Lucky

Processor

Posted by louis7zen on May 26, 2007

Processor

Sewaktu jamannya Pentium 1 hingga Pentium 3 dan sekelasnya beredar, untuk mengenali kecepatan atau clock sebuah prosesor itu gampang sekali. Misalnya Pentium II 400 MHz, dari situ bisa langsung dikenali dengan cepat bahwa processor itu memiliki clock sebesar 400 MHz.

Tapi sekarang dengan penamaan yang cukup membingungkan, para pengguna terutama yang masih baru atau awam dengan hardware tentu akan berpendapat lain. Misalnya Athlon 64 4000+, tentu akan dikira memiliki clock sebesar 4 Ghz. Padahal tidak. Processor Athlon 64 tersebut ada yang memiliki clock sebesar 2,6 GHz dan 2,4 GHz. Ada lagi misalnya Pentium D 840, buat orang yang tidak terlalu memperhatikan perkembangan hardware tentu akan menerka berapa clock-nya. Processor tersebut memiliki clock sebesar 3,2 GHz.

Processor yang dibahas di sini adalah processor desktop, bukan processor yang dipakai di Notebook atau processor untuk server. Selain itu, processor-processor yang sudah lawas tidak akan dibahas di sini.

AMD

Athlon XP
Penamaan yang diberikan oleh AMD untuk Athlon XP cukup membingungkan. Seperti seri Athlon XP 2600+, itu ada tiga varian yang spesifikasinya saling berbeda-beda. Semua Athlon XP menggunakan soket 462, atau lebih dikenal dengan soket A.

Di tiap processor AMD, ada tanda plus, hal itu adalah bagian dari apa yang disebut AMD sebagai performance rating (PR). AMD memiliki visi bahwa megahertz bukanlah satu-satunya pengukuran dalam menentukan kecepatan sebuah processor.

Processor Athlon menggunakan sistem penamaan yang tidak dikarakteristikkan dengan total megahertz yang dimiliki oleh Intel. Untuk menentukan PR yang tepat, AMD melakukan benchmark. Dari benchmark tersebut, nanti baru ditentukan PR-nya, yang menunjukkan bahwa AMD tersebut seimbang dengan Pentium 4.

Seperti contoh, Athlon XP 1800+ memiliki clock asli sebesar 1,52 GHz. Itu artinya, menurut AMD, dengan clock sebesar 1,53 GHz sudah bisa menyamai performa Pentium 4 1,8 GHz.

Sempron
Sempron adalah CPU yang ditargetkan untuk pasar entry atau pasar di mana penggunanya tidak membutuhkan komputasi tinggi, dan lebih mementingkan harga ketimbang performa. Sempron hadir dalam tiga jenis soket : 462, 754 dan AM2. Di pasaran, ada Sempron soket 939, akan tetapi itu adalah processor “hantu”, karena tidak pernah dirilis secara resmi ke pasar oleh AMD.

Mengenai perbandingan Sempron tiap soketnya, juga jangan sembarangan membandingkan. Misalnya, Sempron 3000+ soket 462 belum tentu lebih cepat dari Sempron 2800+ soket 754. Membandingkan Sempron hanya boleh dilakukan bila dalam soket yang sama.

Sempron soket 462 pada kenyataannya sama dengan Athlon XP dalam beberapa hal. Misalnya L2 cache sebesar 256 KB atau 512 KB, dukungan (MMX, 3DNow!, SSE dan SSE2), serta proses fabrikasi 130 nm.

Sedangkan untuk Sempron soket 754 sebenarnya adalah sama dengan Athlon 64, kecuali pada L2 cache dan extension 64-bit. Fitur utama Sempron soket 754 antara lain L2 cache sebesar 128 KB atau 256 KB, HyperTransport bus 800 MHz, SSE3 pada tipe yang memiliki extension 64-bit, dan proses fabrikasi 90 nm.

Berbeda dengan soket 754 yang hanya bisa bekerja dengan konfigurasi single channel memory, Sempron soket AM2 bisa menggunakan konfigurasi dual channel, dan menggunakan memory DDR2. Beberapa fitur utamanya mirip-mirip dengan soket 754, antara lain L2 cache 128 KB atau 256 KB, HyperTransport bus 800 MHz, SSE3, instruksi 64-bit, dan proses fabrikasi 90 nm.

Athlon 64

Jika diperhatikan, processor-processor AMD yang saat ini beredar di pasaran adalah processor yang didasari oleh arsitektur Athlon 64, atau dikenal dengan x86-64. Yang termasuk ke jajaran Athlon 64 adalah Sempron, Athlon 64 FX, Athlon 64 X2, mobile Athlon 64, Turion 64 dan Opteron. Mobile Athlon 64 dan Turion 64 ditujukan untuk nobebook, sedangkan Opteron untuk sever.

Fitur utama arsitektur Athlon 64 adalah memory controller yang disertakan di dalam processor, tidak di chipset seperti CPU lain. Karena bentuk arsitektur inilah komunikasi antara CPU dan memory dilakukan melalui memory bus tersendiri. Sedangkan komunikasi antara CPU dan chipset menggunakan bus terpisah, yang disebut dengan HyperTransport.

Arsitektur Athlon 64 menggunakan berbagai jenis soket, antara lain:
• Soket 754: Dipakai di Athlon 64 versi awal, beberapa seri Sempron dan Turion 64.
• Soket 939: Dipakai oleh  Athlon 64, Athlon 64 FX, Athhon 64 X2 dan Opteron.
• Soket 940: Dipakai oleh Athlon 64 FX versi awal dan Opteron.
• Soket AM2: Dipakai oleh versi terbaru dari Athlon 64, Athlon 64 FX, dan Athlon 64 X2.
• Soket F: Dipakai oleh Opteron teranyar, dan digunakan pula pada Athlon 64 FX terbaru yang ada dalam platform AMD Quad FX.

Fitur lain yang bisa ditemukan di arsitektur Athlon 64, antara lain pemakaian sistem performance rating, bisa menangani memori hingga 1 TB, dukungan (MMX, 3Dnow!, SSE, SSE2) dan SSE3 pada seri terbaru, teknologi EVP (Enhanced Virus Protection) dikenal sebagai  NX Bit Diable, dan teknologi Cool’n’Quit.

Selanjutnya adalah Athlon 64 FX yang ditujukan untuk para gamer. Perbedaan mendasar antara Athlon 64 FX dan Athlon 64 adalah di L2 cache-nya. Athlon 64 FX memiliki cache 1 MB, sedangkan Athlon 64 memiliki 512 KB, walaupun ada yang 1 MB. Selain itu, Athlon 64 FX juga memiliki kemampuan overlocking lebih baik, karena multiplier-nya tidak dikunci.

Athlon 64 FX memiliki fitur-fitur seperti L2 cache sebesar 2 MB, HyperTransport bus 800 MHz, atau 1 Ghz, konfigurasi dual channel, instruksi SSE3, fitur dual core pada seri yang berakhiran dengan angka genap, misalnya FX-60, penggunaan DDR2 pada soket AM2 dan soket F, penggunaan DDR pada soket 939 dan 940.

Athlon 64 X2

Athlon 64 X2, sebenarnya adalah Athlon 64 plus teknologi dual core. Athlon 64 X2 ada yang menggunakan soket 939 dan AM2. Fitur utama Athlon 64 X2 antara lain L2 cache sebesar 512 KB atau 1 MB di tiap core-nya. HyperTransport bus 1 GHz, penggunaan DDR2 di AM2, konfigurasi dual channel, dan SSE3 di semua serinya.

Intel

Celeron
Sejak peluncurannya di tahun 1998, Celeron sudah banyak mengalami perubahan. Nama Celeron sendiri dipakai untuk menunjukkan bahwa processor tersebut adalah processor versi ekonomisnya Intel. Dengan kata lain, Celeron adalah versi ekonomis dari Pentium II, Pentium III atau Pentium 4. Jadi tiap seri Pentium, selalu ada seri Celeron-nya. Yang menjadikan Celeron versi ekonomis adalah perbedaan di L2 cache, internal clock dan external clock.

Pembahasan akan di pusatkan sejak era Pentium 4, untuk versi ekonomisnya, Celeron.

Celeron pertama dengan core Willamette menggunakan soket 478, sama seperti Pentium 4. arsitektur Celeron Willamette berbeda dengan seri Celeron lainnya, yang sama-sama berbasiskan Pentium 4. bila yang lain memiliki L1 data cache dan L1 instruction cache, Celeron Willamette memiliki L1 data cache 8 KB dan trace execution cache.

Perbedaan antara Celeron Willamette dan Celeron Core Northwood selain basis core-nya, yaitu proses fabrikasinya. Willamette menggunakan proses fabrikasi 180 nm, sedangkan Northwood menggunakan 130 nm. Lain dari itu, semua yang ada Willamette sama seperti yang ada di Norhtwood.

Selanjutnya Celeron D, yang menggunakan core Prescott seperti pada Pentium 4 yang berbasiskan core yang sama pula.
Celeron D memilki L1 data cache 16 KB, external clock 533 MHz, L2 cache 256 KB, SSE3, dan menggunakan soket 478 atau LGA 775. Karena Celeron D adalah versi ekonomis dari Pentium 4 Presscott, maka Celeron D tidak ada yang mendukung teknologi HyperThreading.
Pentium 4

Pentium 4 dirilis pada November 2000. Pentium 4 dapat ditemui dengan tiga core yang berbeda, sama seperti Celeron, yakni Willamette, Northwood dan Presscott.

Pentium 4 yang keluar pertama menggunakan soket 423. Berikutnya menggunakan soket 478 dan yang terakhir menggunakan soket LGA775.

Yang pertama diulas adalah Pentium 4 berbasis Willamette. Processor ini memiliki L2 cache 256 KB, external clock 400MHz, SSE2, proses fabrikasi 180 nm, dan belum mendukung HyperThreading.

Setelah Willamette, tibalah Pentium 4 berbasis Northwood. Menggunakan proses manufaktur 130 nm, core-nya berukuran 60% lebih kecil ketimbang Willamette, L2 cache yang dimiliki sebesar 512 KB atau 2 MB. Sedangkan external clock-nya sebesar 400 MHz, 553 MHz, atau 800 MHz. Tidak ketinggalan fitur SSE2, yang juga dimiliki oleh Northwood.

Seri berikutnya adalah Pentium 4 yang menggunakan core Prescott.
Processor ini tersedia dengan L2 cache sebesar 512 KB, 1 MB, dan 2 MB, external clock 533 MHz, atau 800 MHz, SSE3, dan proses fabrikasi 90 nm

Seri Pentium 4 terakhir yang menggunakan nama Pentium 4 adalah Pentium 4 Extreme Edition. Dirilis pada November 2003, dan merupakan CPU pertama yang memiliki L3 cache sebesar 2 MB. Model awal Pentium 4 Extreme Edition berbasis core Gallatin, L2 cache 512 KB, external clock 800 MHz atau 1066 MHz, SSE2, insturksi 64-bit, HyperThreading, dan proses fabrikasi 130 nm. Tapi Pentium 4 Extreme Edition yang terbaru menggunakan core Prescott 2M, menggunakan fabrikasi 90 nm, L2 cache 2 MB, SSE3, HyperThreading, dan instruksi 64-bit.

Pentium D & Pentium Extreme Edition

Pentium D adalah versi dual core dari Pentium 4. Jika Pentium D adalah Dual Core, apakah Celeron adalah dual core? Tidak. Sedangkan Pentium Extreme Edition adalah Pentium D dengan teknologi HyperThreading. Juga jangan samakan antara Pentium Extreme Edition dengan Pentium 4 Extreme Edition, karena Pentium Extreme Edition itu Dual Core, sedangkan Pentium 4 Extreme Edition, tidak.

Yang pertama dibahas adalah Pentium D, dan Pentium Extreme Edition seri 8xx yang berbasis dia Smitfield. Pada dasarnya, Smithfield adalah gabungan dari dua Prescott dengan proses fabrikasi 90 nm. Fitur utamanya antara lain: Dual Core, L1 cache 16 KB, L2 Cache 2 MB (1MB tiap Core), SSE3, soket LGA 775, EM64T, teknologi Execute Disable (seri 840 & 830)

Pentium D generasi berikutanya, dan Pentium Extreme Edition seri 9xx menggunakan Core Pressler. Berbeda dengan Smithfield, di dalam Pressler terdapat dua dia bernama CedarMill, yang menggunakan proses fabrikasi 65 nm. Fitur utama kedua processor tersebut adalah: Dual Core, L1 cache 16 KB, L2 cache 4 MB (2 MB tiap Core), SSE3, teknologi Virtualization, EM64T, Enhanced SpeedStep, dan Execute Disable.

Core 2 Duo

Mungkin anda bingung, kok langsung loncat ke Core 2 Duo? Bagaimana dengan Core Solo atau Dore Duo? Core Solo dan Core Duo merupakan processor yang ditujukan untuk Notebook. Core Duo merupakan nama komersial dari Pentium M, yang dibuat dengan proses fabrikasi 65 nm (dikenal dengan nama kode Yonah)

Core 2 Duo merupakan processor desktop pertama yang menggunakan arsitektur Core. Selain dipakai untuk desktop (nama kode Conroe), Core 2 Duo juga dipakai untuk Notebook (nama kode Merom). Keluarga Core 2 datang dalam dua seri, yaitu Core 2 Duo yang menggantikan Pentium 4 dan Pentium D, dan Core 2 Extreme yang menggantikan Pentium Extreme Edition. Perbedaan antara Core 2 Duo dan Core 2 Extreme Edition adalah Core 2 Extreme memiliki Clock lebih tinggi dan multiplier-nya tidak dikunci.

Fitur utama yang dimiliki keluarga Core 2 Duo antara lain, L1 cache 32 KB, dual core atau quad core (seri QX6xxxx), Intel Virtualization Technology, EM64T, SSE3, Execute Disable Bit, Enhanced SpeedStep, dan Intelligent Power

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>