Lucky

Kadang Kami terbuat dari Batu

Posted by louis7zen on June 3, 2007

 

Meskipun kami (pria) memang cenderung lebih praktis dan simpel, namun ada tindakan yang tidak bisa kami jelaskan penyebabnya. Kelakuan kami yang tergolong “tuna hati” tidak akan bisa dianalisa oleh kaum hawa. Wanita ditinggal begitu saja setelah dilamar? Atau hanya dimanfaatkan untuk seks belaka? Pasti wanita tidak habis pikir, mengapa kami tega melakukannya?

 

Kata Berawalan “S”

 

Selama 365 hari dalam setahun, bisa dibilang kami alpa memikirkan seks kurang lebih lebih 10 hari saja. Dengan fakta bahwa populasi wanita jauh lebih banyak dibanding pria, kami dihadapkan pada begitu banyak pilihan. Variasi wanita yang kami temui belum tentu cocok dengan kepribadian kami. Ada paket yang begitu menarik (seksi dan cantik) yang sebenarnya tidak terlalu klop setelah diajak bicara, tapi tentunya “rugi bandar” bila dilewatkan begitu saja. Dalam hal ini, libido pun bicara. Kadang kami memanfaatkan wanita hanya untuk kesenangan sementara saja. kami tak mau diikat dalam sebuah hubungan yang jelas-jelas tidak bermasa depan. Lain dengan wanita yang setelah kontak fisik bisa menumbuhkan aura-aura mencintai, kami murni bisa membedakan perasaan dengan seks semata.

 

Tak Punya Pendirian

 

Wanita bisa jadi plin-plan soal memilih baju atau sepatu. Tapi kami akui, keplin-planan pria lebih parah lagi soal percintaan. Pada akhirnya, wanita memang lebih stabil. Kami bisa saja hari ini berlaku begitu manis pada pasangan, tapi besoknya cuek luar biasa. Ya, sekali lagi kami akan mengakui bahwa kami ini mahluk yang tak terduga. Seringkali, tindakan-tindakan yang kami sesali kemudian hanyalah akibat terbawa suasana. “Karena malam itu dia terlihat begitu cantik, saya pun bertanya, apakah ia mau menikah dengan saya”. Namun ketika bangun tidur keesokan harinya, saya sadar bahwa menikah bukanlah persoalan mudah. Saya tidak mau mengungkit-ngungkit atau membahasnya kembali, jadi saya pun menghilang darinya untuk sementara,” – tega? Ya, suka tidak suka, itulah fakta.

 

Idola – Mania

 

Pernah dengar prinsip ‘tak mau kehilangan fans’? Bukan hanya wanita saja yang tak ingin kehilangan penggemar. Kami juga! Banyak di antara kami yang sering me-manfaatin fans kami, secara sengaja maupun tidak. Padahal, intinya kami menikmati perasaan “di atas angin” dan menumbuh-numbuhkan harapan wanita agar tetap mengidolakan kami. Bisa jadi, sebenarnya kami juga suka, tapi masih sedikit saja prosinya. Karena wanita cenderung berharap tinggi, kami mudah hilang feeling dan berbalik jadi tidak suka lagi. tapi ego yang besar mendorong kami berlaku yang tidak sesuai dengan perasaan. Bila disenangi banyak wanita, pastinya ada kebanggaan tersendiri. Itulah namanya gengsi, harga diri, dan prestasi!

 

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>