Lucky

Sorga

Posted by louis7zen on April 22, 2007

Bab 20

Sorga

            Selama beberapa hari aku sakit setelah aku ditinggal di rahang alam maut. Kalau aku tidur, lampu tetap kunyalakan. Kubutuhkan Alkitab padaku setiap saat, dan membacanya secara tetap. Jiwaku tergoncang hebat. Sekarang aku tahu apa yang harus diderita oleh orang-orang yang terhilang jika mereka tinggal di alam maut.

            Yesus akan berkata, “Damai, tenanglah,” dan damai akan meliputi jiwaku. Tetapi beberapa menit kemudian aku akan terbangun, menjerit histeris dengan ketakutan.

            Selama ini aku tahu aku tidak pernah sendiri. Tapi sekalipun aku tahu akan hal itu, aku sering tak bisa merasakan kehadiranNya. Dan aku begitu ketakutan kalau-kalau aku harus kembali ke alam maut yang kutakuti itu, meskipun Yesus kadang-kadang berada di dekatku.

            Kucoba untuk menceritakan pengalaman-pengalaman di alam maut pada orang lain. Mereka tidak mau mendengarkan aku. Aku mohon kepada mereka, “Tolong, bertobatlah sebelum terlambat.” Sangat sulit bagi seseorang untuk percaya pada apa yang kuceritakan pada mereka tentang siksaan-siksaan yang telah kualami dan bagaimana Yesus telah menyuruhku untuk menuliskan tentang alam maut.

            Tuhan menjaminku bahwa Dialah Tuhan yang menyembuhkan diriku. Dan meskipun aku percaya bahwa aku tak akan puluh sepenuhnya, ternyata kesembuhan terjadi.

            Dan kemudian hal itu terjadi lagi. kembali aku di dalam Roh dengan Tuhan Yesus, dan kami sedang membumbung tinggi di angkasa.

            Yesus berkata, “Aku akan menunjukkan padamu kasih dan kebaikan Allah dan bagian-bagian dari Sorga. Aku ingin kau melihat pekerjaan Allah yang menakjubkan yang begitu indah untuk dipandang.

            Di depan kami kulihat dua planit raksasa, indah, gilang-gemilang di dalam kemegahannya. Allah sendirilah cahayanya.

            Seorang malaikat menemui kami dan berkata kepadaku, “Lihat kebajikan dan kebaikan hati Tuhan Allahmu. KemurahanNya bertahan selamanya.”

            Malaikat itu mempunyai rasa kasih yang kuat dan kelembutan, sehingga aku hampir-hampir menangis waktu dia berkata lagi, “Lihat kuasa dan kekuatan dan keagungan Allah. Biarlah kutunjukkan kepadamu tempat yang diciptakanNya untuk anak-anakNya.”

            Tiba-tiba nampak samar-samar sebuah planit besar di depan kami, sebuah planit sebesar bumi. Dan kemudian kudengar suara dari Bapa berkata. “Bapa,Anak dan Roh Kudus semuaNya adalah satu. Bapa dan Anak adalah satu dan Bapak dan Roh Kudus adalah satu. Kukirim AnakKu untuk mati di kayu salib supaya tidak seorangpun harus terhilang.”

            “Tetapi,” kataNya sambil tersenyum, “Aku baru saja mau menunjukkan padamu tmepat yang Kuciptakan untuk anak-anakKu. Anak-anak itu sangat Kuperhatikan. Kuperhatikan ketika seorang ibu kehilangan anaknya – sekalipun masih sebagai buah kandungan, anakKu dikeluarkan sebelum waktunya. Kau tahu, Aku mengetahui segala sesuatu dan semuanya Kuperhatikan.”

            “Sejak ada kehidupan di dalam kandungan, Aku tahu. Akupun tahu tentang bayi-bayi yang dibunuh selagi mereka masih di dalam kandungan ibu mereka – yang digugurkan, yang dibuang, dan yang tidak dikehendaki. Aku tahu tentang yang mati waktu dilahirkan, dan anak-anak yang dilahirkan dengan cacat kelumpuhan. Sejak terjadi pembuahan, di situ ada jiwa.

            Malaikat-malaikatKu turun dan membawa anak-anak kepadaKu ketika mereka mati. Aku punya tempat di mana mereka bisa tumbuh, belajar, dan dikasihi. Kuberikan pada mereka tubuh yang utuh dan memulihkan bagian tubuh manapun yang hilang. Kuberikan tubuh kemuliaan kepada mereka.”

            Di mana-mana tempat di planit itu ada perasaan dikasihi, suasana sejahtera yang sempurna. Segala sesuatunya sempurna. Di sana sini di tengah-tengah padang rumput yang lebat dan kolam-kolam air yang jernih sekali terdapat tempat-tempat bermain dengan tempat duduk-tempat duduk dari marmer dan bangku-bangku kayu yang dipelitur halus sekali.

            Dan di sana ada anak-anak – di mana-mana terlihat anak-anak, melakukan segala kegiatan. Setiap anak mengenakan jubah putih tanpa noda dan sandal. Jubah putih itu begitu cemerlang sehingga berkilauan di dalam sinar yang indah sekali di planit itu. Aneka warna yang ada di mana-mana menyebabkan warna putih dari jubah anak-anak itu bertambah mencolok. Malaikat-malaikat menjadi penjaga pintu gerbang, dan semua nama anak-anak itu tertulis di buku.

            Kulihat anak-anak mempelajari Firman Allah dan diajar musik dari buku kencana (emas). Aku heran waktu melihat segala jenis binatang datang pada anak-anak itu atau duduk di samping mereka ketika mereka berada di sekolah para malaikat ini.

            Di sana tidak ada air mata maupun dukacita. Segala sesuatu indah sekali, dan di mana-mana ada sukacita dan kebahagiaan.

            Kemudian malaikat itu menunjukkan padaku planit lain yang berkilau-kilauan seperti cahaya yang terang di depanku. Cahaya itu berkilau seperti cahaya dari jutaan bintang, dan segala sesuatu yang ada di planit itu indah sekali dan hidup.

            Dari jauh kulihat dua buah gunug dari emas murni, sedang pada jarak lebih dekat padaku ada dua pintu gerbang emas yang bertahtakan intan dan batu-batu mulia lainnya. Aku tahu inilah bumi yang baru dan kota yang terletak megah di hadapanku adalah Yerusalem Baru – kota Allah turun ke bumi.

            Dan kemudian aku kembali ke bumi yang lama, bumi seperti apa adanya sebelum api yang terakhir yang akan membersihkannya dan memurnikannya untuk maksud-maksud Allah yang mulia. Dan di sini juga ada Yerusalem Baru – ibu kota dari Kerajaan Seribu Tahun. Kulihat orang-orang keluar dari gua-gua dan turun dari gunung-gunung menuju ke kota ini.

            Di sini Yesus adalah Raja, dan semua bangsa di bumi membawa persembahan untukNya dan menyembahNya.

            Yesus memberikan tafsiran dari penglihatanku. KataNya, “Segera Aku akan kembali dan membawamu bersamakKu ke Sorga, pertama-tama orang-orang yang mati dalam kebenaran, kemudian setelah itu mereka yang hidup akan menyongsongKu di awan-awan. Sesudah itu Antikris akan memenuhi seluruh bumi selama waktu yang sudah ditentukan, dan akan terjadi kesengsaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan pernah terjadi lagi!

            Dan kemudian Aku akan kembali bersama-sama orang kudusKu dan iblis akan dilempar ke jurang maut, di sana dia akan tinggal selama seribu tahun. Selama masa seribu tahun itu telah lewat, iblis akan dilepas untuk satu masa, dan Aku akan menaklukannya dengan terangKu. Bumi yang lama akan berlalu.

            Lihat, akan datang bumi baru dan Yerusalem Baru – dan Aku akan memerintah untuk selama-lamanya.

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>