Lucky

Penglihatan di Sorga

Posted by louis7zen on April 22, 2007

Bab 25

 

Penglihatan di Sorga

 

 Beberapa dari penglihatan-penglihatan berikur telah diberikan kepadaku sebelum Yesus membawaku ke alam maut. Beberapa dari penglihatan-penglihatan itu terjadi mendekati akhir perjalananku ke alam maut.

 

Serupa dengan Allah

 

 Kuterima penglihatan Sorgawi itu waktu aku berdoa sungguh-sungguh, meditasi dan menyembah.

 Kemuliaan Tuhan turun di tempatku berdoa. Api dalam gelombang-gelombang besar, cahaya yang terang dan kuasa yang agung nampak di depan mataku. Di tengah-tengah api dan cahaya itu ada takhta Allah. Di atas takhta ada Allah. Sukacita, damai sejahtera dan kasih memancar dari Allah Yang Maha Kuasa.

 Udara di sekitar Takhta dipenuhi oleh kerubium kecil, menyanyi dan mencium Tuhan di wajahNya, tanganNya dan kakiNya. Nyanyian yang mereka nyanyikan adalah, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah Maha Kuasa.”

 Pada kerubium itu ada lidah-lidah api yang bertengger di kepala dan ujung-ujung sayapnya yang kecil. Rupanya gerak sayap-sayap mereka serempak dengan irama dari kausa dan kemuliaan Tuhan.

 Ada kerubium yang terbang ke arahku dan menjamah mataku.

 

Gunung Emas

 

 Di dalam sebuah penglihatan, aku memandang jauh ke seluruh bumi. Dapat kulihat bahwa untuk bermil-mil jauhnya tanah itu haus akan air hujan. Tanah itu retak-retak, kering dan tandus. Tidak terlihat pohon-pohonan atau tumbuh-tumbuhan jenis apapun.

 Kemudian aku diizinkan untuk melihat melewati tanah kering itu, semua jalan yang menuju ke Sorga. Ada dua buah gunung raksasa yang saling berdampingan, dan kaki gunungnya saling menyentuh. Aku tak tahu berapa tingginya, tapi betul-betul tinggi sekali. Ketika gunung itu kudekati, kudapati terbuat dari emas murni, begitu murni sehingga tembus pandang.

 Lewat gunung itu kulihat cahaya putih yang cemerlang, dan cahaya itu meluas memenuhi seluruh alam semesta. Kurasakan di dalam hatiku bahwa inilah tempat bertumpunya Sorga.

 Manusia berkelahi karena memperebutkan sebuah cincin emas kecil, tapi Allah memiliki semua emas.

 

Bangunan Sebuah Gedung Besar

 

 Ketika sedang berdoa kuterima penglihatan ini. Kulihat seorang malaikat sedang membaca catatan dari perbuatan-perbuatan kita di bumi. Malaikat-malaikat itu ada yang mempunyai sayap, ada yang tidak. Ada yang besar dan ada yang kecil tapi semua wajah mereka berbeda. Seperti manusia di bumi, malaikat-malaikat itu bisa dikenali dari roman mukanya.

 Kulihat malaikat-malaikat itu sedang sibuk memotong batu intan yang besar sekali dan menempatkannya di pondasi sebuah gedung besar yang indah, batu intan itu tebalnya satu kaki dan panjangnya dua kaki dan terlihat sangat indah. Setiap kali ada jiwa yang dimenangkan bagi Allah, sebuah batu intan ditambahkan ke gedung yang memenangkan jiwa itu. Tidak ada pekerjaan yang sia-sia jika itu dikerjakan bagi Allah.

 

Pintu Gerbang Sorga

 

 Pada saat lain ketika aku sedang berdoa, kulihat penglihatan Sorgawi ini. Aku berada dalam Roh dan seorang malaikat datang kepadaku dan membawaku ke Sorga. Terlihat lagi pemandangan yang indah sekali dari gelombang-gelombang cahaya dan keagungan yang mempesonakan seperti yang kulihat di belakang gunung emas. Benar-benar suatu hal yang mempesonakan ketika dapat melihat peragaan kekuasaan Allah.

 Ketika aku dan malaikat itu mendekati dua pintu gerbang raksasa di tembok yang besar sekali, kami melihat dua orang malaikat yang luar biasa besarnya dan membawa pedang. Kira-kira tinggi mereka 50 kaki, dan rambut mereka ikal keemasan. Pintu terbang itu begitu tingginya sehingga tidak dapat kulihat bagian atasnya. Pintu itu merupakan hasil seni yang paling indah yang pernah kulihat. Mereka berupa ukiran tangan, dengan lipatan-lipatan yang berlekuk-lekuk, tirai lapisan-lapisan dan pahatan-pahatan, dan ditaburi mutiara, intan, batu delima, batu nilam dan permata-permata lain. Segala sesuatu yang ada di pintu terbang itu berada dalam keseimbangan yang sempurna, dan pintu itu membuka keluar. Seorang malaikat dengan sebuah kitab di tangan keluar dari belakang pintu gerbang.

 Sesudah memeriksa kitab itu, malaikat itu mengangguk, menegaskan bahwa aku bisa masuk.

 Pembaca, kau tidak bisa masuk ke Sorga, kalau namamu tidak tercantum di dalam kitab Alhayat Anak Domba.

 

Ruangan Arsip

 

 Di dalam sebuah penglihatan, seorang malaikat membawaku ke Sorga dan menunjukkan sebuah ruangan yang besar sekali yang berdinding emas murni. Di sana-sini terukir huruf abjad di dindingnya. Nampaknya lebih menyerupai sebuah perpustakaan yang besar, tapi buku-buku yang mestinya disusun di dalam rak-rak, di ruangan itu buku-buku disusun di dalam dinding.

 Malaikat dengan jubah panjang mengambil buku-buku dari dinding dan mempelajarinya dengan teliti. Rupanya mereka sedang melakukan perintah yang sukar. Kuperhatikan buku-buku itu bersampul tebal dari emas dan beberapa halamannya berwarna merah. Buku itu indah sekali.

 Malaikat yang bersamaku berkata, buku itu berisi catatan kehidupan dari setiap orang yang sudah pernah dilahirkan di bumi. Diceritakannya kepadaku bahwa di situ ada lebih banyak ruangan-ruangan, bahkan dengan lebih banyak catatan.

 Sekali-sekali penghulu malaikat membawa catatan-catatan itu ke hadapan Allah untuk mendapat persetujuanNya atau celaanNya. Buku-buku itu berisi permohonan doa, nubuat, pendirian, pertumbuhan di dalam Tuhan, jiwa-jiwa yang dibawa kepada Kristus, Buah Roh dan banyak lagi. Setiap perbuatan yang kita lakukan di bumi akan dicatat di salah satu buku itu oleh malaikat-malaikat.

 Sering seorang malaikat akan menurunkan sebuah buku dan mencuci halaman-halamannya dengan kain halus. Halaman yang sudah di cuci itu berubah menjadi merah.

 

Tangga Sorgawi

 

 Roh Tuhan membawaku pada penglihatan berikutnya. Kulihat sebuah tangga rohani yang turun dari Sorga ke bumi. Pada satu sisi dari tangga itu malaikat-malaikat turun ke bumi, sedang pada sisi lain mereka naik.

 Malaikat-malaikat di tangga tidak mempunyai sayap, tapi tiap malaikat membawa sebuah buku dengan sebuah nama yang tertulis di sampul depannya.

 Rupanya beberapa malaikat sedang memberikan petunjuk-petunjuk dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada mereka oleh malaikat-malaikat lain. Segera sesudah petunjuk-petunjuk diterima dan pertanyaan-pertanyaan mereka terjawab, mereka menghilang.

 Kulihat juga tangga lain di bagian lain di bumi. Malaikat-malaikat dalam gerakan yang tetap naik dan turun. Malaikat-malaikat itu berjalan dengan gagah dan berwibawa, karena mereka adalah utusan-utusan dengan perintah Allah.

 

 

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>