Lupus
Posted by louis7zen on May 26, 2007
Lupus – Penyakit dengan Seribu Wajah
Lupus sering disebut sebagai penyakit dengan seribu wajah. Penyakit ini tidak memiliki gejala khas sehingga sulit dikenali. Tidak heran penderita baru terdeteksi setelah menjalani berbagai pengobatan.
Ada belasan gejala yang bisa dialami penderita lupus. Ini tergantung organ tubuh yang terkena, antara lain nyeri sendi, tulang dan otot, deman berkepanjangan, cepat lelah, lesu dan lemas, penurunan berat badan, serta sakit kepala.
Gejala lain sering sariawan, ruam pada kulit yang memburuk saat terkena sinar matahari, jika di wajah biasanya membentuk kupu-kupu, anemia, kebocoran ginjal, sakit dada jika menghirup nafas dalam, rambut rontok, ujung jari berwarna biru pada udara dingin (fenomena Raynaud’s), kejang, stroke, dan keguguran.
Menurut Medicine.Net, lupus adalah kondisi peradangan kronis akibat penyakit autoimun. Dalam hal ini, sistem kekebalan yang seharusnya menjaga tubuh dari infeksi virus atau bakteri justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Lupus bisa berdampak pada semua organ tubuh, dari kulit, paru, jantung, ginjal, saraf, otak maupun sendi, dan menimbulkan kematian.
Ada tiga jenis lupus, yaitu yang menyerang kulit (lupus diskoid), menyerang organ tubuh (sistemik lupus erimatosus), serta yang ditimbulkan oleh obat, biasanya jenis hydralazine (obat tekanan darah tinggi), quinidine dan procainamide (obat gangguan detak jantung), phenytoin (obat epilepsi), isoniazide (obat tuberkulosis), d-penicillamine (obat reumatik artritis)
Penderita terbanyak dialami oleh perempuan, sebesar 90%. Lupus diduga terkait dengan hormon estrogen, mengingat gejala lupus meningkat menjelang masa haid.
Lupus juga dikaitkan gen yang cacat, sinar matahari, stres, infeksi, dan virus Epstein-Barr. Biasanya lupus menyerang orang-orang berusia 15 – 44 tahun.
Diagnosis lupus tidak mudah dan tidak ada tes tunggal. Jika penderita mengeluhkan sejumlah gejala yang mengarah ke lupus, dokter akan meminta pemeriksaan laboratorium terhadap kadar hemoglobin, leukosit, dan trombosit. Juga antibodi seperti anticuclear antibody (ANA), antidouble stranded DNA (anti ds DNA), protein C3 dan C4, serta pemeriksaan urine.
Secara umum, lupus diobati dengan obat antiradang, nonsteroid, kortikosteroid, maupun obat penekan kekebalan tubuh, selain mengobati komplikasi yang terjadi.
Dengan pengobatan tepat dan teratur, menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga, makan dan istirahat teratur, mengelola stres, serta menghindari rokok dan sinar matahari, penderita lupus bisa hidup normal dan produktif.