Lucky

“I’m Nobody or I’m Somebody?”

Posted by louis7zen on June 24, 2007

“I’m Nobody or I’m Somebody?”

 

  1. Terus terang saya merasa sangat nyaman ketika saya bekerja di sebuah majalah kondang. Saya bisa rebahan di dada bidang nama besar itu. Nama besar perusahaan itu memberi banyak kemudahan. Tetapi tanpa saya sadari karena saya terlena, saya lupa nama saya menjadi besar karena nama perusahaan itu, dan bukan karena saya. Orang tak lagi mengenal saya sebagai diri saya sendiri. Selalu saja dikaitkan dengan nama perusahaan itu. Dan kemudian itu yang menakutkan adalah ketika datang masanya saya tak bisa lagi memakai nama besar itu di belakang nama saya. Tiba-tiba saya merasa I’m nobody.
  2. Teman saya di Paris bangga sekali kalau ia menjelaskan pekerjaannya di salah satu rumah mode kondang. Saya hanya berpikir, teman saya boleh bangga, dan sesungguhnya saya bangga juga, tetapi saya mengharap ia tak lupa bahwa ia sama sekali bukan apa-apa kalau tak ada nama kondang rumah mode itu yang senantiasa diletakkan di belakang namanya, kalau ia sedang menjelaskan siapa dirinya. Ia bisa saja membuat karya besar, tetapi nama rumah mode itulah yang tetap diingat orang.
  3. Kalau ingin bangga dengan diri sendiri, maka bekerja keraslah untuk itu. Maka, belakangan ini, saya mendorong teman-teman saya untuk mulai berpikir memiliki usaha sendiri, apa pun bentuknya dan sekecil apa pun itu. Komentar mereka yang pertama selalu saja, “Mau usaha apa ya?” Kalau sudah mendengar komentar itu, saya jadi ingat diri saya sendiri. Karena pertanyaan itu juga yang pertama datang di kepala saya. Mungkin, karena saya sudah terbiasa terlena bekerja untuk orang lain, maka saya tak pernah punya waktu untuk melihat kemampuan saya sendiri. Maka saya bersyukur saya kehilangan pekerjaan untuk orang lain karena saya menemukan pekerjaan untuk diri saya sendiri, untuk memberi waktu mengenal kemampuan saya. Dahulu saya tak bisa membuat cash flow, membacanya pun tak bisa, karena sekarang saya mau usaha sendiri, yaa….saya mulai belajar dari teman saya. Ternyata main-main dengan uang enaknya setengah mati.
  4. Sekarang saya memang sedang susah-susahnya menjalani cita-cita saya. Tetap harus saya akui, kesusahan itu sama sekali tak ada artinya ketika saya dengan bangga memberikan kartu nama saya tanpa embel-embel nama bank kondang atau majalah kondang. I’m somebody!”
  5. Apa pun pekerjaan Anda, di mana pun Anda bekerja, Anda harus merasa sejahtera. Itu yang utama.

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>