Lucky

40 Hari di Alam Maut

Posted by louis7zen on March 31, 2007

40 Hari di Alam Maut

Bab 1

Ke Dalam Alam Maut

Pada bulan Maret 1976 ketika aku sedang berdoa di rumah, aku dikunjungi oleh Tuhan Yesus Kristus. Aku telah berdoa beberapa hari dalam Roh dan seketika itu merasakan kehadiran Allah yang kuat. Kekuasaan dan kemuliaanNya memenuhi seisi rumah. Sinar yang cemerlang memenuhi tempatku berdoa, dan perasan yang manis dan indah memenuhi diriku
Sinar mengalir dalam gelombang, bergulung-gulung dan melipat satu ke dalam yang lain. Suatu pemandangan yang menakjubkan. Dan kemudian suara Tuhan mulai berbicara kepadaku.
KataNya, “Aku adalah Yesus Kristus Tuhanmu, dan aku ingin memberimu wahyu untuk menyiapkan orang-orang kudus untuk kedatanganKu dan mengembalikan banyak orang ke jalan kebenaran. Kuasa kegelapan itu nyata dan pengadilanKu benar.”
“AnakKu, RohKu akan membawamu ke alam maut, dan aku akan menunjukkan banyak perkara kepadamu dan Aku ingin dunia mengetahuinya. Aku akan seringkali menampakkan diri kepadamu. Aku akan membawa rohmu keluar dari tubuhmu dan benar-benar membawamu ke dalam alat maut.
Aku ingin kau menulis sebuah buku yang menceritakan penglihatan semua hal yang Kuwahyukan kepadamu. Kau dan Aku akan berjalan-jalan melalui alam maut bersama-sama. Buatlah catatan dari hal-hal yang sudah dan sedang dan yang akan terjadi. FirmanKu benar, setia dan bisa dipercaya. Aku adalah Aku dan tidak ada yang lain selain Aku.”
“Tuhan,” kataku, “Apa yang Kau inginkan untuk kulakukan?” Seluruh pribadiku ingin berteriak kepada Yesus, untuk menyatakan kehadiranNya. Perasaan yang bisa kulukiskan ialah, kasih meliputi diriku. Kasih yang paling indah, damai, sukacita dan penuh kuasa yang pernah kurasakan.
Aku mulai memuji Tuhan. seketika itu juga aku ingin mempersembahkan seluruh hidupku kepadaNya untuk membantu menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya. Oleh RohNya aku tahu bahwa yang ada di dalam ruangan ini benar-benar Yesus, Anak Allah. Aku tak dapat menemukan kata-kata untuk menyatakan kehadiranNya yang Ilahi. Tapi aku tahu bahwa Dia adalah Tuhan.
“Lihat, anakKu,” kata Yesus, “RohKu akan membawamu ke alam maut sehingga engkau dapat membuat catatan tentang kebenarannya, untuk menceritakan pada seluruh bumi bahwa alam maut itu benar-benar nyata, dan untuk membawa jiwa-jiwa yang terhilang keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terangnya Injil Kristus.”
Segera rohku keluar dari tubuku. Aku pergi bersama-sama Yesus keluar dari rumahku dan naik ke langit. Aku sadar akan semua yang terjadi pada diriku. Kulihat suami dan anak-anakku tidur di rumah kami di bawah.
Aku seperti sudah mati dan tubuhku tertinggal diranjang, sedang rohku bersama-sama Yesus melewati atap rumah. Kulihat seolah-olah seluruh atap rumah tergulung dan aku bisa melihat keluargaku tidur di ranjang mereka. Aku merasakan jamahan Yesus waktu Dia berkata, “Jangan takut, mereka aman.” Dia tahu pikiranku.
Akan kucoba sedapatku untuk menceritakan padamu selangkah demi selangkah tentang apa yang kulihat dan kurasakan. Beberapa hal tidak aku mengerti. Kebanyakan dari perkara-perkara itu dijelaskan artinya oleh Tuhan Yesus, tapi beberapa hal tidak dijelaskanNya kepadaku.
Kemudian aku tahu bahwa perkara-perkara itu benar-benar terjadi, dan hanya Allah yang dapat menunjukkan hal itu kepadaku. Pujilah namaNya yang kudus. Percayalah kepadaku, alam maut itu benar-benar nyata. Selama mempersiapkan laporan ini, aku sudah berkali-kali dibawa oleh Roh ke sana.
Segera kami sudah tinggi di dalam langit. Aku menoleh dan memandang Yesus. Dia penuh kemuliaan dan kuasa, dan kedamaian memancar daripadaNya. Dia menggandeng tanganku dan berkata,
“Aku mengasihimu, jangan takut, karena Aku bersamamu.”
Sementara itu kami makin tinggi ke dalam angkasa dan aku dapat melihat bumi di bawah. Tonjolan-tonjolan keluar dari bumi dan tersembul di banyak tempat berupa cerobong-cerobong yang berputar ke satu titik pusat dan kemudian berputar balik lagi. Mereka bergerak tinggi di atas bumi dan terlihat sepreti pipa-pipa besar yang kotor dan bergerak terus. Mereka muncul dari seluruh muka bumi.
“Apakah itu?” aku bertanya kepada Tuhan Yesus waktu mendekati salah satu dari mereka. “Semua itu adalah pintu-pintu gerbang alam maut.” Dia berkata, “Kita akan masuk ke alam maut lewat salah satu pintu gerbang itu.”
Segera kami masuk ke salah satu cerobong. Di dalam, terlihat seperti sebuah terowongan yang berputar terus menerus dan berbalik lagi seperti gasing.
Kegelapan yang pekat menyelimuti kami dan di dalam kegelapan itu tercium bau yang begitu hebat hingga membuatku tertegun. Di sepanjang dinding terowongan ada sesuatu yang hidup berwarna abu-abu tua dan melekat di dinding terowongan. Mahluk-mahluk itu bergerak dan menjerit kalau kami lewat. Tanpa diberitahu, aku mengerti bahwa mereka jahat.
Mahluk-mahluk itu bisa bergerak, tapi tetap melekat pada dinding. Mereka mengeluarkan bau yang hebat, dan memekik ke arah kami dengan jeritan yang mengerikan. Aku merasakan suatu kekuatan jahat yang tidak terlihat bergerak di dalam terowongan itu.
Kadang-kadang di dalam gelap dapat kulihat mahluk-mahluk itu, kebanyakan dari mereka diliputi kabut kotor. “Tuhan, apakah itu?” tanyaku dan kugandeng tangan Tuhan Yesus erat-erat. Katanya, “Mereka adalah roh-roh jahat yang siap untuk dimuntahkan ke bumi apabila iblis memerintahkannya.”
Ketika kamu turun ke bawah terowongan itu, mahluk-mahluk jahat itu tertawa dan memanggil kami. Mereka mencoba untuk menyentuh kami, tapi tidak bisa karena kuasa dari Tuhan Yesus. Udara di situ kotor dan tercemar, dan hanya karena kehadiran Tuhan Yesus saja aku tidak menjerit karena ngeri.
Oh ya, pancainderaku bekerja lengkap. Aku bisa mendengar, mencium, dan melihat, merasakan dan bahkan merasakan kedinginan di tempat ini. Dan karena pancainderaku bertambah peka, mau bau busuk dan kotoran itu makin membuatku mual.
Jeritan-jeritan memenuhi udara ketika kami mendekati dasar terowongan. Lengkingan-lengkingan tajam menyongsong kami dari kegelapan. Segala macam suara memenuhi udara. Aku bisa merasakan ketakutan, kematian dan dosa di sekelilingku.
Bau paling busuk yang pernah tercium olehku memenuhi udara. Itu adalah bau daging yang membusuk, dan rupanya datang dari semua jurusan. Di bumi belum pernah kurasakan kejahatan dan teriakan putus asa seperti itu. Segera kutahu bahwa teriakan-teriakan itu berasal dari orang-orang yang sudah mati, dan bahwa alam maut dipenuhi oleh ratapan mereka.
Aku merasakan hembusan angin yang keras dan sedotan ringan di depan kami. Cahaya seperti kilat menembus kegelapan dan menimbulkan bayang-bayang di dinding. Aku hampir dapat melihat suatu mahluk di depanku. Aku melompat dengan terkejut ketika menyadari bahwa mahluk itu adalah seekor ular, ular besar yang bergerak di depan kami. Waktu kupandang lebih lanjut, kulihat ular-ular itu merayap kemana-mana.
Yesus berkata kepadaku, “Kita akan segera masuk ke kaki kiri dari alam maut. Di depan, akan kau lihat penderitaan besar, penderitaan yang luar biasa dan kengerian yang tidak terlukiskan. Diam dekat-dekat padaKu dan akan Kuberi kekuatan dan perlindungan ketika melalui alam maut.”
“Segala sesuatu yang kau lihat adalah suatu peringatan,” kataNya. “Buku yang kau tulis akan menyelamatkan banyak jiwa dari alam maut. Apa yang kau lihat itu nyata. Jangan takut karena Aku menyertaimu.”
Akhirnya Tuhan Yesus dan aku sampai di dasar terowongan. Kami masuk ke dalam alam maut. Aku akan berusaha semampuku untuk menceritakan apa yang kulihat dan akau kuceritakan padamu seperti yang Tuhan perintahkan.
Di depan kami, sejauh pandanganku, terlihat benda-benda terbang melesat kesana kemari. Suara-suara rintihan dan jeritan-jeritan yang memilukan memenuhi udara. Di depan, kulihat cahaya remang-remang, dan kami menuju ke arah situ. Jalan setapak ini penuh debu dan kering. Kami segera masuk ke terowongan kecil dan gelap.
Beberapa hal tidak bisa kutuliskan karena terlalu mengerikan. Ketakutan di alam maut dapat dirasakan, dan aku tahu kalau aku tidak bersama-sama Yesus, aku tak akan tahan. Dalam menuliskan perkara-perkara ini, beberapa hal tak dapat kupahami, tapi Tuhan tahu semuanya, dan Dia membantu menjelaskan dalam banyak hal.
Kuperingatkan padamu, jangan pergi ke tempat itu. Di situ adalah tempat penyikasaan yang mengerikan, sakit yang menyiksa dan penderitaan abadi. Rohmu akan hidup selamanya. Dirimu yang sejati (roh) dan jiwamu akan pergi ke salah satu, Sorga atau alam maut.
Kepada siapa saja diantaramu yang berpikir alam maut itu ada di muka bumi ini, ya, engkau benar. Alam maut itu tidak ada pesta, tidak ada kasih, tidak ada belas kasihan, tidak ada istirahat. Hanya suatu tempat penderitaan melebihi yang bisa kaupercayai.

 

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>