Lucky

Tips Nero

Posted by louis7zen on June 24, 2007

Tips Nero

Jelas, Nero adalah tool pembakar nomor satu. Namun, seperti juga namanya yang mirip kaisar Romawi, paket program ini juga menuai banyak keluhan. Keluhan yang paling seirng adalah Nero merusak keping, membakar terlalu lambat, dan hasilnya tidak bisa di-playback pada DVD-player. Di sini kita akan belajar untuk menemukan solusi yang tepat untuk masalah-masalah itu.

Banyak masalah tidak akan muncul bila setting Nero telah diatur dengan tepat. Ia bekerja cepat, membakar lebih baik, dan memuat data lebih banyak. Namun, Nero tidak bisa melakukan semua hal. Untuk tugas-tugas tertentu lebih baik menggunakan software lain, untuk membantu tugas Nero.

1.     Mengaktifkan Mode DMA

Nero Burning ROM

Secara tiba-tiba Nero membakar atau menulis dengan sangat lambat. Apa sebabnya?

Solusi: Seringkali masalah DMA menjadi penyebab lambatnya Nero bekerja. Windows sering mematikan mode DMA pada koneksi IDE dan bekerja dalam mode PIO. Mode ini terlalu lambat untuk mentrasfer data ke sebuah burner baru yang cepat. Mengapa Windows memaksa bekerja dalam mode PIO? Kemungkinan keping yang digunakan berkualitas rendah sehingga terus terjadi kesalahan bakar. Proteksi copy game juga bisa membuat Windows mengubah mode ke PIO.

      Apakah kita memiliki masalah DMA atau tidak, dapat dilihat dalam Windows. Buka Device-Manager melalu ‘Start | Settings | Control Panel | System’. Masuk ke tab Hardware dan klik Device Manager. Klik ganda ‘IDE ATA/ATAPI-Controller’. Biasanya burner ada dibawah ‘Secondary IDE-Channel’. Klik kanan cabang itu dan buka ‘Properties’. Pilih tab “Advanced Settings’. Di sana akan tampak ‘Transfer Mode’. Bila di sana tercantum modus “PIO only’, melalui menu pull-down ubah menjadi ‘DMA if Available’. Klik ‘OK’ untuk mengaktifkan setting.

2.     Menyingkirkan Driver Nvidia

Info Tool

Tak peduli keping mana yang dimasukkan, Nero selalu membakar dengan lambat. Padahal, mode DMA telah diaktifkan seperti yang dijelaskan dalam tip sebelumnya.

Solusi: maslah ini juga berkaitan dengan DMA, tetapi tidak ada hubungannya dengan Windows. Kali ini masalahnya berkaitan dengan Nvidia. PC dengan board Nvidia menginstal driver IDE sendiri, ‘nvata’ – bukan driver default Windows.

      Mode DMA memang sudah diaktifkkan dalam Control Panel, tetapi tidak untuk Nero. Bila kita membuka Nero Info Tool melalui ‘Start | All Programs | Nero 7 | Tools’. Dalam tab ‘Configuration’ terlihat bahwa setting DMA dalam posisi off.

      Bila demikian, tidak ada pilihan selain mematikan nvata dalam Device-Manager. Caranya, buka menu untuk saluran IDE – di mana burner kita terpasang – dengan mengklik ganda ‘IDE ATA/ATAPI-Controller’. Matikan nvata dalam tab ‘Driver’ dan konfirmasikan laporan Windows dengan ‘OK’. Setelah restart, Windows akan menggunakan driver sendiri yang tidak bermasalah dengan Nero. Periksa kembal idengna Info Tool apakah upaya kita telah berhasil atau tidak. Di sini, mode DMA Nero harus aktif.

3.     Mengidentifikasi Keping Murah

Nero CD-DVD Speed

Kita sudah biasa membeli keping DVD merek tertentu yang harganya semakin murah. Namun, tiba-tiba Nero hanya mau membakar dengan kecepatan minimum.

Solusi: Apa yang tercantum pada kemasan tidak selalu sesuai dengan isinya. Banyak distributor membeli keping dan mengganti nama produsennya, misalnya Primo dan Memorex. Bila tidak beruntung, kita juga bisa saja mendapatkan barang cacat dalam kemasan merk terkenal. Produsen mana yang sebenarnya membuat suatu keping dapat kita ketahui dengan Nero.

      Untuk itu, masukkan keping DVD ke dalam Drive dan buka dengan Nero CD-DVD Speed dari folder Tools. Di sana dalam menu pulldown, pilih burner agar tool menganalisis keping. Pada tab ‘Disc Info’ akan kita temukan ‘MID’ (manufacturer Identity). Identitas tersebut kita temukan sekali lagi dalam hex-code di bawah ‘RAW Data’.

4.     Ripping CD Audio Tanpa Salah

Nero CD-DVD Speed

Apakah Nero merupakan pilihan terbaik untuk ripping dengan hardware kita?

Solusi: Nero CD-DVD Speed dapat menguji apakah burner kita mampu atau tidak me-ripping CD Audio dengan Nero. Untuk itu, masukkan sebuah CD audio dan jalankan tool. Buka tab ‘Benchmark’ dan klik ‘Start’. Tool akan menuliskan beberapa sektor CD ke hard disk. Sektor-sektor ini ia bandingkan dengan aslinya pada CD. Dalam kolom ‘DAE Quality’, kita dapat melihat nilai (0-10) yang diberikan untuk itu.

      Bila didapat nilai ’10’ dan tool memberi tanda di bawah ‘Accurate stream’, kita dapat menggunakan Nero untuk ripping. Bila tidak, kita bisa menggunakan tool khusus seperti Exact Audio Copy yang memeriksa kembali audio-stream hasil ripping. Fungsi ini tidak tersedia dalam Nero.

5.     Membakar Hingga Kapasitas Maksimal

Nero Burning ROM, CD-DVD Speed

Sebuah proyek CD / DVD melebihi kapasitas normal. Sejauh mana kita dapat membakar dengan Nero?

Solusi: Mengatur overburning hingga maksimal dalam Nero berisiko dan dapat merusak hardware. Lebih baik bila sebelumnya kita mengukur kapasitas eksak yang tersedia dalam CD-DVD Speed.

      Untuk itu, masukkan keping CD / DVD dan jalankan tool. Dari menu Extra, buka ‘Overburning Test’. Klik ‘Start’ untuk memulai tes. Tool akan memberikan kapasitar overburning dalam menit dan detik. Pada keping 700 MB biasanya didapat tambahan 2 menit 30 detik. Cantumkan nilai ini dalam Nero.

      Buka ‘File | Options | Expert Features’. Di sini, beri tanda di depan ‘Activate Disc at-once CD overburning’, klik ‘Relative maximum overburning size’. Ke dalam kolom di belakangnya, cantumkan ‘2:30’. Untuk memanfaatkan seluruh kapasitas keping, beri tanda di depan ‘Enable generation of short lead-out’. Kedua setting ini memberi kita tambahan sekitar 15 MB pada keping 700 MB dengan mode Disc-at-once.

6.     Mengcopy Film tanpa Penurunan Kualitas

Nero Recode

Nero Recode mengalkulasi sebuah fim DVD9 ke DVD5. Namun, menurut Nero masih tidak muat pada keping DVD5.

Solusi: Jalankan Recode dan pilih ‘Recode main movie to DVD’. Load copy film sekali lagi melalui ‘Import DVD’. Tandai judul yang diinginkan dan pilih ‘Trim Movie’. Dalam jendela berikutnya, potong credit-title dengan memasukkan bab sebelum bab terakhir sebagai end frame. Dengan cara ini, kita dapat menghemat kapasitar 100-150 MB.

      Apakah ini sudah memadai atau belum dapat kita periksa dengan mengklik ‘OK’ dalam jendela utama Recode. Pada ‘Video Quality’, slider harus berada pada ‘100%’.

      

      Bila kita telah membuat sebuah copy dengan menu DVD, trik di atas tidak dapat langsung berhasil dalam Recode karena di bawah ‘Recode an entire DVD to DVD’ tidak ada option ‘Trim Movie’. Bila kita ingin mempertahankan menu, coba cara berikutnya.

      Copy file menu dan kendali – biasanya adalah semua file selain ‘VTS_01_1.VOB’ dan seterusnya -  dari copy pertama ke dalam folder copy ke dua. Sebelum kita membakarnya ke DVD, periksa apakah copy gabungan tadi berfungsi pada DVD-player seperti Nero Showtime atau tidak.

7.     Mencapai Kualitas Gambar Optimal

Nero Recode

Kita berniat mencopy film panjang ke DVD5 dan ingin juga memperbaiki kualitas gambarnya.

Solusi: Ada entri-entri registry untuk memunculkan 4 tingkat kualitas yang tidak dapat kita akses dalam Recode. Untuk mengubah kualitas, masuk ke registry melalui ‘Start | Run | Regedit’. Masuk ke HKEY_CURRENT_USER \ Software \ Ahead \ Recode \ Preferences’.

      Di sini kita akan menemukan entri ‘Compress Mode’. Kita dapat memberi nilai antara 0-3. Nilai 0 untuk Maximum Sharpness (tajam) dan 3 untuk Smooth (tidak tajam). Untuk sebuah film cerita, pilih 3 agar tidak terbentuk artefak dan blok. Biasanya film cerita memiliki durasi kurang dari 2 jam.

      Bila kita belum mencopy apa pun dengan Recode, kita harus membuat sendiri nilai tersebut dalam registry. Pilih ‘New | DWORD-Value’ dan beri nama ‘Compress Mode’. Dengan mengklik ganda nilai ini, masukkan mode kompresi yang diinginkan.

      Cara yang lebih mudah adalah dengan AEC (Adaptive Error Compensation) Changer yang disediakan seorang copier untuk didownload di http://forum,digitaldigest.com/showthread.php2t=72150. Dengan tool ini, kita hanya perlu menandai option yang diinginkan. Virus-scanner kadang-kadang keliru melaporkan adanya virus bila kita mengaktifkan tool ini. Ini tak perlu kita hiraukan.

8.     Membakar Film DivX dengan Menu DVD

DivX SDK, DivX Media Builder, DivX 6.4, VirtualDubMod

Mungkinkah mencopy film ke format AVI high-compressed tanpa kehilangan fungsi DVD seperti menu?

Solusi: hal ini tidak dapat dilakukan dengan Nero karena ia membuat copy dalam MPEG4 tanpa menu. Kita membutuhkan file DivX yang dapat di-playback pada PC maupun DVD-player dengan sertifikat DivX-Ultra, misalnya perangkat terbaru dari JVD dan Philips.

Instalasi: Kita membutuhkan paket DivX SDK terbaru, DivX MediaBuilder, dan VirtualDubMod. Copy ‘DivXMux.exe’. ke folder MediaBuilder. Sebagai material sumber, ambil sebuah film dalam format AVI yang di-encode dengan DivX atau XviD dan beberapa gambar untuk tampilan menu.

Membuat menu: Buka MediaBuilder dengan mengklik ganda ‘DivXMediaBuilder.exe’. Melalui ‘File | New’, buka file AVI film utama. Jendela berikutnya kita konfirmasikan dengan ‘OK’. Sekarang, klik ‘Features | Add Menu’. Di sini, dalam kolom ‘backgroundVideoID’, buka gambar latar belakang menu utama melalui tombol ‘from picture’. Program akan menyimpan gambar sebagai sekuens film kecil dalam bentuk AVI. Untuk keperluan ini, MediaBuilder menggunakan VirtualDubMod. Pada ‘menu Type’, pilih ‘Title’.

Membuat tombol: sekarang, tool meload gambar background ke jendala utama. Tekan (F8) dan gambar sebuah tombol di layar background. Di sebelah kanan terlihat jendela ‘Button properties’. Di bawah ‘Button acton’, klik tanda ‘+’ untuk menentukan apa yang terjadi saat tombol diaktifkan. Pada ‘Add or edit action’ tandai ‘Play action’. Sekarang, pilih film AVI dalam ‘Select Title and Chapter’. Di bawahnya, tandai ‘The Title itself’. Dengan mengklik ‘Add action to list’, kita menghubungkan tombol dengan film-start.

Membuat bab: Lakukan seperti membuat menu. Perbedaannya, di sini klik ‘Features | Create Chapters for Title’. Di sana kita tetapkan dalam berapa menit tool harus menempatkan sebuah mark. Presetnya adalah 5 menit. Masukkan nilai yang diinginkan dan klik ‘OK’. Setelah semua menu dibuat, pilih ‘Features | Create DivX’. Pekerjaan selanjutnya diselesaikan oleh MediaBuilder. Karena film tidak di-recode, hasilnya hanya kita peroleh dalam beberapa menit. Untuk memeriksa fungsi struktur menu pada PC, jalankan film dengan DivX-player.

9.     Mengatur dan Menyesuaikan Suara untuk CD audio

foobar2000

Kita ingin menyusun sebuah hit-sampler dan membakarnya sebagai CD audio dalam kualitas terbaik?

Solusi: Nero memang bisa melakukannya, tetapi tidak optimal untuk sebuah hit-sampler. Karena lagu-lagunya berasal dari berbagai sumber, volume setiap lagu perlu disesuaikan terlebih dulu. Untuk itu, gunakan ReplayGain yang lebih baik dari pada fungsi ‘Normalize’ Nero. Di sini, dinamika bagian keras dan lembut tidak hilang. Pada normalisasi, volume-level disamakan semua. Audio-player foobar2000 telah mengintegrasikan ReplayGain sehingga tepat untuk tugas semacam ini.

      Instalasikan foobar dan ekstrak pluin ‘burninate’ ke dalam folder ‘Components’ direktori program. Setelah foobar dijalankan, susun sampler dengan ‘File | Add files’. Tandai semua lagu dan buka fungsi ‘Convert | Write to Audio-CD’ melalui menu konteks. Dalam ‘Audio-CD writer setup’, klik ‘ReplayGain’. Di bawah ‘source mode’ pilih ‘track’, pada ‘processing’ pilih ‘apply gain and prevent clipping according to peak’. Target volume 89 db setelah ‘preamp’ dapat kita biarkan. Konfirmasikan setting dengan mengklik ‘OK’ dan jalankan proses bakar dengan tombol  ‘Burn’.

10.                        Membakar DVD9 dengan Sempurna

ImgBurn

Untuk mencopy sebauh film tanpa penurunan kualitas, kita harus membakarnya pada DVD0.

Solusi: Ada 3 hal yang perlu kita lakukan. Pertama, beli sebuah keping DVD+R, bila mungkin dari Verbatim untuk menghindari gagal bakar. Selanjutnya, ubah book type keping ke ‘DVD-ROM’ untuk meningkatkan kompabilitas player. Terakhir, tempatkan layer-break dengan tepat agar film tidak goyang ketika laser berpindah dari layer 1 ke layer 2. Book type dapat kita atur melalui ‘ Tools | Bit Setting’ dalam Nero, tetapi layer-break tidak dapat diubah disini. Oleh karena itu, lebih baik membakar DVD9 dengan tool ImgBurn.

      Instalasikan. Kemudian buka dengan mengklik ganda icon di desktop. Dalam jendela utama, pilih ‘Mode’ dan tandai ‘Build’. Ubah ‘Output’ ke ‘Device’. Klik icon folder dalam jendela kiri atas dan buka folder ‘VIDEO_TS’  dari DVD asli. Bila DVD aslinya diproteksi dengan CSS, langkah ini tidak bisa dilakukan karena ImgBurn tidak dapat menembus proteksi copy.

      Selanjutnya, klik icon PC di sebelah kanan. ImgBurn akan membuka sebuah jendela baru – di sini kita dapat menentukan layer-break. Program memberikan beberapa saran. Tandai salah satu posisi yang mendapat nilai ‘very good’ atau ‘excellent’. Konfirmasikan dengan mengklik ‘OK’. Dalam jendela kanan, buka ‘Options’ dan atur ‘File System’ menjadi ‘ISO 9660+UDF’.

      Bila kita mengklik icon buku di kanan bawah dalam tab ‘Device’, jendela ‘Change Book Type’ akan terbuka. Cari produsen burner kita dan pilih ‘For DVD+R DLL Media’ pada option ‘Current Setting’. Di bawahnya, pilih ‘DVD-ROM’ untuk ‘New Setting’. Klik ‘Change’ dan ‘OK’ untuk kembali ke jendela utama.

      Klik icon ‘Write’ di kiri bawah. Untuk amannya, program akan menanyakan semua setting sekali lagi. konfirmasikan dengan mengklik ‘OK’. ImgBurn akan memulai proses bakar. Sebagai hasilnya kita akan mendapatkan sebuah DVD9 yang sempurna (MM)

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>