidak memodifikasi warna pada foto, objek-objek pada foto, atau memberikan efek khusus pada isi foto, melainkan memainkan bentuk dari foto tersebut. Jika foto Anda kebanyakan berbentuk persegi panjang saja, namun pada praktik kali ini, mari kita belajar untuk membuat bentuk foto yang lain. Berikut ini cara pembuatannya.

1.      Buka Foto Anda: Langkah pertama adalah membuka foto yang ingin Anda modifikasi. Anda dapat menggunakan foto apa saja, baik foto pemandangan, foto manusia, foto binatang, dan banyak lagi. Pada praktik kali ini, kita menggunakan foto manusia dan akan membentuknya menjadi sebuah foto berbentuk hati. Bukalah foto Anda dengan mengklik menu File | Open…Carilah foto yang Anda inginkan dan klik Open setelah ditemukan, maka foto Anda akan terbuka. Selanjutnya lakukanlah klik ganda pada thumbnail di tab Layers, maka foto Anda akan menjadi sebuah Layer baru bernomor Layer 0.

2.      Buat Bentuk Spesifik: Langkah selanjutnya adalah membuat sebuah bentuk spesifik untuk dijadikan sebagai cetakan bagi foto asli Anda. Untuk membuat sebuah cetakan bagi foto Anda, gunakanlah Custom Shape Tool. Setelah Anda mengklik tool tersebut, aturlah bentuk atau Shape apa yang Anda inginkan. Opsi pengaturan ada di toolbar bagian atas. Kita menggunakan bentuk hati untuk dijadikan cetakan. Buatlah bentuk hati di kanvas Anda dengan mengklik dan drag kursor, maka sebuah layer baru akan terbentuk. Setelah itu, atur posisinya agar dapat mengambil apa yang diperlukan. Setelah selesai, Anda akan melihat bentuk hati ini akan menutupi foto aslinya.

3.      Cetak Bentuk Baru: Langkah berikutnya adalah menghilangkan bagian yang tidak diinginkan dan meninggalkan bentuk yang diinginkan saja. untuk itu, buatlah seleksi terhadap bentuk spesifik tersebut dengan menekan tombol CTRL dan klik layer bentuk spesifik tersebut, Anda akan mendapatkan bentuk spesifik tadi terseleksi seluruhnya. Sekarang tekan tombol CTRL + Shift + I maka area seleksi akan berbalik menjadi pada area yang tidak diinginkan. Selanjutnya klik layer foto asli dan tekanlah tombol Del dua kali Anda akan mendapatkan foto Anda telah berbentuk hati namun masih tertutup layer cetakannya. Untuk itu, buanglah layer cetakannya dengan mengklik dan drag layer tersebut ke icon.

4.      Beri Efek Drop Shadow: Setelah foto Anda berubah bentuk, langkah-langkah berikutnya hanya finishing touch saja agar bentuk hati tampak lebih hidup. Untuk finishing touch yang pertama adalah memberikan efek drop shadow pada bentuk hati ini. Caranya, klik gandalah thumbnail layer gambar tersebut, maka akan keluar sebuah menu pengaturan Layer style. Pada menu Layer style centanglah opsi Drop Shadow, maka Anda akan mendapatkan menu pengaturannya di sebelah kanan. Aturlah parameter Opacity menjadi 100%, Angle menjadi 1220, Distance 12px, Spread 10%, dan Size 10px. Setelah selesai, Anda akan mendapatkan efek Drop shadow yang cantik, namun Anda bisa berkreasi banyak sesuai keinginan.

5.      Beri Efek Inner Glow: Setelah drop shadow, efek selanjutnya adalah inner glow. Untuk mengaturnya Anda jangan tutup dulu menu Layer Style. Kemudian pada menu layer style tersebut centang opsi Inner glow, maka pada bagian kanannya Anda akan menemukan menu pengaturannya lagi. Aturlah parameter Opacity sebesar 75%, Size sebesar 90px dan aturlah warnanya menjadi warna merah muda. Namun untuk pemilihan warna, Anda bebas menentukan warna apa yang disukai sesuai kreasi. Setelah selesai Anda akan mendapatkan sebuah aura berwarna dalam foto hati Anda.

6.      Beri Efek Stroke: Efek terakhir yang harus diberika adalah efek stroke yang akan menambahkan sebuah garis di sepanjang tepi dari foto berbentuk hati Anda. Cara mengaturnya masih sama seperti kedua efek di atas, yaitu melalui menu Layer Style dan mencentang opsi Stroke yang berada paling bawah. Aturlah parameter dalam menu stroke ini, aturlah nilai Size menjadi 1px, Position Outside, Blend mode Normal, dan warna garis tepi sesuai dengan keinginan Anda. Dalam praktik ini, kita menggunakan warna ungu untuk memperkuat kesan warna hati yang sebenarnya. Setelah semuanya selesai klik tombol OK, maka Anda akan keluar dari menu Layer Style.

7.      Foto Anda Bentuk Baru: Setelah semuanya selesai, Anda sudah mendapatkan foto Anda menjadi berbeda penampilannya dengan bentuknya yang baru. Sangat menarik dan sangat mudah dibuat, bukan? Anda tidak perlu hanya terpaku pada pengaturan dan bentuk yang telah kita lakukan pada praktik ini, Anda bebas berkreasi dengan bentuk-bentuk lain sesukanya. Pasti tidak akan sudah untuk mendapatkan efek ini dalam bentuk yang lebih cantik dan mengagumkan lainnya. Selamat mencoba.

Posted in Computer | No Comments »

Kembali ke Versi DirectX Lama

Posted by louis7zen on 28th September 2007

Kembali ke Versi
DirectX Lama

 

Saat ini Microsoft
telah mengeluarkan versi DirectX yang terbaru yaitu DirectX 10.0. Namun sampai
saat ini belum banyak perangkat keras yang mendukung DirectX terbaru ini. Jika
Anda telah menginstal DirectX 10.0 ternyata Anda menemukan masalah dengan
penggunaan DirectX ini terhadap perangkat keras yang Anda miliki, maka Anda
bisa mengembalikannya ke versi sebelumnya.

 

DirectX
tidak bisa di-unistall atau diinstal mundur. Artinya, DirectX versi lama tidak
bisa diinstal kalau DirectX yang lebih baru sudah diinstal di PC.

 

Namun,
ada cara untuk mengakalinya, yaitu dengan “menipu” DirectX tersebut melalui
registri. Caranya begini:

1. Masuk ke Registry Editor.

2. Pada jendela Registry Editor masuk
ke subkey:

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\DirectX\

3. Pada bagian kanan jendela, cari
value yang bertuliskan “Version “4.09.00.0904”” Jika Anda menggunakan DirectX
terbaru yang terpasang di Windows Vista. Untuk versi DirectX 8.0 maka value-nya
akan bertuliskan “Version “4.08.00.0880””.

4. Lalu klik dua kali value tersebut
untuk mengeditnya. Di sinilah kita akan melakukan “penipuan” tersebut. Gantilah
angka versi yang muncul dengan 4.07.07.0881. Ini dilakukan agar Installer
DirectX mengira bahwa versi yang sekarang adalah DirectX 7.0. Lalu klik [OK]
dan tutuplah Registry Editor.

 

Sekarang Anda bisa
meng-install kembali ke versi DirectX yang sebelumnya Anda gunakan. Sebagai
tambahan, untuk mengetahui DirectX yang Anda gunakan sekarang. Anda bisa
mengetahuinya dengan cara klik [Start] kemudian ketik dxdiag pada kolom
pencarian. Sesaat kemudian akan muncul DirectX Diagnostic Tool yang memberikan
informasi detail mengenai komponen DirectX dan driver yang terinstal di sistem
Anda.

 

PCP08/2007

 

Posted in Computer | No Comments »

Hapus Partisi

Posted by louis7zen on 28th September 2007

Hapus Partisi

Saya punya harddisk Seagate 160GB SATA dibagi jadi 2 partisi yang sama besar. Masalahnya, Saya ingin format ulang harddisk seperti sedia kala. Kira-kira bagaimana caranya?

Solusi: Klik kanan [My Computer] di Windows Explorer lalu klik [Manage]. Pada jendela yang muncul, klik [Computer Management (Local)] > [Storage] > [Disk Management]. Klik kanan pada partisi yang hendak dihapus, lalu klik [Delete Partition].

PCP08/2007

Posted in Computer | No Comments »

Cara mudah Berbagi Akses Internet

Posted by louis7zen on 28th September 2007

Cara mudah Berbagi Akses Internet

Louis punya dua PC. Salah satunya, yang bersistem operasi Windows Vista, terhubung ke Internet. Sementara PC yang lainnya tidak tersambung ke Internet. Louis ingin agar semua PC-nya bisa terhubung ke Internet.

Saat ini Louis punya dua pilihan untuk menghubungkan PC yang satu lagi ke Internet. Pilihan pertama, Louis bisa memasang koneksi Internet baru ke PC-nya. Tapi tentu ini pilihan yang kurang efisien. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat koneksi baru sudah pasti tidak sedikit. Belum lagi urusan pengadaan perangkatnya.

Pilihan yang kedua, Louis bisa membagi akses Internet di PC yang satu ke PC lain melalui jaringan. Membagi akses Internet juga bisa dilakukan dengan dua cara. Cara pertama, Anda bisa menggunakan proksi/proxy.

Anda harus menginstal peranti lunak proksi/proxy di PC yang terhubung ke Internet. Di PC satunya, atur di Internet Options-nya agar mengarah ke proksi/proxy. Pengaturan ini ada di menu [Start] > [Control Panel] > [Network and Internet] > [Internet Options]. Di jendela Internet Options, pilihlah tab [Connection] dan klik [LAN Settings]. Beri tanda cek pada [Use a proxy server for your LAN (These setting will not apply to dial-up or VPN connections)]. Kemudian isikan nama PC atau alamat IP PC yang memiliki akses Internet pada kolom Address. Jangan lupa isikan port-nya pada kolom Port. Klik [OK] dua kali dan setelah itu, Anda bisa mengakses Internet dari semua PC.

Alternatif lain, jika Anda tak ingin repot menginstal proksi/proxy, adalah Anda bisa memanfaatkan fitur untuk berbagi akses Internet di Windows Vista. Caranya, ikuti langkah berikut ini:
1. Klik [Start] > [Contorl Panel] > [Network and Internet] > [Networ and Sharing Center].
2. Pada panel Taks yang berada di sebelah kanan, pilih opsi [Manage Network Connections].
3. Di jendela baru yang muncul Anda akan melihat sederetan perangkat yang terdapat di PC Anda. Klik kanan pada perangkat yang menjadi sumber asupan akses Internet, lalu pilih [Properties].
4. Di jendela Properties, pilihlah tab [Sharing].
5. Berikan tanda cek di depan opsi [Allow other network users to connect through this computer’s Internet Connections].
6. Pada bagian Home networking connection, pilihlah jenis koneksi jaringan yang Anda gunakan, apakah berupa [Local Area Connection] ataukah [Wireless Network Connection].
7. Apabila Anda ingin agar koneksi terbentuk tiap kali ada permintaan dari PC klien, berikan pula tanda cek di depan opsi [Establish a dial up connection whenever a computer on my network attempts to access the Internet].
8. Kliklah tombol [Settings] yang baru saja aktif.
9. Berikan tanda cek di depan opsi layanan yang akan dibagi pakaikan. Jika Anda ingin membagi pakai seluruh jenis layanan yang ada di Internet, Anda dapat memberikan tanda cek di depan semua opsi layanan.
10. Tekan [OK] untuk menyimpan semua perubahan ang telah Anda lakukan. Setelah melakukan semua pengaturan itu pastikan, IP PC Anda yang terkoneksi ke Internet berakhiran 1. Jadi misalkan Anda menggunakan IP 192.x.x.x, Anda harus mengatur PC Anda yang terkoneksi ke Internet dengan 192.168.0.1.
Sementara di PC lainnya (client), Anda harus mengatur IP-nya dalam satu network dan arahkan gateway beserta DNS-nya ke IP PC yang terkoneksi ke Internet.
PCP08/2007

Posted in Computer | No Comments »

Tes Kecepatan Internet

Posted by louis7zen on 27th September 2007

Tes Kecepatan Internet

Coba ke www.speedtest.net

Saat di tes Speedy di daerah Pancoran, kalau pagi, sekitar jam 8-9 dapat 400Kb/detik buat download. Kalau siang jam 11-12 hanya dapat 200Kb/detik, bahkan bisa sekitar 100Kb/detik. Kalau kecepatan rata-rata upload 60Kb/detik.

Posted in Computer | No Comments »

Benarkah?

Posted by louis7zen on 27th September 2007

“Mau’kah kau menjadi isteri’ku?” – itu perkataan yang banyak diucapkan seorang pria kepada pasangannya, yang tentunya adalah seorang wanita, bukan Pria!

Namun, dalam sebuah penelitian kecil-kecilan, makna dari kalimat tersebut, mengartikan “Siap’kah kau menerima keburukan’ku?” – Benarkah?

Tentu, pertanyaan seperti ini, akan mendapat tanggapan atau respon yang berbeda-beda. Untuk sebuah kepastian, tentu kita harus menanyakan hal ini ke pasangan kita sendiri.

Namun, apakah kita siap menerima sebuah perkataan atau kalimat ‘kejujuran’?

Dan, apa pasangan kita, akan berkata atau mengatakan yang ‘sebenarnya’?

Ini sebuah ilustrasi kecil saja: Penjara yang berkapasitas 1000 orang saja, di ‘jubelin’ sampai 3000 orang. Padahal 2000 orang itu sudah berusaha ‘setengah mati’, untuk menjadi ‘tidak jujur’! Namun, tetap saja, Penjara tersebut ‘melebihi kapasitas’. Lalu, bagaimana ceritanya, kalau orang-orang tersebut ‘Jujur’, yach?

Untuk abad ini, untuk mengakui diri untuk jujur yang sebenar-benarnya, itu adalah suatu harga yang sangat-sangat mahal.

Kita mengetahui semua itu bukan? Jadi, alangkah kita ‘sadar diri’, dan bersiap diri, untuk menghadapi ‘hal buruk’ untuk hal semacam itu.

Banyak sekali, yang melakukannya, kita ‘menyatakan diri kita’ dengan ‘kemasan’ yang begitu sangat-sangat ‘menarik’, namun ternyata ‘isi’nya tidak ‘SeIndah Sampulnya’.

Kalau orang banyak, bilang, ‘membeli kucing dalam karung’.

Jika diperhatikan, hal ‘diatas’, tidak hanya dilakukan oleh Pria saja. Saat ini, banyak sekali, wanita yang melakukan hal yang sama, seperti yang di ‘atas’, hanya tinggal di rubah saja, ‘kalimat tersebut’, Benarkah?

Posted in Iseng aje | No Comments »