Lucky

Archive for May, 2007

Processor

Posted by louis7zen on 26th May 2007

Processor

Sewaktu jamannya Pentium 1 hingga Pentium 3 dan sekelasnya beredar, untuk mengenali kecepatan atau clock sebuah prosesor itu gampang sekali. Misalnya Pentium II 400 MHz, dari situ bisa langsung dikenali dengan cepat bahwa processor itu memiliki clock sebesar 400 MHz.

Tapi sekarang dengan penamaan yang cukup membingungkan, para pengguna terutama yang masih baru atau awam dengan hardware tentu akan berpendapat lain. Misalnya Athlon 64 4000+, tentu akan dikira memiliki clock sebesar 4 Ghz. Padahal tidak. Processor Athlon 64 tersebut ada yang memiliki clock sebesar 2,6 GHz dan 2,4 GHz. Ada lagi misalnya Pentium D 840, buat orang yang tidak terlalu memperhatikan perkembangan hardware tentu akan menerka berapa clock-nya. Processor tersebut memiliki clock sebesar 3,2 GHz.

Processor yang dibahas di sini adalah processor desktop, bukan processor yang dipakai di Notebook atau processor untuk server. Selain itu, processor-processor yang sudah lawas tidak akan dibahas di sini.

AMD

Athlon XP
Penamaan yang diberikan oleh AMD untuk Athlon XP cukup membingungkan. Seperti seri Athlon XP 2600+, itu ada tiga varian yang spesifikasinya saling berbeda-beda. Semua Athlon XP menggunakan soket 462, atau lebih dikenal dengan soket A.

Di tiap processor AMD, ada tanda plus, hal itu adalah bagian dari apa yang disebut AMD sebagai performance rating (PR). AMD memiliki visi bahwa megahertz bukanlah satu-satunya pengukuran dalam menentukan kecepatan sebuah processor.

Processor Athlon menggunakan sistem penamaan yang tidak dikarakteristikkan dengan total megahertz yang dimiliki oleh Intel. Untuk menentukan PR yang tepat, AMD melakukan benchmark. Dari benchmark tersebut, nanti baru ditentukan PR-nya, yang menunjukkan bahwa AMD tersebut seimbang dengan Pentium 4.

Seperti contoh, Athlon XP 1800+ memiliki clock asli sebesar 1,52 GHz. Itu artinya, menurut AMD, dengan clock sebesar 1,53 GHz sudah bisa menyamai performa Pentium 4 1,8 GHz.

Sempron
Sempron adalah CPU yang ditargetkan untuk pasar entry atau pasar di mana penggunanya tidak membutuhkan komputasi tinggi, dan lebih mementingkan harga ketimbang performa. Sempron hadir dalam tiga jenis soket : 462, 754 dan AM2. Di pasaran, ada Sempron soket 939, akan tetapi itu adalah processor “hantu”, karena tidak pernah dirilis secara resmi ke pasar oleh AMD.

Mengenai perbandingan Sempron tiap soketnya, juga jangan sembarangan membandingkan. Misalnya, Sempron 3000+ soket 462 belum tentu lebih cepat dari Sempron 2800+ soket 754. Membandingkan Sempron hanya boleh dilakukan bila dalam soket yang sama.

Sempron soket 462 pada kenyataannya sama dengan Athlon XP dalam beberapa hal. Misalnya L2 cache sebesar 256 KB atau 512 KB, dukungan (MMX, 3DNow!, SSE dan SSE2), serta proses fabrikasi 130 nm.

Sedangkan untuk Sempron soket 754 sebenarnya adalah sama dengan Athlon 64, kecuali pada L2 cache dan extension 64-bit. Fitur utama Sempron soket 754 antara lain L2 cache sebesar 128 KB atau 256 KB, HyperTransport bus 800 MHz, SSE3 pada tipe yang memiliki extension 64-bit, dan proses fabrikasi 90 nm.

Berbeda dengan soket 754 yang hanya bisa bekerja dengan konfigurasi single channel memory, Sempron soket AM2 bisa menggunakan konfigurasi dual channel, dan menggunakan memory DDR2. Beberapa fitur utamanya mirip-mirip dengan soket 754, antara lain L2 cache 128 KB atau 256 KB, HyperTransport bus 800 MHz, SSE3, instruksi 64-bit, dan proses fabrikasi 90 nm.

Athlon 64

Jika diperhatikan, processor-processor AMD yang saat ini beredar di pasaran adalah processor yang didasari oleh arsitektur Athlon 64, atau dikenal dengan x86-64. Yang termasuk ke jajaran Athlon 64 adalah Sempron, Athlon 64 FX, Athlon 64 X2, mobile Athlon 64, Turion 64 dan Opteron. Mobile Athlon 64 dan Turion 64 ditujukan untuk nobebook, sedangkan Opteron untuk sever.

Fitur utama arsitektur Athlon 64 adalah memory controller yang disertakan di dalam processor, tidak di chipset seperti CPU lain. Karena bentuk arsitektur inilah komunikasi antara CPU dan memory dilakukan melalui memory bus tersendiri. Sedangkan komunikasi antara CPU dan chipset menggunakan bus terpisah, yang disebut dengan HyperTransport.

Arsitektur Athlon 64 menggunakan berbagai jenis soket, antara lain:
• Soket 754: Dipakai di Athlon 64 versi awal, beberapa seri Sempron dan Turion 64.
• Soket 939: Dipakai oleh  Athlon 64, Athlon 64 FX, Athhon 64 X2 dan Opteron.
• Soket 940: Dipakai oleh Athlon 64 FX versi awal dan Opteron.
• Soket AM2: Dipakai oleh versi terbaru dari Athlon 64, Athlon 64 FX, dan Athlon 64 X2.
• Soket F: Dipakai oleh Opteron teranyar, dan digunakan pula pada Athlon 64 FX terbaru yang ada dalam platform AMD Quad FX.

Fitur lain yang bisa ditemukan di arsitektur Athlon 64, antara lain pemakaian sistem performance rating, bisa menangani memori hingga 1 TB, dukungan (MMX, 3Dnow!, SSE, SSE2) dan SSE3 pada seri terbaru, teknologi EVP (Enhanced Virus Protection) dikenal sebagai  NX Bit Diable, dan teknologi Cool’n’Quit.

Selanjutnya adalah Athlon 64 FX yang ditujukan untuk para gamer. Perbedaan mendasar antara Athlon 64 FX dan Athlon 64 adalah di L2 cache-nya. Athlon 64 FX memiliki cache 1 MB, sedangkan Athlon 64 memiliki 512 KB, walaupun ada yang 1 MB. Selain itu, Athlon 64 FX juga memiliki kemampuan overlocking lebih baik, karena multiplier-nya tidak dikunci.

Athlon 64 FX memiliki fitur-fitur seperti L2 cache sebesar 2 MB, HyperTransport bus 800 MHz, atau 1 Ghz, konfigurasi dual channel, instruksi SSE3, fitur dual core pada seri yang berakhiran dengan angka genap, misalnya FX-60, penggunaan DDR2 pada soket AM2 dan soket F, penggunaan DDR pada soket 939 dan 940.

Athlon 64 X2

Athlon 64 X2, sebenarnya adalah Athlon 64 plus teknologi dual core. Athlon 64 X2 ada yang menggunakan soket 939 dan AM2. Fitur utama Athlon 64 X2 antara lain L2 cache sebesar 512 KB atau 1 MB di tiap core-nya. HyperTransport bus 1 GHz, penggunaan DDR2 di AM2, konfigurasi dual channel, dan SSE3 di semua serinya.

Intel

Celeron
Sejak peluncurannya di tahun 1998, Celeron sudah banyak mengalami perubahan. Nama Celeron sendiri dipakai untuk menunjukkan bahwa processor tersebut adalah processor versi ekonomisnya Intel. Dengan kata lain, Celeron adalah versi ekonomis dari Pentium II, Pentium III atau Pentium 4. Jadi tiap seri Pentium, selalu ada seri Celeron-nya. Yang menjadikan Celeron versi ekonomis adalah perbedaan di L2 cache, internal clock dan external clock.

Pembahasan akan di pusatkan sejak era Pentium 4, untuk versi ekonomisnya, Celeron.

Celeron pertama dengan core Willamette menggunakan soket 478, sama seperti Pentium 4. arsitektur Celeron Willamette berbeda dengan seri Celeron lainnya, yang sama-sama berbasiskan Pentium 4. bila yang lain memiliki L1 data cache dan L1 instruction cache, Celeron Willamette memiliki L1 data cache 8 KB dan trace execution cache.

Perbedaan antara Celeron Willamette dan Celeron Core Northwood selain basis core-nya, yaitu proses fabrikasinya. Willamette menggunakan proses fabrikasi 180 nm, sedangkan Northwood menggunakan 130 nm. Lain dari itu, semua yang ada Willamette sama seperti yang ada di Norhtwood.

Selanjutnya Celeron D, yang menggunakan core Prescott seperti pada Pentium 4 yang berbasiskan core yang sama pula.
Celeron D memilki L1 data cache 16 KB, external clock 533 MHz, L2 cache 256 KB, SSE3, dan menggunakan soket 478 atau LGA 775. Karena Celeron D adalah versi ekonomis dari Pentium 4 Presscott, maka Celeron D tidak ada yang mendukung teknologi HyperThreading.
Pentium 4

Pentium 4 dirilis pada November 2000. Pentium 4 dapat ditemui dengan tiga core yang berbeda, sama seperti Celeron, yakni Willamette, Northwood dan Presscott.

Pentium 4 yang keluar pertama menggunakan soket 423. Berikutnya menggunakan soket 478 dan yang terakhir menggunakan soket LGA775.

Yang pertama diulas adalah Pentium 4 berbasis Willamette. Processor ini memiliki L2 cache 256 KB, external clock 400MHz, SSE2, proses fabrikasi 180 nm, dan belum mendukung HyperThreading.

Setelah Willamette, tibalah Pentium 4 berbasis Northwood. Menggunakan proses manufaktur 130 nm, core-nya berukuran 60% lebih kecil ketimbang Willamette, L2 cache yang dimiliki sebesar 512 KB atau 2 MB. Sedangkan external clock-nya sebesar 400 MHz, 553 MHz, atau 800 MHz. Tidak ketinggalan fitur SSE2, yang juga dimiliki oleh Northwood.

Seri berikutnya adalah Pentium 4 yang menggunakan core Prescott.
Processor ini tersedia dengan L2 cache sebesar 512 KB, 1 MB, dan 2 MB, external clock 533 MHz, atau 800 MHz, SSE3, dan proses fabrikasi 90 nm

Seri Pentium 4 terakhir yang menggunakan nama Pentium 4 adalah Pentium 4 Extreme Edition. Dirilis pada November 2003, dan merupakan CPU pertama yang memiliki L3 cache sebesar 2 MB. Model awal Pentium 4 Extreme Edition berbasis core Gallatin, L2 cache 512 KB, external clock 800 MHz atau 1066 MHz, SSE2, insturksi 64-bit, HyperThreading, dan proses fabrikasi 130 nm. Tapi Pentium 4 Extreme Edition yang terbaru menggunakan core Prescott 2M, menggunakan fabrikasi 90 nm, L2 cache 2 MB, SSE3, HyperThreading, dan instruksi 64-bit.

Pentium D & Pentium Extreme Edition

Pentium D adalah versi dual core dari Pentium 4. Jika Pentium D adalah Dual Core, apakah Celeron adalah dual core? Tidak. Sedangkan Pentium Extreme Edition adalah Pentium D dengan teknologi HyperThreading. Juga jangan samakan antara Pentium Extreme Edition dengan Pentium 4 Extreme Edition, karena Pentium Extreme Edition itu Dual Core, sedangkan Pentium 4 Extreme Edition, tidak.

Yang pertama dibahas adalah Pentium D, dan Pentium Extreme Edition seri 8xx yang berbasis dia Smitfield. Pada dasarnya, Smithfield adalah gabungan dari dua Prescott dengan proses fabrikasi 90 nm. Fitur utamanya antara lain: Dual Core, L1 cache 16 KB, L2 Cache 2 MB (1MB tiap Core), SSE3, soket LGA 775, EM64T, teknologi Execute Disable (seri 840 & 830)

Pentium D generasi berikutanya, dan Pentium Extreme Edition seri 9xx menggunakan Core Pressler. Berbeda dengan Smithfield, di dalam Pressler terdapat dua dia bernama CedarMill, yang menggunakan proses fabrikasi 65 nm. Fitur utama kedua processor tersebut adalah: Dual Core, L1 cache 16 KB, L2 cache 4 MB (2 MB tiap Core), SSE3, teknologi Virtualization, EM64T, Enhanced SpeedStep, dan Execute Disable.

Core 2 Duo

Mungkin anda bingung, kok langsung loncat ke Core 2 Duo? Bagaimana dengan Core Solo atau Dore Duo? Core Solo dan Core Duo merupakan processor yang ditujukan untuk Notebook. Core Duo merupakan nama komersial dari Pentium M, yang dibuat dengan proses fabrikasi 65 nm (dikenal dengan nama kode Yonah)

Core 2 Duo merupakan processor desktop pertama yang menggunakan arsitektur Core. Selain dipakai untuk desktop (nama kode Conroe), Core 2 Duo juga dipakai untuk Notebook (nama kode Merom). Keluarga Core 2 datang dalam dua seri, yaitu Core 2 Duo yang menggantikan Pentium 4 dan Pentium D, dan Core 2 Extreme yang menggantikan Pentium Extreme Edition. Perbedaan antara Core 2 Duo dan Core 2 Extreme Edition adalah Core 2 Extreme memiliki Clock lebih tinggi dan multiplier-nya tidak dikunci.

Fitur utama yang dimiliki keluarga Core 2 Duo antara lain, L1 cache 32 KB, dual core atau quad core (seri QX6xxxx), Intel Virtualization Technology, EM64T, SSE3, Execute Disable Bit, Enhanced SpeedStep, dan Intelligent Power

Posted in Computer | No Comments »

XP Berpenampilan Vista

Posted by louis7zen on 26th May 2007

XP Berpenampilan Vista

 

 Vista Transformation Pack, sebuah Software Freeware, salah satu Software untuk mengubah ‘penampilan’ Windows XP menjadi ‘seperti Vista’. Akan tetapi Aplikasi-aplikasi bawaan Vista seperti BitLocker Drive Encryption, Ready Boost, Dirext 10, serta beberapa Bawaan Vista tidak bisa ‘dirasakan’, hanya dengan menginstal Windows Vista, baru bisa merasakan ‘Pembaruan Windows’ tersebut.

Sebelum melakukan Install serta perubahan pada Windows XP, hendaklah ‘Backup’ terlebih dahulu File-File sebelumnya, hal ini karena berkaitan dengan File System. Tentu kita tidak menginginkan Sistem Operasi komputer kita yang awalnya baik-baik saja, menjadi ‘berantakan’, dikarenakan tidak dilakukan Backup pada sebelumnya.

Instalasi Vista Transformation Pack, kita singkat menjadi VTP, untuk saat ini, Aplikasi tersebut untuk saat ini, adalah terbaik untuk mengubah XP menjadi Vista. VTP 6.0 bisa di ambil di www.softpedia.com/progDownload/Vista-Transformation-Pack-Download-32042.html. Dengan File sebesar 30,2 MB.

Selesai kita mendownload File tersebut, backup terlebih dahulu file penting, serta antivirus dan sejenisnya dimatikan terlebih dahulu, dan tersisa ruang harddisk sebesar 200 MB, setelah semua itu sudah dilakukan, mari kita mulai untuk melakukan langkah-langkah dibawah ini.

 

  1. Lakukan Instalasi dari dalam Safe Mode. Untuk masuk ke safe mode, sewaktu booting terus tekan F5, sampai mucul pilihan, pilih Safe Mode, kemudian tekan Enter.
  2. Jalankan file instalasinya, dan di jendela pertama hapus tanda centang pada Set Windows X’ Shrine as default home page. Terus klik ‘Next’, sehingga menemui jendela berikutnya.
  3. Pilih Apply Vista UI transformation to system, klik ‘Next’.
  4. Selanjutnya pilih Normal screen dan Normal size, kemudian klik ‘Next’.
  5. Berikutnya pilih I want to perform system file transforming.
  6. Di ketiga jendela berikutnya, agar proses transformasi menjadi lengkap dan komplit, beri centang pada semua item, kemudian klik Transform.
  7. Pada jendela OS Detection klik OK, kemudian klik OK lagi.
  8. Selanjutnya, pilih font Segoe UI yang menjadi font standar di Vista.
  9. Berikutnya pilih ToolBar Vista, proses transformasi akan berjalan. Proses ini membutuhkan waktu yang agak lama.
  10. Setelah proses selesai, pilih Enable pada Do you want to enable or disable themes service?
  11. Proses keseluruhan pun selesai, dan klik Finish. Jika ada permintaan Restart, segera lakukan.
  12. Setelah restart dan masuk ke Windows secara normal, jendela yang kali pertama muncul adalah Display Properties. Dalam tab Appearance di bagian Windows and buttons, pilih Windows Aero.
  13. Kita bisa melihat bahwa kesan Vista sudah mulai terasa baik dari saat booting, saat login hingga ke desktop yang dilengkapi dengan sidebar.
  14. Untuk melakukan kontumasi VTP ini, kita bisa melakukan melalui Styler yang bisa diakses dari icon Styler berbentuk tanda tanya terbalik di system tray.

 

Aplikasi Pendukung

 

Sidebar

Di dalam VTP, sebenarnya sudah ada fitur sidebar. Tapi terasa kurang gregetnya. Oleh karena itu, dicari software dan menemukan Desktop Sidebar. Dengan Versi 1.0 Build 116 (beta), bisa di-download dari www.deskotpsidebar.com/download.html, dengan file sebesar 10,7MB.

 

Langkah-langkah yang dapat di lakukan :

 

  1. Sebelum melakukan instalasi Desktop Sidebar, sidebar bawaan VTP harus dimatikan terlebih dahulu, tapi tidak usah di-unistall. Klik Start, Run dan tulis msconfig.
  2. Pilih rab Starup dan hilangkan tanda centang pada sidebar. Klik OK, dan restart.
  3. Ekstrak file sidebarb116.exe sehingga menghasilkan tiga buah file bernama Setup.Exe, DesktopSidebar.msi, dan WindowsInstaller-KB893803-v2-x86.exe.
  4. Jalankan dulu file WindsowsInstaller-KB893803-v2-x86.exe. File tersebut merupakan Windows Installer 3.1, yang dibutuhkan dalam instalasi Desktop Sidebar. Lakukan proses instalasi seperti biasa. Jika minta restart, lakukan.
  5. Setelah itu jalankan file Setup.Exe, dan instal seperti biasa juga.
  6. Proses instalasi Desktop Sidebar sudah selesai, dan jalankan Desktop Sidebar melalui Start menu.
  7. Desktop Sidebar akan berisi berbagai macam widget, seperti ramalan cuaca, RSS feed, Windows Messenger, dan lain-lain. Ingat juga, agar widget yang bersifat online bisa melakukan tugasnya, tentu saja dibutuhkan koneksi internet yang aktif.
  8. Jika diperhatikan, tampilan sidebar ini cukup mengganggu apabila jendela aplikasi lain di maximize. Sidebar akan menutupi jendela bagian kanan. Oleh karena itu, musti dilakukan sedikit pengaturan agar sidebar tidak mengganggu. Klik kanan tombol Sidebar, pilih Options.
  9. Pilih tab Appearance, di bagian Z-Order, aktifkan Always on top, dan beri centang pada Auto hide the sidebar.
  10. Klik tombol Options di bagian Animation, pilih Disabled. Klik OK.

 

Kini sidebar, akan baru muncul apabila kursos diarahkan ke pinggir kanan layar, sehingga tidak mengganggu pandangan kita.

 

Flip

Fitur Flip di Vista, fitur yang bisa membuat tampilan jejeran jendela berkesan seperti 3D yang dilihat dari samping. Di XP juga bisa untuk melakukan hal seperti itu. Disini dipergunakan, bernama TopDesk. Seharga $17,95.

Aero

Salah satu ‘dagangan’ yang dijual oleh Microsoft adalah fitur Aero. Dengan Aero, tampilan jendela akan terlihat lebih mewah dan kinclong, karena di pinggiran jendela terlihat transparan. Di XP juga bisa kok, jendelanya terlihat seperti itu. Kita bisa menggunakan aplikasi bernama Windows Blinds. Ini juga bersifat berbayar, sebesar $19,95.

 

DreamScene

Di Vista, ada sebuah fitur yang mungkin bisa menggoda para penghias desktop. Fitur tersebut bernama DreamScene, yang merupakan bagian dari Windows Update Ultimate Extras, dan bisa didapat melalui Windows Update Khusus Vista Ultimate.

 Dengan DreamScene, wallpaper di desktop yang tadinya hanya bisa menggunakan gambar diam dengan format JPG, BMP, dan sebagainya, kini bisa menggunakan video atau animasi. Sehingga wallpaper desktop di layar komputer kita bisa bergerak layaknya sedang menonton film.

 Namun, seperti tadi dibilang di atas, DreamScene hanya ada di Vista dan itupun yang versi Ultimate saja. Untuk mengakali agar fitur tersebut bisa dicicipi di XP, ada sebuah media Player bernama VLC media player. Aplikasi Freeware ini bisa di-download dari www.downloads.videolan.org/pub/videolan/vcl/0.8.6/win32/vcl-0.8.6b-win32.exe, dengan file sebesar 9,07MB.

 

  1. Download dan instal seperti biasa.
  2. Setelah selesai, klik menu View, VLM Control.
  3. Beri centang pada Loop, dan klik Choose pada Input. Loop berfungsi agar video yang dimainkan diulang-ulang terus.
  4. Pilih tab File, klik Browse pada Open.
  5. Pilih video yang diinginkan, dan klik Open. VLC media player bisa mengenali berbagai macam file video mulai dari MPEG-1, MPEG-2, MPEG-4, DivX, dan lain-lain. Setelah itu, klik Close.
  6. Pada jendela utama VLC, klik tombol Play. Setelah video berjalan, klik kanan, dan beri tanda centang pada Wallpaper.

 

Tidak seperti DreamScene yang berjalan secara otomatis setiap Windows dimulai, setiap ingin menggunakan DreamScene ‘palsu’ yang disajikan oleh VLC ini, kita diharuskan menjalankan VLC secara terus menerus. Jika VLC dimatikan, maka wallpaper akan menjadi Wallpaper biasa, alias tidak bergerak.

 

 

 

Posted in Computer | No Comments »

Lupus

Posted by louis7zen on 26th May 2007

Lupus – Penyakit dengan Seribu Wajah

 

 Lupus sering disebut sebagai penyakit dengan seribu wajah. Penyakit ini tidak memiliki gejala khas sehingga sulit dikenali. Tidak heran penderita baru terdeteksi setelah menjalani berbagai pengobatan.

 Ada belasan gejala yang bisa dialami penderita lupus. Ini tergantung organ tubuh yang terkena, antara lain nyeri sendi, tulang dan otot, deman berkepanjangan, cepat lelah, lesu dan lemas, penurunan berat badan, serta sakit kepala.

 Gejala lain sering sariawan, ruam pada kulit yang memburuk saat terkena sinar matahari, jika di wajah biasanya membentuk kupu-kupu, anemia, kebocoran ginjal, sakit dada jika menghirup nafas dalam, rambut rontok, ujung jari berwarna biru pada udara dingin (fenomena Raynaud’s), kejang, stroke, dan keguguran.

 Menurut Medicine.Net, lupus adalah kondisi peradangan kronis akibat penyakit autoimun. Dalam hal ini, sistem kekebalan yang seharusnya menjaga tubuh dari infeksi virus atau bakteri justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Lupus bisa berdampak pada semua organ tubuh, dari kulit, paru, jantung, ginjal, saraf, otak maupun sendi, dan menimbulkan kematian.

 Ada tiga jenis lupus, yaitu yang menyerang kulit (lupus diskoid), menyerang organ tubuh (sistemik lupus erimatosus), serta yang ditimbulkan oleh obat, biasanya jenis hydralazine (obat tekanan darah tinggi), quinidine dan procainamide (obat gangguan detak jantung), phenytoin (obat epilepsi), isoniazide (obat tuberkulosis), d-penicillamine (obat reumatik artritis)

 Penderita terbanyak dialami oleh perempuan, sebesar 90%. Lupus diduga terkait dengan hormon estrogen, mengingat gejala lupus meningkat menjelang masa haid.

 Lupus juga dikaitkan gen yang cacat, sinar matahari, stres, infeksi, dan virus Epstein-Barr. Biasanya lupus menyerang orang-orang berusia 15 – 44 tahun.

 Diagnosis lupus tidak mudah dan tidak ada tes tunggal. Jika penderita mengeluhkan sejumlah gejala yang mengarah ke lupus, dokter akan meminta pemeriksaan laboratorium terhadap kadar hemoglobin, leukosit, dan trombosit. Juga antibodi seperti anticuclear antibody (ANA), antidouble stranded DNA (anti ds DNA), protein C3 dan C4, serta pemeriksaan urine.

 Secara umum, lupus diobati dengan obat antiradang, nonsteroid, kortikosteroid, maupun obat penekan kekebalan tubuh, selain mengobati komplikasi yang terjadi.

 Dengan pengobatan tepat dan teratur, menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga, makan dan istirahat teratur, mengelola stres, serta menghindari rokok dan sinar matahari, penderita lupus bisa hidup normal dan produktif.

 

Posted in Iseng aje | No Comments »