Trik Baru Membakar DVD
Posted by louis7zen on 4th August 2007
Trik Baru Membakar DVD
Dengan program yang tepat Anda tidak akan lagi merusak keping CD/DVD blank yang akan dibakar. Yang diperlukan hanyalah program Nero, beberapak koleksi film, musik, atau data Anda, dan sedikit Hardware Tuning.
Contoh ke-1: Dengan setting yang tepat Nero sanggup membakar hingga 150 MB lebih banyak daripada kapasitar standar (pada CD hingga 15 MB).
Contoh ke-2: Agar lagu-lagu memiliki kualitas suara yang optimal, Anda tidak perlu menggunakan editor WAV. Tombol kanan mouse saja sudah cukup. Anda juga dapat menyusun sebuah album melalui drag&drop, termasuk normalisasi.
Contoh ke-3: Format DivX perlahan tapi pasti akan digantikan oleh H-264. Standar bakar mendatang yaitu HD-DVD dan BluRay akan menyertai format H.264 di dalamnya. Format H.264, yang telah didukung Nero, berkualitas lebih baik dalam ukuran yang lebih kecil dibanding DivX. Hal yang sama berlaku bagi konversi DVB ke DVD pada televisi digital melalui antena.
Contoh ke-4: Meng-copy film Hollywood bukan lagi hal baru. Berikutnya akan ditunjukkan cara yang lebih elegan bagaimana membakar film DVD-9 pada keping DVD-5 yang nyaris tanpa penurunan kualitas gambar. Berbagai trik lainnya dapat Anda baca pada ulasan berikut ini.
Berikut ini adalah cara membakar keping DVD dengan hasil sempurna secara standar, highspeed, termasuk pada dual-layer.
Meningkatkan kompatibilitas playback DVD
Anda ingin mem-playback sebuah DVD bakaran sendiri dengan DVD player di rumah. Sayangnya perangkat tersebut menolak memainkannya.
Masalah: Player tertentu dan drive-drive lama biasanya tidak dapat membaca DVD bakaran sendiri. Hal ini jelas membuat kesal penggunanya mengingat keping DVD-9 (dual-layer) saat pertama kali hadir saat ini, tergolong mahal.
Sebab: Saat membakar, program menyimpan info mengenai format DVD, misalnya ‘DVD+R’, pada blok pertama. Akibat info ini, banyak DVD player menolak mem-playback-nya karena kode yang dibutuhkan untuk DVD video adalah ‘DVD-RAM’.
Apabila drive pembakar DVD (DVD burner) Anda mendukung ‘Booktype Setting’, seperti pada NEC ND2510A, ND 3500A, Pioneer DVR-A08, LG 4120, 4160, dan 4163, info yang dibutuhkan dapat Anda tempatkan sendiri. Produsen lainnya juga sedang membuat update firmware agar juga memiliki kemampuan yang sama. Sayangnya info tersebut jarang dipublikasikan. Ada baiknya Anda periksa di www.cdfreaks.com.
Apabila drive-nya mendukung, Anda dapat mengubah booktype secara manual dalam Nero Burning Rom. Untuk itu klik “Recorder | Choose Recorder”. Dalam jendela berikutnya, pilih DVD burner Anda yang terpasang lalu klik ‘Options’. Apabila Anda ingin mebakar sebuah DVD video, pilih ‘DVD-ROM’ dibawah ‘Booktype Settings’. Dengan demikian, DVD player akan mengira DVD bakaran adalah DVD film yang biasanya dijual. Konfirmasikan jendela berikutnya dengan ‘OK’. Apabila nantinya Anda ingin membakar sebuah DVD data, ubah kembali Booktype Setting-nya ke setting standar yaitu ‘Automatic’.
Membakar highspeed-DVD tanpa kesalahan
Anda menggunakan salah satu DVD burner 12x atau 16x. Namun setelah membakar keping DVD dengan kecepatan tersebut, banyak sektor pada DVD yang tidak terbaca. Hal ini disebabkan karena berkas laser tidak dapat lagi difokuskan dengan tepat saat menulis ke bagian-bagian ujung keping. Akibatnya banyak terjadi kesalahan.
Agar Anda tidak membuang-buang keping saat membakar pada kecepatan tinggi, lakukan pengisian maksimal hanya sampai 75% kapasitas keping. Dengan kapasitas tersebut biasanya laser tidak bermasalah. Apabila Anda ingin mengisinya hingga penuh, gunakan keping DVD yang lebih lambat (4x atau 8x).
Membakar dengan kecepatan yang tepat
Anda memiliki sebuah DVD burner 8x, tetapi program bakar hanya sanggup menulis 2,4x. Masalahnya terletak pada keping yang digunakan. Biasanya produsen keping DVD hanya menginformasikan kecepatan maksimalnya saja. firmware DVD burner berisi database internal berupa kode spesifikasi DVD. Ketika keping DVD dimasukkan, kode identifikasi yaitu Absolute Time in Pre-Groove (ATIP) pada keping DVD tersebut akan dibaca oleh DVD burner untuk menentukan kecepatan bakar maksimal. Selanjutnya informasi tersebut akan diteruskan ke program bakar (Nero).
Pada keping DVD keluaran baru, kode identifikasi mungkin tidak ada dalam database internal DVD burner. Solusinya adalah dengan melakukan update firmware. Informasi rinci mengenai berbagai firmware DVD-RW, DVD-ROM, CD-RW, dan CD-ROM dapat Anda baca di www.firmware.fr.st. Perlu diingat bahwa update firmware dapat berisiko merusak DVD burner Anda. Oleh karena itu untuk amannya, gunakan keping DVD lainnya. Hal yang sama juga berlaku bagi CD burner dan kepingnya, perbedaan kecepatan maksimum pada CD biasanya tidak terlalu diperhatikan. Perbedaan waktu yang dibutuhkan untuk membakar keping CD dengan kecepatan 52x dan kecepatan 40x umumnya tidak signifikan. Hal ini mengingat kapasitar datanya yang relatif kecil (700 MB) dibandingkan kapasitas DVD (4,7 GB atau 8,5 GB).
Menangani keping DVD 4x dengan benar
Anda telah membakar film DVD dengan kecepatan maksimum (4x) yang dapat didukung oleh DVD burner. Belakangan diketahui, kualitas gambartnya tidak sesuai dengan harapan Anda. Bahkan keping DVD tersebut susah dibaca. Penyebabnya mungkin karena burner Anda tidak memenuhi semua persyaratan standar yang diperlukan dalam membakar DVD pada kecepatan 4x.
Keping DVD 4x menuntut, terutama burner lama yang telah di-update firmware-nya, intensitas laser yang lebih tinggi dibandingkan keping DVD 2x (atau 2,4x pada DVD+R). Dengan demikian DVD burner selain harus menyediakan daya cadangan agar proses bakar bebas dari kesalahan. Apabila kualitas gambarnya kurang layak, turunkan kecepatan bakar menjadi 2x.
Mengidentifikasi Produsen Keping DVD
Pada salah satu tips bakar diatas (overburning DVD) Anda telah mengetahui bahwa pembakaran DVD melebihi kapasitas standar (overburning) hanya dapat dilakukan pada keping DVD yang dibuat dari produsen tertentu saja.
Pada keping DVD murah seperti merek yang tidak dikenal seperti Matrix atau Goldstar, produsen keping aslinya biasanya tidak sama dengan merek yang tercantum pada DVD. Keping-keping tersebut diproduksi oleh berbagai produsen. Untuk dapat mengetahui nama produsen yang sebenarnya Anda harus melihat kode ATIP (Absolute Time in Pre-Groove).
Jalankan tool Nero CD-DVD Speed melalui “Start | Programs | Nero | Nero Toolkit | Nero CD-DVD Speed” lalu klik menu “Extra | Disk Info”. Nama produsen tampak dalam kolom tersebut.
Overburning DVD tanpa risiko
Beberapa program untuk meng-copy DVD, seperti DVDCopy dari Intervideo dapat keliru mengalkulasi ukuran output sehingga film dari DVD-9 tidak muat pada keping DVD-5. Hal ini tentu akan sangat menjengkelkan, terlebih bila selisihnya hanya 10-20 MB. Namun dengan tool bakar dan keping yang tepat, Anda dapat saja membakar DVD melebihi standar, tanpa risiko gagal.
Pertama, periksalah dengan tool ‘Nero CD-DVD Speed’, apakah burner Anda mampu melakukan overburn. Kelemahan metode ini berisiko mengorbankan sebuah keping DVD. Masukkan keping ke dalam DVD burner dan klik menu “Start | Programs | Nero | Nero Toolkit | Nero CD-DVD Speed”. Selanjutnya pilih “Extra | Overburning Test”. Jalankan pengujian tersebut dengan mengklik ‘Start’ dalam jendela yang tampil. Kini, Nero mencoba memenuhi keping dan akhirnya memberi laporan, apakah overburning dapat dilakukan dan berapa banyak data dapat dimuat ke dalam keping DVD-5 Anda.
Hasil pengujian cukup bervariasi: Dengan burner LG 4040b, Anda dapat membakar hingga 150 MB data lebih banyak dari standar pada sebuah keping Sony. Sedangkan pada burner Pioneer A07 dapat dibakar 140 MB data lebih banyak dari sebuah keping Intenso. Agar Nero dapat melakukan overburning, jalankan Nero Burning ROM, pilih “File | Preferences | Expert Features”, lalu tandai option ‘Enable DVD overburning’. Pada ‘Maximum DVD size’ masukkan kapasitas maksimum yang dapat dibakar berdasarkan hasil pengujian tadi.
Memanfaatkan CD hingga maksimal
Beberapa Megabytes sangat berarti nilainya pada CD. Misalnya sebuah film berformat AVI 700 MB ingin Anda tambahkan dengan subtitle asli dari DVD (biasanya 6 MB). Mulai versi 6.6, Nero dapat menulis sebuah lead-out pendek sebagai penutup CD. Dengan demikian, Anda akan mendapat tambahan kapasitas sekitar 12 MB.
Untuk mengaktifkan lead-out pendek tersebut, klik “File | Preferences | Expert Features”. Lalu, tandai option ‘Enabled Disk-at-once CD overburning’ dalam tab ‘Expert Feature’, yang terdapat pada Nero Burning ROM. Dalam ‘Maximum CD size’ masukan ’89 min, 30 sec’ untuk keping 90 atau ’99 min, 54 sec, 74 frm’ untuk keping 99 menit.
Mereparasi file-file image yang rusak
Apabila pembakaran sebuah file image CD selalu gagal, biasanya file tersebut rusak. Solusinya adalah memakai tool CD-mage yang mampu menganalisa dan mereparasi beberapa file image CD yang rusak. Jalankan CD-mage dan klik menu “File | Open”. Perhatikan dalam jendela ‘Open CD image file’, apakah setting ‘File Type’ sudah benar. Misalnya untuk membuka sebuah file image berformat ISO, pilih ‘M1/2048 track (*.iso) dan klik ‘OK’ setelah memilih filenya.
Dalam jendela bagian kiri, yaitu ‘Joliet imge tree’ dapat dilihat track-track apa saja yang ada dalam image. Dalam jendela kanan Anda dapat meng-copy file-file dalam image yang rusak ke hard disk melalui tombol kanan atau option ‘Extract Files’.
Apabila file image rusak, saat dibuka CD-mage akan memberikan laporan. Misalnya ‘Data Track has errors in the file system’. Kini, Anda dapat mereparasi sektor yang rusak dalam image melalu “Action | Repair Corrupted Sector”. Selanjutnya program ini akan berupaya me-restore data yang hilang.
Menyelamatkan data dari CD tergores
Anda memiliki sebuah CD yang tergores dan berusaha mengamankan datanya dengan meng-copy-nya ke hard disk dengan fungsi copy Windows. Namun Windows Explorer justru hang. Apabila Anda telah mencoba beberapa kali tapi tetap gagal di-copy Explorer, coba gunakan tool Unstoppable Copier. Tool ini dapat membaca bagian CD, sektor demi sektor, dan berupaya me-recovery-nya.
- Masukkan CD yang rusak ke dalam burner dan jalankan Unstoppable Copier tanpa perlu di-install. Pada tab ‘Copy’ masukkan drive burner Anda pada bagian ‘Source’ dengan mengklik tombol ‘Browse’. Tentukan juga lokasi penyimpanan file-file dari CD pada bagian ‘Target’. Copy bagian-bagian file yang rusak dengan mengaktifkan ‘Resume Partial Files’. Pada tab ‘Settings’, Anda dapat menentukan cepat atau lambatnya proses recovery.
- Untuk menyelamatkan sebuah file film yang rusak, gerakkan slider ke arah ‘Best Data Recovery’. Apabila Anda hanya ingin meng-copy file yang tidak rusak, pilih ‘Fastest Recovery Speed’ dan tandai juga option ‘Auto Skip damaged files’.
- Kembalilah ke tab ‘Copy’ dan jalankan proses recovery dengan mengklik ‘Start’. Secara otomatis tool akan membaca CD.
Memproduksi dan menormalisasi live-album
Bagi Anda yang ingin membuat sebuah CD audio dari lagu-lagu dengan berbagai format dapat menggunakan freeware Burrrn. Burrrn menyertakan hampir semua decoder terpenting seperti MP3, OGG atau ACC. Selain itu Burrrn dapat menghilangkan jeda 2 detik antartrack, seperti halnya Nero. Pada jenis rekaman konser (live), jeda antartrack cukup mengganggu kenikmatan Anda dalam mendengarkan musik.
Pada start awal Burrrn, jendela ‘Settings’ akan tampil secara otomatis. Pilih burner Anda pada bagian ‘Writer’. Konfirmasikan setting dengan mengklik ‘OK’ untuk menampilkan jendela utama. Selanjutnya jalankan Windows Explorer dan pilih atau tanda file-file audio yang didukung oleh Burrrn (MP3, OGG, ACC, APE, FLAC, dan lainnya) yang akan Anda bakar pada CD. Pindahkan file-file tersebut dengan drag&drop ke dalam jendela utama.
Secara otomatis, Burrrn akan membaca semua informasi yang ada dalam tags dan menampilkannya dalam kolom ‘Artist dan ‘Title’. Tags semacam ini terdapat pada file berformat MP3 dan AAC. Lagu-lagu Apple pun (berformat iTunes M3A) dapat diimpor oleh tool gratis ini. Saat proses pembakaran, Burrrn menuliskan informasi tersebut sebagai CD-text pada CD audio. Untuk menampilkannya dibutuhkan sebuah CD audio player hardware yang mendukung CD-text. Umumnya audio player atau media player software yang beredar saat ini dapat melihat CD-text ini, salah satunya adalah Nero Media Player.
Apabila Anda mengambil lagu dari berbagai album, aktifkan option ‘ReplayGain’. Dengan demikian, lagu-lagu akan di-normalize atau disamakan volume-nya sebelum dibakar. Periksa kembali semua setting yang telah diatur tadi. Apabila sudah tepat mulailah membakarnya dengan mengklik ‘Burn’.
Mengoptimalkan track audio dengan cepat
Sebelum Anda membuat sebuah CD audio, misalnya dari rekaman konser, Anda perlu menyesuaikan tingkatan volume semua lagu dengan sebuah editor WAV. Dengan Nero, Anda dapat melakukannya secara mudah. Buka menu “File | New” dan pilih ‘Audio CD’ lalu klik ‘New’. Selanjutnya dalam file browser, pindahkan semua lagu yang diinginkan ke jendela kiri. Option-option berikut tersedia untuk optimalisasi track audio:
- Normalize: Tandai semua track dengan [Ctrl] + [A]. Buka menu konteks dan klik ‘Properties’. Kini lakukan optimalisasi untuk semua file. Pilih tab ‘Filter’ lalu tandai option ‘Normalize’ untuk mengaktifkan efek tersebut. Pada bagian kanan jendela yang sama Anda dapat memilih metode normalization yang diinginkan. Metode ‘RMS’ mengalkulasi nilai rata-rata semua track dan meningkatkannya sebanyak nilai yang tercantum di bagian ‘Percent’. Umumnya nilai yang tersedia (preset) sudah cocok. Namun jika lagu-lagu yang ada terlalu kecil volumenya, pilih metode ‘Maximum’. Nero akan meningkatkan volumenya sebesar mungkin tanpa harus membuatnya ‘over’.
- Fading: Fungsi ini juga perlu Anda terapkan pada semua audio track, kecuali pada track pertama. Satu lagu diturunkan volumenya dan lagu berikutnya dinaikkan volumenya. Untuk itu dari menu konteks, pilih ‘Properties’ untuk menampilkan jendela ‘Audio Track Properties’ dan aktifkan ‘Cross fade with previous track’. Dalam kolom di sisi kanan masukkan durasi cross fade-nya (umumnya 6 detik sudah tepat). Efek ini juga menghilangkan jeda 2 detik antarlagu sesuai setting standar (preset) pada Nero.
- Filter lainnya: Beberapa efek dapat diaktifkan sesuai jenis lagunya. Apabila Anda menginginkan efek surround, aktifkan filter ‘Expand Stereo Widening’. Besarnya efek surround dapat diatur dengan slider yang berada di sebelah kanan. Hasilnya dapat Anda uji dengan ‘Test selected filter’. Nero akan memutar lagu dengan efek tersebut. ‘Equalizer’ juga dapat dipakai untuk memperbaiki kualitas suara. Pada bagian ‘Equalizer profile’, tersedia beberapa pilihan. Misalnya ‘Loudneess’ untuk memperkuat nada tinggi dan rendah sebuah lagu yang ‘mendem’.
Menyesuaikan rekaman TV digital untuk DVD
Apabila Anda ingin menyimpan rekaman TV digital pada sebuah DVD video, Anda tidak dapat melakukannya secara langsung. Anda harus mempersiapkannya secara khusus karena meskipun TV digital disiarkan dalam format MPEG-2, tetapi stream tersebut tidak kompatibel dengan DVD. Misalnya dalam MPEG header tercantum bitrate 15Mbps, padahal pada DVD maksimal hanya 9,8 Mbps.
Tool PVAStrumento dapat Anda gunakan untuk mengubah rekaman TV digital menjadi video stream yang kompatibel dengan DVD. Untuk itu, buka program tersebut dan periksa setting standar melalui tombol ‘defaults’. Dalam tab ‘Video’, aktifkan option ‘Correct bitrates in headers’ dan ‘Adjust GOP timecodes’.
Load rekaman TV ke dalam jendela utama sebelah kiri dengan mengklik tombol ‘….’. Melalui tombol ‘info’ Anda dapat melihat nilai yang tercantum dalam MPEG-header. Untuk menampilkan urutan MPEG stream gunakan tombol ‘scan’ sedangkan untuk mengoreksinya klik ‘make ps’.
Proses perekaman dapat Anda lanjutkan dengan memilih ‘demux’. Masukkan nama dan path output file pada bagian ‘Basename’. Selanjutnya bila Anda ingin mengedit iklan dengan tool Cuttermaran (www.cuttermaran.de), tandai option ‘write info file for cuttermaran’. Tool PVAStrumento masih menyediakan setting lainnya tetapi proses konversi dapat langsung Anda mulai dengan mengklik ‘Start’.
Memutar film XviD pada DVD player
Apabila Anda menggunakan codec gratis XviD untuk mengkonversi film-film koleksi pribadi ke video berstandar MPEG4, Anda mungkin akan menemui sedikit masalah. Masalah tersebut terjadi karena decoder dalam DVD player yang kompatibel dengan format XviD tidak menampilkan feature yang ada pada XviD. Oleh karena itu di bawah ini akan di tunjukkan, bagaimana mengatur konfigurasi XviD agar film tersebut dapat diputar secara optimal oleh setiap DVD player yang kompatibel XviD.
1. Download versi terbaru XviD 1.0.3 dari www.koepi.org lalu install. Gunakan juga tool seperti VirtualDub Mod untuk mengatur konfigurasi format XviD. Buka file video-nya melalui “File | Open video file”. Pada “Video | Compression”, pilih ‘XviD MPEG-4 Codec’ dan klik ‘Configure’.
2. Apabila sumbernya adalah DVD video, dalam jendela ‘XviD Configuration’ pilih ‘AS@L5’ pada ‘Profile@Level’. Untuk High Definiton pilih, ‘(unrestricted)’.
3. Tampilkan setting lanjutan melalui ‘More’. Pastikan agar option ‘Quarter Pixel’ dan ‘Global Motion Compensation’ tidak aktif karena biasanya, DVD-player tidak mendukung kedua fungsi XviD ini.
4. Singkirkan tanda di depan ‘B-VOPs’, bila DVD player Anda bukan generasi terbaru. Sebaiknya, bila DVD-player Anda mem-playback B-Frames, cantumkan nilai ‘1’ pada ‘Maximum consecutive BVOPs’. Selain itu, nonaktifkan ‘Packed Bitstream’ agar DVD player dapat bekerja lebih optimal. Apabila option ini aktif, frames akan disusun dalam urutan yang sama seperti pada decoding dan bukannya secara kronologis.
5. DVD/XviD player produksi awal hanya mendukung FourCC-code ‘DivX’. Apabila enterinya adalah ‘XVID’, player tersebut tidak dapat memutarnya. Untuk mengubah FourCC-code, klik ‘Advanced Options | Debug’ dan pilih entri ‘DX50’ di samping ‘FourCC used:’. Tutup konfigurasi XviD dengan “OK”.
Mengoreksi nilai Aspect Ratio (AR) dalam AVI
Perbandingan sisi horizontal dengan vertikal yaitu Aspect Ratio (AR) yang salah kerap terjadi dalam proses konversi film dari format DVD ke AVI. Penyebab utama biasanya karena proses cropping area hitam atas dan bawah tidak atau kurang tepat dilakukan. Format DVD biasanya memakai nilai AR 16:9.
Dengan tool MPEG4 Modifier, Anda tidak perlu harus mengulang encoding seluruh film DivX/XviD. Cukup sebuah entri kecil dalam MPEG4 header file tersebut, film akan di-playback dalam AR yang tepat.
Untuk menggunakan MPEG4 Modifier, Anda harus meng-install .NET-Framework 1.1 dari website Microsoft (Windows update).
Melalui tombol ‘Browse…’ buka file AVI yang bermasalah ke dalam program ini. Misalnya untuk dapat menampilkan film dengan AR 16:9 dengan benar pada layar 4:3, aktifkan option ’16:9’ di bawah ‘Display AR’. Tool akan mengubah flag tersebut dalam VOL (Video Object Layer) header. Video stream-nya tidak diubah, jadi tidak ada penurunan kualitas gambar. Akhiri dengan menyimpan file AVI yang telah dimodifikasi dengan ‘Save’.
Sampai di sini, masih ditemui masalah: Saat mem-playback, decoder harus mampu membaca flag tersebut. Sayangnya, feature ini belum didukung oleh semua decoder. Apabila Anda telah meng-install DivX dan mem-playback file AVI dengan filter tersebut, Anda tidak akan melihat bedanya. Sebaliknya bila Anda membukanya dalam Nero ShowTime, player dapat memutarnya dengan AR yang benar karena filter MPEG4 Nero dapat membaca VOL header.
Mengemas film 12 jam pada sebuah keping
Anda ingin membakar film berdurasi sangat panjang dalam kualitas yang bagus pada sebuah keping CD (atau 24 episode serial TV pada sebuah DVD)? Sebaiknya jangan gunakan codec-codec biasa, termasuk format DivX sekalipun. Tantangan tersebut dijawab oleh format bersantar H.264 yang terintegrasi dalam Nero Recode (terdapat juga dalam paket Nero Vision Express 3). Untuk dapat mengkorversi film-film seri tersebut, langkah-langkah berikut ini:
- Me-load film: Jalankan Recode, klik pada ‘Recode Main Movie to Nero Digital’. Pilih folder VIDEO_TS melalui ‘Import DVD’. Recode akan menganalisis film dan mengatur bitrate-nya agar film muat dalam sebuah CD. Apabila filmnya berdurasi lebih dari 3 jam, Anda perlu mengubah setting-nya.
Aktifkan option ‘Fit to target’ lalu pilih ‘Custom…’ dan masukkan nilai ‘714’ di bawah ‘Fit to one disc of size’. Anda dapat mengisi nilai yang lebih besar lagi bila setting lead-out pendek dari Nero diaktifkan. Pada prinsipnya berlaku: Nilai bitrate untuk ‘Video Quality’ tidak boleh lebih rendah dari pada 470 Kbps. Namun bila itu terjadi, pilih format audio stereo.
- Sound Settings: Apabila bitrate-nya di atas 470 Kbps, aktifkan option ‘5.1-channel surround’ dalam tab ‘Audio #1’ dan sesuaikan nilai bitrate melalui ‘Settings’. Nero menawarkan format HE-AAC untuk audio encoding yang lebih baik daripada MP3 dalam segala hal. Jadi untuk stereo Anda dapat memilih bitrate antera 48-64 Kbps, dan untuk 5.1 channel surround, disarankan minimal 128 Kbps.
- Setting H.264: Untuk mengkonfigurasi track video, klik tombol ‘More’ dan pilih Nero Digital profile ‘Maximum Definiton AVC’. Klik ‘Next’ untuk menampilkan ‘Burn Options’. Di sini pilih ‘Hard disk Folder’ pada bagian Destination dan folder yang di inginkan pada ‘Target folder’. Setelah itu klik ‘Nero Digital Settings’. Pilih ‘High quality encoding (2-pass)’ pada ‘Encoding method’ dan ‘Automatic Smooth’ pada Deblocking options’. Setting ini cocok untuk bitrate di atas 540 Kbps.
- Tuning H.264: Apabila bitrate Anda di bawah 540 Kbps, aktifkan ‘Expert Mode’ untuk men-setting codec. Klik ‘General Settings’ dan pilih ‘512 to 511.75’ sebagai ‘Maximum vector range’. Untuk ‘Maximum Reference frames’ cantumkan ‘8’ dan sebagai ‘Maximum B-frames’, cantumkan ‘4’. Pada ‘Encoding Tools’, pilih ‘Deblocking strength’ dalam option ‘Adaptive’. Geser slider sampai bagian paling kanan hingga Recode menampilkan ‘Deblocking strength:6’. Klik ‘Burn’ untuk men-start Recode. Dengan PC Pentium 4 berkecepatan 2,5 GHz, proses encoding dapat berlangsung selama 6 hingga 8 jam, tergantung durasi filmnya.
Men-copy film cerita tanpa penurunan kualitas
Apabila Anda ingin memuat sebuah DVD-9 tanpa kompresi pada sebuah keping DVD-5, Anda tidak harus mengalkulasinya dengan sebuah program untuk meng-copy DVD. Film utama pada cerita berdurasi kurang dari 2 jam masih muat pada sebuah keping DVD-5.
Dengan VobBlanker Anda dapat menyingkirkan bagian trailer, making of, dan interviews dari DVD tanpa harus mengubah struktur aslinya. Tool ini akan mengganti bagian yang dihapus tersebut dengan film dummy berdurasi singkat (beberapa detik)
Untuk itu, jalankan VobBlanker lalu buka file VIDEO_TS.IFO yang terdapat pada keping DVD atau folder DVD melalui ‘Browse’. Pada bagian ‘Output Folder’, tentukan di mana DVD yang telah dimodifikasi akan disimpan. Di bawah ‘Total Size’ dalam kolom ‘initial’ tampak ukuran DVD asli yang besarnya di atas kapasitar DVD-5. Sementara di bagian ‘Final’, akan terlihat ukuran DVD setelah dimodifikasi (berukuran di bawah 4.477 MB).
Langkah pertama sebaiknya kita serahkan pada VobBlanker dengan ‘Blank | Auto’. Tool ini akan menyingkirkan semua elemen yang tidak dibutuhkan, kecuali menu dan film utama yan gmerupakan PGC (Program Chain) terbesar. Apabila ukuran total masih terlalu besar, singkirkan sebuah bagian dari film utama, misalnya ‘credit-title’ penutupnya.
Untuk itu dalam jendela ‘TitleSet’ klik VOB yang berisi film utama. Kini dalam jendela ‘PGC in Selected TitleSet’, Anda dapat melihat beberapa PGC. Klik pada bagian utama film dan lihat preview-nya melalui tombol ‘Prev/Cut’. Anda juga dapat memilih bab (chapter) yang diinginkan (cell) pada bagian ‘Go To’. Dalam pull-down menu di samping ‘Cell #’ pilih nomor terakhir. Melalui ‘Play’, Anda dapat melihat cell yang menampilkan credit-title dalam jendela preview di bawah. Tutup jendela dengan ‘OK’.
Dalam jendela utama tampilan struktur bab film melalui tombol ‘Cells’. Tandai cell berisi credit-title dan singkirkan dengan ‘Blank’. Klik ‘Apply’ agar VobBlanker mengaplikasi perubahan. Selanjutnya, Anda dapat memeriksa hasilnya. Dalam contoh diperoleh kapasitas 4.446 MB, lebih kecil daripada kapasitar keping DVD-5. Melalui ‘PROCESS!’, VobBlanker menyimpan DVD yang telah dimodifikasi pada hard disk.
Authoring instan: DVD video tanpa menu
Apabila Anda tidak membutuhkan menu dan hanya tertarik pada film utama, cara paling dalam membuat DVD video adalah dengan memakai Muxman. Syaratnya hanya satu, yaitu track audio dan video harus terpisah dan kompatibel dengan format DVD. Subtitle dapat diimpor tanpa masalah.
Setelah toon ini dijalankan, load track video Anda (harus dalam bentuk file M2V atau MPV) di bawah ‘Video’. Tampak jendela ‘Import File List’. Di sini Anda dapat me-load video stream lainnya melalui ‘add’. Melalui ‘close’, Anda dapat kembali ke jendela utama.
Kini pilih track audio Anda dalam file dengan extention AC3, DTS, MP2 atau WAV – di bawah ‘Audio 1’. Setelah itu pilih ‘Language’, misalnya ‘English’. Umumnya ‘Extension’ dibiarkan pada posisi ‘normal’.
Apabila Anda memiliki track audio lain atau subtitle, lakukan prosedur yang sama. Di bawah ‘Destination folder’ cantumkan path ke folder VIDEO_TS yang akan diisi oleh Muxman. Dengan mengklik ‘Start’ Muxman akan membuat sebuah DVD video tanpa menu.
Authoring nyaman tanpa biaya
Program DVD authoring biasanya mahal harganya. Kini dengan tool GUI for DV-Dauthor, Anda dapat membuat DVD dengan fasilitas menu tanpa harus mengeluarkan biaya.
- Mengkonfigurasi: Setting awal dapat Anda lakukan dengan mengklik ‘Def.Settings’. pertama tentukan dulu lokasi folder kosong agar berada pada partisi yang memiliki kapasitas besar. Isi lokasi folder tersebut pada bagian ‘Output Directory’. Pada ‘Text Defaults’ dalam tab Menu, Anda dapat memilih ukuran, jenis, dan style font dengan mengklik tombol ‘T’. Pada bagian ‘Default Highlight Properties’, Anda dapat menentukan warna tombol bila menu DVD dipilih. Sedangkan pada ‘Default Activated properties’ dapat dipilih warna tombol bila menu DVD diaktifkan. Pilih juga MenuRatio yang sesuai (4:3 atau 16:9).
Pada ‘General Settings’ dalam tab Project, pilih ‘PAL’. Di bawah ‘Start action for Titleset’ pilih ‘Show menu’ dan di bawah ‘End action for Titles and Titlesets’ pilih ‘Main menu’. Ini berarti, menu selalu ditampilkan sebelum film di-start dan setelah di-playback kembali ke menu. Klik ‘OK’ untuk kembali ke jendela utama.
- Membuat bab: Di sini, pilih folder berisi file MPEG Anda di bawah ‘Source’. Drag & drop sebuah file video ke dalam jendela utama untuk mengintegrasikan ke dalam proyek DVD. Dalam jendela ‘Video + Audio Files’ yang tampil, masukkan track audio track tersebut dibawah ‘Audiofile(s)’. Pada bagian ini di bawahnya, definisikan bahasa track audio tersebut.
Tombol pertama di sisi kanan ‘Chapters’ membuka sebuah chapter editor, di mana Anda dapat menempatkan chapter marks melalui sebuah slider. Setiap saat preview menunjukkan posisi aktual Anda dalam film. Untuk hasil yang lebih rinci, Anda perlu mengkonfigurasi chapter mark secara manual melalui ‘Use TimeOffset’. Adegan yang ditampilkan dalam preview dapat di simpan sebagai bab melalui ‘Save current’.
- Membuat menu: Dengan tombol pada mouse Anda dapat dengan mudah menyusun menu DVD. Apabila Anda mengklik kanan sebuah elemen, Properties-nya terbuka. Pertama, aktifkan ‘TV safe area’ yang menunjukkan, apa yang tampak pada perangkat TV. Untuk memilih latar belakang (background) klik kanan pada area kosong di jendela kanan. Akan tampil jendela ‘Menu and Background Properties’. Load sebuah gambar latar belakang di bawah ‘Image’ dan musik latar di bawah ‘Audiofile’. Konfirmasikan keduanya denga ‘OK’.
Untuk membuat tombol baru, tarik, salah satu tombol Add(‘Add Text atau ‘Add Image’) ke tampilan menu dengan drag & drop. Dalam jendela berikutnya tentukan ukuran dan jenis elemen baru tersebut.
Sekarang buat chapter menu. Untuk itu, klik ganda pada ‘TitleSet1 Menu’ di kiri bawah. Tampak sebuah menu kosong. Di kiri atas, program ini akan menampilkan semua chapter mark yang telah dibuat sebelumnya. Tariklah chapter marks tersebut ke atas tampilan. Secara otomatis akan muncul sebuah tombol dengan gambar yang tepat. Tempatkan elemen-elemen dan bila perubahan perlu dilakukan, gunakan tombol kanan mouse. Ulangi untuk semua bab. Setelah selesai, klik ‘Create DVD’.
(chp.05.2005)
Posted in Computer | No Comments »