Jika Windows Tidak Berjalan?
Posted by louis7zen on August 4, 2007
Jika Windows Tidak Berjalan?
Tanpa alasan yang jelas, Windows tidak mau berjalan. Astaga! Apa yang terjadi?
Anda tahu prosesnya: nyalakan komputer, sejumlah teks muncul di monitor, Anda melihat layar “Windows is loading…”, dan kemudian Windows berjalan. Anda harus menunggu beberapa menit supaya semua di-load, dan pada akhirnya layar desktop yang sudah tidak asing lagi memenuhi layar, dan Anda siap bekerja. Setelah tiga atau empat kali, Anda bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Namun suatu hari, tanpa alasan yang jelas, Windows tidak mau berjalan. Entah layar tidak menampilkan apa-apa atau layar “Windows is loading….” hanya diam di situ. Atau yang lebih buruk, Anda mendapatkan error Blue Screen. Astaga! Apa yang terjadi? Kita lihat apa yang biasanya terjadi pada waktu Windows dijalankan dan bagaimana menggunakan beberapa tool dan cara untuk troubleshooting pada waktu Windows tidak mau berjalan.
Urutan Startup Windows
Setiap Anda menjalankan komputer, ia dan Windows akan melakukan serangkaian tindakan, selalu dengan urutan yang sama: Pertama, read-only memory basic input / output system (ROM BIOS) melakukan sejumlah tes diagnosis untuk memastikan processor dan memory bekerja dengan baik. Kemudian ia mengetes beberapa komponen komputer yang lain, termasuk harddisk dan tampilan layar.
Setelah tes selesai, BIOS menjalankan program yang memulai operating system Windows. Dengan kata lain, keseluruhan proses startup menggunakan program yang relatif sederhana (yang berada di chip memory) untuk memulai software yang lain yang lebih kompleks dalam beberapa tahap.
Power-on Self Tes (POST)
Power-on Self Test (POST) merupakan hal yang kali pertama terjadi pada waktu Anda menyalakan komputer. Pada waktu POST, prosesor menggunakan instruksi pada firmware BIOS (software yang ada di chip memory pada motherboard komputer) untuk memastikan power supply bekerja dengan benar, menjalankan beberapa tes memory dan hardware, mencari operating system pada harddisk atau beberapa media penyimpanan yang lain, dan mengeset opsi konfigurasi sesuai dengan yang di BIOS.
Pada waktu komputer mendeteksi adanya masalah pada waktu POST, ia akan menampilkan pesan teks yang menerangkan error tersebut, atau mengeluarkan serangkaian bunyi (sebenarnya, kode beep). Jika masalah sangat serius sehingga tidak memungkinkan komputer untuk bekerja dengan benar (misalnya kesalahn memory yang sangat fatal), sistem akan diam atau mati.
Beberapa pesan error memberhentikan POST, sehingga pesan tersebut tetap terlihat di layar monitor Anda, tetapi yang lain langsung tergulung sebelum Anda bisa membacanya. Supaya teks tidak menghilang, tekan tombol PAUSE BREAK. Untuk melanjutkan proses startup, tahan tombol CTRL dan tekan PAUSE BREAK lagi.
Kode Beep
Jika POST mendeteksi ada masalah memory atau beberapa kondisi lain sehingga tampil pesan error, kode beep akan berbunyi dalam 30 detik pertama setelah Anda menyalakan komputer. Jika Anda mendengar bunyi beep, catat jumlah beep panjang dan pendek serta urutan bunyi mereka. Setiap BIOS menggunakan pola kode beep yang berbeda, sehingga relatif mudah untuk mengetahui masalah yang mengeluarkan kode tersebut, meski Anda tidak tahu merk BIOS yang digunakan komputer Anda.
Contohnya, jika Anda mendengar satu beep panjang diikuti dengan tiga beep pendek, komputer menggunakan AwardBIOS, dan POST mendeteksi ada maslaah memory, kode 1-2-2-1 (satu beep, berhenti, dua beep, berhenti, dua beep, berhenti, satu beep) menandakan masalah keyboard pada PhoenixBIOS.
Beberapa motherboard komputer juga menampilkan kode POST pada LED di motherboard. Anda harus membuka tutup casing komputer untuk melihatnya. Anda juga dapat melihat daftar kode pada manual atau situs web pabrikan motherboard.
Startup Awal: Apa yang Terjadi pada Waktu Anda Menekan Tombol
Setelah komputer menyelesaikan POST, ia menjalankan tes tambahan pada beberapa komponen yang lain, termasuk harddisk dan kartu grafik. Setiap tes bisa menghasilkan pesan error sendiri-sendiri.
Setelah POST selesai, komputer me-load operating system yang tersimpan di harddisk (pada kasus ini, Windows XP), floppy, CD, atau beberapa tempat penyimpanan yang lain.
Munculnya masalah pada waktu startup awal bisa disebabkan oleh beberapa hal: drive floppy atau drive CD berisi disk, tetapi tidak berisi file startup; disk startup, baik itu floopy atau CD, rusak; harddisk belum diformat; harddisk rusak, atau data startup corrupt.
Jika BIOS tidak menemukan masalah apa-apa, ia mencari boot sector pada drive startup dan menjalankan program boot loader Windows bernama ntldr (NT loader atau boot loader). Ntldt mengambil alih komputer dari BIOS. (bernama ntldr karena merupakan peninggalan dari versi Windows yang dulu yaitu Windows NT).
Menjalankan Boot Loader
Program boot loader me-load serangkaian program startup, memerintahkan procesor untuk menangani 32-bit data secara bersamaan, dan menjalankan sistem file yang digunakan Windows untuk bertukar data dengan harddisk. Terakhir, boot loader membaca file boot. Ini yang menunjukkan lokasi file operating system dan menjalankan program ntdetect.com untuk mendeteksi dan mengonfigurasi hardware yang terhubung ke komputer Anda.
Deteksi dan Konfigurasi Hardware
Windows menggunakan informasi yang dikumpulkan oleh ntdetect.com untuk mengidentifikasi dan mengonfigurasi berbagai hardware yang digunakan untuk mengirim, menerima, dan menyimpan data.
Ini meliputi keyboard dan mouse; harddisk dan perangkat penyimpan data yang lain; kartu grafis yang mengontrol tampilan monitor; port I/O (Input dan Output) yang meliputi serial, parallel, Ethernet, dan port USB; dan perangkat input atau output yang lain yang terinstalasi pada slot ekspansi motherboard. Ntdetect.com juga membaca informasi tertentu dari firmware BIOS, termasuk waktu dan tanggal.
Me-load Windows Kernel
File ntoskrnl.exe pada instalasi Windows merupakan kernel Windows, ia berisi inti operating system Windows XP. Program ntldr me-load kernel ke dalam memory, bersama dengan file yang berisi informat tentang hardware yang terinstalasi pada komputer. Setelah kedua file (ntoskrnl.exe dan file hardware) berhasil di-load, Windows menjalankan serangkaian program yang disebut “Windows executive” yang membaca konfigurasi dari registry Windows dan menjalankan program sekunder dan sevice yang dijalankan pada waktu startup.
Setelah kernel selesai menjalan startup pada registry, ia menjalankan program Session Manager (smss.exe) yang di antara beberapa fungsi pentingnya yang lain, memindahkan Windows dari mode teks ke mode grafik. Dengan kata lain, inilah titik di mana Anda mulai melihat gambar grafik pada layar.
Logon
Pada titik ini, Windows XP mengontrol komputer Anda. Proses logon meminta username dan password (jika ada). Setelah user masuk, Windows me-load program startup tambahan yang ditentukan pada registry account user tersebut. Anda bisa mengeset Windows untuk me-load username dan password secara otomatis. Jika memang demikian maka layar logon tidak akan terlihat, tetapi Windows selalu menjalankan tahapan logon.
Registry berisi script logon, program startup, dan service untuk setiup user, ini bisa meliputi pengembangan ke inti operating system Windows, program sekuriti (seperti antivirus atau anti-spyware), dan program utilliti yang lain yang berjalan secara background.
Setelah Windows selesai menjalankan script dan semua program dan service yang ditentukan, proses startup Windows selesai, desktop Windows tampil, dan komputer sial untuk digunakan.
Apa yang Mungkin Terjadi?
Keseluruhan proses startup tidak lebih dari dua atau tiga menit, kecuali jika ada beberapa program yang memakan waktu (misalnya scan antivirus) yang otomatis dijalankan setelah startup. Ada banyak proses terpisah yang terlibat dalam menjalankan Windows.
Setiap tahap tergantung kepada yang mendahuluinya, jika ada sesuatu yang terjadi maka keseluruhan proses akan berhenti. Jadi kunci untuk menangani masalah startup adalah untuk mengidentifikasi tahap startup yang gagal dan proses yang gagal di dalam tahap tersebut.
Pada waktu startup gagal, akan terjadi salah satu dari beberapa hal berikut: kode beep POST akan berbunyi, dan komputer akan diam atau mati. Tampilan teks akan diam, monitor tidak akan menampilkan apa-apa, Gambar “Windows is loading…” akan terus tampil di layar, Error Blue Screen akan muncul, Jendela Error akan muncul.
Memang ada beberapa kemungkinan. Untungnya, masalah yang terjadi bisa menunjukkan pada tahap mana startup gagal. Jika Anda melihat pesan error, dalam mode teks, dalam Blue Screen, atau jendela pop-up, Anda bisa menggunakan isi pesan untuk mengetahui sumber masalah.
Jika komputer diam dalam mode teks, baris terakhir atau kedua dari terakhir akan menunjukkan bagian terakhir dari proses startup yang bekerja dengan baik.
Jika pada layar tidak tampil apa-apa, atau jika gambar “Windows is loading…” tetap tampil di layar, hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak ada. Tunggu beberapa menit agar Windows bisa mencoba mengatasi masalah tersebut. Ini tidak selalu berhasil, tetapi tidak ada salahnya dicoba. Jika tidak ada perubahan setelah kira-kira lima menit, tekan tombol ESC dua atau tiga kali. Jika itu tidak membantu, gunakan tombol Reset yang ada di bagian depan casing komputer dan lihat apakah komputer kali ini berjalan dengan baik, jika error yang sama muncul lagi, coba boot komputer ke dalam Safe Mode.
Jika panah atau kursor mouse tampil pada layar tetapi tidak ada sesuatu yang terjadi, coba gerakkan mouse. Jika kursor mengikuti mouse maka itu bisa saja berarti bagian Windows yang lain sedang di-load. Jika tidak ada respon di layar pada waktu Anda menggerakan mouse, komputer berarti diam.
Menerjemahkan Pesan Error Startup
Pesan error sering kali membingungkan, sehingga perlu adanya penjelasan yang lebih terperinci sebelum Anda memperbaiki masalah yang menjadi penyebabnya. Cara paling mudah untuk mendapatkan penjelasan tersebut ada dengan menggunakan komputer ke dua yang masih berfungsi untuk mencari arti teks pesan atau beberapa data kata kuncinya di Internet. Jika yang Anda cari tidak ada di Web, coba cari di newsgroup. Anda mungkin akan menemukannya.
Non-System Disk Error
Salah satu pesan error yang sering muncul adalah:
Non-system disk or disk error Replace and press any key when ready
Pesan ini muncul jika disk drive pertama-pertama atau perangkat penyimpanan lain yang dibaca processor tidak berisi Windows atau operating system yang lain. Startup mengabaikan drive yang tidak berisi media, tetapi jika ada floppy atau CD pada drive startup, atau jika processor tidak menemukan Windows pada harddisk drive C:, komputer akan menampilkan pesan “Non-system disk”. (Hanya karena tidak bisa menemukan Windows bukan berarti Windows tidak ada di situ – bisa saja karena ada satu atau beberapa file startup penting yang hilang).
Pesan error ini sangat tidak jelas, ia bukan benar-benar menyuruh Anda supaya “mengganti dan menekan sembarang tombol” (replace and press any key), tetapi mengganti disk dan tekan suatu tombol. Untuk mengatasi masalah ini, pastikan tidak ada disk di dalam floppy atau drive CD, dan kemudian tekan spasi atau tombol keyboard yang lain.
Komputer akan mencoba membaca kembali drive startup. Jika muncul lagi error yang sama, maka masalahnya ada pada harddisk anda, harddisk yang tidak mempunyai file startup Windows, file startup ada di dalam drive tetapi rusak, atau komputer kesulitan membaca drive karena drive rusak atau kabel ke drive belum tersambung.
Anda mungkin juga akan mendapatkan pesan “Non-system disk” setelah menginstalasi hard disk primary baru karena proses tidak akan menemukan Windows pada drive tersebut sampai Anda menginstalasinya.
Masalah Master Boot Record: Root adalah Segalanya
Microsoft menyebut Master Boot Record (MBR) sebagai “struktur data yang paling penting pada disk”. Jika processor komputer tidak bisa membaca MBR, ia tidak akan bisa melihat bagian lainnya dari drive atau floppy tersebut. Tanpa MBR, maka bagian lain dari drive tidak berguna.
MBR disimpan pada sektor pertama dari setiap harddisk. Setelah POST selesai, komputer me-load MBR dari drive yang berisi operating system ke dalam memory dan MBR menjalankan program startup ntldr yang menjalankan Windows.
Jika komputer tidak bisa membaca MBR – karena filenya corrupt, virus atau kerusakan lain pada harddisk – salah satu pesan berikut akan mucul:
Invalid partition table
Error loading operating system
Missing operating system
A disk read error occurred
NTLDR is missing
NTLDR is Compressed
Hal pertama yang haru dilakukan pada waktu melihat salah satu pesan tersebut adalah dengan memasukkan boot disk antivirus ke drive floppy atau drive CD (drive apa pun yang dibaca kali pertama oleh komputer) dan lakukan scan antivirus. Biasanya program antivirus komersial menyertakan disk boot darurat yang bisa melakukan scan startup.
Jika scan tidak menemukan adanya virus, gunakan Recovery Console untuk mengembalikan MBR, file ntldr, atau boot sector yang corrupt. Kami sarankan sebaiknya Anda ingat dulu perubahan-perubahan yang baru-baru ini Anda lakukan. Kadang-kadang menajalankan tool recovery bisa mengacaukan sistem. Jika bukan virus, maka itu berarti file rusak. Jika memang demikian, membatalkan perubahan kemungkinan tidak akan memperbaiki kerusakan.
Pesan Error Startup Lainnya
Setelah ntldr menjalankan boot loader, ia menjalankan program Ntdetect.com yang mengumpulkan data tentang perangkat lain yang terinstalasi pada komputer Anda. Perangkat ini meliputi tanggal dan waktu yang diset di firmware, kartu grafik, keyboard, mouse, port komunikasi, disk drive, dan perangkat pada kartu ekspansi.
Jika ntldr menemukan masalah pada salah satu perangkat, ia akan menampilkan pesan error pada waktu startup. Setiap perangkat menghasilkan pesan yang berbeda, jadi tidak ada standar teks pesan yang universal. Untuk mengetahui lebih banyak suatu pesan, cari di web teks dari pesan tersebut. Biasanya, dengan menggunakan tiga atau empat kata pertama Anda sudah bisa menemukan penjelasan tentang pesan tersebut (berikan tanda kutip pada awal dan akhir frase supaya yang dicari adalah seluruh frase tersebut bukannya masing-masing kata).
Kembali ke Last Know Good Configuration
Last Know Good Configuration merupakan fitur perbaikan yang bisa Anda gunakan untuk menjalankan komputer dengan mneggunakan setting terakhir yang bekerja. Gunakan fitur ini jika Anda tidak bisa menjalankan Windows setelah melakukan perubahan ke komputer, atau jika menurut Anda perubahan yang baru saja dilakukan menyebabkan masalah.
Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan fitur ini jika tidak bisa menjalankan Windows setelah menginstalasi driver baru untuk video card, atau Anda menginstalasi driver yang tidak cocok dan belum me-restart komputer.
Setiap Windows berjalan dengan lancar, ia menyimpan salinan konfigurasi saat itu pada bagian CurrentControlSet di registry. Salinan itu disebut LastKnownGood. Seperti yang ditunjukkan dari namanya, Last Known Good Configuration mengembalikan komputer ke konfigurasi tersebut dan mengabaikan setiap perubahan yang dilakukan sejak itu.
Dengan kembali ke konfigurasi terakhir yang bisa digunakan, Anda bisa memperbaiki Windows supaya bisa berjalan, ini seperti mengembalikan waktu.
Jika LastKnownGood bisa menjalankan Windows, komputer akan restart, dan Windows akan berjalan dengan setting konfigurasi yang lama. Jika restart tidak berhasil, Anda akan melihat layar teks lain dengan menu pilihan startup, coba lagi Last Known Good Configuration dan tidak berhasil (lagi), coba jalankan Windows dalam Safe Mode.
Jika Last Known Good Configuration atau Safe Mode tidak berhasil, gunakan Recovery Console untuk menghilangkan file sistem yang rusak atau menggunakan CD Windows untuk instalasi ulang.
Melewati Windows dengan Recovery Console
Recovery Console merupakan tool sederhana untuk mengubah struktur file yang mengontrol Windows dan memperbaiki atau mengganti file yang rusak. Recovery Console menggunakan command-line untuk menerima perintah. Interface-nya mirip dengan shell.DOS yang kita gunakan dulu sebelum Windows dan interface grafis lain diperkenalkan.
Jika Windows tidak mau berjalan baik pada Normal Mode atau Safe Mode, Anda bisa menggunakan Recovery Console untuk men-disable suatu driver atau service yang menjadi penyebab masalah, memperbaiki file yang rusak atau Master Boot Record (MBR) yang corrupt pada harddisk, atau memperbaiki masalah penting lainnya.
Recovery Console bisa menjadi tool yang powerful untuk mencari dan memperbaiki suatu masalah startup. Tetapi jika Anda tidak tahu betul apa yang Anda lakukan, Recovery Console bisa menyebabkan masalah baru yang akan menambah masalah yang sudah ada di komputer Anda atau bahkan membuat Windows tidak bisa jalan sama sekali.
Oleh karena itu, gunakan Recovery Console hanya jika Anda mempunyai petunjuk terperinci untuk melakukan suatu hal dari sumber yang bisa dipercaya seperti Microsoft Knowledge Base atau help desk setempat.
Mengatasi Masalah Startup dengan Recovery Console
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, BIOS pada motherboard komputer menggunakan ntldr untuk menjalankan Windows. Ia menggunakan ntdetect.com untuk mencari dan mengonfigurasi perangkat input dan output. Jika BIOS tidak bisa memproses salah satu file program tersebut, Windows tidak bisa dijalankan.
Anda bisa menggunakan Recovery Console untuk mengembalikan file ntldr atau ntdetect. com yang hilang atau rusak, dan untuk mengganti Master Boot Record dan boot sector.
Untuk memasukkan perintah ke dalam Recovery Console, ketik perintah pada prompt. Tekan tombol ENTER di akhir perintah untuk mengirimnya ke komputer.
Untuk mengganti ntldr, ketik copy drive:i386\ntldr, di mana drive menunjukkan huruf drive CD. Untuk mengganti ntdetect.com, ketik copy drive:i386\ntdetect.com, dimana drive menunjukkan huruf drive CD. Untuk mengganti Master Boot Record, ketik fixmbr. Untuk mengganti boot sector, ketik fixboot. Recovery Console akan menanyakan Overwrite system? (Yes/No/All). Ketik Y untuk ya setiap kali pertanyaan muncul.
Jika file ntldr dan ntdetect.com rusak, mungkin saja ada file sistem lain yang juga rusak. Menggunakan Recovery Console untuk memperbaiki file tersebut mungkin belum bisa membuat Windows berjalan, tetapi tidak ada salahnya melakukan itu.
Last Known Good Konfiguration
Untuk kembali ke konfigurasi terakhir yang bisa digunakan, lakukan langkah:
1. Pastikan tidak ada disk di drive CD atau drive floppy, dan restart komputer.
2. Pada waktu hasil POST muncul di layar, tekan tombol F8 sampai menu Windows Advanced Options muncul.
3. Gunakan tombol panah dan bawah untuk memilih Last Known Good Configuration, dan tekan tombol ENTER, Windows akan restart menggunakan LastKnownGood.
Dengan Last Known Good Configuration, Anda bisa memperbaiki masalah konfigurasi seperti tidak kompatibelnya driver yang baru diinstalasi dengan hardware komputer Anda. Ia tidak memperbaiki masalah yang disebabkan oleh driver atau file yang hilang atau corrupt.
Last Known Good Configuration menggunakan informasi yang disimpan dari kali terakhir Anda mematikan komputer untuk mengembalikan setting registry dan driver. Oleh karena itu, Anda hanya bisa menggunakan fitur ini jika bisa menyalakan komputer dengan baik sebelum mengembalikan komputer dengan menggunakan Last Known Good Configuration.
Setelah menjalankan komputer dengan menggunakan Last Known Good Configuration, perubahan yang dilakukan sejak startup terakhir (yang berhasil) akan hilang.
Recovery Console
Cara paling baik untuk menjalankan dan menggunakan Recovery Console adalah dengan menjalankannya secara langsung dari CD Windows XP. Untuk melakukannya, lakukan langkah berikut:
1. Masukkan CD Windows XP ke dalam drive.
2. Restart komputer dari CD.
3. Pada layar Welcome to Setup, tekan tombol R. Recovery Console dijalankan dan menampilkan daftar instalasi Windows pada komputer Anda. Biasanya hanya ada satu item pada daftar.
4. Masukkan nomor versi yang ingin Anda gunakan, dan tekan tombol ENTER. Recovery Console akan menanyakan password administrator.
5. Ketik password yang biasanya digunakan untuk masuk ke dalam Windows sebagai administrator, dan tekan tombol ENTER. Jika tidak ada password administrator, tekan saja tombol ENTER. Setelah Recovery Console menerima password, ia akan menampilkan prompt C:\WINDOWS. Untuk menutup Recovery Console, ketik exit pada prompt.
Pada waktu menggunakan Windows Recovery Console, Anda hanya bisa menggunakan item berikut, folder root, folder %SystemRoot% dan subfolder instalasi Windows yang sedang Anda masuki, folder Cmdcons, dan drive media removable seperti drive CD-ROM aau drive DVD-ROM.
Perlu dicatat bahwa mencoba-mencoba mengakses folder lain, Anda akan menerima pesan error “Access Denied”. Selain itu, pada waktu menggunakan Windows Recovery Console, Anda tidak bisa meng-copy file dari harddisk lokal ke floppy. Namun, Anda bisa meng-copy file floppy atau CD-ROM ke harddisk, dan Anda bisa meng-copy folder dan satu harddisk ke harddisk yang lain.