Lucky

Archive for July, 2007

Sehat Sebelum Menikah

Posted by louis7zen on 14th July 2007

Sehat Sebelum Menikah

 

Membina sebuah rumah tangga tidak semata hanya cukup bermodalkan cinta dan materi saja. Kesiapan psikososial atau mental, disertai sikap keterbukaan mengenai riwayat kesehatan calon pengantin, sangat dibutuhkan sehingga kelak setelah menikah tidak berdampak pada kekecewaan dan kemarahan bagi pasangannya.

 

Sudah delapan tahun menikah, Lilis (samaran) dan Bayu (samaran), belum juga memiliki keturunan. Padahal, sebelum menikah mereka telah merencanakan untuk segera memomong anak.

 

Keinginan memiliki anak belum bisa terwujud karena dalam rahim Lilis terdapat kista. Setelah melalui pengobatan intensif, kista itu hilang. Tetapi, usaha memperoleh anak terkendala karena sel telur Lilis tidak bisa dibuahi. Hambatan lain muncul dari suami, Bayu, yang kualitas dan kuantitas spermanya tidak normal.

 

Pasangan suami-isteri ini mengaku, sejak awal mereka tidak menyadari kalau masing-masing dari mereka memiliki kekurangan dalam hal kesehatan reproduksi. Sebelum menikah, mereka tidak melakukan uji kesehatan secara menyeluruh.

 

“Memang, ketika konsultasi perkawinan menjelang pernikahan kami disarankan memeriksakan kesehatan. Tapi, karena bukan kewajiban, kami mengabaikan saran itu,” kata Lilis yang bersama suaminya tidak saling menyalahkan dengan peristiwa itu.

 

Mereka akhirnya memutuskan mengadopsi anak sembari tetap meneruskan pengobatan secara intensif.

 

Kasus Lilis dan Bayu hanyalah salah satu contoh pasangan suami-isteri yang memiliki masalah kesehatan dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Tidak sedikit persoalan rumah tangga muncul akibat masalah kesehatan pasangan.

 

Sebelum memutuskan menikah, calon suami dan isteri harus siap dari segi finansial, fisik atau kesehatan tubuh, dan psikososial.

 

Khusus fisik, dibutuhkan pemeriksaan kesehatan. Langkah ini merupakan sesuatu yang penting untuk mencegah masalah rumah tangga. Tujuannya untuk membina keluarga sehat dan sejahtera.

 

Serangkaian pemerksaan dipandang perlu agar kelak pasangna suami-isteri terhindar dari sejumlah penyakit dan kelainan, termasuk yang disebabkan penyakit atau kelainan bawaan yang diturunkan.

 

Dalam pemeriksaan kesehatan ini yang dibutuhkan antara lain pemeriksaan darah, seperti Hb trombosit, hemoglobin, dan leukosit. Selain itu, pemeriksaan golongan darah dan Rhesus, urinalisa atau kencing rutin, dan hepatitis, terutama B dan C.

 

Pemeriksaan kesehatan juga diperlukan untuk menghindarkan calon suami dan isteri dari penyakit menular, seperti tuberkulosis, Hepatitis B, HIV, dan penyakit kelamin. Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga dibutuhkan untuk penyakit keturunan, seperti talasemia.

 

Kalau ada pasangan yang membawa talasemia,harap berhati-hati karena penyakit ini tak bisa dicegah. Anak yang dilahirkan bisa kena talasemia juga.

 

Bila perlu dilakukan pemeriksaan tumor marker, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kesehatan kanker dalam keluarga. Pemeriksaan ini sudah menjadi standar, sekaligus dapat mengetahui apakah seseorang menderita hepatitis, AIDS, atau pecandu narkoba.

 

Selain mengetahui riwayat kesehatan, calon suami dan isteri juga harus terbuka dalam hal kondisi sosial, antara lain status ekonomi dan perilaku yang tidak mendukung kehamilan, antara lain merokok, minum beralkohol, atau memakai obat-obatan psikotropika.

 

Bagi calon isteri, terutama kepada pasangan yang sangat ingin segera memiliki keturunan, sebaiknya melakukan konseling menjelang menikah. Tujuannya agar kehamilan bisa dipersiapkan sebelumnya.

 

Sebelum menikah, calon isteri harus mendapat imunisasi TORCH atau toksoplasmosis, rubella, citomegalivirus, dan herpes.

 

Bila sejak awal sudah ditemukan TORCH, sebaiknya pasangan menunda punya anak untuk pengobatan karena bisa menyebabkan kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Sementara untuk calon ibu, bisa untuk mengantisipasi tekanan darah dan jantung.

 

Dianjurkan untuk pemeriksaan dengan ultrasonografi atau USG yang bisa mendeteksi apakah perempuan itu menderita kista, mioma, tumor, atau keputihan.

 

Artinya, jika ditemukan adanya kelainan atau infeksi, bisa secara dini dibersihkan sehingga tidak mengganggu selama masa kehamilan.

 

Pemeriksaan laboratorium menjelang pernikahan sangat penting bagi calon isteri. Langkah ini untuk mengetahui, sejauh mana kondisi orga reproduksi, rahim, dan status kekebalan terhadap penyakit rubella dan toksoplasma.

 

Calon isteri juga harus di-imunisasi tetanus toksoit (TT) untuk mencegah tetanus pada bayi baru lahir serta pemeriksaan kadar Hb dan ferritin ibu. Dua unsur itu penting untuk perkembangan bayi.

 

Sebelum menikah semua yang terkait dengan kesehatan pasangan sudah harus dibayangkan, dibahas, dan disepakati bersama. Bila kelak timbul masalah, pasangna suami-isteri relatif lebih siap menghadapinya.

 

Bila calon suami-isteri tersebut memang tidak siap dengan hal-hal diatas dan risikonya, sebaiknya urungkan menikah.

 

 

 

 

Posted in Iseng aje | No Comments »

Menikmati ISP Mobile Prabayar

Posted by louis7zen on 14th July 2007

Menikmati ISP Mobile Prabayar

 

Kalau dihitung-hitung, pengguna Internet Mobile di Indonesia diprediksi bisa melampui pengguna internet kabel. Ini karena penyelenggara telekomunikasi sudah membatasi pengembangan jaringan fisik (kabel). CDMA telah dipilih sebagai pengganti dengan biaya investasi yang lebih murah.

 

Internet Service Provider (ISP) pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Bekerja sama dengan operator, mereka telah membidik pangguna ponesl (CDMA) yang biasa mengakses internet lewat PC ataupun laptop.

 

Sekarang akses internet jauh lebih mudah. Kita dapat memilih sistem tarifnya, aga volume based atau times based. Bahkan tersedia juga layanan prabayar.

 

Setidaknya ada 9 ISP (diluar operator) yang menyediakan akses internet Mobile, namun tidak semuanya melayani prabayar. Untuk mendapatkan pulsa internetnya cukup mudah. Selain voucher, kini tersedia pembelian lewat SMS (elektronik)

 

Cara membeli pulsa Internet Elektronik

 

Indosat M2

 

Bagi pelanggan Indosat (Mentari, Matrix dan IM3), pulsa internet bisa di beli lewat SMS. Caranya, ketik im2pre <spasi> nominal, kirim ke 6789. misal untuk membeli voucher senilai Rp.10.000, pesannya adalah: im2pre 10000, lalu kirim ke nomor 6789. voucher elektronik yang yakni Rp 10.000 dan Rp 25.000. tarif akses Rp 350 per SMS (diluar pulsa internet)

 

Indonnet

 

Nominal Kode Nominal Durasi Masa Aktif

Rp10.000 10 50 Menit 5 Hari

Rp30.000 30 150 Menit 15 Hari

Rp50.000 50 250 Menit 30 Hari

 

 Caranya, dari nomor Fren ketik: ind <spasi> kode nominal kirim ke 6477.

 

Jalawave

 

 Nominal Kode Nominal Durasi Akses Masa Aktif

 RP. 10.000 10 50 Menit 5 Hari

 Rp. 30.000 30 150 Menit 15 Hari

 Rp. 50.000 50 250 Menit 30 Hari

 

Caranya, dari nomor Fren ketik SMS: JWC <spasi> [kode Nominal], kemudian kirim ke 6477. Contoh: JWC 10 untuk membeli (topup) pulsa akses 10 ribu.

 

Kita akan menerima balasan SMS berisi user id dan password. Selanjutnya user id & password tersebut digunakan untuk koneksi VPN (bagi operator yang bekerjasama dengan Fren). Khusus bagi pelanggan M2 yang mengakses lewat StarOne, username dan password langsung dimasukkan pada koneksi dial up.

 

 

Mengakses lewat VPN

 

ISP yang bekerjasama dengan Mobile-8, menggunakan akses Virtual Private Network. Cara settingnya sebagia berikut:

 

  • Buat koneksi dial up dengan nomor akses #777, username dan password sesuaikan dengan ISP yang dapat kita gunakan,

 

Nama ISP  User ID Password

Indonet m8-indo m8

 Jalawave m8-jala m8

 IM2 m2-im2 m8

 

Selanjutnya buat settingan tambahan (koneksi VPN)

  • Masuk ke menu “My Network Place” (dari PC kita.)
  • Di sebelah kiri, Klik View network connections option
  • Di sebelah kiri, Klik Create a new connection option
  • Ikuti petunjuk. Klik tombol Next >
  • Pilih pilihan Connect to the network at my workplace
  • Pilih pilihan Virtual Private Network Connection dan klik tombol Next > button
  • Ketik Nama ISP pada Company Name
  • Pilih Do not dial the intial connection dan klik tombol Next >
  • Ketik Host Name atau IP Address dan klik tombol Next >

 

 

Isi sesuai daftar di bawah ini, contoh jika menggunakan layanan indonet masukkan m8.indo.net.id

 

ISP VPN address User ID & Password

Indonet m8.indo.net.id Lihat di pesan SMS

Jalawave m8.jalawave.net.id Lihat di pesan SMS

IM2 m8.indosat.net.id Lihat di pesan SMS

 

Untuk memulai akses internet, lakukan dial up dulu, setelah tersambung, baru dial akses ke VPN. Jika berhasil, di kanan bawah layar PC kita akan terlihat dua ikon koneksi yang aktif

 

Semoga bermanfaat (P-Juni 2007)

 

 

Posted in Computer | No Comments »

Enough is Enough

Posted by louis7zen on 14th July 2007

Enough is Enough

 

Saya bertemu teman saya yang sangat berjiwa sosial, yang sangat berbeda dengan saya yang sok sial.

 

Ia bercerita, beberapa hari sebelum kita bertemu hari ini, ia membagikan makanan kepada seorang pemulung. Kegiatan sosial kecil-kecilan ini dilakukannya bukan hanya pada waktu-waktu tertentu saja, tetapi sudah menjadi kehidupannya setiap hari.

 

Jadi, soal kegiatan beri-memberi ini tampaknya sudah menjadi gaya hidupnya. Sementara gaya hidup saya, menerima, menerima, dan kalau bisa terus menerima.

 

Teman saya melanjutkan ceritanya. Pagi itu dalam perjalanan ke kantor, ia melakukan kegiatan sosialnya itu seperti biasa. Ia memberi makanan kepada seorang pemulung. Saat ia memberi, si pemulung menolak bungkusannya, dan dengan rendah hati si pemulung mengatakan, “Terima kasih, Pak. Bapak berikan saja ke pemulung lain atau orang lain yang lebih membutuhkan. Saya sudah kenyang.”

 

Teman saya berkaca-kaca matanya saat menceritakan kepada saya dan berkomentar, “Bayangin, mereka yang hidup sesederhana itu saja masih mampu mengingat orang lain. Mampu tidak jadi egois dan serakah. Gue bener-bener pagi itu ditampar habis.”

 

Teman saya tertampar, tetapi dia tak menyadari ceritanya itu, juga sudah menampar saya. Jadi mirip multilevel marketing. Si pemulung menampar teman saya, teman saya menampar saya, dan sekarang giliran saya menampar sapa???

 

Jika ada yang merasa tertampar, terus terang saya tak pernah berniat demikian.

 

Ketika saya mendengar cerita teman saya itu, saya memeriksa kembali bagaimana saya hidup. Dari sejak saya, mendapat gaji sebagai karyawan. Saya tak pernah merasa cukup.

 

Berbeda sekali ketika saya masih di sekolah dasar, bahkan saat menjadi mahasiswa kedokteran. Karena saya tak berpenghasilan, saya merasa punya uang atau tidak, tak pernah menjadi masalah. Saya merasa cukup-cukup saja. Bukan hanya karena saya tak perlu membayar kos karena saya tinggal dirumah orangtua saat itu, tetapi saya bahagia-bahagia saja karena kebutuhan saya cuma menjadi mahasiswa. Deodoran saja saya tak pernah membeli.

 

Ketika saya pertama kali mendapat upah sekian ratus ribu belasan tahun lalu, saya senang sekali karena saya tak pernah menerima uang sebanyak itu dari orangtua saya yang masuk dalam kategori orangtua kikir. Maka, saya mulai berpikir kalau saya bekerja dan semakin giat, pemasukan saya semakin banyak. Apalagi saat diberitahu pada akhir tahun akan mendapat bonus dan THR.

 

Saya lalu berpkir, memiliki uang itu enaknya setengah mati.

 

Dari saat itulah, sampai sekarang, saya mau bekerja keras untuk uang. Karena saya punya uang, saya bisa membeli apa yang saya mau, dan dengan bahasa “sok sial” saya mengatakan seperti ayah saya yang pernah menceramahi saya, kalau kita punya banyak uang, maka kita bisa membantu orang lebih banyak lagi.

 

Waktu itu saya manggut-manggut, menyetujui pendapat karena belum tahu betapa nikmatnya punya uang yang bisa di-investasikan di saham, di beberapa perusahaan, dan di sejuta tempat ber-investasi, daripada menolong orang. Saat itu, saya melihat betapa mulianya aya saya.

 

Saat saya mampu berpenghasilan lumayan, mau menolong orang susahnya setengah mati. Menyisakan sekian ratus ribu saja untuk menolong orang selalu saja ada suara berbunyi di dalam hati, eh….ada sale sepatu bermerek, setelah memiliki sekian belas pasang alas kaki bermerek yang tak punya nilai apa pun setelah diinjak-injak. Apakah Madame Imelda merasa cukup memiliki sepatu beribu pasang? Saya jadi ingin sekali bertanya, buat perempuan sepertinya, apakah arti kata cukup.

 

Mungkin saja ayah saya dan saya sekarang tak pernah mengerti artinya cukup. Itu mengapa saya selalu mau minta kenaikan gaji. Padahal, kalaupun gaji senantiasa dinaikkan, saya yakin saya toh senantiasa tak pernah merasa cukup. Karena tak pernah mengerti artinya cukup, saya berpikir mana mungkin saya menolong orang, lha wong saya sendiri tak pernah merasa cukup.

 

Saya berpikir, saya harus cukup dahulu baru dapat menolong orang. Sama seperti si pemulung, setelah perutnya kenyang, ia baru dapat berpikir untuk orang lain. Bila kasusnya ia belum makan, maka saya yakin bingkisan makanan itu akan diterima untuk dirinya dan ia tak akan menyarakan teman saya untuk memberikan kepada orang lain yang membutuhkan karena ia sendiri merasa belum cukup.

 

Sekarang kita mengatakan diri kita Cukup, Belum Cukup, atau Tak Mau Cukup?

 

Sudah punya satu rumah, masih mau memiliki dua, bahkan tiga rumah lagi.

 

Sudah punya rumah 500 meter persegi, masih mau 5.000 hektar dan lima apartemen di lima benua.

 

Sudah punya satu telepon genggam, masih mau tiga telepon genggam lagi.

 

Sudah punya tiga telepon genggam, masih mau PDA, Blackberry, dan selai strawberry.

 

Sudah punya anak satu perempuan, masih mau anak laki karena merasa tak afdal.

 

Sudah punya mobil satu, masih mau tiga mobil lagi, mau jalan macet karenanya, itu bukan urusan.

 

Sudah punya tiga mobil baru, motor besar lima buah, masih mau pesawat pribadi. Jadi kalau sudah bisa membuat macet jalan di Bumi, maka kalau bisa memacetkan jalan di atas Bumi.

 

Sudah punya satu tas bermerek, masih mau 15 tas bermerek lagi.

 

Sudah punya 12 pasang sepatu, masih mau 120 pasang sepatu lagi. Model sama bahkan tak menjadi masalah. “Warnanya kan beda,”

 

Sudah punya satu perusahaan, masih mau punya 22 perusahaan.

 

Sudah punya satu isteri, masih mau punya dua isteri lagi dan dua lusin selingkuhan.

 

Sudah punya gaji satu juga rupiah, masih mau lima belas juta rupiah, dan masih mau serarus lima puluh juta rupiah.

 

Sudah punya satu kartu kredit, masih mau punya tujuh kartu kredit lainnya.

 

Sudah punya kartu kredit perak, masih mau yang emas, masih mau yang platinum.

 

Sudah punya pacar perempuan, masih mau punya pacar laki-laki. “Kan yang penting kasih sayang,” celetuk teman saya yang biseksual.

 

Sudah punya dua lemari penuh pakaian bermerek, masih mau punya dua lemari lagi yang penuh dengan barang bermerek lainnya.

 

Sudah mencapai target penjualan yang ditentukan, masih saja mau menaikkan lagi target penjualan yang lebih tinggi.

 

Sudah empat puluh tahun lebih sekian tahun saya hidup, saya masih saja tak mengerti artinya cukup. Tolonglah, saya diberi penjelasan apa artinya cukup. Karena buat si pemulung makan pagi saja sudah cukup, saya makan tujuh kali sehari (tiga kali yang utama dan empat kai yang camilan) saja, kadang saya masih merasa tak cukup. [SM]

 

 

Posted in Iseng aje | No Comments »

I Believe

Posted by louis7zen on 14th July 2007

I Believe

 

Now I know there’s a better way

I Love You more and more each day

I Put my faith in the one i love

And I believe in God above

 

Reff:

And I believe

I believe…I believe

In the Son of God

And I’m alive in You Jesus

No one could ever

Save my soul but You

 

Forever…Forever

Forever I’ll praise your Name ….Jesus

 

Forever…Forever

Forever I’ll praise your Name

 

Come on church sing forever

 

Forever…Forever

Forever I’ll praise your Name

 

Cause I believe

I believe…I believe

In the Son of God

I’m alive in You Jesus

 

No one could ever

Save my soul but You

 

Cause I believe

I believe…I believe

In the Son of God

I’m alive in You Jesus

 

No one could ever

Save my soul but You

Posted in Music | No Comments »

At the Cross

Posted by louis7zen on 14th July 2007

At The Cross

 

Oh Lord You’ve searched me

You know my way

Even when I fail You

I know You love me

 

You holy presence surrounding me

In every season

And I know You love me

I know You love me

 

Reff:

At the Cross I bow my knee

Where Your blood was shed for me

There’s no Greater love than this

 

You have overcome the Grave

Your glory fill the Highest place

What can separate me Now

 

——

 

You go before me

You shield my way

Your hand upholds me

I know You love me

 

Back to Reff…

 

Bright:

You tore the veil

You made a Way

When You said that is is Done

 

And when the earth fades

Fall from my eyes

And You stand before me

I know You love me

I know You love me

 

Back to Reff….

 

Back to Bright….[Hillsong]

Posted in Music | No Comments »

Take it All

Posted by louis7zen on 14th July 2007

Take It All

 

 

Searching the World

The Lost will be Found

In Freedom We live

As one We cry Out

You Caaried the Cross

You Died and Rose again

My God I’ll only Ever give My All

 

You sent Your son

From Heaven to earth

You delivered Us all

It’s eternally Heard

I Searched for Truth

And all I found was You My God

I’ll only ever Give My all

 

Reff:

Jesus we’re livin’ for Your name

We’ll never be Ashamed of You….whoa oh oh

Our praise and all We are today

Take take take it all [2x]

 

Running to the One who Heals the Blind

Following the Shining light

In Your hands the Power to Save the World

And My Life [2x]

 

Back to Reff…

 

[Hillsong]

Posted in Music | No Comments »