Lucky

Diamlah Sejenak

Posted by louis7zen on June 16, 2007

Diamlah Sejenak

 

  1. Kalau sebagai orangtua. Anda begitu mencintai anak Anda dan memutuskan untuk membiayai pesta pernikahan (yang katanya) seumur hidup sekali itu, pikirkanlah masak-masak sebelumnya. Tak hanya soal seberapa besar biaya yang akan dikeluarkan, tetapi berapa besar kepercayaan yang Anda akan berikan ke anak Anda untuk mempersiapkan acara istimewa itu.
  2. Bila Anda membayari semua, itu tidak berarti Anda berhak menentukan semau Anda karena Anda berpikir uangnya keluar dari kantong Anda. Jadi, karena uang keluar dari Anda, maka Anda berhak menentukan ini dan itu.

Sadari dari awal, ini perkawinan anak Anda yang Anda cintai. Bila Anda mencintai mereka, uang yang Anda keluarkan bukanlah seperti sedang mensponsori acara perkawinan yang bersifat sponsorship lalu Anda minta imbalan atas uang yang sudah Anda keluarkan dengan cara “Papa dan Mama minta tante itu di undang, om ini diundang. Papa mau merayakannya di sini dan bukan di sana”. Dan sejuta papa mau dan mama mau.

  1. Bila Anda menikah dan kebetulan Anda begitu kondangnya sehingga sejuta produk mau mensponsori acara istimewa itu, janganlah terburu-buru berpikir sponsor itu dapat mengirit uang keluar dan malah mendatangkan uang masuk yang mungkin Anda butuhkan untuk membangun dunia baru.

Ingatlah, ini perkawinan, bukan medium promosi dan Anda bukan billboard atau halaman iklan seperti di majalah atau koran. Jangan biarkan perayaan perkawinan Anda di perkosa. Kecuali, Anda memang bersedia diperkosa dan bersedia diperlakukan seperti billboard.

  1. Bila Anda sebagai orangtua yang benar mencintai anak Anda, cobalah Anda diam sejenak. Kunci mulut Anda, untuk sementara waktu di gembok saja kalau perlu dan kuncinya dibuang ke kali. Jangan mengambil kunci cadangan. Ini bukan perkawinan Anda, ini perkawinan anak Anda. Bukankah yang penting Anda melihat anak Anda bahagia ketimbang Anda senantiasa yang selalu mau bahagia. Singkatnya, ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara. Biasakan latihan untuk hal yang pertama.
  2. Bila Anda berpikir apa yang Anda sarankan adalah yang terbaik, jangan terburu-buru yakin anak Anda akan berpikir hal yang sama. Jangan sakit hati bila masukan Anda tak digubris anak Anda. Dan, jangan pernah keluar perkataan dari mulut Anda bahwa anak Anda termasuk anak buahnya Malin Kundang.
  3. Bila ada waktu sejenak untuk merenung sebelum pesta akan diadakan, lakukan itu. Tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda sampai begitu merasa penting mengundang pribadi kondang untuk hadir dalam acara perkawinan anak Anda, sementara anak Anda yang mau menikah tak pernah mengenal orang kondang yang Anda undang itu? Apakah keputusan itu untuk sebuah sopan santun atau menaikkan gengsi Anda?
  4. Tanyakan juga mengapa sampai begitu pentingnya Anda menghubungi beberapa media untuk meliput perkawinan anak Anda.(SM)

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>