Permintaan Allah yang Terakhir
Posted by louis7zen on April 22, 2007
Bab 24
Permintaan Allah yang Terakhir
Yesus berkata, “Perintahkan pada mereka yang ada di bumi, supaya mereka jangan tinggi hati atau berharap kepada kekayaan yang tidak menentu, tapi percayalah kepada Allah yang hidup, yang memberikan segala hal secara berlimpah-limpah untuk dinikmati. Berjalanlah di dalam Roh, dan kau tidak akan menuruti nafsu kedaginganmu.”
Jangan tertipu, Allah tidak bisa dipermainkan. Karena apapun yang ditabur, itu juga yang akan dituainya. Kalau kau tabur dalam kedagingan akan kau tuai kecurangan. Kalau kau menabur dalam Roh, akan kau tuai kehidupan kekal. Kedagingan adalah perzinahan, percabulan, pemujaan berhala, ilmu gaib, kemurkaan, iri hati, mabuk-mabukan, pesta pora dan lain-lain.
Mereka akan melakukan hal-hal yang tidak akan mewarisi Kerajaan Allah.
Buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, sabar, lemah lembut, kebaikkan hati, kesetiaan dan penguasaan diri, mereka yang nafsu kedagingannya sudah disalibkan bersama-sama Kristus.
Jika Firman Allah sudah digenapi, maka akan datang akhir zaman. Tidak ada seorangpun yang tahu akan hari maupun jamnya kapan Anak Allah akan datang kembali ke bumi. Anakpun tidak tahu, karena hanya Bapa di Sorga yang tahu. Firman itu akan segera digenapi. Datanglah sebagai anak kecil, dan biarlah Kubersihkan dirimu dari kedaginganmu. Katakan padaKu ‘Tuhan Yesus, datanglah ke dalam hatiku dan ampuni semua dosa-dosaku. Cucilah aku di dalam darahMu dan bersihkan diriku. Aku sudah berdosa terhadap Sorga dan kepadaMu, dan aku tidak layak untuk disebut anak. Dengan iman kuterima Engkau sebagai Juruselamatku.’
“Aku akan menjadi gembalamu. Engkau akan menjadi umatKu dan Aku akan menjadi Allahmu. Bacalah Firman, dan jangan kauabaikan pembentukan dirimu sendiri. Berikanlah seluruh hidupmu kepadaKu, dan Aku akan memeliharamu. Aku tidak akan pernah meninggalkan atau menelantarkan dirimu.”
Saudara, oleh satu Roh kita mempunyai jalan kepada Bapa. Aku berdoa supaya anda sekalian mau datang dan memberikan hatimu kepada Tuhan.