Lucky

Archive for April, 2007

Rahang Alam Maut

Posted by louis7zen on 22nd April 2007

Bab 19 

Rahang Alam Maut

            Malam berikutnya Yesus dan aku masuk ke dalam rahang alam maut.

            Yesus berkata, “Kita hampir selesai melewati alam maut, anakKu, tidak akan Kutunjukkan padamu seluruh alam maut. Tapi, apa yang sudah Kutunjukkan kepadamu, Kuingin kau ceritakan kepada dunia. Katakan pada mereka, alam maut itu nyata. Katakan pada mereka laporan ini nyata.”

            Ketika kami berjalan, kami berhenti di atas bukir memeriksa sebuah lembah kecil. Sejauh mata memandang terlihat tiang-tiang dari jiwa manusia memagari sisi bukit itu. Bisa kudengar tangisan mereka. Bunyi gaduh memenuhi tempat itu. Yesus berkata, “AnakKu, inilah rahang alam maut. Setiap kali mulut alam maut terbuka, akan kau dengar bunyi yang gaduh itu.”

            Jiwa-jiwa itu mencoba untuk keluar, tapi tidak bisa, karena mereka melekat di sisi alam maut.

            Ketika Yesus berbicara, kulihat benda-benda hitam berjatuhan ke bawah melewati kami dan mendarat dengan suara gedebuk di dasar bukit itu. Setan-setan dengan rantai besar menyeret pergi jiwa-jiwa. Yesus berkata, “Mereka adalah jiwa-jiwa yang baru saja mati di bumi dan datang ke alam maut. Kegiatan ini berjalan terus siang dan malam.”

            Sekonyong-konyong keheningan memenuhi tempat itu. Yesus berkata, “Aku mengasihimu, anakKu, dan Kuingin kau ceritakan alam maut ini kepada manusia di bumi.”

            Kulihat jauh ke dalam rahang alam maut lewat semacam tingkat di sisi rahang. Jeritan kesakitan dan siksaan terdengar dari sana. Kapan hal ini akan berakhir? Aku bertanya-tanya dalam hatiku, aku merasa akan senang sekali kalau bisa istirahat dari semuanya ini.

            Kemudian, tiba-tiba aku merasa sangat terhilang. Tak bisa kukatakan bagaimana aku tahu, tapi dengan segenap hatiku aku tahu bahwa Yesus telah pergi. Aku merasa sedih sekali. Aku menoleh ke tempat di mana tadi Dia berada. Dan cukup yakin, di sana tidak ada Yesus! “Oh tidak,” jeritku, “tidak lagi! Oh Yesus, di mana Engkau?”

            Apa yang akan kau baca akan menakutkanmu. Aku berdoa hal itu akan cukup menakutkan sehingga kau mau jadi orang percaya. Aku berdoa supaya kamu mau bertobat dari dosa-dosamu, sehingga kau tidak akan pergi ke tempat yang mengerikan itu. Aku berdoa supaya kau mau mempercayaiku, karena aku tak mau hal ini terjadi pada siapaun juga. Aku mengasihimu dan berharap kau mau bangun sebelum segalanya terlambat.

            Jika kau seorang Kristen dengan membaca ini, yakinlah akan keselamatanmu. Bersiaplah untuk berjumpa dengan Tuhan pada setiap saat, karena kadang-kadang sudah tidak ada waktu lagi untuk bertobat. Jaga apimu supaya tetap menyala, dan pelitamu penuh minyak. Bersiaplah, karena kau tidak tahu kapan Dia kembali. Jika kau belum dilahirkan kembali, bacalah Yohanes 3:16-19 dan datanglah kepada Tuhan. dia akan menyelamatkanmu dari tempat penyiksaan ini.

            Ketika aku berteriak memanggil Yesus, aku mulai menuruni bukit mencariNya. Aku dihentikan oleh satu setan besar yang membawa rantai. Dia tertawa dan berkata, “Kau tidak bisa lari ke manapun juga, perempuan. Yesus tidak ada di sini untuk menyelamatkanmu. Kau akan berada di alam maut selamanya.”

            “Oh tidak,” jeritku, “biarkan aku pergi!” Aku berkelahi dengan segenap kekuatanku, tapi aku segera dibelenggu dengan rantai dan dilempar ke tanah. Ketika aku berbaring di sana, tubuhku mulai terbungkus oleh selaput aneh yang lengket dengan bau yang begitu hebat sampai aku merasa mual. Aku tak apa yang akan terjadi.

            Dan kemudian aku merasa daging dan kulitku mulai berjatuhan dari tulang-tulangku! Aku menjerit dan menjerit dalam ketakutan. “Oh Yesus,” aku berteriak, “Engkau ada di mana?”

            Kupandang diriku sendiri dan melihat bahwa di seluruh daging yang masih tertinggal di tubuhku mulai penuh lubang. Aku mulai berubah warna menjadi abu-abu kotor, dan dari tubuhku berjatuhan daging yang berwarna abu-abu. Timbul lubang-lubang di pinggang, di kaki, di tangan dan di lenganku. Aku menjerit. “Oh tidak, aku di alam maut selamanya! Oh tidak.”

            Aku mulai merasa cacing-cacing di dalam tubuhku dan kudapati bahwa tulang-tulangku penuh cacing. Bahkan jiaka aku tidak bisa melihat mereka, aku tahu mereka ada di sana. Kuboba untuk menarik mereka dari tubuhku, tapi makin banyak yang datang menggantikan tempat mereka. Aku benar-benar bisa merasakan kebusukan di dalam tubuhku.

            Ya, aku tahu semua hal dan bisa mengingat dengna tepat apa yang telah terjadi di bumi. Aku bisa merasakan (sentuhan), melihat, mencium, mendengar dan merasa (mencicipi) semua siksaan di alam maut. Aku bisa melihat di dalam diriku sendiri. Aku hanya berupa kerangka yang kotor, tapi aku masih bisa merasakan semua yang terjadi padaku. Aku melihat yang lain-lain yang seperti diriku – sejauh mata memandang kulihat jiwa-jiwa.

            Aku berteriak dalam kesakitan yang hebat, “Oh, Yesus! Tolong aku, Yesus,” Aku ingin mati, tapi tidak bisa. Kurasakan api berkobar lagi di kakiku. Aku menjerit, “Kau di mana Yesus?” Aku berguling-guling di tanah dan menangis bersama-sama dengan yang lain. Kami berbaring di rahang alam maut dalam gundukan kecil, seperti sampah yang dibuang. Jiwa kami dicekam rasa sakit yang tak tertahankan.

            Aku terus menerus berteriak, “Kau di mana, Yesus? Kau di mana, Yesus?” Apakah aku benar-benar di alam maut? Apakah aku telah melakukan dosa yang besar melawan Allah dan kehilangan keselamatanku? Apa yang terjadi? Apakah aku telah berdosa kepada Roh Kudus? Kuingat semua ajaran Alkitab yang pernah kudengar. Aku tahu keluargaku berada di suatu tempat di atasku. Dalam ketakutan kusadari bahwa aku berada di alam maut sama seperti jiwa-jiwa lain yang telah kulihat dan kubicarakan.

            Aku merasa begitu aneh ketika bisa melihat tembus diriku. Cacing-cacing mulai merayap di dalam tubuhku lagi. dapat kurasakan mereka merayap. Aku menjerit karena takut dan kesakitan.

            Baru kemudian satu setan berkata, “Yesusmu telah mengecewakan dirimu kan? Nah, sekarang kau milik iblis!” dia tertawa jahat ketika diangkatnya tubuhku dan menaruhnya di atas sesuatu. Segera kudapati diriku di atas punggung bangkai hidup sejenis binatang. Binatang itu, seperti juga diriku, berwarna abu-abu kotor, penuh dengan kotoran dan daging mati yang busuk. Bau yang busuk memenuhi udara yang kotor.

            Binatang itu membawaku tinggi ke atas langkan. Pikirku, oh Tuhan, di manakah Engkau?

            Kami melewati banyak jiwa yang menjerit-jerit untuk diselamatkan. Kudengar suara keras dari rahang alam maut waktu terbuka, dan banyak jiwa jatuh melewatiku. Tanganku diikat di belakang punggungku.

            Rasa sakit itu tidak terasa terus menerus, mendadak datang, dan mendadak hilang. Aku menjerit setiap rasa sakit itu datang, dan menunggu dengan ketakutan kalau rasa sakit itu berkurang.

            Pikirku, bagaimana aku bisa keluar? Apa yang akan terjadi? Apa ini yang terakhir? Apa yang telah kulakukan sehingga aku layak masuk alam maut?

            “Oh Tuhan, di mana Engkau?” tangisku dalam kesakitan.

            Aku menangis, tapi tidak keluar air mata – hanya tubuhku yang terguncang-guncang. Binatang itu berhenti di depan sesuatu. Kupandang ke atas dan melihat sebuah ruangan yang indah penuh dengan barang-barang mewah dan permata yang berkilau-kilauan. Di tengah ruangan itu ada seorang wanita cantik berbusana pakaian ratu. Di dalam keputusasaanku, aku ingin tahu apa arti semuanya ini.

            Aku berkata, “Wanita, tolonglah aku.” Dia mendekat dan meludahi mukaku. Dia mengutukku dan berbicara perkara-perkara yang kotor kepadaku. “Oh Tuhan, apa lagi berikutnya?” tangisku. Dia tertawa jahat.

            Tepat di depan mataku wanita itu berubah wujud menjadi pria, seekor kucing, seekor kuda, seekor ular, seekor tikus dan seorang pemuda.

            Wujud apapun yang dipilihnya akan terjadi. Dia punya kuasa jahat yang besar. Di atas ruangannya ada tulisan “Ratu Iblis”.

            Binatang itu berjalan lagi untuk beberapa lama, dan kemudian berhanti. Dengan satu sentakan aku dilempar dari binatang itu ke tanah, kulihat sepasukan laki-laki berkuda lewat. Aku dipaksa minggir ketika mereka lewat. Mereka semuanya berupa kerangka dengan warna kematian abu-abu kotor.

            Sesudah mereka lewat, aku diangkat dari tanah dan dimasukkan ke dalam sel. Ketika seseorang mengunci pintunya, dengan ketakutan kupandangi sekeliling sel dan menangis. Aku berdoa tapi tanpa harapan. Aku menangis dan bertobat seribu kali untuk dosa-dosaku. Ya, aku teringat banyak hal yang sudah kulakukan untuk membimbing orang-orang Kristen lain dan untuk membantu seseorang ketika mereka membutuhkan diriku. Aku bertobat dari hal-hal yang sudah kulakukan dan pekerjaan-pekerjaan yang kutinggalkan dalam keadaan belum selesai.

            “Oh Tuhan, selamatkan aku,” tangisku.

            Berkali-kali aku berseru kepada Allah untuk menolongku. Aku tak bisa melihat maupun merasakanNya. Aku berada di alam maut sama seperti mereka yang sudah kulihat. Aku terjatuh di ubin dalam kesakitan dan menangis. Aku merasa bahwa aku terhilang untuk selamanya.

            Berjam-jam telah berlalu, dan setiap kali terdengar suara keras itu, jiwa-jiwa lain turun ke alam maut. Aku tetap memanggil, “Yesus, di mana Engkau?” tidak ada jawaban. Cacing-cacing mulai merayap lagi di dalam tubuh rohaniku. Aku bisa merasakan mereka merayap dalam diriku.

            Kematian ada di mana-mana. Aku tak punya daging, tanap alat tubuh, dan tanpa harapan. Aku tetap menarik keluar cacing-cacing dari kerangkaku. Aku sadar akan segala sesuatu yang sedang terjadi, dan aku ingin mati tapi tidak bisa. Rohku akan hidup selamanya.

            Aku mulai menyanyi tentang kehidupan dan kuasa dari darah Yesus, yang mampu menyelamatkan dari dosa. Ketika hal itu kulakukan, setan besar dengan tombak datang berseru, “Hentikan itu!” Mereka menikamku dengan tombak-tombak, dan kurasakan kilatan-kilatan api yang panas ketika ujung-ujung tombak menembus sosok tubuhku. Berkali-kali mereka menikamku.

            Mereka menyanyi, “Iblislah allah di sini. Kami membenci Yesus dan semua yang berpihak kepadaNya!”

            Ketika aku tidak mau berhenti menyanyi, mereka membawaku ke luar dari sel dan menyeretku ke sebuah lubang yang besar. “Jika kau tidak diam,” kata mereka, “siksaanmu akan lebih berat.”

            Aku berhenti menyanyi, sesudah ditahan lama, mereka mengembalikan aku ke dalam sel. Aku ingat ayat-ayat di Alkitab tentang malaikat-malaikat jatuh yang dirantai dalam penantian sampai penghakiman yang terakhir, “Tuhan, selamatkan manusia di bumi,” tangisku. “Bangunkan mereka sebelum terlambat.” Banyak Firman muncul dalam pikiranku, tapi aku takut terhadap setan-setan itu dan tidak kuucapkan.

            Rintihan dan teriakan memenuhi udara. Seekor tikus merayap di dekatku, dan kutendang pergi. Aku berpikir tentang suami dan anak-anakku. “Oh Allah, jangan biarkan mereka datang ke tempat ini,” tangisku, karena aku tahu dengan pasti bahwa aku berada di alam maut.

            Allah tidak bisa mendengarku, telinga dari Yang Maha Kuasa sudah tertutup unutk tangisan-tangisan di alam maut, pikirku. Kalau saja seseorang mau mendengarkan.

            Seekor tikus besar lari ke atas kaki dan menggigitku. Aku menjerit dan melepaskannya. Rasanya sakit sekali.

            Api yang entah berasal dari mana mulai perlahan-lahan membakarku. Detik-detik, menit-menit dan jam-jam berlalu. Akulah orang berdosa yang terhilang di alam maut. “Oh maut, datanglah,” tangisku. Rupanya tangisanku memenuhi seluruh rahang alam maut. Yang lain ikut menangis – terhilang selamanya – tidak! Aku ingin mati, tapi tidak bisa.

            Aku jatuh terhenyak di lantai, merasakan semua siksaan ini. Kudengar rahang alam maut terbuka lagi, dan banyak jiwa mulai masuk ke dalamnya. Sekarang api mulai membakarku, dan timbul rasa sakit yang baru. Aku tahu apa yang akan sedang terjadi. Ingatanku tajam dan kuat. Aku tahu semua perkara itu dan aku tahu bahwa, jika jiwa-jiwa mati di dunia dan tidak diselamatkan dari dosa-dosa mereka, mereka datang ke sini.

            “Oh Allahku, selamatkan aku,” tangisku, “tolong selamatkan kami semuanya.”

            Aku ingat seluruh hidupku dan mereka semua yang telah bercerita kepadaku tentang Yesus. Aku ingat waktu mendoakan orang sakit dan bagaimana Yesus menyembuhkan mereka. Aku ingat Firman-FirmanNya tentang kasih dan sukacita dan kesetiaanNya.

            Kalau saja aku sudah lebih menyerupai Yesus, aku tak akan berada di sini, pikirku. Aku berpikir tentang perkara-perkara baik yang sudah Tuhan berikan kepadaku. Bagaimana Tuhan telah memberi udara untuk kehidupan, makanan, anak-anak dan rumah tangga, dan hal-hal baik untuk dinikmati. Tetapi, jika Dia Allah yang baik, kenapa aku berada di sini?

            Aku tidak punya kekuatan untuk berdiri, tapi jiwaku terus menangis.

            “Keluarkan aku dari sini.”

            Aku tahu bahwa di atasku kehidupan berlangsung terus, dan di suatu tempat teman-teman dan keluargaku menjalani kehidupan normal mereka. Aku tahu di suatu tempat ada gelak-tawa, kasih dan kebaikan hati. Tapi pikiran itupun mulai berangsur-angsur hilang dalam kesakitan yang hebat.

            Bagian alam maut ini dipenuhi oleh kabut kotor yang setengah gelap dan remang-remang. Cahaya kuning yang redup ada di mana-mana, dan bau dari daging yang membusuk tak tertahankan. Menit-menit terasa seperti berjam-jam dan jam-jam terulur ke dalam kekekalan. Oh, kapan hal ini akan berhenti?

            Aku tidak tidur, tidak istirahat, tidak ada makanan dan tidak ada air. Aku lapar sekali dan merasa lebih haus daripada rasa haus yang pernah kurasakan dalam hidupku. Aku begitu lelah dan ngantuk, tapi rasa sakit itu terasa terus menerus.

            Setiap kali mulut alam maut terbuka, mereka membuang muatan yang terdiri dari manusia-manusia yang terhilang untuk masuk ke alam maut. Dalam hati aku bertanya-tanya barangkali ada seseorang yang kukenal di antara mereka. Apakah mereka membawa suamiku ke sini?

            Berjam-jam telah berlalu sejak aku datang di rahang alam maut. Kemudian kuperhatikan, ada sinar yang mulai memenuhi ruangan itu. Tiba-tiba api mulai berhenti menyala, tikus-tikus pergi, dan rasa sakit hilang dari tubuhku. Kucari kesempatan untuk melarikan diri, tapi tidak ada.

            Aku ingin tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Aku mengintai lewat tingkap-tingkap alam maut, tahu bahwa hal ini adalah sesuatu yang mengerikan. Dan kemudian alam maut mulai tergoncang, dan api mulai menyala lagi. Kembali lagi ular-ular, tikus-tikus dan cacing-cacing! Rasa sakit yang tak tertahankan memenuhi jiwaku ketika penyiksaan itu mulai lagi.

            “Oh Allah, biarkan aku mati,” tangisku ketika aku mulai memukul-mukul lantai tanah di dalam selku dengan tulang-tulang tanganku. Aku menjerit dan menangis, tapi tidak seorangpun tahu maupun memperdulikannya.

            Tiba-tiba aku diangkat dari sel oleh suatu kekuatan yang tidak kelihatan. Ketika aku siuman kembali, Tuhan dan aku sedang berdiri di samping rumahku. Aku menjerit. “Kenapa, Tuhan, kenapa?” dan menjatuhkan diriku di kakiNya dalam keputusasaan.

            Yesus berkata, “Damai, tenanglah.”

            Seketika itu juga aku berada dalam damai sejahtera. Dia mengangkatku dengan lembut dan aku tertidur dalam tanganNya.

            Ketika keesokan harinya aku terbangun, aku merasa sangat sakit. Untuk berhari-hari aku terkenang akan kengerian-kengerian di alam maut dengan siksaan-siksaannya. Pada malam hari aku terbangun, menjerit dan berkata, ada banyak cacing merayap dalam diriku. Aku sangat takut pada alam maut.

            

Posted in Religion | No Comments »

Penglihatan Terbuka Dari Alam Maut

Posted by louis7zen on 22nd April 2007

Bab 18

Penglihatan Terbuka Dari Alam Maut

“Penglihatan ini untuk masa yang akan datang,” kata Tuhan, “dan hal itu akan terjadi. Tapi Aku akan kembali untuk menyelamatkan mempelaiKu. GerejaKu, mereka tidak melihatnya. Bangkitlah. Oh, umatKu! Bunyikan tanda bahaya ke semua pelosok bumi, karena Aku akan kembali seperti telah Kufirmankan.”
Kulihat ular berapi yang ada di kaki kiri alam maut.
Yesus berkata, “Mari, lihat apa yang dikatakan Roh kepada dunia.”
Kulihat tanduk dari ular berapi itu ketika mereka menyusup ke dalam tubuh manusia di bumi. Banyak yang secara total dipengaruhi oleh ular itu. Ketika kuperhatikan, seekor binatang yang besar muncul di tempat yang luas dan berubah menjadi seorang laki-laki. Penduduk bumi lari daripadanya, ada yang ke padang belantara, ada yang ke gua-gua, dan ada yang stasiun-stasiun bawah tanah dan tempat-tempat perlindungan bom – mereka mencari tempat berlindung untuk menyembunyikan diri dari mata binatang itu. Tidak ada seorangpun yang memuji Tuhan atau berbicara tentang Yesus.
Satu suara berkata kepadaku, “Di mana umatKu?”
Kulihat-lihat dekat dan kelihatan orang-orang seperti orang mati berjalan. Suasananya penuh kesedihan dan putus asa, dan tidak seorangpun menoleh ke kanan atau ke kiri. Kulihat bahwa orang-orang itu digiring oleh suatu kekuatan yang tidak kelihatan. Kadang-kadang ada suara berbicara kepada mereka, dan mereka patuh pada suara itu. Mereka tidak berbicara satu sama lain. Kulihat juga angka 666 tertulis di tiap-tiap dahi dan tangan mereka. Kulihat prajurit berkuda menggiring manusia seolah-olah mereka itu ternak.
Bendera Amerika, compang-camping dan terkoyak, tergeletak mengenaskan di tanah. Tidak ada kegembiraan, tidak ada gelak-tawa, tidak ada kebahagiaan. Kulihat kematian dan kejahatan di mana-mana.
Orang-orang berjalan beriring-iringan ke sebuah toserba yang besar. Mereka mengikuti seperti prajurit yang kehilangan semangat dan mereka mengenakan pakaian serupa dengan pakaian penjara. Toko itu dikelilingi pagar dan di sana sini ditempatkan penjaga-penjaga. Di mana-mana kulihat prajurit dalam seragam tempur.
Kulihat orang-orang yang seperti mayat hidup itu digiring ke dalam toko, di mana mereka hanya bisa membeli keperluan-keperluan yang paling sederhana saja. Setiap orang yang sudah selesai berbelanja, dinaikkan ke sebuah truk tentara berwarna hijau. Kemudian truk itu, dengan dikawal ketat, dikemudikan ke tempat lain.
Di sini, di dalam semacam klinik, orang-orang ini diperiksa terhadap penyakit menular atau cacat-cacat tubuh. Sebagian kecil dari mereka diseret ke pinggir karena ditolak.
Mereka yang gagal dalam pemeriksaan itu segera dibawa ke ruangan lain. Di dalam ruangan itu, pada dindingnya berjajar tombol-tombol yang mengesankan. Pintu terbuka, dan beberapa orang teknisi masuk ke dalam. Salah seorang dari mereka mulai memanggil nama-nama dari orang-orang di dalam ruangan itu. Tanpa perlawanan mereka bangkit ketika nama mereka disebut dan berbaris ke dalam sebuah kotak besar. Ketika mereka sudah berada di dalam, seorang teknisi lain menutup pintunya dan menekan tombol di bingkai pada dinding ruangan.
Beberapa menit kemudian dia membuka pintunya, mengambil sapu dan tempat debu, dan menyapu apa yang tertinggal dari mereka dari ubin. Apa yang semula adalah seruangan penuh manusia, sekarang tidak lain hanya tertinggal sedikit debu.
Kulihat orang-orang yang telah lulus dari pemeriksaan dokter diangkut kembali ke dalam truk yang sama dan dibawah ke sebuah kereta api. Tak ada seorangpun yang berbicara maupun menoleh melihat orang lain.
Di dalam gedung yang lain, setiap orang diberikan suatu pekerjaan. Mereka semua pergi bekerja tanpa sedikitpun mempersoalkannya. Kuperhatikan ketika mereka bekerja sangat keras untuk tugas-tugas yang diberikan pada mereka, kemudian pada akhir hari ini, mereka dibawa ke rumah flat yang dikelilingi pagar tinggi. Masing-masing menanggalkan pakaiannya dan tidur. Besok paginya mereka akan bekerja keras lagi.
Kudengar suara yang keras memenuhi udara malam.
Kulihat seekor binatang yang besar, dan dia duduk di tahta yang besar. Semua orang patuh pada binatang itu. Kulihat tanduk-tanduk rohani tumbuh dari kepalanya. Mereka menjangkau semua tempat di seluruh bumi. Binatang itu mengambil banyak kedudukan di banyak kantor-kantor, dan kekuasaannya menjadi besar.
Binatang itu menanamkan pengaruhnya di banyak tempat dan menipu banyak orang. Orang-orang kaya dan terkenal maupun orang-orang miskin dan mereka yang telah dicabut hak pilihnya, semuanya ditipunya. Besar dan kecil menyembah binatang.
Sebuah mesin yang besar dibawa ke dalam sebuah kantor. Binatang itu membubuhkan tandanya di atasnya, dan dari mesin itu terdengar suaranya. Ada juga mesin “Saudara tua” yang bisa mengawasi ke dalam rumah-rumah dan perdagangan. Hanya ada satu jenis mesin begini, dan itu milik si binatang. Bagian dari mesin ini yang ditempatkan di rumah-rumah penduduk, tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, tapi setiap gerak-gerik penduduk bisa dilaporkan kepada si binatang. Kuperhatikan ketika binatang itu berputar di singgasananya dan menghadapku. Di atas dahinya ada angka 666.
Ketika kuperhatikan, kulihat seorang laki-laki lain di kantor yang lain menjadi sangat murka kepada si binatang. Dia ingin berbicara kepadanya. Dia berteriak sekeras-kerasnya. Si binatang kelihatan sangat sopan ketika dia berkata, “Mari, akan kubantu anda mengatasi semua kesulitan-kesulitan anda.”
Si binatang membawa laki-laki itu ke suatu ruangan yang besar dan mengisyaratkan untuk berbaring di atas sebuah meja. Ruangan dan meja itu mengingatkanku pada ruangan darurat sebuah rumah sakit. Laki-laki itu dibius dan didorong kebawah sebuah mesin. Binatang itu memasang kabel-kabel di kepala laki-laki itu dan menghidupkan mesinnya. Di atas mesin itu ada tulisan, Penghapus ingatan itu milik binatang 666.
Ketika laki-laki itu diangkat dari meja, pandangan matanya kosong, dan gerakannya mengingatkanku pada mayat hidup di film-film. Kulihat noda yang besar di ubun-ubunnya, dan aku tahu bahwa pikirannya sudah dirubah dengan pembedahan sehingga dia bisa dikendalikan oleh binatang itu.
Binatang itu berkata, “Sekarang tuan, tidakkah anda merasa lebih baik? Bukankah sudah kukatakan bahwa saya bisa mengatasi persoalan-persoalan anda? Anda sudah kuberi pikiran baru. Sekarang anda tidak perlu kuatir atau mendapat kesulitan lagi.”
Laki-laki itu tidak berbicara apa-apa.
“Kau akan mematuhi setiap perintahku,” kata si binatang ketika dia memungut sebuah benda kecil dan menyematkannya di baju laki-laki itu. Dia berbicara lagi kepada laki-laki itu, dan dijawabnya tanpa menggerakkan bibirnya. Dia bergerak seperti mayat.
“Kau akan bekerja, dan tidak akan marah atau frustasi, kau juga tidak akan menangis atau merasa sedih. Kau akan bekerja untukku sampai engkau mati. Aku punya banyak orang-orang yang kukontrol sepertimu. Ada yang berdusta, ada yang membunuh, ada yang mencuri, ada yang menimbulkan peperangan, ada yang mempunyai anak-anak, ada yang menggerakan mesin-mesin dan ada yang mengerjakan hal-hal lain.”
“Ya, kukontrol segala sesuatunya.” Dia tertawa jahat. Laki-laki itu disodori kertas untuk ditandatangani. Dengan senang hati diberikannya semua harta miliknya kepada binatang.
Dalam penglihatanku, kulihat laki-laki itu meninggalkan kantor si binatang, masuk ke dalam mobil dan pulang kerumahnya. Ketika dia berjumpa dengan isterinya, ia (isterinya) mencoba untuk menciumnya, dia (suami) tidak berusaha untuk menanggapinya. Dia tidak punya perasaan untuk isterinya maupun siapa saja. Si binatang telah membuatnya tidak mampu untuk merasakan emosi apa-apa.
Isterinya menjadi sangat marah dan menjerit pada suaminya, tapi tak ada gunanya. Akhirnya dia berkata, “O.K. aku akan memanggil si binatang, dia tahu apa yang harus dilakukannya.”
Sesudah pembicaraan telepon yang singkat, dia meninggalkan rumahnya dan mengendarai kendaraanya ke gedung yang sama dengan yang baru saja ditinggalkan suaminya.
Binatang itu menyambut dan berkata, “Ceritakan kepada saya semua kesulitan anda, saya yakin mampu menolong anda.”
Seorang laki-laki sangat ganteng menggandeng lengannya dan membimbingnya ke meja yang sama di mana suaminya pernah tergeletak sebelumnya. Sesudah operasi yang sama, dia juga menjadi seorang budak yang dibentuk menurut selera si binatang.
Kudengar binatang itu bertanya kepadanya, “Bagaimana perasaanmu?” Dia tidak menjawabnya sampai dia (binatang) sudah menyematkan sebuah benda kecil pada blusnya. Kemudian dia menyatakan bahwa dia (binatang) adalah tuan dan rajanya, dan mulailah dia menyembahnya.
“Kau akan menjadi bibit,” katanya, “kau akan melahirkan bayi-bayi yang sempurna, dan mereka akan menyembah dan melayani aku.” Wanita itu menjawab dengan suara seperti suara robot, “Ya, tuan, aku mau patuh.”
Kulihat wanita itu lagi. Waktu itu dia berada di gedung lain. Di sana banyak wanita-wanita hamil. Wanita itu berbaring seperti tidak bernyawa di ranjang mereka dan menyanyikan puji-pujian kepada si binatang dengan suara monotone. Di semua dahi mereka ada angka 666.
Ketika bayi mereka lahir, mereka dibawa ke gedung lain. Di sana banyak perawat yang sudah dirubah pikirannya diberi tugas untuk membesarkan mereka. Di dahi perawat-perawat itu juga ada tanda 666.
Binatang makin berkuasa hingga kerajaannya terbentang ke seluruh bumi. Bayi-bayi itu juga bertumbuh, dna pada waktu yang sudah ditentukan, mereka juga diletakkan di bawah mesin perusak pikiran. Mereka menyembah binatang dan patungnya. Tapi me sin itu tidak punya pengaruh terhadap anak-anak Allah.
Kudengar suara Allah berkata, “Mereka yang menyembah binatang dan patungnya akan binasa. Banyak yang akan ditipunya dan akan jatuh, tapi akan Kuselamatkan anak-anakKu dari si binatang. Hal-hal ini akan terjadi di akhir zaman. Jangan memakai tanda dari binatang itu. Sekarang bertobatlah sebelum segalanya terlambat.
Binatang itu akan menyebut dirinya sendiri sebagai juru damai. Dan dia akan membawa perdamaian bagi banyak bangsa yang sedang kacau balau. Dia mampu memenuhi dunia dengan barang-barang murah, dna dia jamin bahwa gaji tiap-tiap orang akan mencukupinya. Dia akan mengadakan perserikatan dengan banyak bangsa, dan orang-orang terkenal di dunia akan mengikutinya ke dalam pengertian yang tidak benar tentang keamanan.
Sebelum zaman itu, Aku akan membangun laskar dari orang-orang percaya yang akan mempertahankan kebenaran dan keadilan. Laskar yang kuat, yang telah disebutkan oleh Nabi Yoel akan mendengarkan suaraKu dari terbit sampai tenggelamnya matahari.
Di malam haripun mereka mau mendengarkan suaraKu, dan mereka akan menjawabKu. Mereka mau bekerja untukKu, dan mereka akan lari seperti orang-orang perkasa dalam peperangan. Mereka akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar bagiKu, karena Aku menyertai mereka.”
Semua perkara ini telah diwahyukan padaku oleh Tuhan Yesus Kristus dalam penglihatan yang terbuka. Itu adalah Firman dari mulutNya, dan hal itu menyangkut akhir zaman.
Yesus dan aku kembali ke rumah, dan aku bertanya-tanya dalam hati akan semua perkara yang sudah dibukakan dan diceritakanNya kepadaku. Aku berdoa untuk keselamatan seluruh umat manusia sehingga tertidur.

Posted in Religion | No Comments »

Peperangan di Sorga

Posted by louis7zen on 22nd April 2007

Bab 17

Peperangan Di Sorga

Roh Tuhan menaungi aku, dan kami pergi ke alam maut lagi. Yesus berkata, “Kukatakan padamu suatu kebenaran, banyak jiwa berada di sini karena ilmu sihir, ilmu gaib, penyembahan terhadap ilah-ilah lain. Ketidaktaatan, tidak percaya, mabuk-mabukkan dan pencabulan dalam daging dan roh. Mari, akan Kutunjukkan padamu suatu rahasia, dan menceritakan padamu hal-hal yang tersembunyi. Akan Kuungkapkan padamu bagaimana berdoa melawan kekuatan-kekuatan jahat.” Kami berjalan ke bagian alam maut, hampir ke bagian jantung yang jahat. Kata Yesus, “Segera kami pergi ke dalam rahang alam maut, tapi Aku ingin mengungkapkan pada semuanya bahwa alam maut telah memperluas dirinya.” Kami berhenti, dan kataNya, “Lihat dan percayalah.” Kusaksikan sebuah penglihatan yang terbuka. Dalam penglihatan itu, Yesus dan aku berada tinggi di atas bumi memandang ke angkasa. Kulihat lingkaran dalam alam roh, tinggi di atas bumi. Lingkaran itu tidak bisa dilihat oleh mata jasmani, tapi di dalam roh yang kulihat dengan jelas. Aku tahu bahwa penglihatan ini ada hubungannya dengan pertempuran kita melawan pangeran-pangeran dan penguasa-penguasa di udara. Ketika kulihat lebih lanjut, sesungguhnya kudapati beberapa lingkaran. Dalam lingkaran pertama, terdapat banyak roh-roh najis dan jahat. Kulihat roh-roh najis itu berupa macam-macam ilmu gaib, dan mereka mulai terbang di sekitar angkasa, dan mengakibatkan banyak kerusakan secara rohani. Kudengar suara Yesus berkata, “Dalam namaKu, Kuberikan kuasa pada anak-anakKu untuk mengalahkan roh-roh jahat ini. Dengarkan dan pelajari bagaimana caranya berdoa.” Kulihat suatu bentuk yang aneh muncul dari lingkaran yang lain dan mulai berputar dan menyihir. Kemudian kulihat ada setan yang muncul, dan dia berbuat banyak hal-hal yang jahat di bumi. Setan itu mempunyai roh sihir. Dia berputar dan tertawa-tawa, dan dari sebatang tongkat di tangannya, dikeluarkannya mantera-mantera jahat kepada banyak orang. Kulihat ro jahat lain bergabung dengan roh sihir itu, dan iblis memberi kuasa lebih banyak kepadanya. “Lihat, apa yang kauikat di bumi, akan Kuikat di Sorga,” kata Yesus. “Di akhir zaman ini, iblis harus diikat dulu, supaya doa-doa orang-orang kudus lebih berhasil.” Dari lingkaran yang lain kulihat ahli sihir lain muncul, dan dia mulai memberikan perintah-perintah. Ketika dia berbicara, di bumi jatuh hujan dan api. Dia membicarakan hal-hal yang jahat, dan dia menipu manusia di bumi. Ketika kuperhatikan, kulihat lagi dua roh jahat bergabung dengan ahli sihir itu jatuh di atas bumi. Mereka adalah pangeran-pangeran jahat dan penguasa-penguasa di udara. Merekalah yang memberi kuasa pada ahli-ahli sihir yang dikumpulkan di suatu tempat tertentu untuk berbuat jahat. Pekerja-pekerja kegelapan berkumpul di seitar mereka. Roh-roh itu datang dan pergi sekehendak hati mereka. “Perhatikan baik-baik,” kata Yesus, “karena Roh Kudus sedang mewahyukan suatu kebenaran yang luar biasa kepadamu.” Dalam penglihatan itu kulihat hal-hal yang mengerikan terjadi di bumi. Kejahatan dan dosa bertambah-tambah. Kuasa-kuasa jahat itu menyebabkan manusia mencuri, berbohong, menipu, menyakiti satu sama lain, berkata jahat dan mengalah pada nafsu-nafsu kedagingan. Semua jenis kejahatan dilepas ke muka bumi. Aku berkata, “Yesus, ngeri benar untuk melihat hal-hal begini.” Yesus berkata, “AnakKu, di dalam namaKu kejahatan harus pergi. Kenakan seluruh senjata Allah sehingga kau bisa bertahan di hari-hari yang jahat ini, dan melakukan segala sesuatu untuk bertahan.” Ketika roh-roh jahat itu menumpahkan kebusukan dan hujat mereka ke atas bumi, kulihat umat Allah mulai berdoa. Mereka berdoa dalam nama Yesus dan dengan iman. Ketika mereka berdoa, Firman Allah melawan roh-roh jahat itu, dan mereka mulai kehilangan pegangan. Kalau orang-orang kudus berdoa, kekuatan-kekuatan jahat kehilangan pegangan. Mantera-mantera jahat dipatahkan, dan mereka yang sudah dilemahkan oleh kekuatan-kekuatan dari alam maut akan dikuatkan kembali. Dan jika mereka sehati berdoa, malaikat-malaikat sorgawi memasuki gerombolan-gerombolan yang membuat keributan itu. Dan kulihat malaikat-malaikat kudus berkelahi dengan pangeran-pangeran kejahatan dan penguasa-penguasa di udara, dan malaikat Allah menghancurkan kuasa-kuasa jahat itu. Kupandang, dan terlihatlah di sana pasukan malaikat berbaris lapis demi lapis dengan kira-kira 600 malaikat setiap barisnya. Kalau umat percaya kepada Allah, malaikat-malaikat maju. Allah memberikan perintah-perintah, dan kekuasaanNya maha besar. Dia memberikan kekuatan yang hebat pada umatNya dan kepada malaikat-malaikat untuk menghancurkan pekerjaan si iblis. Allah sedang bertempur melawan kejahatan di udara. Jika umat berdoa dan percaya kepada Allah, kuasa-kuasa jahat dihancurkan, tetapi jika ada ketidakpercayaan, kuasa-kuasa jahat mulai menguasai keadaan. “UmatKu harus percaya, dan semua harus bersepakat satu sama lain dan dengan Aku,” kata Tuhan. “semua perkara harus ditaruh di bawah kaki Bapa.” Sorga dan bumi harus sepakat kalau kita mau menghancurkan musuh-musuh kita. Kalau pujian-pujian dari umat Allah mulai dipanjatkan dari bumi, kuasa-kuasa jahat mundur. Kulihat orang-orang kudus Allah berdoa dengan segenap hati melawan tipu muslihat setan. Ketika mereka melakukan itu, mantera-mantera jahat dan kutuk-kutuk dipatahkan dan orang-orang kudus memperoleh kemenangan. Inilah yang terjadi, kalau malaikat-malaikat Tuhan berkelahi melawan setan-setan dan kekuatan-kekuatan alam maut, tapi kalau orang-orang kudus dilepaskan melalui doa. Kalau umat sudah dilepaskan, banyak puji-pujian dipanjatkan kepada Allah, dan puji-pujian membawa lebih banyak kemenangan. Hanya apabila hasil dari doa tidak segera terlihat, dan ketika puji-pujian terhenti, maka kejahatan mulai memenangkan pertempuran. Kudengar seorang malaikat berkata dengan suara nyaring, “Oh Tuhan, iman umatMu lemah. Mereka harus punya iman kalau mereka ingin Kaulepaskan dari gerombolan iblis. Tuhan, kasihanilah para ahli waris keselamatan.” Suara dari Yang Maha Kuasa menjawab, “Tanpa iman adalah mustahil untuk menyenangkan Allah. Tapi Tuhan itu setia, dan Dia mau meneguhkan engkau.” Di dalam penglihatan, kulihat lagi Allah mencurahkan RohNya pada semua umatnya, dan umat percaya bahwa, Allah akan meluluskan permintaan mereka, karena mereka memilikiNya dan sungguh-sungguh mengasihiNya. Mereka beriman dalam Allah, dan percaya dalam FirmanNya, dan Allah melepaskan mereka. Dan Firman Tuhan bertumbuh di negeri. Tuhan berkata, “Semuanya mungkin terjadi bagi mereka yang percaya. Kujamin FirmanKu untuk melaksanakannya. Kau kerjakan bagianmu, dan kau akan tahu bahwa Aku melakukan bagianKu. Jika umatKu mau mempertahankan kebenaran dan berjuang dengan gigih, hal-hal yang luar biasa akan terjadi seperti di hari Pentakosta. Berserulah kepadaKu, dan Aku akan mendengarkan. Aku akan menjadi Allahmu dan engkau akan menjadi umatKu. Akan Kuteguhkan engkau dalam keadilan, kebenaran dan ketulusan.” Di dalam penglihatan, kulihat umat Kristen dilahirkan seperti bayi-bayi kecil. Kulihat malaikat-malaikat di samping mereka untuk melindungi mereka dari marabahaya. Kulihat Tuhan memperjuangkan perkelahian mereka dan mendapatkan kemenangan bagi mereka. Kemudian kulihat bayi-bayi itu bertumbuh dan menuai di ladang Tuhan Yang Mulia – mengerjakan pekerjaan Tuhan dengan sukacita – mengasihi Allah, percaya pada Allah dan melayani Allah dengan malaikat-malaikat dan Firman Allah bergabung untuk menghancurkan kejahatan di muka bumi. Kulihat damai dimuka bumi ketika akhirnya segala sesuatu diletakan di bawah kaki Allah.

Posted in Religion | No Comments »

Pusat Alam Maut

Posted by louis7zen on 22nd April 2007

Bab 16

 

Pusat Alam Maut

 

 Tuhan dan aku pergi ke alam maut lagi.

 Yesus berkata kepadaku, “AnakKu, untuk maksud inilah kau dilahirkan untuk menulis dan menceritakan apa yang sudah Kukatakan dan Kutunjukkan padamu. Karena hal-hal ini adalah pasti dan benar. Dari semuala Kupanggil engkau untuk mengatakan pada dunia lewat dirimu bahwa alam maut itu ada, tapi Kuberikan jalan keluarnya. Tak akan Kutunjukkan semua bagian alam maut kepadamu. Dan ada hal-hal yang tersembunyi yang tidak bisa Kubukakan kepadamu. Tapi banyak hal yang akan Kutunjukkan kepadamu. Sekarang, mari, lihatlah kuasa-kuasa gelap dan kesudahannya.”

 Kami pergi lagi ke perut alam maut dan mulai berjalan ke arah lubang yang sempit. Aku menengok untuk melihat kami ini masuk ke mana, dan ternyata kami berada di langkan di samping sebuah sel di pusat alam maut. Kami berhenti di depan sebuah sel yang dihuni olah seorang wanita cantik. Di atas selnya ada hurul-hurul “B.C.”

 Kudengarkan wanita itu berkata, “Tuhan, aku tahu suatu hari Kau akan datang. Tolong keluarkan aku dari tempat penyiksaan ini.”

 Dia mengenakan pakaian zaman kuno, dan dia sangat cantik. Aku tahu dia sudah berabad-abad berada di tempat ini dan tidak bisa mati. Jiwanya disiksa. Dia mulai menarik ruji selnya dan menangis.

 Dengan lembut Yesus berkata, “Damai, tenanglah.” Dia bercakap-cakap dengannya dengan suara penuh kesedihan, “Wanita, kau tahu kenapa kau berada di sini.”

 “Ya,” katanya, “tapi aku bisa berubah. Aku ingat ketika kau menyuruh orang lain-lain ke luar dari Firdaus. Aku ingat FirmanMu tentang keselamatan. Aku mau menjadi baik sekarang.” Tangisnya, “dan aku mau melayani Engkau,” Dia mencengkeram ruji-ruji selnya dengan kepalannya yang kecil dan mulai berteriak, “Keluarkan aku! Keluarkan aku!”

 Meskipun begitu, di depan mata kami dia mulai berubah. Pakaiannya mulai terbakar. Dagingnya mulai berjatuhan, dan apa yang tertinggal hanyalah sebuah kerangka hitam dengan lubang-lubang mata yang terbakar dan kerangka yang berisi jiwa. Dengan ngeri kuamati ketika wanita tua itu terjatuh di lantai. Dalam sekejap kecantikannya lenyap daripadanya. Dengan terkejut kuberpikir bahwa dia sudah berada di tempat ini sejak Kristus belum dilahirkan.

 Yesus berkata kepadanya, “Di bumi kau sudah tahu bagaimana akhir hidupmu. Musa memberimu hukum dan kau telah mendengarkannya. Tetapi bukannya patuh kepada hukumKu, kau malah memihak menjadi alat iblis, menjadi seorang peramal dan dukun. Kau malah mengajar ilmu gaib. Kau lebih menyukai gelap daripada terang, dan perbuatan-perbuatanmu jahat.

 Jika kau bertoba dengan segenap hatimu, BapaKu pasti mengampunimu. Tapi sekarang, sudah terlambat,” kataNya.

 Dengan sedih dan rasa kasihan kami pergi. Rasa sakit dan penderitaannya tidak akan pernah berakhir. Ketika kami berjalan pergi, dia mengulurkan tangannya yang berupa tulang ke arah kami.

 “AnakKu,” kata Tuhan, “iblis menggunakan banyak tipuan untuk menghancurkan laki-laki dan perempuan baik-baik. Dia bekerja siang malam, berusaha mendapatkan umat yang melayaninya.”

 Jika kau gagal untuk memilih Allah, kau telah memilih melayani setan. Pilihlah kehidupan, dan kebenaran akan memerdekakan kamu.

 Sesudah berjalan beberapa langkah, kami berhenti di depan sebuah sel. Kudengar suara seorang laki-laki memanggil, “Siapa di sana? Siapa di sana?” Aku bertanya-tanya dalam hati kenapa dia memanggil-manggil.

 Yesus berkata, “Dia buta.”

 Kudengar suara dan melihat-lihat. Di depan kami ada setan besar dengan sayap yang sangat besar sekali yang kelihatan telah patah. Dia memandang tepat lewat kami. Aku berdiri dekat-dekat Yesus.

 Bersama-sama kami menengok untuk melihat laki-laki yang berbicara tadi. Dia juga berada dalam sel, dan punggungnya menghadap kami. Dia dalam bentuk kerangka yang terbakar dan berbau kematian. Dia memukul-mukul udara dan menjerit, “Tolonglah aku. Tolonglah, seseorang.”

 Dengan lembut Yesus berkata, “Manusia, damai, tenanglah.”

 Laki-laki itu berbalik, dan katanya, “Tuhan, aku tahu Kau akan mengunjungiku. Sekarang aku bertobat. Tolong keluarkan aku. Aku tahu, aku manusia yang mengerikan, dan kumanfaatkan cacat jasmaniku untuk keuntungan pribadi. Aku tahu aku adalah seorang ahli sihir dan telah menipu banyak orang untuk iblis. Tapi Tuhan, aku bertobat sekarang. Tolong keluarkan aku.

 Siang dan malam aku disiksa dalam nyala api ini, tidak ada air. Aku haus sekali.” Tangisnya, “Tidak maukah Engkau memberiku air untuk minum?” Laki-laki itu masih terus memanggil-manggil Yesus setelah kami pergi. Aku menunduk dalam kesedihan.

 Yesus berkata, “Semua ahli sihir dan pekerja-pekerja kejahatan akan mendapatkan bagian mereka dalam lautan api dan belerang. Inilah kematian yang kedua.”

 Kemi sampai di sel lain yang di huni oleh seorang laki-laki lain. Katanya, “Tuhan, aku tahu Engkau akan datang dan membebaskan aku. Sudah lama aku bertobat.” Laki-laki itu juga berwujud kerangka dan penuh cacing.

 “Oh manusia, masih saja kau penuh dusta dan dosa. Engkau tahu bahwa kau adalah murid iblis, seorang pembohong yang menipu banyak orang. Mulutmu tidak pernah berkata benar, upahmu hanyalah kematian. Kau sudah sering mendengar FirmanKu dan menertawakan keselamatanKu dan Roh KudusKu. Seumur hidupmu kau berdusta dan tidak mau mendengarkan Aku. Kau milik bapamu, si setan. Semua pembohong akan mendapat bagiannya dalam lautan api. Engkau telah menghina Roh Kudus.”

 Laki-laki itu mulai mengutuk dan mengucapkan banyak hal-hal jahat kepada Tuhan. Kami pergi. Jiwa itu terhilang selamanya di alam maut.

 Yesus berkata, “Barangsiapa datang kepadaKu, dan dia yang telah kehilangan nyawa karena Aku akan hidup, dan mendapat segala kelimpahan. Tetapi orang berdosa harus bertobat sewaktu masih hidup di bumi. Sudah terlambat untuk bertobat kalau mereka sudah sampai di sini. Banyak orang berdosa ingin melayani Allah dan iblis, atau mereka percaya bahwa, mereka punya waktu yang tidak terbatas untuk menerima anugerah yang ditawarkan Allah. Yang benar-benar bijaksana akan segera memilih siapa yang akan mereka layani.”

 Segera kami sampai ke sel berikutnya. Dari dalam terdengar tangisan putus asa. Kami melihat kerangka seorang laki-laki membungkuk di lantai, tulang-tulangnya berwarna hitam karena terbakar, dan jiwa di dalamnya berwujud kabut abu-abu kotor. Kuperhatikan bahwa ada bagian-bagian tubuhnya yang hilang. Asap dan nyala api menyelubunginya. Cacing-cacing merayap di dalam tubuhnya.

 Yesus berkata, “Dosa orang ini banyak sekali. Dia seorang pembunuh dan hatinya penuh kebencian. Dia tidak mau bertobat atau bahkan tidak mau percaya bahwa Aku akan mengampuninya. Kalau saja dia datang kepadaKu!”

 “MaksudMu Tuhan.” tanyaku, “pikirnya Kau tidak mau mengampuninya karena membunuh dan penuh kebencian?”

 “Ya,” kata Yesus. “Kalau saja dia percaya dan datang kepadaKu, Aku akan mengampuni semua dosa-dosanya, yang besar maupun kecil. Sebaiknya dia malah terus berbuat dosa dan binasa karenanya. Inilah sebabnya dia berada di sini sekarang. Sudah diberikan banyak kesempatan padanya untuk melayani Aku, untuk percaya Injil, tapi dia menolak. Sekarang sudah terlambat.”

 Sel berikutnya yang kami datangi berbau sangat busuk. Di mana-mana bisa kudengar tangis dari si mati dan rintihan penyesalan. Aku begitu sedih sehingga merasa sakit. Aku sudah membulatkan hati untuk melakukan semampuku dalam hal menceritakan tempat ini kepada dunia.

 Satu suara wanita berkata, “Tolonglah aku.” Kulihat ada sepasang mata, bukannya lubang mata yang terbakar. Aku gemetar karena sedih, aku merasa sedih dan kasihan sekali pada jiwa ini. Aku ingin sekali menariknya dari sel dan membawanya pergi. “Rasanya sakit sekali,” katanya, “Tuhan, sekarang aku mau berbuat benar. Aku pernah mengenalMu, dan menjadikan Engkau Juruselamatku.” Tangannya mencengkeram ruji-ruji sel. “Kenapa Engkau tidak menjadi Juruselamatku sekarang?” Potongan-potongan daging yang terbakar berjatuhan dari tubuhnya, dan hanya tinggal tulang-tulangnya yang mencengkeram ruji-ruji sel.

 “Kau bahkan sudah menyembuhkan aku dari penyakit kanker,” katanya. Kau menyuruhku pergi, dna jangan berbuat dosa lagi kalau ada hal-hal yang buruk menimpaku. Sudah kucoba, Tuhan. kau tahu sudah kucoba. Bahkan sudah kucoba untuk menjadi saksiMu. Tapi Tuhan, segera kudengar bahwa yang berkhotbah tentang FirmanMu itu tidak populer. Keinginanku ialah supaya orang-orang menyukaiku. Dengan perlahan-lahan aku kembali ke dunia, dan aku tenggelam dalam nafsu kedaginganku. Klub-klub malam dan minuman keras menjadi lebih penting daripadaMu. Aku kehilangan hubungan dengan teman-teman Kristenku, dan segera kusadari bahwa aku tujuh kali lebih buruk dari keadaanku semula.

 Dan meskipun aku sudah menjadi kekasih dari pria maupun wanita, aku tak pernah berkeinginan supaya diriku hilang. Aku tidak menyadari bahwa aku menjadi milik iblis. Aku masih merasakan panggilanMu di dalam hatiku untuk bertobat dan diselamatkan, tapi aku tidak mau. Aku masih berpikir bahwa aku masih punya waktu. Besok, aku mau kembali kepada Yesus, dan Dia mau mengampuniku dan melepaskanku. Tapi aku menunggu terlalu lama, dan sekarang sudah terlambat.” tangisnya.

 Matanya yang sedih terbakar dan lenyap. Aku menjerit dan jatuh ke arah Yesus. Oh Tuhan, pikirku, betapa mudahnya hal itu bisa menimpa diriku maupun orang-orang yang kukasihi! Tolong, orang-orang yang berdosa, bangkitlah sebelum terlambat.

 Kami lanjutkan ke sel lain. Di dalamnya ada seorang laki-laki lain dalam bentuk kerangka dengan jiwa abu-abu kotor di dalamnya. Teriakan kesakitan dan penyesalan keluar dari laki-laki ini dan aku tahu, dan aku tahu aku tidak pernah bisa melupakannya.

 Yesus berkata, “AnakKu, beberapa dari pembaca buku ini akan membandingkannya dengan cerita-cerita fiktif atau film yang mereka lihat. Mereka akan mengatakan, hal ini tidak benar. Tapi kau tahu bahwa hal-hal ini benar. Kau tahu bahwa alam maut itu nyata, karena oleh RohKu sudah berkali-kali kau Kubawa kemari. Sudah Kunyatakan kebenaran ini kepadamu, supaya kau bisa menjadi saksinya.”

 Orang-orang yang terhilang, jika kau tidak mau bertobat dan dibaptis dan percaya Injil Tuhan Yesus Kristus, hal ini akan benar-benar menjadi akhirmu.

 “Laki-laki ini di sini,” kata Tuhan. “karena pemberontakannya. Dosa pemberontakan itu sama dengan dosa ilmu sihir. Sesungguhnya, barangsiapa yang sudah mengenal FirmanKu dan jalan-jalanKu dan telah mendengar tentang Injil dan tetap tidak mau bertobat, berarti sudah memberontak terhadapKu. Banyak yang berada di alam maut saat ini karena hal itu.”

 Laki-laki itu berbicara kepada Yesus dan katanya, “Suatu saat aku pernah berpikir untuk menjadikan Engkau Tuhan dalam hidupku, tapi aku tidak mau berjalan di jalanMu yang lurus dan sempit. Aku ingin jalan yang lebar. Di jalan begitu lebih mudah untuk melayani dosa. Aku tidak menghendaki jalan kebenaran. Kucintai jalan yang penuh dosa. Aku lebih suka minuman keras dan melakuan perkara-perkara dunia daripada perintahMu. Tetapi yang sekarang kuinginkan, kalau saja dulu aku lebih mendengarkan pada orang-orang yang Kau utus padaku, daripada berbuat jahat dan tidak mau bertobat.”

 Sedu sedan yang hebat mengguncang tubuhnya ketika dia menangis dalam penyesalan. “Untuk bertahun-tahun lamanya aku disiksa di tempat ini, aku tahu aku ini apa, dan aku tahu taku tidak akan pernah keluar dari sini. Aku disiksa siang dan malam di dalam nyala api dan cacing-cacing ini. Aku menangis dan tidak seorangpun datang untuk menolongku. Tidak ada orang yang memperdulikan jiwaku di sini- tidak ada orang yang memperdulikan jiwaku.”

 Dia menjadi segunduk kecil di ats ubin dan terus menangis.

 Yesus menangis, “BapaKu, BapaKu, kasihanilah.”

 Kami teruskan ke sel lain. Seorang wanita duduk memunguti cacing-cacing dari tulang-tulangnya. Dia mulai menangis ketika dilihatnya Yesus. “Tolonglah aku, Tuhan,” katanya, “aku akan jadi baik. Tolong keluarkan aku!” Dia bangkit dan mencengkeram ruji-ruji selnya. Aku sangat iba kepadanya. Ketika dia menangis sedu sedannya mengguncang tubuhnya.

 Katanya, “Tuhan, ketika aku hidup di bumi, aku menyembah ilah-ilah Hindu dan banyak berhala. Aku tidak mau percaya Injil yang dikhotbahkan para misionaris kepadaku, meskipun sudah sering kudengar. Suatu hari aku mati, kupanggil ilah-ilahku untuk menyelamatkanku dari alam maut, tapi mereka tidak mampu. Sekarang Tuhan, aku mau bertobat.”

 “Sudah terlambat.” Kata Yesus.

 Nyala api menyelimuti tubuhnya ketika kami berjalan terus. Sekalipun sampai sekarang, tangisannya masih memenuhi jiwaku. Iblis telah menipunya.

 Dengan suara sedih Yesus berkata, “Mari, kita kembali besok. Sudah waktunya pergi.”

Posted in Religion | No Comments »

Hari-Hari Yoel

Posted by louis7zen on 22nd April 2007

Bab 15

Hari-hari Yoel

Kudengar suara berkata, “Tuliskan, karena hal-hal ini pasti dan benar.” Kembali aku bersama-sama Tuhan dalam roh. Dia terangkat tinggi dan suaraNya seperti guntur.
“Lihat, oh bumi, hal-hal ini sedang terjadi, sudah terjadi dan akan datang. Akulah yang pertama dan yang terakhir. Layani Aku, Sang Pencipta, karena Aku memberi hidup dan bukan maut. Bangkit dari kejahatan-kejahatanmu dan berserulah kepadaKu, Aku akan membebaskan dari melepaskanmu. Hal-hal yang kau baca di dalam buku ini memang benar, dan akan segera terjadi.
Bertobatlah, saatnya sudah di ambang pintu. Tuhan yang Mulia akan segera datang. Bersiap-siaplah karena kau tidak tahu haru maupun jamnya. Akan besar upahnya untuk mereka yang menantikan kedatanganKu. Aku akan memberkati mereka yang telah menjaga imannya dan telah melayani Aku dalam keadilan dan kebenaran. Sebelum mereka sadari, hal itu akan terjadi pada mereka. Sudah Kusiapkan berkat untuk mereka yang setia pada panggilanNya, dan mereka yang tidak menyangkal namaKu.
Kukatakan, jika umatKu yang berseru dalam namaKu, mau merendahkan hatinya dan berdoa, Aku akan mengampuni mereka, menyembuhkan mereka dan memulihkan kekalahan mereka. Aku mau mendengarkan, membebaskan dan menyelamatkan semua yang percaya dan berseru dalam namaKu.
Adakan pertemuan dengan khidmat. Kumpulkan tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke dalam rumahKu, dan berserulah kepadaKu, aduh, karena hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam hari. Harinya sudah di ambang pintu.
Percayalah kepadaKu, dan Aku akan memulihkan engkau dari tahun-tahun yang sudah dilahap belalang-belalang, cacing-cacing dan ulat bulu. Lakskar besarKu yang sudah Kupanggil tidak akan memecahkan barisan maupun langkah mereka. Mereka akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dan mereka tidak bisa ditaklukkan, karena Akulah kekuatan mereka. Suara mereka akan berbunyi seperti terompet, seperti geledek, dan semua akan tahu bahwa Akulah Tuhan Allahmu.”
Tuhan Yesus terkasih, adalah doaku supaya aku dianggap layak di dalam laskar ini. Aku ingin masuk dalam laskar ini, tapi aku tahu aku harus suci dan kudus, sama seperti Yesus adalah suci dan kudus. Oleh darah Yesus yang sudah tercurah, aku telah dibersihkan dari semua ketidakbenaran. Tolonglah aku supaya mempunyai hati yang bertobat, bebas dari semua kebencian dan kepahitan.
Bapa, aku tahu bahwa banyak umatMu yang tertidur, aku kuatir. Kau harus memecahkan bejana tanak liat dan merendahkan kami kalau hal itu akan menjadi buah-buah kebenaran.
Tuhan, aku tidak mau pergi ke alam maut lagi dan harus tinggal di sana. Oh Tuhan, tolong aku untuk memperingatkan orang-orang. Beri aku kuasa untuk menghentikan perluasan alam maut yang sedang memperluas dirinya. Tolonglah aku dan umatMu untuk menjadi baik, baik hati, mengampuni dan mengasihi satu sama lain. Tolonglah kami untuk setiap saat berkata benar.
Aku tahu bahwa Yesus Kristus akan segera kembali dan upahnya ada padaNya. Aku tahu bahwa pesanku pada dunia adalah, “Bertobatlah, karena hari Tuhan sudah di ambang pintu.” Bapa, aku tidak menghendaki darah dari umat ini ditimpakan padaku.

Posted in Religion | No Comments »

Lengan Kiri Alam Maut dan Nubuatan dari Yesus kepada Semuanya

Posted by louis7zen on 22nd April 2007

Bab 14

 

Lengan Kiri Alam Maut dan Nubuatan dari Yesus kepada Semuanya

 

 Yesus berkata, “Perkara-perkara ini sekarang sedang terjadi di bumi, masih belum terjadi, dan akan segera terjadi di seluruh bumi. Ular berapi adalah bagian dari binatang. Nubutan yang kaubaca adalah benar. Wahyu itu benar. Perhatikan dan berdoalah. Kasihi satu sama lain. Kuduskan dirimu. Jaga supaya tangan-tanganmu bersih.

 Suami-suami, kasihi isterimu seperti Kristus mengasihi gereja. Suami isteri hendaklah saling mengasihi seperti Aku mengasihimu. Kutahbiskan perkawinan dan memberkatinya dengan FirmanKu. Jaga supaya ranjang perkawinan tetap kudus. Bersihkan dirimu sendiri dari ketidakbenaran, dan berlakulah kudus, karena Aku kudus.

 Orang-orang kudus Allah telah terbawa oleh penyanjung-penyanjung, jangan kena tipu, Allah tidak bisa dipermainkan. Engkau akan mengerti kalau kau mau buka telingamu dan mendengarkan Aku. Inilah pesan dari Tuhan untuk gereja-gerejaNya. Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang menggantikan tempatKu yang kudus dan menipu dengan rayuan-rayuan. Oh bumi. UmatKu yang kudus telah tertidur oleh pengajaran doktrin palsu. Bangun, bangunlah. Kuberitahu padamu bahwa semua ketidakbenaran adalah dosa. Bersihkan dirimu dari semua dosa kedagingan. Nabi-nabiKu yang kudus menjalani kehidupan yang kudus, tetapi engkau memberontak melawan Aku dan kekudussanKu. Engkau telah membawa kejahatan dalam hidupmu sendiri. Engkau telah berdosa dan membawa dirimu sendiri ke dalam ikatan sakit penyakit dan maut.

 Engkau telah terikat pada ketidaksusilaan dan telah berbuat jahat dan telah memberontak melawan Aku. Engkau telah menyimpang dari peraturan-peraturanKu dan keputusanKu. Engkau tidak mendengarkan Firman-Firman yang dibawakan hamba-hambaKu, yaitu nabi-nabi dan nabiah-nabiah. Kau telah menerima kutuk yang semestinya berkat, tapi kau masih juga menolak untuk kembali kepadaKu dan bertobat atas dosa-dosamu.

 Jika kau mau kembali dan bertobat, dan jika kau mau menghormatiKu dengan buah-buah kebenaran, akan Kuberkati rumah tangga dan ranjang perkawinanmu. Jika kau mau merendahkan hatimu dan berseru kepadaKu. Aku akan mendengarkan dan memberkatimu.

 Dengarkan, kamu pendeta-pendeta dari FirmanKu yang kudus. Jangan mengajar umatKu untuk berbuat dosa dengan melawan Allah mereka. Ingat bahwa pengadilan dimulai dari rumah Allah, kecuali kalau kau bertobat. Aku akan menggesermu karena pengajaranmu begitu pada umatKu.

 Pikirmu, apakah Aku ini buta sehingga tidak bisa melihat, dan tuli sehingga tidak bisa mendengar?

 Kau, membenarkan kejahatan dan mengisi dompetmu dengan emas dan perak dengan cara mengorbankan orang-orang miskin – bertobatlah, Kukatakan sebelum segalanya terlambat. Pada hari penghakiman, kau sendiri akan menghadap Aku untuk memberi pertanggungjawaban tentang apa yang sudah kau perbuat dengan Firman-FirmanKu yang kudus. Apabila kau datang kepadaKu dalam pertobatan akan Kuhapuskan kutuk-kutuk dari negerimu dan memberkatimu dengan berkat yang luar biasa. Jika kau mau bertobat dan malu akan dosa-dosamu, Aku akan bermurah hati dengan menaruh belas kasihan kepadamu dan Aku tidak akan mengingat-ingat dosa-dosamu lagi. berdoalah supaya kamu bisa menguasai dirimu. Bangkit untuk hidup, dan nikmati kehidupan. Nyatakan penyesalanmu kepada orang-orang yang sudah kausesatkan dan kau ajari doktrin palsu. Nyatakan pada mereka bahwa, kau sudah berdosa dan bahwa kau sudah menceraiberaikan domba-dombaKu. Nyatakan penyesalanmu kepada mereka.

 Lihat, Aku sedang mempersiapkan bala tentara yang kudus. Mereka akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar bagiKu. Mereka adalah bala tentara yang terdiri dari pria, wanita, pemuda dan pemudi yang kudus. Mereka telah diurapi untuk mengabarkan Injil yang benar, untuk tumpang tangan pada orang sakit dan untuk memanggil orang-orang berdosa supaya bertobat.

 Ini adalah bala tentara yang terdiri dari karyawan-karyawan, ibu-ibu rumah tangga, pria dan wanita yang masih bujangan dan anak-anak sekolah. Mereka adalah rakyat jelata, karena tidak banyak kalangan atas menanggapi panggilanKu. Dahulu kala, mereka salah mengerti, diperlakukan secara kasar, dikhianati dan ditolak. Tetapi telah Kuberkati mereka dengan keberanian dan kekudusan dalam Roh. Mereka akan mulai menggenapi nubuatanKu dan kehendakKu. Aku akan berjalan di dalam mereka, berbicara di dalam mereka dan bekerja di dalam mereka.

 Inilah mereka yang sudah berbalik kepadaKu dengan segenap hati, jiwa pikiran dan kekuatan mereka. Laskar ini akan membangkitkan banyak orang ke jalan kebajikan dan kesucian rohani. Aku akan berjalan di antara mereka untuk memilih bagi laskarKu siapa saja yang Kuingini. Aku mencari-cari mereka dari kota-kota besar dan kota-kota kecil.

 Banyak yang akan heran akan pilihanKu. Akan kausaksikan mereka mulai menerobos negeri dan mengerjakan perbuatan-perbuatan besar dalam namaKu. Perhatikan dan saksikanlah karya dari kuasaKu.

 Kukatakan padamu lagi, jangan memcemari ranjang perkawinanmu. Jangan mencemari tubuh di mana Roh Kudus tinggal. Dosa tubuh menyebabkan dosa pada Roh. Jaga ranjang perkawinan tetap kudus. Kuciptakan laki-laki untuk perempuan dan perempuan untuk laki-laki, dan bersabda bahwa keduanya akan disatukan dalam ikatan perkawinan yang kudus.”

 “Lagi, Kukatakan, bangkit.”

 Kulihat penglihatan lain di lengan kanan alam maut. Aku diperintahkan oleh Tuhan untuk tidak membukakannya sekarang. Banyak diantaranya adalah penglihatan-penglihatan dari bumi di akhir zaman, ketika banyak diantara umat Allah yang jatuh dan terhilang.

 Di dalam penglihatan itu diperlihatkan padaku wahyu tentang tubuh Kristus, pelayanan dari anak-anak Allah, anak-anak dari binatang dan kedatangan kembali yang megah dari Kristus. “Belakangan baru boleh kaubukakan.” kataNya. “Tapi sekarang jangan.”

 “Laskar ini,” kata Tuhan, “yang sudah dinubuatkan oleh Nabi Yoel, akan bangkit di negeri dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar bagi Allah. Putra Kebenaran akan bangkit dari kesembuhan di sayap-sayapnya. Dia akan mengalahkan yang jahat, dan mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakiNya.

 Mereka akan disebut laskar Tuhan. Aku akan memberi karunia kepada mereka, dan mereka akan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaanKu yang besar. Mereka akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar untuk kemuliaan Allah. Akan Kucurahkan Rohku kepada semuanya, dan putera-puterimu akan bernubuat.

 Laskar ini akan berperang melawan kekuatan-kekuatan jahat dan akan menghancurkan banyak pekerjaan iblis. Mereka akan memenangkan banyak jiwa untuk Kristus sebelum binatang jahat muncul,” kata Tuhan.

 Yesus berkata, “Marilah, sudah saatnya pulang.”

 Akhirnya kami meninggalkan penglihatan dan lengan kiri alam maut. Aku bergembira sekali.

 Ketika kami berpisah, Yesus berkata, “Katakan pada keluargamu. Aku mengasihi mereka, dan membenarkan mereka dalam kasih. Katakan pada mereka bahwa Aku mau menjaga mereka dari kejahatan, kalau mereka mau mempercayaiku.”

 Pembaca, gunakanlah referensi-referensi Alkitab di halaman belakang dari buku ini. Allah mengatakan untuk menuliskannya di sana.

Posted in Religion | No Comments »

Lengan Kanan Alam Maut

Posted by louis7zen on 22nd April 2007

Bab 13

Lengan Kanan Alam Maut

          Sesudah penglihatan yang pertama, Yesus dan aku pergi ke bagian-bagian yang berbeda di alam maut. Yesus berkata, “Perkara-perkara yang akan kau lihat adalah untuk akhir zaman.” Penglihatan lain muncul di depanku.

          Yesus berkata, “Kita berada di lengan kanan alam maut.”

          Kami mendaki bukit yang tinggi dan kering. Dari atas bukit kupandang ke bawah dan melihat sebuah sungai. Di sana tidak ada lubang api atau setan-setan atau roh-roh jahat, hanya sungai besar yang mengalir diantara tepi-tepi sungai yang tidak kelihatan. Tepi sungainya tersembunyi di dalam kegelapan. Yesus dan aku berjalan mendekati sungai itu, dan kulihat sungai itu penuh darah dan api.

          Ketika kudekati, kulihat banyak jiwa, dirantai satu sama lain. Berat rantai itu menyeret mereka hingga di bawah permukaan lautan api. Jiwa-jiwa di alam maut berada di dalam api alam maut. Kulihat juga mereka dalam bentuk kerangka dengan jiwa berupa kabut abu-abu.

          “Apakah ini?” tanyaku pada Tuhan.

          “Ini adalah jiwa-jiwa dari orang-orang yang tidak percaya dan yang tidak berimam. Mereka lebih mencintai kedagingan mereka daripada Allah. Mereka adalah laki-laki yang mencintai laki-laki, dan perempuan mencintai perempuan, yang tidak mau bertobat dan tidak mau diselamatkan dari dosa-dosanya. Mereka menikmati kehidupan dosanya dan menolak keselamatanKu.”

          Aku berdiri di samping Yesus dan memandang ke lautan api. Tiba-tiba api mulai menderu seperti api pembakaran yang besar, bergerak dan segala sesuatu yang dilaluinya. Dengan cepat hampir memenuhi seluruh lengan kanan alam maut.

          Api itu mendekati sampai ke kaki kami, tapi tidak menyentuh kami. Sungai itu membakar segala sesuatu yang dilaluinya. Kuperhatikan wajah Yesus, nampak sedih dan lembut. Dia tetap mengasihi dan menaruh belas kasihan pada jiwa-jiwa yang terhilang itu, hal itu terlukis di wajahNya. Aku mulai menangis dan berharap bisa meninggalkan tempat penyiksaan ini, hampir-hampir tidak tertahankan jika diteruskan.

          Kupandang lagi jiwa-jiwa di dalam api. Mereka merah padam, dan tulang-tulang mereka menjadi hitam dan terbakar. Kudengar jiwa-jiwa mereka menangis dalam penyesalan.

          Tuhan berkata, “Inilah siksaan mereka, rantai demi rantai, mereka diikat bersama. Mereka mencintai sesama jenis, laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan melakukan sesuatu yang tidak alami. Mereka membawa banyak gadis-gadis muda dan pemuda-pemuda berbuat dosa. Mereka menyebut hal seperti itu cinta, tapi akhirnya adalah dosa dan maut.”

          “Aku tahu banyak laki-laki dan perempuan, pemuda-pemuda dan gadis-gadis telah dipaksa di luar kemauan mereka untuk melakukan perbuatan yang tidak sopan begitu. Aku tahu, dan tidak akan menimpakan dosa ini pada mereka. Ingat akan hal ini,” kata Yesus. “Aku tahu segalanya, dan orang-orang yang menyebabkan anak-anak muda itu berdosa, akan mendapat hukuman yang lebih berat. Aku akan mengadili secara adil. Kepada yang berdosa, Aku berkata, ‘Bertobat, dan Aku akan mengasihi. Berserulah kepadaKu, dan Aku akan mendengarkan!”

          Berulangkali Kupanggil jiwa-jiwa ini untuk bertobat dan datang kepadaKu. Akan Kuampuni dan Kusucikan mereka, dan di dalam namaKu mereka bisa dibebaskan. Tetapi mereka tidak mau mendengarkan Aku. Mereka lebih menginginkan nafsu kedagingan daripada kasihnya akan Allah yang hidup. Karena Aku kudus, engkaupun harus kudus. Jangan menyentuh hal-hal yang tidak halal, dan Aku akan menerimamu,” kata Tuhan.

          Aku merasa sangat muak ketika kupandang jiwa-jiwa di lautan api itu.

          “Kalau saja mereka berbalik kepadaKu sebelum segalanya terlambat.”

          DarahKu dicurahkan supaya semua orang bisa datang kepadaKu. Kuberikan nyawaKu sehingga orang-orang yang paling berdosapun bisa memperoleh hidup.”

          Banyak jiwa lekat di sungai api itu, mereka ada di atas dan di bawah gelombang api. Tidak ada jalan keluar dari pembakaran dan berenang di lautan api. Kudengar tangisan penyesalan ketika sungai darah itu mengalir melewati kami.

          Kami berjalan di jalan kecil di samping sungai. Di depan kami seorang perempuan yang besar duduk di atas bukit. Dia mondar-mandir dan bergoyang seperti orang mabuk. Padanya tertulis kata-kata “Misteri Babilon”. Sekarang aku tahu, ibu dari segala kekejian di bumi juga datang dari alam maut. Kekuatan yang jahat dan mengandung kuasa berasal daripadanya, dan kulihat banyak orang dan bahasa berada di bawahnya. Dia mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk. Di dalam dirinya ada darah para nabi dan orang-orang kudus, dan semua orang yang telah terbunuh di bumi.

          “Keluar daripadanya dan pisahkan diri.” kata Tuhan. “Kalau waktunya tiba, dia akan dihancurkan.”

          Kami berjalan melewati perempuan yang jahat dengan tanduk-tanduk di kepalanya itu. Segala sesuatu mulai dari gelap. Sekarang Yesus satu-satunya cahaya. Kami berjalan sampai ke lereng lain dari bukit itu. Di kejauhan, di sana dapat kulihat nyala api yang panas di udara. Udara menjadi panas menyesakkan.

          Kami mengelilingi bukit sampai ke sebuah pintu besar yang ada celahnya. Pintu itu dipasang di sisi bukit. Ada rantai besar padanya, dan api menyala daripadanya. Pintu digrendel dengan kunci yang besar. Aku ingin tahu apa arti semuanya ini.

          Tiba-tiba, di depan pintu tampak bentuk badan yang gelap dari seorang laki-laki, yang mengenakan mantel gelap yang panjang. Wajahnya kelihatan sangat tua dan lelah sekali. Kulit mukanya tertarik rapat-rapat menempel di tengkoraknya. Kelihatan seperti berumur seribu tahun.

          Yesus berkata kepadaku, “Di belakang pintu itu ada jurang maut. FirmanKu benar.”

          Nyala api di belakang pintu itu menyala makin tinggi, dan pintu itu menonjol karena tekanan yang terjadi karena panasnya.

          “Tuhan,” kataku, “aku akan senang sekali kalau iblis dilempar ke jurang maut dan kejahatan-kejahatan berhenti untuk satu masa.”

          jawabNya, “Mari, dengarkan apa yang dikatakan oleh roh kepada gereja-gereja. Akhir zaman sudah dekat, dan Kupanggil orang-orang berdosa untuk bertobat dan untuk diselamatkan. Lihat sekarang.”

          Kami berdiri di tempat terbuka, dan aku berada bersama-sama Tuhan dalam bentuk Roh. Aku memandang dan menyaksikan sebuah penglihatan terbuka. Dalam penglihatan itu kulihat seekor ular yang berapi-api mulai menyambar udara dengan ekornya yang sangat besar. Kuperhatikan ketika ular mahluk halus ini bergerak dengan kekuatan yang mengagumkan. Kemudian kulihat dia balik ke dalam lengan kanan alam maut dan menunggu. Aku tahu dia tidak bisa menyerang bumi sampai Firman Allah telah digenapi.

          Kulihat api dan asap naik dari bumi, dan kulihat kabut yang aneh meliputi bumi. Kepala ular itu mulai tumbuh tanduk-tanduk. Mereka menyebar sehingga menutupi seluruh bumi. Iblis memberi perintah kepada ular itu. Di sana ada roh-roh jahat dan setan-setan. Kemudian kulihat ular yang jahat itu keluar dari lengan kanan alam maut dan mulai menyerang bumi dengan kekuatan yang besar, menyakiti dan menghancurkan banyak orang.

          Yesus berkata, “Ini akan terjadi di akhir zaman. Mari naik lebih tinggi.”

          Para pembaca, apabila kau terikat dosa yang sudah kutuliskan, berhentilah berbuat dosa dan datanglah kepada Yesus untuk menyelamatkanmu. Kau tidak perlu pergi ke alam maut. Berserulah kepada Tuhan selama Dia dekat. Dia mau mendengarkan dan menyelamatkanmu. Barangsiapa berseru dalam nama Tuhan akan diselamatkan.

Posted in Religion | No Comments »

Tanduk-Tanduk

Posted by louis7zen on 22nd April 2007

Bab 12

 

Tanduk-tanduk

 

 Yesus berkata, “Malam ini, anakKu, kita akan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda di jantung alam maut. Aku ingin memberitahu padamu tentang tanduk-tanduk dan menunjukkan bagaimana cara penggunaannya kalau menyalurkan roh-roh jahat dan kekuatan setan ke permukaan bumi.

 Ketika Yesus berbicara, aku mulai menyaksikan suatu penglihatan. Dalam penglihatan itu, kulihat sebuah rumah pertanian tua, mati dan berwarna abu-abu, dikelilingi pohon-pohon mati dan rumput yang tinggi yang mati juga. Benda-benda mati terserak di halaman sekitar rumah itu, pojok-pojoknya telah turun dan terbenam di tengah-tengah lapangan. Tidak kelihatan rumah-rumah lain di situ. Kematian ada di mana-mana. Aku tahu bahwa rumah pertanian itu adalah bagian dari alam maut, tapi aku masih belum bisa mengerti apa yang kulihat. Di dalam, di belakang jendela yang suram, nampak samar-samar bayangan-bayangan besar berbentuk manusia. Nampak sesuatu yang jahat pada penampilannya. Salah satu bayangan itu bergerak ke arah pintu depan dan membukannya.

 Kuperhatikan ketika seorang laki-laki yang besar dengan otot-otot yang luar biasa besar ke luar dari pintu dan berjalan ke beranda. Kulihat dia dengan jelas. Tingginya kira-kira enam kaki, dengan badan yang sangat besar dari seorang ahli angkat besi. Warnanya abu-abu mati seperti warna sekelilingnya. Dia hanya memakai celana panjang. Warna abu-abu mati seperti warna bagian atas tubuhnya yang telanjang. Kulitnya seperti sisik dan kepalanya besar sekali. Yang benar ialah kepalanya begitu besar sehingga kaki-kakinya bengkok karena menanggung beban yang begitu berat. Bentuk kakinya seperti kuku binatang sehingga seperti kaki babi. Wajahnya keras dan jahat, dan nampaknya sudah tua sekali. Matanya mati dan wajahnya lebar sekali.

 Dalam penglihatan itu, kulihat mahluk yang mengerikan itu berjalan meninggalkan beranda. Bumi bergetar ketika dia bergerak, dan dari kepalanya tumbuh tanduk, tanduk besar yang tumbuh ke atas, ke atas dan hilang dari pandangan. Kulihat tanduk-tanduknya bertumbuh perlahan-lahan. Tanduk-tanduk lain mulai muncul dari kepalanya. Dari tanduk-tanduk yang lebih besar tumbuh tanduk-tanduk kecil. Kulihat kepalanya seperti seekor binatang. Seekor binatang jahat yang punya kuasa sangat besar, penuh daya perusak. Setiap langkahnya menggetarkan bumi.

 Kata Yesus, “Perhatikan.”

 Kulihat ketika tanduk-tanduk itu naik ke atas dan berakhir di rumah-rumah, gereja-gereja, rumah sakit-rumah sakit, kantor-kantor dan segala macam gedung yang meliputi seluruh bumi. Tanduk-tanduk itu menimbulkan kerusakan besar di seluruh negeri. Kulihat binatang itu berbicara dan roh-roh jahat dimuntahkan ke luar ke atas bumi. Kulihat banyak orang tergoda oleh kekuatan setan itu dan jatuh ke dalam jerat iblis.

 Kita sedang berperang, baik lawan jahat, pikirku.

 “Kita sedang berperang.” Kudengar suara Roh Kudus, “baik lawan jahat.”

 Awan hitam keluar dari tanduk-tanduk itu dan menyembunyikan banyak bentuk kejahatan yang ke luar ke muka bumi. Semua yang sangat dibenci Allah ada di sana. Kulihat kerajaan-kerajaan muncul di bumi, dan jutaan manusia mulai mengikuti kekuatan-kekuatan jahat ini. Kulihat tanduk-tanduk tua menghilang dan yang baru muncul di tempat-tempat mereka.

 Kudengar Yesus berkata, “Inilah permulaan dari yang akan terjadi sekarang! Semuanya ini sedang terjadi, sudah terjadi dan akan terjadi. Manusia akan lebih mengasihi diri mereka sendiri daripada Allah. Kejahatan akan merajalela di hari-hari akhir. Pria dan wanita akan lebih mencintai rumah tangga, mobil, tanah, gedung-gedung, dagangan, perak dan emas mereka daripada Aku.

 “Bertobat,” kataNya, “karena Aku adalah Allah yang pencemburu. Tidak ada yang lebih penting daripada penyembahanmu kepadaKu, anak laki-laki, anak perempuaan, isteri dan suamipun tidak. Karena Allah itu Roh, maka Dia harus disembah dalam Roh dan kebenaran.”

 Kuperhatikan ketika tanduk-tanduk itu bergerak meliputi permukaan bumi, naik tinggi ke angkasa. Kerajaan-kerajaan baru muncul, dan di sana terjadi perang dan pembinasaan di seluruh negeri. Banyak yang menyembah binatang.

 Binatang jahat yang bertanduk itu berjalan mondar-mandir seolah-olah sedang berpikir, dan bumi bergoncang karena berat badannya. Sesudah beberapa menit dia kembali ke rumah pertanian. Awan hitam naik, dan banyak yang mati di negeri.

 Kulihat dunia sedang dalam kesengsaran besar, dan aku mulai berdoa dengan segenap hatiku. “Oh Tuhan, tolong kami.” Jeritku. Kemudian dua ekor binatang besar dalam bentuk roh muncul ke muka bumi dan mulai berperang satu sama lain. Aku tahu mereka datang dari alam maut.

 Lautan manusia mengawasi perkelahian antara ke dua roh jahat itu. Dan kemudian kulihat sesuatu muncul dari laut di antara ke dua binatang. Mereka berhenti berkelahi dan masing-masing berdiri di tepi sebuah kapal. Kedua binatang mencoba untuk merusak kapal itu, tetap mereka tidak mampu. Mereka mendorongnya kembali ke bawah bumi, dan menguburnya diantara mereka. Mereka berhadapan muka satu sama lain, dan melanjutkan peperangan mereka.

 Kudengar suara berkata, “Perhatikan.”

 Ketika kuperhatikan, suatu cahaya muncul dari tanah, tempat di mana kapal itu dikuburkan. Kapal itu muncul kembali ke permukaan tanah dan menjadi sebuah piring yang besar. Kedua binatang itu mulai berbentuk lain, menjadi besar dan hitam. Sebuah pintu di depan piring itu terbuka, dan oleh seberkas sinar yang kuat tampak sebuah tangga. Tangga itu menurun, turun ke dalam bumi, dan kudengar suara yang mengatakan, “Ke dalam alam maut.”

 Di udara terasa suasana yang jahat, aku merasa terhilang dan terlepas. Dari piring itu muncul sesuatu kekuatan yang melumpuhkan, dan aku tidak bisa lari kemanapun juga. Meskipun aku dalam bentuk roh, aku terasa terperangkap.

 Seketika itu juga, Yesus mengangkatku tinggi-tinggi sehingga aku memandang ke bawah pada penglihatan itu. Tapi sekarang tangga itu berubah menjadi escalator, yang bergerak naik turun dari jantung bumi.

 Ketika aku di samping Yesus, aku merasa aman dan terlindung, “Itu akan keluar dari alam maut,” kudengar suara berbicara

 Yesus berkata, “Itu akan terjadi. Ini masih akan terjadi. Tulis supaya semuanya tahu.”

 Dalam penglihatanku escaltor itu membawa kekuatan-kekuatan setan dan roh-roh jahat ke atas. Kedua binatang itu berdiri, masing-masing di tepi kapal, dan kulihat mereka mulai berubah lagi. kudengar suara menderu yang keras, suara motor yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Kepala-kepala binatang itu jadi besar, dan tangan mereka mulai dipenuhi sinar. Kulihat ke dua binatang dan kapal itu seolah-olah ke tiganya bekerja sama.

 Banyak jiwa seolah-olah berjalan dalam tidurnya, berbaris ke dalam salah satu binatang itu. Untuk berjam-jam kuperhatikan pemandangan yang mengerikan itu, sampai akhirnya salah satu binatang yan gpertama terdengar suara menderu seperti sebuah pesawat terbang yang siap tinggal landas. Binatang itu mendapat kekuatan dari kapal. Ketika dia mulai terbang, dia berbentuk seorang laki-laki lagi. Ketika dia terbang, kepalanya seolah-olah penuh sinar, daripadanya keluar kekuatan-kekuatan yang besar. Ketika dia lenyap ke dalam angkasa, kepalanya kembali menjadi kapal lagi.

 Aku masih bisa mendengar suara dari binatang yang pertama, ketika kuperhatikan, binatang yang ke dua telah penuh dengan jiwa-jiwa. Ketika dia penuh, kulihat binatang yang ke dua mulai naik tegak seperti roket. Dia menyusul binatang yang satunya, dan keduanya bergerak perlahan-lahan ke langit yang abu-abu. Binatang yang ke dua juga berubah bentuk menjadi seorang laki-laki. Kudengar deru mereka ketika mereka pergi dan hilang dari pandangan.

 Aku ingin tahu apa arti semuanya ini. Kulihat kapal atau piring, menempatkan dirinya kembali masuk ke dalam tanah. Bumi menutup kembali sehingga mereka hilang dari pandangan. Ketika penglihatan itu menghilang, kulihat sebuah ruang pengadilan yang besar, dan kupikir tentang Pengadilan Tahta Putih Yang Besar.

 

Posted in Religion | No Comments »

Kegelapan di Sebelah Luar

Posted by louis7zen on 22nd April 2007

Bab 11

Kegelapan Di Sebelah Luar

Setiap malam Yesus dan aku kembali masuk alam maut, sehingga dapat kucatat semua kebenaran-kebenaran yang sangat mengerikan ini. Setiap kali kulewati jantung alam maut, aku berjalan dekat-dekat Yesus. Jiwaku sangat dicekam ketakutan setiap kali kuingat apa yang kualami di sana. Aku tahu aku harus selalu menyelamatkan jiwa-jiwa. Tetapi hanya karena kemurahan Allah saja aku bisa kembali.
Kami berhenti di hadapan serombongan setan-setan yang sedang menyanyi dan memuji iblis. Rupanya mereka sangat menikmatinya. Yesus berkata, “Aku akan membuatmu mendengar apa yang sedang mereka percakapkan.”
“Hari ini kita akan pergi ke rumah ini dan menyiksa orang-orang yang ada di sana. Kalau kita kerjakan tugas ini baik-baik, kita akan mendapat kekuatan yang lebih besar dari tuan iblis,” kata mereka, “oh ya, kita akan menyebabkan banyak sakit penyakit di sana, dan banyak kesusahan pada mereka semua.”
Mereka berlari menari-nari dan menyanyikan lagu penyembahan yang jahat untuk iblis, merasa bangga dengan kejahatan mereka. Satu setan berkata, “kita harus mengamati dengan teliti mereka yang percaya kepada Yesus, mereka bisa mengusir kita.” “ya,” kata yang lain, “di dalam nama Yesus, kita harus pergi.” Kemudian roh jahat yang terakhir berkata, “tetapi kita jangan datang kepada mereka yang kenal Yesus dan kuasa dalam namaNya.”
Kata Yesus, “Malaikat-malaikatKu menjaga umatKu dari roh-roh jahat itu, dan usaha mereka tidak akan berhasil. Juga Kulindungi banyak jiwa-jiwa yang tidak diselamatkan, meskipun mereka tidak menyadari. Kupekerjakan banyak malaikat untuk menundukkan rencana jahat iblis.”
Yesus berkata, “Ada banyak setan di udara dan di muka bumi. Kuizinkan kau untuk melihat beberapa dari mereka, tapi yang lain tidak. Itulah sebabnya kebenaran Injil harus dikhotbahkan kepada setiap orang. Kebenaran akan membebaskan seseorang, dan akan Kulindungi mereka dari kejahatan. Di dalam namaKu ada kelepasan dan kemerdekaan. Aku punya semua kuasa di bumi dan di Sorga. Jangan takut kepada iblis, tapi takutlah kepada Allah.
Ketika kami lanjutkan melewati alam maut. Yesus dan aku menemukan seorang laki-laki yang sangat besar dan hitam. Dia diliputi kegelapan dan tampak seperti seorang malaikat. Dia memegang sesuatu di tangan kirinya.
Yesus berkata, “Tempat ini disebut kegelapan sebelah luar.”
Kudengar tangisan dan kertakan gigi. Sebelumnya, belum ada tempat yang begitu tanpa harapan seperti yang kurasakan di tempat ini. Malaikat yang berdiri di depan kami tak punya sayap. Tingginya kira-kira 30 kaki, dan dia tahu dengan pasti apa yang akan dilakukannya. Di tangan kirinya ada piring yang sangat besar dan berputar perlahan-lahan dengan piring itu, diangkat tinggi-tinggi seolah-olah siap untuk dilemparkannya.
Ada api di tengah piring itu, dan tepi luarnya gelap. Malaikat itu menempatkan tangannya sampai jauh ke tengah di bawah piring itu untuk mendapatkan daya pengungkit yang lebih kuat.
Aku ingin tahu siapa malaikat raksasa ini, dan apa yang akan dilakukannya.
Yesus tahu pikiranku dan berkata lagi, “Inilah kegelapan sebelah luar. Ingat akan FirmanKu yang mengatakan, ‘Anak-anak dari kerajaan itu akan dilempar ke dalam kegelapan sebelah luar, di sana ada tangis dan kertak gigi.”
“Tuhan,” kataku, “maksudMu, hamba-hambaMu ada di sini?”
“Ya,” kata Yesus, “hamba-hamba yang berbalik kembali sesudah Kupanggil. Hamba-hamba yang lebih mencintai dunia daripadaKu dan kembali untuk bergelimang dalam lumpur dosa. Hamba-hamba yang tidak mau mempertahankan kebenaran dan kekudusan. Lebih baik seseorang tidak pernah mulai daripada berbalik lagi sesudah melayani Aku.”
“Percayalah kepadaKu,” kata Yesus, “kalau kau berbuat dosa, kau punya seorang Pembela bersama Bapa. Jika kau bertobat dari dosa-dosamu, dengan setia akan Kubersihkan engkau dari semua ketidakbenaran. Tetapi kalau kau tidak mau bertobat, Aku akan datang padamu pada waktu yang tidak kauduga, dan kau akan diputuskan bersama orang-orang yang tidak percaya dan dilempar ke gelapan sebelah luar.”
Kuperhatikan malaikat yang hitam itu ketika dia melempar piring yang besar itu ke jauh ke dalam kegelapan.
“FirmanKu tepat seperti yang dikatakan, mereka akan dilempar ke gelapan luar.”
Dan kemudian, dengan segera Yesus dan aku berada di udara mengikuti piring itu menembus angkasa. Kami sampai di sebelah luar piring dan melihat ke dalam.
Di tengah piring ada api, dan orang-orang berenang keluar masuk, ke atas dan ke bawah nyala api. Di sana tidak ada setan-setan atau roh-roh jahat, hanya jiwa-jiwa yang terbakar dalam lautan api.
Di luar piring adalah kegelapan yang pekat. Hanya nyala api di piring yang menyinari udara malam. Dalam nyala itu kulihat orang-orang mencoba berenang ke tepi piring. Beberapa dari mereka hampir mencapai tepi ketika suatu tenaga yang menyedot dari sebelah dalam piring menyeret mereka kembali ke dalam api. Kuperhatikan ketika tubuh mereka berubah ke bentuk kerangka dengan jiwa-jiwa berkabut abu-abu. Kemudian aku tahu bahwa tempat ini adalah bagian lain dari alam maut.
Dan kemudian kulihat sperti di dalam penglihatan, malaikat-malaikat membuka meterai-meterai. Rupanya bangsa-bangsa dan kerajaan terkunci di bawahnya. Ketika malaikat-malaikat membuka meterai-meterai itu, laki-laki dan perempuan, pemuda-pemuda dan gadis-gadis berbaris langsung masuk ke dalam nyala api.
Kuperhatikan dalam pesona yang mengerikan, ingin tahu apakah ada yang kukenali diantara hamba-hamba Tuhan yang sudah jatuh yang ada dalam barisan yang sedang lewat itu. Aku tak bisa mengalihkan pandanganku dari barisan jiwa-jiwa yang menuju ke api, dan tidak ada yang mencoba untuk menghentikan mereka.
Aku menjerit, “Tuhan, tolong hentikan mereka sebelum mereka mencapai api itu!”
Tapi kata Yesus, “Siapa yang bertelinga hendaklah mendengar. Siapa yang punya mata hendaklah melihat. AnakKu, lawanlah dosa dan kejahatan. Beritahu hamba-hambaKu untuk berlaku setia dan datang kepada Tuhan. Kubawa engkau melewati tempat yang mengerikan ini, supaya kau bisa cerita tentang alam maut pada mereka.”
Yesus melanjutkan, “Beberapa orang tidak mau percaya padamu. Beberapa orang akan mengatakan bahwa Allah itu terlalu baik untuk bisa mengirim laki-laki dan perempuan ke alam maut. Tapi katakan pada mereka, FirmanKu benar. Katakan pada mereka bahwa orang yang penuh kekuatiran dan tidak percaya akan mendapat bagian dalam lautan api.”

Posted in Religion | No Comments »

Jantung Alam Maut

Posted by louis7zen on 15th April 2007

Bab 10

Jantung Alam Maut

Malamnya, aku pergi bersama Yesus ke dalam alam maut. Sepanjang hari di depan mataku terbayang alam maut. Kucoba untuk menceritakan pada yang lain-lain tentang apa yang kulihat, tapi mereka tidak mau percaya padaku. Aku merasa begitu sepi sendiri, dan hanya karena kemuliaan Allah saja aku masih bisa meneruskannya. Semua kemuliaan milik Tuhan Yesus Kristus.
Malam berikutny Yesus dan aku kembali ke alam maut. Kami berjalan sepanjang tepi dari perut alam maut, mengenali bagian-bagian yang sudah pernah didatangi. Bau daging busuk yang sama, suasana jahat yang sama, bau apek yang sama, di mana-mana hawanya panas. Aku sudah sangat cape.
Yesus tahu pikiranku dan berkata, “Aku tak akan pernah meninggalkan dan menelantarkanmu. Aku tahu kau letih, tapi Aku akan menguatkanmu.”
Sentuhan Yesus menguatkanku, dan kami berjalan terus. Di depan kulihat benda hitam yang besar, hampir seluas lapangan baseball, yang nampaknya bergerak naik turun. Kuingat sudah pernah diberitahu, bahwa inilah “jantung alam maut”.
Tangan-tangan besar atau tanduk-tanduk muncul dari jantung yang hitam itu. Benda-benda itu muncul daripadanya, nongol ke atas dan keluar dari alam maut ke dalam dan meliputi bumi. Aku ingin tahu apakah tanduk-tanduk ini sama denagn yang ada di Alkitab.
Di sekitar jantung, tanahnya kering dan coklat. Di semua jurusan, sepanjang kira-kira 30 kaki, tanahnya telah terbakar dan jadi kering coklat. Jantung itu hitam pekat, tapi tercampur warna lain seperti sisik ular diantara warna hitam itu. Jantung itu pada setiap denyutnya mengeluarkan bau yang sangat menusuk. Dia bergerak seperti jantung benar-benar, berdenyut naik turun. Ada kekuatan jahat mengelilinginya.
Dengan heran kupandang jantung yang jahat ini dan ingin tahu untuk apa.
Kata Yesus, “Cabang-cabangnya yang merupakan seperti arteri sebuah jantung berupa pipa-pipa saluran yang menembus keluar bumi untuk memuntahkan kejahatan ke atsnya. Inilah tanduk-tanduk yang dilihat oleh Daniel, dan mereka melambangkan kerajaan-kerajaan jahat di muka bumi.
Beberapa sudah pernah ada, beberapa belum terbentuk, dan beberapa sudah ada saat ini. Kerajaan-kerajaan jahat akan muncul, dan antikris akan menguasai banyak bangsa, banyak tempat dan banyak hal. Kalau mungkin merekapun akan menipu orang-orang pilihan. Banyak yang akan berbalik dan menyembah Binatang dan patungnya.
Dari cabang-cabang pokok atau tanduk-tanduk, muncul cabang-cabang yang lebih kecil. Dan dari cabang-cabang yang lebih kecil muncul setan-setan, roh-roh jahat dan kekuatan-kekuatan jahat dalam semua gaya. Mereka akan dilepas di uka bumi dan diperintah oleh iblis untuk melakukan berbagai macam pekerjaan jahat. Kerajaan-kerajaan dan kekuatan-kekuatan jahat ini akan patuh pada binatang, dan banyak yang akan mengikutinya untuk membinasakan. Di sinilah, di jantung alam maut ini, awal dari semuanya.
Inilah Firman yang dikatakan Yesus kepadaku. Dia perintahkan padaku untuk menulisnya, membukukannya dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Firman ini benar. Wahyu ini diberikan padaku oleh Tuhan Yesus Kristus, supaya semua orang tahu dan mengerti tentang pekerjaan iblis dan rencana-rencana jahat yang direncanakannya untuk kemudian hari.
Yesus berkata, “Ikutilah Aku.”
Kami berjalan naik tangga ke dalam jantung, ada pintu masuk yang terbuka di depan kami. Keadaan di dalam jantung gelap total. Kudengar suara tangisan, dan baunya begitu hebat sampai hampir tak bisa bernafas. Yang bisa kulihat dalam kegelapan itu hanyalah Yesus. Aku berjalan dekat-dekat padaNya.
Dan kemudian, Yesus Lenyap! Yang tidak terpikirkan sebelumnya telah terjadi. Aku sendirian di jantung alam maut. Aku sangat ketakutan. Jiwaku dicengkeram kengerian, dan kematian menguasai diriku.
Aku memanggil Yesus. “Dimana engkau? Di mana engkau? Oh, kembalilah Tuhan!” aku memanggil dan memanggil, tapi tak seorangpun menjawab.
“Oh Allahku,” ratapku, “aku mesti keluar dari sini.” Aku mulai berlari di dalam gelap. Ketika kuraba dinding, rupanya dinding itu bernafas dan terasa bergerak di tanganku. Dan kemudian aku tidak sendirian lagi.
kudengar suara tertawa, ketika dua setan, terkurung cahaya kuning yang suram, datang dan menangkap ke dua tanganku. Dengan cepat mereka merantai tanganku dan mneyeretku lebih masuk ke dalam jantung. Aku berseru kepada Yesus, tapi tidak ada jawaban. Aku menangis dan melawan dengan seluruh kekuatanku, tetapi mereka menyeretku seolah-olah aku sama sekali tidak memberikan perlawanan.
Ketika kami masuk makin ke dalam jantung, kurasakan sakit yang luar biasa, seperti ada kekuatan yang menggosok tubuhku. Seolah-olah dagingku dirobek dari tubuhku. Aku menjerit ketakutan.
Penawan-penawanku menyeretku ke sebuah sel dan melemparku ke dalam. Ketika mereka mengunci pintunya, aku menjerit lebih keras. Mereka tertawa kejam dan berkata, “Tak ada gunanya menjerit, kalau waktunya tiba, kau akan dihadapkan pada tuan kami. Dia akan menyiksamu demi kesenangannya.”
Sekarang tubuhku penuh oleh bau yang sangat busuk di jantung alam maut.
“Kenapa aku di sini? Apa yang salah? Apa aku jadi gila? Keluarkan aku! Keluarkan aku!” teriakku tanpa guna.
Beberapa waktu kemudian, aku mulai meraba sisi selku. Terasa kasar dan lunak seperti sesuatu yang hidup. Dia hidup dan mulai bergerak. “Oh Tuhan.” jeritku. “Apa yang terjadi? Yesus, di mana Engkau?” tapi hanya terdengar gema suaraku sendiri.
Ketakutan, ketakutan yang paling mencekam menguasai jiwaku. Untuk pertama kalinya sejak Yesus meninggalkanku, aku mulai menyadari, bahwa aku telah terhilang dan tanpa harapan sama sekali. Aku tersedu-sedu dan memanggil Yesus berkali-kali.
Dan kemudian, kudengar suara dari tempat gelap yang menyatakan, “Tidak ada gunanya memanggil Yesus. Dia tidak ada di sini.”
Cahaya suram mulai memenuhi ruangan itu. Untuk pertama kalinya dapat kulihat sel-sel lain, sel-sel seperti tempatku yang menempel di dinding jantung. Di depan kami ada semacam jaringan dan setiap sel meleleh semacam zat yang keruh dan lengket melalui sel-sel itu.
Suara wanita dari sel sebelah berkata kepadaku, “Kau telah terhilang di tempat penyiksaan ini. Tidak ada jalan keluar dari sini.”
Aku hampir tidak dapat melihatnya di cahaya yang suram itu. Dia terjaga seperti diriku, tapi penghuni-penghuni dari sel-sel lain rupanya sedang tidur atau tidak sadarkan diri.
“Tidak ada harapan,” tangisnya. “Tidak ada harapan.”
Suara rasa kesepian dan putus asa yang kuat melanda diriku. Kata-kata wanita itu tidak menolong. Katanya, “Inilah jantung alam maut. Di sini kita disiksa, tapi siksaan kami tidak seberat di bagian-bagian lain di alam maut.” Kemudian kutahu, bahwa dia telah berbohong tentang siksaan di tempat ini, yang dikatakannya tidak seberat di tempat-tempat lain di alam maut.
“Kadang-kadang,” lanjutnya, “kami dibawa iblis, dan dia menyiksa kami demi kesenangannya. Iblis hidup dari rasa sakit kami, dan bertambah kuat oleh tangisan keputusasaan dan penderitaan kami. Kami selalu dihadapkan pada dosa-dosa. Kami tahu kehidupan kami tidak saleh. Kami juga tahu suatu saat kami mengenal Tuhan Yesus tapi menolak dia dan berbalik dari Tuhan. Kami lakukan apa yang menyenangkan hati kami. Sebelum datang ke sini, aku adalah seorang pelacur. Aku bergaul dengan pria dan wanita hanya untuk uang mereka dan menyebut apa yang kami perbuat itu cinta. Aku menghancurkan banyak keluarga. Banyak lesbian, homosex dan orang-orang yang melakukan perzinahan ada di dalam sel-sel ini.
Aku menjerit dalam kegelapan, “Mestinya aku tidak berada di tempat ini. Aku sudah diselamatkan. Aku milik Allah. Kenapa aku berada di sini?” Tapi tidak ada jawaban.
Kemudian setan-setan itu kembali dan membuka pintu selku. Yang satu menarik dan yang lain mendorongku terus di jalan setapak yang kasar. Sentuhan setan-setan itu terasa seperti nyala api di dagingku. Mereka menyakiti diriku.
“Oh Yesus, di mana Engkau? Tolong aku, Yesus!” jeritku.
Api yang berdesar-desar muncul di depanku, tetapi berhenti sebelum menyentuh diriku. Sekarang seolah-olah dagingku dirobek dari tubuhku. Rasa sakit yang luar biasa menjalar di seluruh tubuhku. Penderitaanku sungguh tidak masuk di akal. Sesuatu yang tidak kelihatan merobek-robek tubuhku, sedang roh-roh jahat dalam rupa kekelawar menggigit seluruh tubuhku.
“Tuhan Yesus,” seruku, “di mana Engkau? Oh, tolong keluarkan aku.”
Aku didorong dan ditarik hingga sampai di suatu tempat lebar yang terbuka di jantung alam maut, kemudian aku dilempar ke depan semacam altar yang kotor. Kudengar suara tawa yang jahat dan menyadari bahwa aku terbaring di tanah di depan iblis.
Iblis berkata, “Akhirnya kudapatkan engkau!”
Aku mundur ketakutan, tapi kemudian kusadari bahwa dia tidak memandang padaku, tapi pada seorang di depanku.
Iblis berkata, “Ha-ha, akhirnya aku bisa membinasakanmu di bumi. Biar kuperiksa, kau akan dihukum dengan cara apa.”
Dia buka buku dan jari-jarinya menari-nari pada halaman buku. Nama jiwa itu dipanggil dan hukumannya disebutkan.
“Tuhan,” seruku, “apa semuanya ini benar-benar?”
Tiba giliranku, dan setan-setan mendorongku ke atas panggung dan memaksaku untuk membungkuk di depan iblis.
Ketawa jahat yang sama kudengar, “Sudah lama kutunggu kamu, dan akhirnya kau kutemukan.” Dia menjerit senang penuh kedengkian. “Kau coba-coba menghindariku, tapi sekarang kupegang kau.”
Aku dilanda ketakutan yang belum pernah kurasakan. Dagingku mulai direnggut lagi dari tubuhku, dan aku dililiti rantai besar. Kupandang diriku sendiri waktu tubuhku dirantai. Aku sepreti yang lain-lain, hanya berupa kerangka. Cacing-cacing merayap dalam diriku, dan nyala api mulai dari kaki terus menyelubungi diriku.
Aku menangis lagi, “Oh Tuhan Yesus, apa yang telah terjadi? Kau ada di mana, Yesus?”
Iblis tertawa dan tertawa, “Di sini tidak ada Yesus,” katanya, “sekarang akulah rajamu. Kau akan selamanya bersamaku di sini. Sekarang kau milikku.”
Aku tercekam oleh emosi yang mengerikan. Aku tak bisa merasakan Allah, kasih, damai maupun kehangatan.
Tetapi kudapat merasakan ketajaman perasaan, ketakutan, kebencian, rasa sakit dan kesedihan yang luar biasa.
Kupanggil Tuhan Yesus untuk menyelamatkan diriku, tapi tak ada jawaban.
Iblis berkata, “Sekarang aku jadi tuanmu,” dan mengangkat tangannya memanggil setan untuk datang ke sebelahnya. Serentak satu roh jahat yang jelek muncul di panggung tempatku berdiri, dan menangkapku. Tubuhnya besar, mukanya seperti kekelawar, tangannya berupa cakar, dan bau yang jahat memancar daripadanya.
“Akan kuapakan dia, tuan iblis?” tanya roh jahat itu, dan roh jahat lain yang berbulu lebat dengan tampang seperti beruang liar, juga ikut menangkapku.
“Bawa dia ke bagian jantung yang paling dalam, tempat yang selalu penuh kengerian. Di sana dia akan belajar menyebutku tuan.”
Aku diseret pergi ke tempat yang sangat gelap dan melemparkan diriku ke suatu tempat yang dingin dan lembab. Oh, bagaimana seseorang bisa merasakan dingin dan panas bersamaan? Aku tak tahu, tapi api membakar tubuhku, dan cacing-cacing merayap di tubuhku. Rintihan dari orang-orang mati memenuhi udara.
“Oh, Tuhan Yesus,” aku menangis putus asa, “Kenapa aku di sini? Ya Allah, biarkan aku mati.”
Tiba-tiba cahaya memenuhi tempat di mana aku duduk. Yesus muncul dan merangkulku, dan segera aku sudah kembali kerumahku.
“Tuhan Yesus, tadi Kau di mana?” aku menangis dan air mataku mengalir di pipiku.
Dengan lembut Yesus berbicara dan kataNya,” AnakKu, alam maut itu benar-benar nyata. Tapi, aku tidak akan yakin sebelum kau merasakannya sendiri. Sekarang kau mengerti kebenaranya dan bagaimana rasa sebenarnya kalau terhilang di alam maut. Sekarang kau bisa cerita pada yang lain-lainnya tentang hal ini. Aku harus membiarkanmu untuk mengalaminya sendiri supaya kau tidak ragu-ragu lagi.”
Aku begitu sedih dan lelah. Aku tidak sadarkan diri dalam pelukan Yesus. Dan meskipun aku dipulihkan secara keseluruhan. Aku ingin pergi jauh,j auh dari Yesus, dari keluargaku, dari siapa saja.
Di rumah, selama berhari-hari berikutnya aku merasa sakit. Jiwaku sangat sedih, dan kengerian alam maut selalu terbayang di depan mataku. Dibutuhkan waktu beberapa hari untuk benar-benar memulihkan diriku.

Posted in Religion | No Comments »