Manfaat Safe Mode
Posted by louis7zen on 30th September 2007
Manfaat Safe Mode
Dengan masuk dalam safe mode, Anda banyak memperbaiki komputer yang terluka, baik karena virus atau karena aplikasi yang tidak benar. Bahkan bila ada kerusakan driver yang membuat Anda tidak dapat booting dengan benar dapat diperbaiki dalam safe mode.
“Lakukan dalam safe mode!” Kata-kata ini kerap muncul pada saat komputer terserang virus-virus kebal yang sulit dibasmi. Seakan-akan dalam safe mode virus akan kehilangan kekebalan. Apa benar demikian?
Ya. Dalam safe mode operating system akan berjalan secara minimalis dan semua aplikasi akan ditidurkan, sehingga dalam safe mode sangat efektif membasmi virus.
Lebih dari itu safe mode ternyata memiliki fungsi yang lebih dalam lagi. Tidak hanya berkaitan dengan virus dan kawan-kawannya saja. Dalam safe mode, Anda dapat melakukan banyak perbaikkan yang biasa dilakukan para teknisi komputer.
Oleh sebab itu dengan mempelajari safe mode lebih jauh, Anda dapat menghemat biaya perbaikan komputer yang biasa dilakukan oleh teknisi-teknisi di Mangga Dua.
Masuk dalam safe mode bukanlah langkah yang sulit. Pertama-tama nyalakan komputer atau restart komputer, lalu setelah selesai loading RAM, tekan F8. Dalam Windows XP, Anda akan diberikan beberapa pilihan untuk modul safe mode. Yang pertama Safe Mode with Networking, Safe Mode with Command Prompt, dan yang terakhir Safe Mode saja. Bila Anda inign dapat terhubung ke jaringan tempat komputer terhubungan atau ingin menggunakan koneksi Internet ketika berada dalam safe mode, maka pilihlah pilihan yang pertama. Bila akan menggunakan safe mode dalam bentuk command prompt seperti layaknya DOS atau Linux, gunakan Safe Mode with Command Prompt. Namun bila hanya ingin menggunakan Safe mode biasa tanpa terhubung dengan jaringan apapun, pilih saja Safe Mode.
Jika Anda menggunakan Windows XP Pro, maka dapat memilih login yang akan digunakan asalkan memiliki izin sebagai admin. Sedangkan, para pengguna Windows XP Home hanya ada login administrator yang ditawarkan dengan password yang dikosongkan. Sehingga hanya seorang yang mengetahui password administrator utama saja yang dapat masuk dalam safe mode Windows XP Home.
Ketika akan masuk dalam safe ode, Anda akan ditanyakan apakah yakin atau tidak. Jika ya, maka lanjutkan. Jika tidak lebih baik mundur. Meskipun sebenarnya tidak akan berbahaya masuk dalam safe mode. masuk dalam safe mode sama saja dengan login sebagai administrator. Tidak ada yang berbeda, selain keminimalisan operating system perangkat keras, dan tidak aktifnya aplikasi (perangkat lunak).
Menghilangkan Virus dalam Safe Mode
Pada awal wacana sempat dikatakan bahwa pembasmian virus dan kawan-kawannya sering menjadi agenda utama seseorang masuk dalam safe mode. Mungkin sebagian Anda sudah banyak yang mengetahui bagaimana menghapus virus dalam modul biasa. Bagaimana dalam safe mode? Lebih mudah. Karena dalam safe mode tidak banyak pengaturan yang harus dilakukan. Sebagian besar aplikasi antivirus ternama pada modul safe mode akan otomatis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, melakukan scanning pada safe mode memang cenderung lebih lama.
Selain virus yang sulit dibasmi, dalam safe mode Anda juga dapat menghapus adware dan spyware. Caranya sama saja. Jalankan program anti spyware dan anti adware, scan seperti halnya men-scan virus dengan antivirus. Maka, spyware dan adware pun dapat hilang seperti layaknya virus.
Mengapa dengan safe mode bisa, sedangkan dalam tanpa safe mode tidak? Karena ada umumnya aplikasi perusak sekali mendapat izin untuk aktif, maka ia akan terus menginstal dirinya sendiri setiap kali di hapus atau di-uninstall. Bahkan ada beberapa aplikasi adware atau spyware yang pada saat aktif memang tidak dapat dihentikan atau dihapus. Dalam safe mode semua aplikasi ini tertidur, sehingga dapat dimatikan. Dalam modul biasa aplikasi pengganggu umumnya akan aktif pada saat komputer mulai dinyalakan.
Mengakses System Restore
System Restore adalah salah satu fitur yang sangat efektif untuk mengembalikan system Anda pada keadaan di mana kerusakan atau konflik sistem belum terjadi. Misalnya pemasangan driver yang salah atau adanya perangkat yang tidak kompatibel dengan Windows XP. Dengan system restore, Anda dapat mudah mengembalikan kondisi komputer ke waktu di mana perangkat tersebut belum diinstal.
System restore dapat diakses melalui menu System Tools, dalam modul normal. Namun adakalanya di mana kerusakan atau ketidakcocokan alat/driver mengakibatkan user sulit memasuki modul normal atau dapat disebut juga komputer gagal booting. Oleh sebab itu, salah satu jalan keluarnya adalah dengan mengakses system restore dari modul safe mode.
Bahkan setiap kali akan memasuki modul safe mode, Anda akan selalu ditanya oleh komputer apakah akan bekerja dalam safe mode atau hanya akan menjalan system restore. Jika Anda ingin menjalankan system restore, pada saat awal memasuki safe mode pilih saja, YES.
Kemudian Anda dapat menjalankan system restore sebagaimana layaknya menjalankan system restore pada modul normal. Semua langkah dalam menggunakan system restore tidak ada yang berbeda, baik dalam safe mode maupun dalam modul normal. Untuk lebih jelas mengenai safe mode, bagaimana menggunakannya dan bagaimana mengaturnya, Anda dapat membaca artikel khusus tentang safe mode pada artikel ini.
Memperbaiki Komputer Rusak
Komputer yang tidak dapat dipergunakan ada banyak sebabnya. Mulai dari aplikasi yang rusak sampai pada kerusakan fisik. Beberapa kerusakan ini sebenarnya dapat dengan mudah diperbaiki dalam safe mode, ketimbang harus dibawa ketempat servis yang tidak jarang membutuhkan waktu, dan biaya yang besar. Beberapa petunjuk di bawah ini nantinya dapat Anda pergunakan untuk memperbaiki beberapa kerusakan komputer dalam safe mode. Namun, terlebih dahulu Anda harus mengenali jenis kerusakan apa yang dialami komputer Anda.
Cara mengetahuinya adalah dengan mengidentifikasi di mana kegagalan terjadi. Jika komputer gagal menjalani proses booting pada saat sedang loading Windows atau kemudian diam dan layar menjadi biru, maka kekacauan datang dari driver atau hardware yang tidak cocok.
Sedangkan bila yang terjadi adalah system crash pada saat proses loading selesai dijalankan, atau pada saat Windows sedang melakukan proses start up, maka yang menjadi biang keladinya adalah aplikasi yang aktif pada saat start up. Baik karena proses instalasi yang tidak sempurna, karena konfliknya aplikasi dengan aplikasi lain, atau hardware yang ada. Semuanya bisa saja menjadi penyebab.
Kerusakan Software
Kerusakan yang ditimbulkan oleh aplikasi cukup beragam, di antaranya adalah aplikasi tersebut dapat membuat sistem mengalami crash baik pada saat komputer selesai loading antar muka atau pada saat aplikasi dijalankan. Bahkan ada juga beberapa aplikasi atau service yang membuat system sepenuhnya gagal booting.
Masalah-masalah yang ditimbulkan oleh aplikasi ini sebenarnya memiliki banyak solusi sebelum akhirnya diselesaikan dengan safe mode.
Yang pertama adalah dengan meng-uninstall aplikasi melalui control panel, Add/Remove Programs. Lalu install ulang. Yang kedua adalah dengan menjalankan system restore. Jika keduanya berhasil, maka tidak perlu masuk dalam safe mode. Namun jika keduanya tidak dapat dilakukan, atau setiap kali akan melakukan keduanya, komputer menjadi crash, karena konflik yang terjadi antara aplikasi dengan hardware. Maka langkah selanjutnya barulah menggunakan safe mode. Langkah menggunakan safe mode juga akan dengan sendirinya harus Anda lakukan bila kerusakan membuat Anda sulit masuk dalam antarmuka Windows XP yang normal. Umumnya ditimbulka oleh aplikasi yang aktif pada saat start up.
Langkah awal adalah masuk dalam safe mode. kemudian lakukan proses uninstall dari safe mode. cara ini umumnya sangat efektif. Karena kemungkinan system mengalami konflik sangat minim.
Jika tidak mengetahui program apa saja yang jalan pada saat start up, maka Anda dapat menggunakan bantuan aplikasi khusus (yang dapat mendeteksi auto run aplikasi) atau dengan menggunakan perintah ‘msconfig’. Caranya tekan Start, Run, lalu pada box Open isi msconfig, kemudian tekan OK.
Setelah itu buka halaman Startup. Pada halaman ini Anda dapat menandakan mana saja aplikasi yang ingin Anda pilih untuk tetap diaktifkan dan mana yang tidak. Lalu tekan tombol Apply. Lalu jalankan kembali Windows dalam modul biasa.
Namun jika tidak diketahui aplikasi mana yang mengacau, Anda perlu menjalankan trik sebagai berikut:
· Jalankan ‘msconfig’ dalam safe mode lalu pilih bagian startup. Dan langsung tekan tombol Disable all. Tekan tombol Apply lalu booting komputer dlaam modul biasa.
· Kemudian dalam modul biasa, jalankan kembali ‘msconfig’, dan buka kembali bagian startup.
· Setelah itu, pilihlah satu persatu aplikasi untuk diaktifkan. Setiap kali menaktifkan satu aplikasi, booting kembali komputer.
· Lakukan terus sampai Anda mengalami crash atau masalah yang biasa muncul. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui sebenarnya aplikasi mana yang jadi gara-gara.
· Bila sudah diketahui, lakukan proses penonaktifan aplikasi tersebut atau uninstall secara langsung aplikasi dalam safe mode.
Kerusakan Hardware
Jika Anda salah meng-update driver, dengan mudah Anda dapat menjalankan Roll Back Driver. Namun, kadang untuk menjalankan roll back driver tidak sesederhana itu. Sebab bila ternyata terjadi konflik, maka akan ada kemungkinan system crash dan tidak mau booting ke dalam modul normal sehingga proses roll back driver harus dilakukan dalam safe mode.
Proses roll back driver dapat dilakukan jika memang Anda mengetahui driver mana yang bermasalah. Namun, hal ini tidak berlaku bila Anda tidak mengetahui driver mana yang bermasalah.
Umumnya permasalahan driver bila tidak karena salah driver-nya, maka kesalahan lain adalah driver yang rusak atau tidak dapat diterima oleh operating system. Dalam Windows XP, Anda boleh mencurigai driver-driver yang tidak memiliki sertifikasi Windows XP. Cara mengetauhi driver mana saja yang tidak memiliki sertifikasi Windows XP adalah dengan menjalankan perintah ‘sigverif’ (pilih Start menu, Run, tuliskan ‘sigverif’ lalu tekan OK.
Namun, belum tentu semua driver ini bermasalah dengan operating system Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetesnya satu per satu. Sebelum mengetes, sebaiknya Anda jalankan ‘sigverif’ tersebut dalam modul safe mode. Lalu – setelah Anda mengetahui driver mana saja yang bukan bersertifikasi Windows – cut dan paste file tersebut dari c:\windows\system32\drivers\ ke dalam folder yang Anda buat sendiri (misalnya diberikan nama, backup driver).
Kemudian kembalikan (dengan cut dan paste) satu per satu driver ke dalam folder c:\windows\system32\driver\ satu per satu sambil me-reboot komputer dalam modul biasa – pada setiap satu file dipindahkan – sampai Anda mengalami masalah atau sampai komputer tidak mau reboot atau crash. Dengan begitu, Anda akan mengetahui driver mana yang bermasalah. Cut dan paste deriver tersebut kembali ke folder yang Anda buat sebelumnya. Bil asudah dapat instal kembali driver.
Namun, jangan lakukan hal ini pada driver VGA. Untuk driver VGA caranya cukup dengan roll back driver atau update driver. Dan mengakses menu driver VGA dalam safe mode adalah sebagai berikut. Setelah jalankan safe mode, klik kanan pada desktop, lalu pilih Properties. Kemudian itu pilih halaman Setting, tekan tombol Advance di bagian bawahnya. Lalu pada halaman adapter tekan tombol Properties. Pada halaman driver Anda dapat melakukan tindakan-tindakan yang disebutkan tadi.
Bila ada perangkat yang setelah dipasang justru membuat komputer crash atau menolak booting, maka Anda harus men-disable-kan (menonaktifkan) terlebih dahulu perangkat tersebut dalam modul safe mode. Kemudian cari driver yang benar, kemudian instal driver tersebut dalam modul normal. Setelah terinstal dengan benar barulah enable-kan kembali perangkat Anda dalam modul normal juga.
Tidak jarang juga berkaitan dengan VGA, adalah nilai refresh rate yang tidak sesuai kemampuan monitor, sehingga terkadang monitor tidak mau menampilkan antarmuka operating system-nya dengan baik. Cara memperbaikinya tekan tombol F8 (seperti akan masuk dalam safe mode) namun jangan pilih Safee Mode, melainkan pilih ‘Enable VGA Mode’. Dengan begini komputer akan me-reset pengaturan VGA pada nilai standar, yaitu resolusi 640×480 dengan refresh rate 60 Hz. Untuk mengubahnya tekan menu Start, Control Panel, Display, Setting, Advance. Kemudian dalam halaman Adaptor tekan tombol ‘list all modes’. Cobalah opsi yang Anda inginkan, bila tidak ada keganjilan, berarti cocok, reboot kembali komputer dalam modul normal.
Banyak bukan yang dapat Anda lakukan dengan Safe Mode? Tidak perlu lagi terburu-buru ke tukang servis. Lain kali cobalah dulu Anda perbaiki sendiri.
Posted in Computer | No Comments »